cover
Contact Name
Sularno
Contact Email
soelarno@unidha.ac.id
Phone
+6288270875130
Journal Mail Official
jurnal.ittc@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran dalam no.24d, Kota Padang, Sumatera Barat 25112
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan
Published by CV ITTC Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30262003     DOI : 10.47233/jkis
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan (E-ISSN : 3026-2003) yang diterbitkan oleh CV.ITTC Indonesia fokus menerbitkan artikel penelitian bidang kajian Agama Islam. Ruang lingkupnya meliputi (1) teologi Islam; (2) hukum Islam; (3) pendidikan Islam; (4) Mistisisme dan Filsafat Islam; (5) ekonomi Islam; (6) Kajian tafsir dan hadis; dan (7) seni dan sejarah Islam.
Articles 377 Documents
Pentingnya Pendidikan Agama Islam dan Nilai Moral Bagi Gen Z Zaky Fadli, Ahmad; Naida Nasywa Cahyarani; Naila Putri Susanto; Nisrina Fairuz Burhani; Vania Indri Gunawan; Imam Ghozali
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan agama islam dan nilai moral berperan penting dalam membentuk dan mengubah karakter dan identitas Gen Z yang tumbuh di tengah kemajuan teknologi dan globalisasi yang pesa. pendidikan agama islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral sangat diperlukan untuk memberikan arah dan tujuan bimbingan dalam menjalani kehidupan yang seimbang antara kehidupan duniawi dan spiritual. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkaji berbagai sumber literatur dan observasi terkait pendidikan agama islam yang efisien bagi Gen Z. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan agama islam yang berfokus pada pengembangan akhlak, etika, dan nilai-nilai universal agama sangat berperan penting dalam membentuk individu yang memiliki karakter kuat, bertanggung jawab, dan mampu mengatasi tantangan zaman. Selain itu, tantangan terbesar dalam pendidikan agama islam adalah cara beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang dapat mempengaruhi pemahaman dan penerapan ajaran agama oleh Gen Z.
Sejarah Perbedaan Pendapat Para Ulama’ Madzhab Dan Implikasinya Kepada Ummat Dewi Nafisatul Curo’; Elsa Dwi Rahmawati; Rizky Aziz Romadhoni
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madzhab in Islam refers to a school of legal thought that is based on the interpretation of the main sources of Islam, namely the Koran and Hadith. After the Prophet died, no more revelations came down. Therefore, the ulama then understand and apply Islamic law based on the existing Qur'an and hadith. In an effort to understand laws that are unclear or do not yet have clear texts, the ulama' began to develop ijtihad methods, including ijma' and qiyas. This knowledge was brought in to make it easier to answer problems that arose. in making ijma' and making qiyas not everyone can and is able to do it, high credibility is needed in studying and understanding the Al-Qur'an and Hadith. Differences in madhhab arise due to differences in understanding of manuscripts (texts), hadith, language rules, and also differences in ijtihad method. Geographical, social and political factors also influence the development of madhhab. This abstract will briefly discuss the history of the development of madhhabs and the implications of the differences in madhhabs in the context of Muslim life.
PENERAPAN AKAD SALAM DALAM TRANSAKSI JUAL BELI ONLINE: ANTARA SYARIAH DAN PRAKTIK BISNIS cindyaina; Angga Aditya Cahyono; Irfan Tri Lasmana
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The salam contract is a contract in Islamic law that allows sellers and buyers to carry out transactions, where payment is made in advance, while the goods being traded are delivered at a later date. This article examines the application of the greeting contract to online buying and selling transactions, both from a sharia perspective and modern business practices. This writing uses literature research methods sourced from online journals, to examine the basic principles of salam contracts in muamalah fiqh, and connect them with e-commerce transaction mechanisms. Salam contracts have great potential to be applied in online buying and selling. However, the greeting contract has several conditions that need to be considered when implementing it. These include, among other things, agreements between the parties involved in the transaction, clarity in product specifications, delivery dates, and payment methods to be used. This writing will explain the implementation of greeting contracts in accordance with sharia principles with fair and transparent business practice standards in the digital era. A greeting contract that is implemented well can have many benefits for buying and selling actors, and can be an alternative solution to support sharia-based transactions on online platforms. ABSTRAK Akad salam merupakan kontrak dalam hukum islam yang memungkinkan penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi, di mana pembayaran dilakukan di muka, sementara barang yang diperjualbelikan diserahkan di kemudian hari. Artikel ini mengkaji penerapan akad salam pada transaksi jual beli online, baik dari perspektif syariah maupun praktik bisnis modern. Penulisan ini menggunakan metode penelitian literatur yang bersumber dari jurnal online, untuk mengkaji prinsip-prinsip dasar akad salam dalam fiqih muamalah, dan menghubungkannya dengan mekanisme transaksi e-commerce. Akad salam memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam jual beli online. Namun, akad salam memiliki beberapa syarat-syarat yang perlu diperhatikan saat implementasinya. Hal tersebut antara lain, kesepakatan antara pihak yang terlibat dalam transaksi, kejelasan dalam spesifikasi produk, tanggal pengiriman, serta metode pembayaran yang akan digunakan. Penulisan ini akan menerangkan penerapan akad salam yang sesuai prinsip-prinsip syariah dengan standar praktik bisnis yang adil dan transparan di era digital. Akad salam yang diterapkan dengan baik, dapat memiliki banyak manfaat bagi pelaku jual beli, serta dapat menjadi solusi alternatif untuk mendukung transaksi berbasis syariah di platform online.
