cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
cendekiawanmuda@gmail.com
Phone
+6282341891541
Journal Mail Official
jippcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP)
ISSN : 2987579X     EISSN : 29875137     DOI : https://doi.org/10.61116/jipp.v1i4.245
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ilmu Pendidikan dan psikologi.
Articles 66 Documents
Analisis Penerapan Konseling Individual dalam Mengurangi Masalah Kecanduan Game Online pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Ahmad Ridho Billah
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v3i4.567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak kecanduan game online terhadap siswa SMK Negeri 4 Banjarmasin dan mengevaluasi efektivitas konseling individual dalam mengatasi masalah tersebut. Kecanduan game online, terutama pada siswa seperti RN dan MRM, berdampak signifikan terhadap prestasi akademik, kesehatan fisik dan mental, serta interaksi sosial. Berdasarkan observasi awal, fenomena ini sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan meningkatnya ketergantungan remaja terhadap game online di Indonesia. Untuk mengatasi hal ini, penelitian ini menguji pengaruh konseling individual dengan hipotesis bahwa konseling dapat mengurangi kecanduan game online, sekaligus memperbaiki prestasi akademik dan interaksi sosial siswa. Penelitian ini menggunakan metode purposif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling individual efektif mengurangi waktu bermain game online dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan akademik serta sosial. Namun, tantangan seperti resistensi siswa dan keterbatasan dukungan keluarga masih perlu diatasi. Temuan ini diharapkan memberikan masukan praktis bagi sekolah, konselor, dan orang tua dalam merumuskan intervensi yang lebih efektif.
Peran Media Digital Interaktif Smartboard terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Afifah Ulya Ainurrohmah DCG; Erhamwilda, Erhamwilda; Asep Dudi Suhardini
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v4i1.754

Abstract

Penggunaan smartboard sebagai media digital interaktif semakin banyak diadopsi dalam pembelajaran sekolah dasar karena mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran smartboard terhadap motivasi belajar siswa SD pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan fokus pada kelas IV dan V di salah satu SD di Bandung. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa smartboard mampu meningkatkan motivasi intrinsik siswa, membangun kepercayaan diri, dan menciptakan suasana belajar yang kolaboratif dan menyenangkan. Namun, ditemukan juga tantangan seperti ketergantungan media dan kesiapan guru yang belum merata. Kesimpulannya, smartboard efektif dalam mendukung pembelajaran jika digunakan dengan pendekatan pedagogis yang tepat dan dukungan pelatihan guru.
Dialektika Tradisi dan Inovasi pada Arah Pembaruan Pendidikan di Indonesia dalam Kajian Filosofis Intan Permatasari; Muhamad Yusma Triyundana; Herfanda Agif Ghifarix; Putri Amalia Sholiha; Abdul Khobir
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v4i1.783

Abstract

Pendidikan Indonesia berada dalam dinamika dialektika antara tradisi dan inovasi yang terus berkembang. Di satu sisi, nilai-nilai pesantren, kearifan lokal, serta pemikiran tokoh pendidikan seperti Ki Hadjar Dewantara, K.H. Ahmad Dahlan, dan Hasyim Asy’ari menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter dan identitas bangsa. Di sisi lain, tuntutan modernitas, transformasi digital, implementasi Kurikulum Merdeka, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan menghadirkan kebutuhan akan pembaharuan pendidikan yang adaptif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan menganalisis dialektika tradisi dan inovasi dalam arah pembaharuan pendidikan Indonesia melalui kajian filosofis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif jenis studi kepustakaan dengan analisis dialektika dan interpretasi filosofis terhadap literatur pendidikan nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi tidak bersifat statis maupun bertentangan dengan inovasi, melainkan berfungsi sebagai landasan nilai yang menuntun pembaharuan pendidikan. Implementasi Kurikulum Merdeka dipahami sebagai sintesis antara filosofi pendidikan nasional dan tuntutan inovasi modern, sementara pemanfaatan kecerdasan buatan menuntut penguatan landasan etika berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembaharuan pendidikan Indonesia hanya dapat dicapai melalui integrasi seimbang antara kekuatan tradisi dan inovasi, sehingga pendidikan tetap relevan, humanis, dan berakar pada nilai budaya bangsa.
Gambaran Perilaku Perundungan Anak di Kampung Pelangi Rifda Haura Fathina Besri; Qurrota A’yuni Fitriana
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v4i1.859

