cover
Contact Name
Welem Waileruny
Contact Email
jcdsunpatti23@gmail.com
Phone
+6281281008496
Journal Mail Official
jcdsunpatti23@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pascasarjana Program Studi Ilmu Kelautan - Universitas Pattimura Jln. Ir. M. Putuhena, Poka, Kec. Tlk. Ambon, Kota Ambon, Maluku, Indonesia
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Journal of Coastal and Deep Sea
Published by Universitas Pattimura
ISSN : -     EISSN : 3031240X     DOI : https://doi.org/10.30598/jcds.v1i1.11197
The Journal of Coastal and Deep Sea (JCDS) is a journal of applied and scientific publications covering the fields of fisheries and marine affairs, managed by the Marine Science Postgraduate Study Program at Pattimura University. The editorial team accepts articles and manuscripts from academics (lecturers and students), researchers, and practitioners in Indonesian and English (British or American style).
Articles 26 Documents
Debit Sedimen Kohesif di Teluk Baguala Pulau Ambon Noya, Radi C.; Noya, Yunita A.
Journal of Coastal and Deep Sea Vol 2 No 2 (2024): Journal of Coastal and Deep Sea
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jcds.v2i2.16964

Abstract

Teluk Baguala, yang terletak di timur Pulau Ambon, memiliki potensi ekosistem pesisir yang baik, termasuk mangrove, padang lamun, makroalga, dan perikanan bernilai ekonomis. Namun, aktivitas pemukiman dan pengembangan wilayah pesisir menimbulkan ancaman sedimentasi yang memengaruhi ekosistem. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kecepatan arus pasang surut, konsentrasi, luas penampang muara, dan debit sedimen kohesif di enam muara sungai utama. Metode penelitian mencakup pengambilan data secara in situ menggunakan peralatan seperti GPS, botol Niskin, current meter, dan meter roll. Hasil menunjukkan kecepatan arus pasang surut rata-rata 0,1804 m.s-1 dengan kecepatan tertinggi di ST4 (0,3338 m.s-1) dan terendah di ST2 (0,0871 m.s-1). Konsentrasi sedimen kohesif rata-rata adalah 0,4302 kg.m-3, dengan nilai tertinggi di ST5 (0,4788 kg.m-3) dan terendah di ST6 (0,3371 kg.m-3). Debit sedimen kohesif rata-rata sebesar 0,79801 kg.s-1, dengan nilai maksimum di ST2 (1,5409 kg.s-1) dan minimum di ST6 (0,1189 kg.s-1). Sedimen kohesif, yang berasal dari runoff dan penggerusan pantai, mengancam ekosistem dengan menciptakan kekeruhan dan mengikat bahan pencemar. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah penting untuk strategi pengelolaan sedimentasi di Teluk Baguala, guna melindungi ekosistem dan mendukung pengembangan wilayah pesisir secara berkelanjutan.
Efektivitas Probiotik Lactobacillus rhamnosus untuk Pertumbuhan dan Kualitas Air Budidaya Ikan Badut Premnas epigramma Kartamiharja, Ujang Komarudin A; Yulianti, Yuli; Dharmawati, Verli; Irianti, Valentina Retno; Haryono, Tri; Nazar, Fitrina
Journal of Coastal and Deep Sea Vol 3 No 1 (2025): Journal of Coastal and Deep Sea
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jcds.v3i1.17847

Abstract

Penerapan probiotik cair Lactobacillus rhamnosus dalam pemeliharaan ikan badut (Premnas epigramma) bertujuan untuk menentukan dosis efektif pemberian probiotik terhadap pertumbuhan dan kualitas air media pemeliharaan. Ikan badut dipelihara dalam akuarium 60 L dengan kepadatan 2-3 ekor per liter selama 42 hari pemeliharaan. Perlakuan diferensiasi dengan dosis probiotik cair 0 mL; 5 mL; 10 mL per 50 liter air laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan berat ikan pada dosis probiotik 0 mL, 5 mL, dan 10 mL adalah 0,23 g, 0,33 g, dan 0,32 g, secara berturut-turut. Terdapat efek positif pemberian probiotik terhadap perubahan warna kulit ikan yang menjadi lebih cerah. Parameter kualitas air pemeliharaan Premnas epigramma seperti suhu, salinitas, pH, dan DO yang diamati selama percobaan masih sesuai untuk budidaya ikan laut. Konsentrasi nitrit dalam air menurun pada kedua perlakuan dengan penambahan probiotik, tetapi amonia menurun menjadi 0,1 mg/L hanya pada dosis probiotik 5 mL per 50 mL air laut. Pemberian probiotik selama pemeliharaan ikan badut belum terlalu efektif menekan populasi bakteri Vibrio pigmen hijau. Akan tetapi dapat menekan populasi Vibrio pigmen kuning yang cenderung patogen.
Morfometrik Beberapa Jenis Lamun di Perairan Pantai Halong dan Tanjung Tiram, Teluk Ambon Dalam Ubyaan, Ade P.; Pasanea, Krisye; Saleky, Valentine D.; Wattimury, Jusuph J.
Journal of Coastal and Deep Sea Vol 3 No 1 (2025): Journal of Coastal and Deep Sea
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jcds.v3i1.17275

