cover
Contact Name
Sularno
Contact Email
soelarno@unidha.ac.id
Phone
+6288270875130
Journal Mail Official
jurnal.ittc@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran dalam no.24d, Kota Padang, Sumatera Barat 25112
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan
Published by CV ITTC Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30262003     DOI : 10.47233/jkis
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan (E-ISSN : 3026-2003) yang diterbitkan oleh CV.ITTC Indonesia fokus menerbitkan artikel penelitian bidang kajian Agama Islam. Ruang lingkupnya meliputi (1) teologi Islam; (2) hukum Islam; (3) pendidikan Islam; (4) Mistisisme dan Filsafat Islam; (5) ekonomi Islam; (6) Kajian tafsir dan hadis; dan (7) seni dan sejarah Islam.
Articles 376 Documents
Genelogi Gerakan Pembaruan Islam ., Mariyani; Jufri, Muhammad; Amin, M.
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The history of Islamic development is a dynamc one involving phases of brilliant progress and periods of significant decline. These conditions of decline triggered the birth of the renewal movement (tajdid) as an effort to revitalize the community ini respondinh to the challenges of the times. This article examines the genealogy of the Islamic renewal movement by tracing its historial roots from the classical period to the modern era. The study focuses on how renewal functioned as an instrument of revitalization through the mechanisms of ijtihad and adaptation to modernity and western colonialism. This investigation also highlights the contributions of global thinkers such as Jamaluddin Al-Afghani and Muhammad Abduh, as well as local Indonesian figures Such as Ahmad Dahlan and Hasyim Asy’ari. The analysis shows that the renewal movement is not an aberration, but rather an integral intellectual tradition within Islam that maintans the relevance of teachings amidst ever-evolving global change.
Ideologi Gerakan Muhammadiyah Arman, Muhammad; Andriani, Ayu; Amin, M.
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the ideology of the Muhammadiyah movement as a normative and operational foundation in conducting da‘wah, social activities, and organizational management amid the dynamics of modern society. This research employs a qualitative approach using library research. The findings indicate that the ideology of the Muhammadiyah movement is rooted in the principles of tawhid, amar ma‘ruf nahi munkar, and tajdid, which affirm Muhammadiyah’s character as a modernist and progressive Islamic movement. This ideology is not merely normative in nature but also functions as a practical framework for the development of charitable enterprises in the fields of education, health, social services, and community empowerment. Furthermore, Muhammadiyah’s ideology is dynamic and adaptive to contemporary challenges, including globalization, value disruption, and technological advancement. However, the study also identifies challenges in the internalization of ideology, particularly related to cadre formation and the strengthening of ideological commitment at the grassroots level. Therefore, the reinforcement and revitalization of Muhammadiyah’s ideology through sustainable cadre development are considered strategic necessities to ensure the continuity and relevance of the movement in the future.
Muhammadiyah Sebagai Gerakan Islam Berkemajuan Haryanto, Rudi; ., Ernawati; Amin, M.
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the role of Muhammadiyah as a progressive Islamic movement in the context of modern Indonesian society. Muhammadiyah is an Islamic organization founded by Ahmad Dahlan in 1912 with the spirit of tajdid (renewal) and purification of Islamic teachings. The concept of progressive Islam promoted by Muhammadiyah emphasizes the integration of Islamic values, modernity, science, and social progress. This study uses a qualitative approach with library research methods. Data were obtained through analysis of official Muhammadiyah documents, books, and relevant scientific journals. Data analysis techniques were used descriptively and analytically to understand the ideological foundations, forms of the movement, and Muhammadiyah's contributions in the fields of education, health, and social services. The research results show that Muhammadiyah, as a progressive Islamic movement, plays an active role in building a civilization based on the values ​​of monotheism, rationality, and social benefit. Through its charitable endeavors in various fields, Muhammadiyah is able to present a model of Islamic movement that adapts to changing times without abandoning the basic principles of Islamic teachings. Thus, the concept of progressive Islam is relevant as a paradigm for building a religious, modern, and civilized society.
