cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
cendekiawanmuda@gmail.com
Phone
+6282341891541
Journal Mail Official
jippcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP)
ISSN : 2987579X     EISSN : 29875137     DOI : https://doi.org/10.61116/jipp.v1i4.245
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ilmu Pendidikan dan psikologi.
Articles 66 Documents
Kontribusi Psikologi dalam Pengembangan Sikap Positif Belajar pada Peserta Didik Ita Jurianti; Siti Choirun Nisa; Angga Permadi; Tri Windi Oktara
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v3i2.523

Abstract

Untuk memahami karakter anak didik, diberikan tahapan pertumbuhan dan perilaku manusia dengan pendidikan ini. Psikologi sangat penting untuk pendidikan karena membantu siswa tumbuh dalam karakter moral dan karakter yang diharapkan dari mereka untuk menjadi warga negara yang baik. Selain itu, motivasi belajar menjadi faktor penting dalam keberhasilan pendidikan. Motivasi berperan sebagai dorongan internal yang mempengaruhi sejauh mana siswa terlibat dalam proses belajar.Metode yang digunakan adalah studi literatur, data yang dikumpulkan dan dianalisis merupakan data sekunder yang berupa hasil-hasil penelitian seperti buku, jurnal, artikel, situs internet, dan lainnya.hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi seorang guru dalam mengajar peserta didik sangat mempengaruhi motivasi belajar, dengan begitu sikap positif belajar peserta didik dengan sendirinya akan berkembang.Sikap belajar merupakan kecenderungan seorang peserta didik dalam memilih untuk belajar atau tidak, yang dipengaruhi oleh pandangan dan perasaannya terhadap proses belajar. Sikap belajar terdiri dari tiga komponen utama yang membentuk strukturnya, yaitu kognitif, afektif, dan konasi. Adapun strategi guru yang dapat meningkatkan motivasi belajar di kelas antara lain: penerapan metode pembelajaran yang beragam, memaksimalkan penggunaan media pembelajaran, membuat peserta didik lebih aktif, memberikan penghargaan dalam belajar, Menciptakan suasana kelas yang kondusif. Pembelajaran dengan motivasi adalah pendekatan yang menekankan pentingnya dorongan, baik dari dalam diri maupun dari lingkungan, untuk meningkatkan semangat dan efektivitas belajar.
Penerapan Disiplin dan Tanggung Jawab Belajar Siswa melalui Full Day School di Sekolah Dasar Islama Nur Sasana
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v3i2.529