Abstract

Penelitian morfometrik lamun membantu dalam memahami variasi antara spesies lamun dan adaptasi lamun terhadap lingkungan yang krusial untuk melindungi dan melestarikan ekosistem lamun serta memahami peran mereka dalam ekosistem pesisir. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui morfometrik beberapa jenis lamun di perairan pantai Halong dan pantai Tanjung Tiram, Teluk Ambon Dalam. Pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus 2023 di kedua lokasi tersebut. Pengambilan sampel lamun dimulai dengan plot lokasi menggunakan GPS kemudian bagian tubuh lamun diambil secara utuh dengan tiga individu per jenis. Morfometrik pada lamun Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii memiliki perbedaan yang signifikan pada bagian lebar daun, panjang akar dan rhizoma antara yang hidup di Tanjung Tiram dengan Pantai Halong.
Keselamatan Kerja Nelayan Jaring Angkat Perahu di PPN Karangantu, Serang, Banten Januar, Januar; Purwangka, Fis; Puspito, Gondo
Journal of Coastal and Deep Sea Vol 3 No 1 (2025): Journal of Coastal and Deep Sea
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jcds.v3i1.17311

Abstract

Kecelakaan kerja masih sering terjadi saat pengoperasian bagan perahu. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kelalaian manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis bahaya dan membuat analisis keselamatan kerja tentang potensi bahaya pada aktivitas nelayan bagan perahu. Identifikasi keselamatan kerja menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assesment (HIRA). Identifikasi terhadap potensi kecelakaan yang bisa terjadi pada nelayan dalam pengoperasian jaring angkat melalui penilaian risiko kualitatif terdapat empat nilai risiko yaitu, minor, sedang, mayor dan bencana. Analisis risiko pada potensi bahaya yang terjadi pada aktivitas nelayan bagan perahu melalu analisis penilaian risiko terdapat tiga nilai risk index yaitu, significant risk, moderate risk, dan low risk. Secara keseluruhan terdapat 29 aktivitas pada pengoperasian bagan perahu, dimana terdapat empat aktivitas yang memiliki nilai risk index risiko signifikan dan perlu adanya tindakan pengendalian pada potensi bahaya pada aktivitas tersebut, 18 aktivitas yang memilik nilai risk index risiko rendah dan tujuh aktivitas yang memiliki nilai risk index risiko sedang.
Analisis Tingkat Keramahan Lingkungan Alat Tangkap Bagan Apung di Perairan Lupus Kota Tual Provinsi Maluku Jeujanan, Benediktus; Hukubun, Tirza J.
Journal of Coastal and Deep Sea Vol 3 No 1 (2025): Journal of Coastal and Deep Sea
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jcds.v3i1.18401

Abstract

Eksploitasi sumberdaya perikanan dengan alat tangkap ramah lingkungan menjadi salah satu faktor kunci keberlanjutan sumber daya perikanan, selain memberikan dampak positif secara sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Tujuan penelitian, menganalisis tingkat keramahan lingkungan alat tangkap bagan apung di Dusun Lupus, Kota Tual, berdasarkan prinsip CCRF. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, dianalisis secara deskriptif kuantitatif berpedoman pada prinsip CCRF. Hasil analisis menunjukkan bahwa alat tangkap bagan apung yang beroperasi di Perairan Lupus Kota Tual Provinsi Maluku mendapatkan skor 29,4, merupakan kategori sangat ramah lingkungan. Alat tangkap ini, juga dikategorikan berkelanjutan namun perlu memperhatikan beberapa kriteria untuk lebih efisien dan efektif. Kriteria yang perludi diperhatikan terutama penggunan BBM rendah. Opererasi penangkapan saat ini sangat tergantung pada ketersediaan BBM untuk energy listrik sebagai sumber cahaya dalam mengumpulkan ikan dan juga untuk kebutuhan transportasi.
Potensi dan Sebaran Bulu Babi di Perairan Desa Lonthoir Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah Abukena, Safrudin La; Amiludina, Nur M.; Malok, Hujai
Journal of Coastal and Deep Sea Vol 3 No 1 (2025): Journal of Coastal and Deep Sea
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jcds.v3i1.20354

Abstract

Bulu Babi termasuk dalam filum Echinodermata, yang artinya kulit berduri, atau sering juga disebut dengan istilah Sea urchins. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepadatan, kelimpahan, keragaman, keseragaman, indeks dominasi, pola distribusi, dan potensi, pemanfaatan bulu babi di Perairan Desa Lonthoir Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah .Pengambilan data dengan metode transek dan dianalisis dengan menggunakan indeks-indek ekologi. Hasil analisis menujukan bahwa jenis Bulu Babi yang ditemukan sebanyak 5 spesies :T. gratilla, D. setosum, E. calmerix E. mathei dan S. Belii Distribusi frekuensi Bulu Babi T. gratilla mengalami penurunan ukuran dari tahun 2020 ke tahun 2021. Kepadatan tertinggi bulu babi selama penelitian di miliki oleh sepsis T. gratilla sebesar 0,229 individu/m2 dan terendah adalah S. belli Kelimpahan Bulu Babi T. gratilla sebesar 94,368% E. calmerix sebesar 0.824 D. setosum sebesar 1,236% E. calmerix sebesar 2,885%. S. belli sebesar 0.687% Tingkat Keragaman dan keseragaman redah. Indeks dominasinya tinggi pada zonasi atas dan tengah sedangkan pada zonasi bawa sedang dengan pola distribusi mengelompok. Potensi Bulu babi pada zonasi Atas sebesar 6.183 ind , zonasi Tengh sebesar 7.587 ind dan zonasi bawah sebesar 2.970 ind. Pemanfaatan Bulu babi pada zonasi atas sebesar 2.473 ind , zonasi tengh sebesar 3.035 ind dan zonasi bawah sebesar 1.188 ind.

Page 3 of 3 | Total Record : 26