Dinamika Pertumbuhan Fiqih Masa Imam Madzab Serta Implikasinya Terhadap Penyelesaian Isu Poligami Briyan Pratama, Ahmad; Muhammad Hasyim Mahfudz; Laylatul Mustafidah; Ahmad Mu’is
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus tentang adalah memahami bagaimana perkembangan fiqih klasik, yang diturunkan oleh Imam Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali, memberikan dasar hukum bagi praktik poligami, serta menilai relevansinya dengan tantangan hukum keluarga kontemporer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur, yang mengkaji teks-teks fiqih klasik serta perbandingannya dengan regulasi hukum keluarga di negara-negara Muslim modern, seperti Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun fiqih pada masa Imam Madzhab memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat ketat terkait keadilan dan kemampuan nafkah, implikasi praktisnya di era kontemporer menunjukkan perlunya reformasi hukum untuk memastikan kesetaraan gender dan perlindungan hak-hak perempuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun fiqih klasik memberikan ruang bagi poligami, penerapannya di masyarakat modern harus dilakukan dengan pengawasan yang lebih ketat dan dengan pendekatan yang lebih adil untuk memastikan kesejahteraan keluarga secara keseluruhan.
Peran Mazhab Dalam Menyikapi Perubahan Zaman Imamul Qomariah , Nur Mu’izza; Gandes Okta Sintya
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada awal Islam, ajaran agama ini menyatu. Namun, setelah wafatnya Nabi Muhammad, perbedaan pendapat dalam memahami dan menerapkan hukum Islam mulai muncul. Hal ini melahirkan berbagai mazhab. Keberadaan mazhab memicu perdebatan. Ada yang berpendapat mengikuti mazhab membatasi pemikiran, sementara yang lain berpendapat mazhab memberikan panduan di era modern, kompleksitas masalah menuntut solusi beragam. Mazhab-mazhab menawarkan berbagai alternatif solusi ini. Setiap mazhab memiliki cara pandang unik dalam memahami dan menerapkan hukum Islam, masalah hukum Islam saat ini sangat beragam, mulai dari ekonomi hingga teknologi. Para ulama dituntut memiliki pengetahuan lintas disiplin untuk menyelesaikannya, masalah hukum Islam saat ini sangat beragam, mulai dari ekonomi hingga teknologi. Para ulama dituntut memiliki pengetahuan lintas disiplin untuk menyelesaikannya. Berbagai mazhab memberikan kontribusi besar dalam menyelesaikan masalah kontemporer. Adanya berbagai perspektif memungkinkan umat Islam memilih solusi yang paling sesuai. Namun, setiap mazhab memiliki kelebihan dan kekurangan, karena ajaran mazhab lahir pada konteks zaman tertentu. Oleh karena itu, kita perlu menyesuaikan ajaran tersebut dengan kondisi zaman sekarang. Mazhab memberikan kontribusi besar, namun umat Islam perlu bersikap kritis dan terbuka dalam memilih dan menerapkan hukum Islam. Dalam menghadapi tantangan zaman, kita perlu menggabungkan pemahaman mendalam tentang ajaran Islam dengan kemampuan berpikir kritis dan adaptif. Berbagai mazhab memberikan kontribusi besar dalam menyelesaikan masalah kontemporer. Adanya berbagai perspektif memungkinkan umat Islam memilih solusi yang paling sesuai. Namun, setiap mazhab memiliki kelebihan dan kekurangan. Pentingnya ajaran mazhab lahir pada konteks zaman tertentu. Oleh karena itu, kita perlu menyesuaikan ajaran tersebut dengan kondisi zaman sekarang keberadaan mazhab adalah bagian dari dinamika Islam. Mazhab memberikan kontribusi besar, namun umat Islam perlu bersikap kritis dan terbuka dalam memilih dan menerapkan hukum Islam. Dalam menghadapi tantangan zaman, kita perlu menggabungkan pemahaman mendalam tentang ajaran Islam dengan kemampuan berpikir kritis dan adaptif.