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab peserta didik melalui full day school di SD Muhammadiyah Plus Semarang. Kualitatif dengan jenis deskriptif adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Kepala sekolah, guru, dan peserta didik merupakan subjek dalam penelitian ini. Sedangkan pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab peserta didik melalui full day school merupakan objek dalam penelitian ini. Wawancara, observasi, dan angket yaitu teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian. Peneliti menggunakan uji keabsahan data melalui triangulasi teknik dan sumber. Pada penelitian ini peneliti menganalisis data memakai teknik analisis dari Miles dan Huberman yaitu meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menyatakan pembentukan karakter disiplin peserta didik melalui full day school terwujud dari berbagai kegiatan di sekolah meliputi: salat duha, salat zuhur, muroja’ah, makan bersama, berdoa diawal dan diakhir kegiatan, dan antre untuk berbagai kegiatan sedangkan pembentukan karakter tanggung jawab peserta didik melalui full day school meliputi: mencuci alat makan, sedekah sampah, infaq, tugas imam bergilir, dan membereskan peralatan sholat.
Efektivitas Terapi Menulis Emosional dalam Mereduksi Stres Adaptasi pada Mahasiswa Tahun Pertama Nabil Muzakki Septiano; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v3i3.535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi menulis emosional dalam mereduksi stres adaptasi pada mahasiswa tahun pertama. Penelitian menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian adalah mahasiswa tahun pertama yang diseleksi melalui kuesioner Perceived Stress Scale (PSS) dan Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ), kemudian dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen mengikuti empat sesi terapi menulis emosional selama dua minggu, sementara kelompok kontrol tidak menerima perlakuan apapun. Hasil simulasi menunjukkan adanya penurunan skor stres adaptasi secara signifikan pada kelompok eksperimen setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi menulis emosional dapat menjadi salah satu strategi intervensi psikologis yang efektif untuk membantu mahasiswa baru dalam proses adaptasi akademik dan sosial.
Upaya Membangun Kesehatan Mental Siswa Sekolah Dasar melalui Nilai Islam dalam Pembelajaran Dina Risma Faoziah; Arsan Shanie
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v3i3.536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai Islam diintegrasikan dalam pembelajaran untuk membangun kesehatan mental siswa Sekolah Dasar (SD). Latar belakang penelitian ini didasari oleh kenyataan bahwa kesehatan mental siswa sering kali kurang mendapat perhatian dalam pendidikan dasar, padahal kondisi psikologis yang sehat sangat penting untuk mendukung keberhasilan belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Islam seperti sabar, syukur, tawakal, ikhlas, dan husnuzan dalam kegiatan pembelajaran secara konsisten mampu membantu siswa mengelola emosi, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun ketahanan terhadap tekanan akademik dan sosial. Guru berperan penting sebagai fasilitator dalam menanamkan nilai-nilai tersebut melalui keteladanan dan pendekatan kontekstual. Temuan ini memperkuat teori perkembangan psikososial Erikson dan konsep jiwa tenang (nafs muthmainnah) dalam psikologi Islam, yang menekankan pentingnya dukungan spiritual dalam pembentukan kesehatan mental anak. Penelitian ini merekomendasikan agar nilai-nilai Islam diintegrasikan secara menyeluruh dalam semua mata pelajaran untuk membentuk lingkungan belajar yang mendukung kesehatan mental siswa secara holistik.
Implementasi Konseling Islam dalam Mengatasi Masalah Psikologis Siswa Madrasah Ibtidaiyah Amel Aulia; Arsan Shanie
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v3i3.541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi konseling Islam dalam mengatasi  permasalahan psikologis siswa di MI Nurussibyan Randugarut Semarang. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya jumlah siswa yang mengalami gangguan psikologis, seperti kecemasan belajar, kurangnya rasa percaya diri, hingga kesulitan dalam bersosialisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan Psikologi Pendidikan Islam. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling Islam di MI Nurussibyan dilakukan secara informal oleh guru agama dan wali kelas melalui pendekatan spiritual, seperti dialog keagamaan, pembacaan ayat Al-Qur’an, doa, serta metode kisah Islami. Konseling ini efektif dalam meningkatkan  ketenangan jiwa dan motivasi belajar siswa. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan guru dalam konseling, dan belum adanya ruang khusus konseling.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun bersifat sederhana, implementasi konseling Islam dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental siswa.
Analisis Pola Asuh Orang Tua dan Perkembangan Moral Siswa Madrasah Ibtidaiyah Muhamad Ilham Mabruri; Arsan Shanie
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v3i3.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pola asuh orang tua terhadap perkembangan moral anak di MI NU 68 Leban Boja Kendal. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas atas, orang tua, dan guru kelas yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola asuh yang dominan diterapkan oleh orang tua, yaitu pola asuh otoriter, permisif, dan demokratis. Pola asuh otoriter cenderung menghasilkan anak yang patuh namun kurang percaya diri dan takut berinisiatif. Pola asuh permisif menyebabkan anak lebih bebas namun kurang disiplin dan tanggung jawab. Sementara itu, pola asuh demokratis terbukti memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan moral anak, seperti sikap jujur, tanggung jawab, sopan santun, dan empati. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh orang tua memainkan peran penting dalam membentuk karakter moral anak sejak usia dini, khususnya di lingkungan pendidikan dasar. Temuan ini diharapkan menjadi masukan bagi orang tua dan pendidik dalam menerapkan pola asuh yang tepat guna mendukung perkembangan moral anak secara optimal.
Dampak Broken Home terhadap Fokus Belajar Siswa Musta’in Yahya; Martha Chintya Garlis; Zulfa Oktafiana
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v3i3.559

