cover
Contact Name
Pringati Singarimbun
Contact Email
031262646@ecampus.ut.ac.id
Phone
+6289617699764
Journal Mail Official
ldpbjournal@gmail.com
Editorial Address
Cluster Gajah Mada Kapling 2 Gunung Pangilun Padang Sumatera Barat, Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 29886813     DOI : https://doi.org/10.61292/cognoscere
"Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan"! Kami adalah jurnal akademik yang fokus pada kajian interdisplin dalam bidang komunikasi, media, dan pendidikan. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk berbagi pengetahuan, gagasan, dan temuan terkini dalam bidang ini.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2024)" : 5 Documents clear
Peran Orang Tua Terkait Pendidikan Seks Untuk Anak Usia Dini Nursabrina, Zata Yumni Subhati; Mukhlis, Imam
Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/cognoscere.72

Abstract

The level of sexual violence in Indonesia still tends to increase every year. Recorded in 2023 as many as 11,302 cases of sexual crimes and 315 child exploitation. This data indicates that cases of sexual violence are still commonplace and cannot be overcome especially with minor victims. The role of parents is needed in providing education to children by building good communication between children and parents and parents provide an understanding of sex and must be done gradually according to the development of the child. The purpose of this study is to explore the role of parents regarding sex education in minors. This research design is qualitative research using a phenomenological approach that produces descriptive data. Based on the results of the study, it shows that the perpetrators do not have good knowledge with a low educational background. The perpetrators have a positive attitude towards the actions taken, so that the perpetrators do not feel guilty in committing acts of sexual violence against children. Interaction between children and parents at home is still rarely done due to their busy schedules so that children do not get enough education about sex education. Keywords: , ,
Pembelajaran Kooperatif: Meningkatkan Pemahaman, Keterampilan Sosial, Dan Motivasi Belajar Siswa nasution, Syahfitri hairani; Athifa Radella tabina; Ahmad Alwi; Nurul Azmi Aziz; Rihla Azmira; Rizka Julia Putri; M. Ridho Lubis
Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/cognoscere.97

Abstract

The research used by researchers here is in the form of descriptive research using a qualitative approach. Descriptive means research that attempts to observe problems systematically and accurately regarding certain facts and objects. Descriptive research aims to explain, describe and map facts based on a certain perspective or way of thinking. The way to collect data from this research is by using observation research, interviews and documentation. The research results show that cooperative learning is really needed. So based on observations, interviews and documentation, cooperative learning activities are held through existing learning activities at school. This is very influential for today's students, so that students learn through interaction with their group members, sharing ideas, solving problems together, and providing feedback to each other. Cooperative learning has several benefits. First, it increases students' understanding because they can explain concepts to each other and help each other understand the material. Abstrak Penelitian yang digunakan peneliti disini berbentuk penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Deskriptif maksudnya penelitian yang diupayakan untuk mengamati permasalahan secara sistematis dan akurat mengenai fakta dan objek tertentu. Penelitian deskriptif bertujuan untuk memaparkan, menggambarkan dan memetakan fakta-fakta berdasarkan cara pandang atau cara berfikir tertentu. Cara pengambilan data dari penelitian ini yaitu dengan cara menggunakan penelitian observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran kooperatif sangat dibutuhkan. Jadi berdasarkan observasi, wawancara, dan dokumentasi bahwa diadakannya kegiatan pembelajaran kooperatif melalui kegiatan pembelajaran yang ada disekolah. Hal ini yang sangat berpengaruh bagi peserta didik saat ini, agar siswa belajar melalui interaksi dengan anggota kelompoknya, berbagi ide, memecahkan masalah bersama, dan memberikan umpan balik satu sama lain. Pembelajaran kooperatif memiliki beberapa manfaat. Pertama, itu meningkatkan pemahaman siswa karena mereka dapat saling menjelaskan konsep dan membantu satu sama lain dalam memahami materi. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif
Prinsip dan Tujuan Pembelajaran IPS Membangun Warga Negara Berpengetahuan Luas dan Berpikir Kritis Safitri, Dea; Dean Antania S; Dinda Oktovia; Putri Audya Sari; Radya Amalia; Syifa Salsabila
Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/cognoscere.90

Abstract

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah salah satu mata pelajaran di sistem pendidikan nasional yang memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman siswa tentang dunia sosial, ekonomi, politik, dan budaya di sekitar mereka. IPS bertujuan untuk mengembangkan pemahaman siswa tentang hubungan antara individu, masyarakat, dan lingkungan, sehingga mereka dapat menjadi warga negara yang aktif, terampil, dan berpikiran kritis. Pembelajaran IPS melibatkan pengajaran dan pembelajaran berbagai disiplin ilmu sosial, seperti sejarah, geografi, ekonomi, dan sosiologi. Hakekat IPS adalah pemahaman dan penggunaan konsep, prinsip, dan metode dari berbagai disiplin ilmu sosial untuk menganalisis dan memahami peristiwa dan fenomena sosial. IPS tidak hanya berfokus pada pemahaman faktual tentang fakta-fakta sejarah, geografi, atau ekonomi, tetapi juga pada pengembangan pemikiran kritis, keterampilan analitis, dan kemampuan berpikir reflektif siswa.
Representasi Kekerasan Pada Anak Dalam Film Benalu Karya Sidiq Aryadi (Analisis Semiotika Roland Barthes) Wahyuningsih, Linda
Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/cognoscere.109