Perencanaan Kurikulum Pendidikan Islam Studi Kasus Di Sdita El-Ma’mur Ibrohim; E. Mujahidin.
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan kurikulum dalam pendidikan Islam merupakan langkah krusial dalam merancang sistem pendidikan yang holistik serta selaras pada dinamika zaman. Fokus utama dari perencanaan ini yaitu guna menghasilkan generasi yang tidak hanya unggul dalam aspek intelektual, tetapi juga memiliki integritas, moralitas, dan pemahaman agama yang mendalam. Proses perencanaan kurikulum pendidikan Islam melibatkan penetapan tujuan pembelajaran, pemilihan materi ajar yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, serta penerapan metode pengajaran yang efektif. Selain itu, evaluasi menjadi komponen yang sangat penting guna menilai sejauh mana kompetensi peserta didik tercapai. Kurikulum pendidikan Islam perlu menyatukan pengetahuan umum dengan prinsip-prinsip Islam secara menyeluruh, serta menjawab tantangan sosial, budaya, dan teknologi yang berkembang. Dengan demikian, perencanaan kurikulum pendidikan Islam yang baik akan menghasilkan individu yang seimbang dalam hal kecerdasan akademik, spiritual, dan keterampilan hidup.
Fase Perkembangan Janin Dalam Perspektif Islam Dan Barat Serta Pendidikan Untuk Ibu Hamil Ibrohim; Imas Kania Rahman
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan janin adalah proses yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dimulai dari konsepsi hingga kelahiran. Fase-fase perkembangan janin ini memiliki pemahaman yang berbeda antara perspektif Islam dan Barat, yang keduanya memiliki pengaruh besar terhadap pendidikan dan perawatan ibu hamil. Perspektif Islam memandang perkembangan janin dengan penuh penghargaan terhadap kehidupan, dengan memperhatikan fase-fase yang dijelaskan dalam Al-Qur'an dan Hadis, seperti tahap `alaqah, mudghah, dan al-‘izz. Selain itu, Islam juga menekankan pentingnya doa dan perilaku baik ibu hamil untuk mendukung kesehatan janin. Sementara itu, perspektif Barat memandang perkembangan janin melalui pendekatan ilmiah, dengan mempelajari tahap-tahap biologis dan fisik dari fertilisasi hingga kelahiran. Berdasarkan penelitian medis, perkembangan janin dibagi dalam tiga trimester yang masing-masing memiliki karakteristik spesifik. Dalam hal ini, pendidikan untuk ibu hamil dari kedua perspektif ini sangat penting. Islam mendorong ibu untuk mendapatkan pengetahuan agama dan kesehatan, serta menjaga kebersihan, sementara pendidikan Barat memberikan informasi lebih terperinci mengenai gizi, pemeriksaan medis, dan kesehatan mental. Oleh karena itu, penting untuk menggabungkan nilai-nilai Islam dan ilmu pengetahuan Barat dalam memberikan pendidikan yang holistik bagi ibu hamil agar proses kehamilan dapat berjalan dengan sehat dan sesuai dengan tuntunan agama.
Analisis Fiqih Muamalah Terhadap Penerapan Sistem Pembayaran Cicilan (PayLater) Pada Marketplace Shopee Nasywa Salma Saidah; Rifa RihhadatulAisya; Muhibban
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 3 (2025): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rapid technological advances have given birth to various kinds of brave shopping applications, one of which is Shopee, which is one of the most popular platforms in society. Shopee offers various payment methods, including installment payments known as Shopee PayLater. This research aims to determine and analyze the practice of using Shopee PayLater based on the perspective of Sharia Economic Law. This research uses a qualitative approach with descriptive-analytical methods to produce Shopee PayLater transactions. The research results show that the Shopee PayLater payment method is not permitted under Sharia Economic Law because it contains elements of usury. Debt and receivable transactions between users and Shopee involve interest or benefits received by Shopee, which is recommended as Riba Qardh. Apart from that, the application of fines for late payment of PayLater bills is also not in accordance with sharia principles because there is an additional nominal amount when paying the fine, which is categorized as Usury Jahiliah. Thus, the Shopee PayLater practice is considered haram from the perspective of Sharia Economic Law.