Abstract

Keluarga broken home sering menjadi faktor penyebab menurunnya motivasi dan prestasi belajar siswa karena lemahnya dukungan emosional dan tidak berfungsinya peran keluarga sebagai tempat pendidikan dan perlindungan. Siswa dalam situasi ini cenderung mengalami gangguan emosi, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga acuh terhadap pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kondisi broken home terhadap semangat belajar siswa serta merumuskan strategi yang dapat digunakan guru dan sekolah dalam memberikan dukungan yang tepat. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap berbagai sumber akademik relevan. Hasil menunjukkan bahwa siswa broken home memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan konseling, komunikasi terbuka, dan penciptaan lingkungan belajar yang menyenangkan. Peran guru sebagai figur pendamping sangat penting dalam membangun kembali kepercayaan diri dan fokus belajar siswa. Kajian juga menunjukkan bahwa meskipun banyak tantangan, beberapa siswa mampu menunjukkan ketahanan diri dan prestasi tinggi berkat lingkungan pendukung. Kesimpulannya, dengan kolaborasi antara sekolah, guru, dan keluarga, siswa dari keluarga broken home tetap memiliki peluang yang sama untuk berkembang secara akademik maupun emosional.
Analisis Bullying terhadap Siswa Sekolah Dasar Ditinjau dari Perspektif Teori Perkembangan Psikososial Erikson Deltania Sukma Berliani
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v3i4.514

Abstract

Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk menganalisis bullying terhadap siswa SD yang ditinjau berdasarkan prespektif teori perkembangan psikososial Erikson dan menganalisis dampak yang terjadi pada korban melalui teori Erikson khususnya pendekatan pada tahap industry vs inferiority. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan wawancara via telepon kepada informan yang dulunya pernah mengalami bullying di sekolah dasar berupa penyiraman cairan tipe-x di depan teman-temannya karena menolak permintaan pelaku. Hasil wawancara menunjukan bahwa pelaku mengalami dampak psikologis yang mendalam seperti rasa sedih, malu, dan kurang percaya diri. Selain itu, guru juga tidak sepenuhnya memberikan pendampingan mendalam bagi korban. Temuan ini memperkuat gagasan bahwasannya bullying dapat menghambat anak dalam mengembangkan kepercayaan yang ada pada dirinya. Penelitian ini menekankan pentingnya peran sekolah, guru, dan orang tua dalam perkembangan anak. Peran sekolah, khususnya guru, sangat penting penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi anak -anak. Jika anak menjadi korban bullying dan guru hanya memberikan respon datar seperti menyuruh pelaku meminta maaf kepada korban tanpa ada tindak lanjut lagi, maka anak akan percaya bahwa konsekuensi yang diterima tidak setimpal dan perlindungan tidak terjamin.
Permasalahan Psikologis Siswa Sekolah Dasar dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Anis Nihayatul Mustafidah
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v3i4.531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk permasalahan psikologis yang dialami siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Islam di SD/MI, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, serta mengeksplorasi strategi yang digunakan guru untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami berbagai masalah psikologis seperti kecemasan, rendahnya kepercayaan diri, kurangnya motivasi belajar, serta gangguan konsentrasi. Permasalahan ini dipicu oleh tekanan keluarga, metode pembelajaran yang monoton, dan kurangnya perhatian terhadap kondisi emosional siswa. Strategi yang diterapkan guru, seperti pendekatan individual, penguatan positif, serta penggunaan metode pembelajaran yang variatif dan menyenangkan, terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif secara psikologis dan spiritual. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan psikologi pendidikan Islam yang holistik dalam mendukung keberhasilan pembelajaran di tingkat dasar.
Respons Psikologis Siswa Sekolah Dasar terhadap Penilaian Hafalan Al-Qur’an di Kelas Rachma Octavia; Arsan Shanie
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v3i4.547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan berbagai bentuk respon psikologis anak terhadap kegiatan hafalan Al-Qur’an di kelas, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta peran guru dan lingkungan dalam mendukung kesehatan psikologis anak selama proses hafalan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri dari guru, kepala sekolah, siswa, dan orang tua di MI Walisongo. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi kelas, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mengalami respon psikologis yang beragam, baik positif seperti bangga dan percaya diri, maupun negatif seperti stres dan kecemasan. Faktor utama yang mempengaruhi adalah metode pembelajaran, dukungan guru, serta lingkungan keluarga. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan psikologi pendidikan Islam yang holistik dalam pelaksanaan program tahfidz agar lebih ramah anak dan mendukung kesehatan mental siswa.