Abstract

Perundungan merupakan topik yang sering kali dijadikan pembahasan. Namun, pembahasan sering kali berfokus pada penanganan korban. Sementara itu, sering kali pelaku perundungan, yang menjadi penyebab kasus perundungan, hanya menerima hukuman dan stigma negatif tanpa bantuan apa pun. Mereka berisiko menjadi pelaku kejahatan di masa depan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana gambaran perilaku perundungan pada anak-anak di Kampung Pelangi Surabaya secara lebih dalam. Hasil menunjukkan bahwa anak-anak di Kampung Pelangi Surabaya menunjukkan agresivitas yang tinggi, kurangnya aspek sosial dan emosional yang ada pada diri sendiri, serta anak yang cenderung berpikiran egosentris karena anak masih berusia 6 hingga 12 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisa fenomenologi agar lebih subjektif dan mendalam. Harapannya, kajian soal pelaku perundungan akan meningkat hingga program pendidikan berbasis moral akan mendapatkan banyak referensi.
Pengenalan Karakteristik Peserta Didik Secara Mendalam melalui Lensa Pertumbuhan dan Perkembangan dalam Psikologi Pendidikan Pratiwi, Ammi; Aisyah, Najwa; Ma’mun Hanif
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v4i1.672

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses yang saling berkaitan dalam membentuk individu secara utuh. Pertumbuhan mengacu pada perubahan fisik yang bersifat kuantitatif seperti peningkatan ukuran tubuh, berat badan, dan kekuatan fisik, sedangkan perkembangan bersifat kualitatif yang mencakup aspek kognitif, emosional, sosial, dan moral menuju kematangan individu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) yang bersumber dari berbagai literatur ilmiah relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi konsep, teori, serta implikasi pertumbuhan dan perkembangan terhadap pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahap usia memiliki karakteristik perkembangan yang berbeda, yaitu anak-anak (6–12 tahun) berada pada tahap berpikir konkret dan mulai belajar berinteraksi sosial, remaja (12–18 tahun) mengalami perubahan fisik pesat, mampu berpikir abstrak, dan sedang mencari jati diri, sedangkan dewasa awal (18–25 tahun) mencapai kematangan fisik dan emosional serta memiliki kemampuan berpikir reflektif dan mandiri. Implikasi dalam pendidikan menunjukkan pentingnya penyesuaian strategi pembelajaran berdasarkan tahap perkembangan peserta didik. Guru perlu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan humanis untuk membantu peserta didik berkembang optimal. Dengan demikian, pemahaman terhadap pertumbuhan dan perkembangan menjadi landasan penting dalam menciptakan proses pendidikan yang efektif, holistik, dan berorientasi pada kemanusiaan. Oleh karena itu, temuan ini merekomendasikan perlunya pengintegrasian prinsip psikologi perkembangan dalam penyusunan kurikulum nasional serta penguatan pelatihan pedagogi bagi guru guna memastikan materi dan metode pengajaran selaras dengan kebutuhan peserta didik.
Persepsi Iklim Akademik dan Tekanan Teman Sebaya dengan Kemunculan Perilaku Delinkuen pada Mahasiswa Berbasis Ketarunaan Fitria, Yuli; Nina Ruly Istiari
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v4i1.878

Abstract

Perilaku tindak kekerasan sesama peserta didik menjadi isu yang banyak terjadi di ruang lingkup pendidikan tinggi pada kampus yang berbasis ketarunaan. Perilaku kekerasan yang melanggar norma aturan akademik merupakan salah satu fenomena masif terjadi yang dikenal sebagai perilaku delinkuen. Persepsi negatif terhadap iklim akademik dan tekanan teman sebaya diduga menjadi penyebab munculnya kecenderungan perilaku delinkuen, sehingga perlu untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan persepsi mahasiswa terhadap iklim akademik dan tekanan teman sebaya  terhadap kemunculan perilaku delinkuen pada mahasiswa berbasis ketarunaan. Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif korelasional. Partisipan penelitian ialah mahasiswa kampus X berbasis ketarunaan di Kabupaten Banyuwangi sejumlah 103 mahasiswa. Instrumen yang digunakan untuk mengukur ketiga variabel diantaranya, Perception School Climate Scale,  Peer Pressure Inventory dan School Delinquency Scale. Metode analisis statistik menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan dan secara simultan konstruk persepsi negatif iklim akademik berkontribusi sebesar 27% dan tekanan teman sebaya berkontribusi 34% terhadap munculnya perilaku delinkuen. Dapat disimpulkan penting bagi perguruan tinggi berbasis ketarunaan untuk menciptakan iklim akademik yang kondusif guna mendukung meningkatkan interaksi positif antara warga sehingga mampu menekan perilaku delinkuen dan terwujud keseimbangan situasi akademik.