A Fatwa DSN-MUI Tentang Dropship Menurut Perspektif Sosiologi Antropologi Anwar, Kholid; Tajul Arifin; Dedeh Jubaedah
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 3 (2025): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study examines the implementation of the fatwa of the National Sharia Council of the Indonesian Ulema Council (DSN-MUI) on dropship practices in the context of e-commerce, focusing on the Shopee platform. Using a descriptive qualitative approach and desk research method, this study analyzes the conformity of the dropship mechanism at Shopee with the sharia principles outlined in DSN Fatwa No.145/DSN-MUI/XII/2021. The analysis is conducted through a sociological perspective of legal anthropology to understand the social and legal implications of the implementation of the fatwa. The results show that the practice of dropshipping in Shopee has generally met the characteristics set out in the DSN-MUI fatwa, both in mechanisms with supplier permission and without permission. However, the implementation of this fatwa faces challenges in the aspects of positive law legitimacy and practice standardization. This study also reveals the evolution of sharia dropship regulation in Indonesia, which includes the stages of introduction, recognition, and refinement. The role of DSN-MUI as the sole authority in issuing fatwas on sharia economics is identified as a key factor in promoting uniformity of standards and sharia legitimacy in e-commerce practices. This research contributes to a more comprehensive understanding of the interaction between Islamic law, digital economic practices and the needs of Indonesian Muslim society in the context of e-commerce. The practical implications of this study include recommendations for the standardization of sharia dropship practices and the enhancement of fatwa adoption mechanisms into formal regulations to strengthen a sustainable sharia e-commerce ecosystem. Keywords: Dropship, E-commerce, Fatwa DSN-MUI, Shopee, Sharia Economics, Sociology of Legal Anthropology Abstrak Penelitian ini mengkaji implementasi fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) tentang praktik dropship dalam konteks e-commerce, dengan fokus pada platform Shopee. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode penelitian kepustakaan, studi ini menganalisis kesesuaian mekanisme dropship di Shopee dengan prinsip-prinsip syariah yang digariskan dalam Fatwa DSN No.145/DSN-MUI/XII/2021. Analisis dilakukan melalui perspektif sosiologi antropologi hukum untuk memahami implikasi sosial dan hukum dari penerapan fatwa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik dropship di Shopee secara umum telah memenuhi karakteristik yang ditetapkan dalam fatwa DSN-MUI, baik dalam mekanisme dengan izin supplier maupun tanpa izin. Namun, implementasi fatwa ini menghadapi tantangan dalam aspek legitimasi hukum positif dan standardisasi praktik. Studi ini juga mengungkapkan evolusi regulasi dropship syariah di Indonesia, yang meliputi tahap pengenalan, pengakuan, dan pemurnian. Peran DSN-MUI sebagai otoritas tunggal dalam mengeluarkan fatwa ekonomi syariah diidentifikasi sebagai faktor kunci dalam mendorong keseragaman standar dan legitimasi syariah dalam praktik e-commerce. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif tentang interaksi antara hukum Islam, praktik ekonomi digital, dan kebutuhan masyarakat Muslim Indonesia dalam konteks e-commerce. Implikasi praktis dari studi ini mencakup rekomendasi untuk standardisasi praktik dropship syariah dan peningkatan mekanisme adopsi fatwa ke dalam regulasi formal untuk memperkuat ekosistem e-commerce syariah yang berkelanjutan. Kata kunci: Dropship, E-commerce, Fatwa DSN-MUI, Shopee, Ekonomi Syariah, Sosiologi Antropologi Hukum
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Transaksi Jual Beli Followers di Media Sosial Instagram fadhilatun Nisa, Khasna; Putri Aurellia Azahra; Muhiban
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 3 (2025): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong munculnya berbagai bentuk transaksi baru, salah satunya adalah jual beli followers di media sosial Instagram. Praktik ini sering dilakukan untuk meningkatkan popularitas atau kepercayaan terhadap akun tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transaksi jual beli followers dari perspektif hukum Islam, dengan menyoroti aspek keabsahan akad, kejujuran, dan keadilan dalam transaksi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif, berdasarkan kajian literatur hukum Islam dan fatwa ulama. Oleh karena itu, diperlukan kajian lebih lanjut dan panduan hukum yang jelas untuk mengatur transaksi ini agar sesuai dengan nilai-nilai syariah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa media sosial adalah platform interaktif berbasis internet yang memungkinkan pengguna berkomunikasi, berbagi berbagai jenis konten secara real-time, dengan fitur personalisasi berdasarkan minat dan perilaku, sambil mendukung kolaborasi dan keberagaman format konten. Simpulannya, media sosial adalah platform yang interaktif, berbasis konten, beragam, dan real-time, memungkinkan komunikasi dan kolaborasi pengguna secara personal dan dinamis.