Pengaruh Marketing Mix Syariah Berbasis Digital Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Platform E-Commerce (Studi Kasus Mahasiswa FEB Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi) Apriyanto, Anto; Bachtiar, Muhammad Oksa
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effect of sharia-based digital marketing mix on consumer satisfaction on e-commerce platforms, particularly among students of the Faculty of Economics and Business, Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi. The rapid development of digital technology has encouraged the transformation of marketing practices toward digital channels; however, the integration of sharia principles in digital marketing strategies remains limited. This research employs a quantitative approach with an associative design. The population consists of 250 students, with a sample of 71 respondents determined using the Slovin formula and selected through incidental sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using simple linear regression with SPSS version 26. The results indicate that the sharia-based digital marketing mix has a positive and significant effect on consumer satisfaction, as evidenced by a t-value of 4.053 with a significance level of 0.000 (p < 0.05). The coefficient of determination (R²) shows that 19.2% of consumer satisfaction is explained by the sharia-based digital marketing mix, while the remaining 80.8% is influenced by other factors outside the model. These findings suggest that the implementation of sharia principles such as honesty, transparency, fairness, and trustworthiness in digital marketing contributes to enhancing consumer satisfaction on e-commerce platforms.
A Analisis Pesan Dakwah tentang Nikah Melalui Akun Tiktok @ZahidSamosir pada Generasi Z: Akun Tiktok @ZahidSamosir pada Generasi Z Hartono, Toni; Halim, Fa’iqul; Annisa, Nur; Alfarizi, Habib Auda; Anugrah, Anggun
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial TikTok menjadi salah satu alternatif dakwah di era terkini, karena hal ini merupakan implikasi dari kemajuan teknologi, keilmuan dan dakwah. Dakwah melalui TikTok identik dengan generasi muda sebagai da’i nya. Sehingga bentuk pesan, pola komunikasi dan tema yang disampaikan juga tak jarang bersinggungan dengan generasi muda tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengidentifikasi isi pesan dakwah terkait pernikahan yang disampaikan oleh Zahid Samosir melalui media TikTok. Dalam proses analisis, peneliti menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes yakni makna denotatif, konotatif, dan mitos sebagai instrumen analisis pesan. Pendekatan yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif, yaitu menggambarkan, menafsirkan, dan menjabarkan temuan berdasarkan data yang dikumpulkan. Sumber data primer berasal dari 4 video dari TikTok Zahid Samosir yang dianggap paling mewakili pesan dakwah mengenai pernikahan, yaitu (1) paham agama tapi redflag, (2) tau password pasangan, (3) pastikan sebelum memilih pasangan (4) tips pernikahan yang diberkahi. Sedangkan sumber data sekunder berasal dari berbagai respon viewers dari konten terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu pernikahan tidak terpaku pada dakwah yang disampaikan melalui mimbar semata. Disertai dengan berbagai respon positif dari penonton, da’i muda berhasil memanfaatkan TikTok sebagai media dakwah terkhusus ilmu pernikahan yang dikemas dengan bingkai syari’at, pengalaman dan historis Islam.
Hakikat Manusia Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Dan Implikasinya Terhadap Pengembangan Pendidikan Islam Salsabila, Della; M. Hafif Fadhillah Damanik; Tya Suwarni
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hakikat manusia menjadi fondasi utama dalam filsafat pendidikan Islam karena seluruh orientasi, tujuan, dan sistem pendidikan bertumpu pada pemahaman tentang manusia itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep manusia dalam perspektif Islam melalui kajian terhadap istilah al-Insan, al-Basyar, dan Bani Adam, proses penciptaannya, serta tujuan dan fungsi keberadaannya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, melalui analisis terhadap buku-buku filsafat pendidikan Islam yang otoritatif dan jurnal nasional Indonesia yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa manusia dalam perspektif Islam dipahami sebagai makhluk multidimensional yang mencakup dimensi jasmani, rohani, akal, dan qalb, serta memiliki tanggung jawab sebagai hamba dan khalifah di muka bumi. Konsep ini menegaskan bahwa manusia tidak hanya berorientasi pada aspek biologis, tetapi juga memiliki potensi spiritual dan moral yang harus dikembangkan secara seimbang. Implikasi terhadap pendidikan Islam adalah perlunya pengembangan sistem pendidikan yang bersifat holistik, yaitu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan nilai-nilai spiritual dan akhlak. Selain itu, kurikulum pendidikan Islam harus mampu mengarahkan peserta didik untuk mencapai keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Dengan demikian, pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembentukan kepribadian yang utuh menuju terwujudnya insan kamil yang berlandaskan fitrah dan nilai-nilai ilahiah.