Abstract

This research aims to determine the meaning of the denotation and connotation of forms of verbal abuse against children as well as the meaning of the myth of verbal abuse against children in the film Benalu by Sidiq Aryadi. The data analysis technique used is semiotic analysis, namely, Roland Barthes' Semiotic Analysis, to reveal the meaning of connotative, denotative signs, and myt. Verbal abuse is "violence against feelings". Belittling or mocking children can take the form of demeaning the child, insulting names, making adverse treatment between children, stating that the child is not good, worthless, ugly or something that is obtained from mistakes. Oftentimes, parents are not aware that they have committed acts of verbal abuse. The primary and most common causal factor for parents committing verbal abuse is education. Many parents educate their children firmly and harshly, and without realizing it, verbal abuse can have a negative impact on children, even more significant than the impact of physical violence. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna denotasi dan konotasi bentuk kekerasaan verbal pada anak serta makna mitos kekerasaan verbal pada anak dalam film Benalu karya Sidiq Aryadi.  Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan analisis semiotik, yakni Analisis Semiotika Roland Barthes untuk mengungkapkan  makna tanda konotatif, denotatif, dan mitos. Kekerasan verbal merupakan “kekerasan terhadap perasaan”. Mengecilkan atau mempermainkan anak dapat berupa sikap merendahkan anak, mencela nama, membuat perbedaan negatif antar anak, menyatakan bahwa anak tidak baik, tidak berharga, jelek atau sesuatu yang didapat dari kesalahan. Seringkali orang tua tidak menyadari telah melakukan tindakan kekerasan verbal. Alasan faktor penyebab utama dan paling banyak ditemui orang tua melakukan kekerasan verbal adalah untuk mendidik. Banyak orang tua mendidik anak dengan tegas dan keras dan tanpa disadari kekerasan verbal dapat memberikan dampak buruk terhadap anak, bahkan lebih besar dari dampak akibat kekerasan fisik. Keywords: Film, Kekerasan Verbal, Semiotik, Roland Barthes.
Program Pemberdayaan Masyarakat Dalam Rangka Peningkatan Pendidikan Non Formal (Studi Kasus Anak Pedagang Asongan di Kota Denpasar) Putu Naratama Nugraha; Kadek Wiwin Dwi Wismayanti; I Dewa Ayu Putri Wirantari
Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/cognoscere.133

Abstract

This study aims to review and recommend community empowerment programs to improve non-formal education, focusing on hawker children in Denpasar City. Poverty and educational inequality are the main problems faced by these children. Community empowerment is realized through non-formal education programs implemented by the Lentera Anak Bali Foundation.The research method used is a case study method with a qualitative approach. Data was obtained through observation, interviews, and document analysis related to community empowerment programs conducted by the Lentera Anak Bali Foundation. Data analysis was conducted descriptively to illustrate the effectiveness of empowerment programs in improving non-formal education of hawker children. The results showed that the community empowerment program by the Lentera Anak Bali Foundation had a positive impact in increasing the interest in learning of hawker children. Although there are still some obstacles, such as half of children's interest in the program and the impact of the pandemic in 2020, collaborative efforts with the private sector and the implementation of skills training have made a positive contribution. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merekomendasikan program pemberdayaan masyarakat dalam rangka peningkatan pendidikan nonformal, dengan fokus pada anak pedagang asongan di Kota Denpasar. Kemiskinan dan ketidaksetaraan pendidikan menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh anak-anak tersebut. Pemberdayaan masyarakat diwujudkan melalui program pendidikan nonformal yang dilaksanakan oleh Yayasan Lentera Anak Bali.Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen terkait program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Yayasan Lentera Anak Bali. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan efektivitas program pemberdayaan dalam meningkatkan pendidikan nonformal anak pedagang asongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan masyarakat oleh Yayasan Lentera Anak Bali memiliki dampak positif dalam meningkatkan minat belajar anak pedagang asongan. Meskipun masih terdapat beberapa kendala, seperti setengah minat anak terhadap program dan dampak pandemi tahun 2020, namun upaya kolaboratif dengan pihak swasta dan pelaksanaan pelatihan keterampilan telah memberikan kontribusi positif. Kata Kunci: Pemberdayaan masyarakat, Yayasan Lentera Anak Bali, Anak Pedagang Asongan

Page 1 of 1 | Total Record : 5