cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6282341891541
Journal Mail Official
jkipcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP)
ISSN : 29875781     EISSN : 29875161     DOI : https://doi.org/10.61116/jkip.v1i4.187
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu keguruan dan ilmu pendidikan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 87 Documents
Profil Kemampuan Lay Up Shoot Peserta Ekstrakurikuler Bola Basket Putri Tingkat Sekolah Menengah Pertama Nazalus Syobri; Nurtajudin, Nurtajudin
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v4i1.883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan lay up shoot pada peserta ekstrakurikuler bola basket putri di SMP Negeri 1 Masbagik Lombok Timur. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah seluruh peserta ekstrakurikuler bola basket SMP Negeri 1 Masbagik yang berjumlah 30 siswi. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan lay up shoot. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan teknik persentase dan pengkategorian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan lay up shoot peserta ekstrakurikuler bola basket SMP Negeri 1 Masbagik secara umum berada pada kategori sedang, dengan sebagian siswa berada pada kategori baik dan sebagian lainnya pada kategori kurang. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan teknik dasar lay up shoot masih perlu ditingkatkan melalui program latihan yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru dan pelatih dalam pembinaan ekstrakurikuler bola basket di tingkat sekolah menengah pertama.
Kurikulum Cinta dalam Perencanaan Pembelajaran: Studi Kasus Implementasi Deep Learning untuk Meningkatkan Kompetensi Guru MTs Yakin A Asikin; Istiqamah, Istiqamah; Rusmin Mulyadin Tut; Mukmin Amsidi; Dewiyanti Usman; Juvita Kasim; Trisno Dahlan
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v4i1.894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas perencanaan pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka dan filosofi "Kurikulum Cinta", mengidentifikasi tantangan guru dalam mewujudkan pembelajaran mendalam (Deep Learning), serta mengeksplorasi tingkat kesiapan guru dalam mengadopsi teknologi Kecerdasan Buatan (AI) di MTs Al-Hikmatul Bahri Ternate. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui telaah dokumen Modul Ajar, observasi kelas, dan wawancara mendalam terhadap kepala madrasah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara administratif, Modul Ajar yang disusun guru telah memenuhi standar formal Kurikulum Merdeka, namun secara substantif, internalisasi "Kurikulum Cinta" dan strategi pembelajaran berdiferensiasi masih berada pada level filosofis dan belum operasional dalam langkah-langkah pembelajaran. Tantangan utama yang dihadapi guru adalah beban administrasi manual yang represif dan keterbatasan infrastruktur internet di daerah kepulauan. Meskipun demikian, terdapat optimisme dan kesiapan mental yang tinggi di kalangan guru untuk mengadopsi AI guna efisiensi administratif. Penelitian menyimpulkan bahwa teknologi AI berpotensi menjadi katalisator inovasi jika didukung oleh peningkatan literasi digital teknis (prompt engineering) dan kebijakan sekolah yang memprioritaskan pengurangan beban kerja non-pedagogis guru demi penguatan interaksi emosional siswa.
Implementasi Model Latihan Servis Tenis Meja pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Josep Marsianus Rewo; Maria Ermelinda Bela
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v4i2.882

Abstract

Keterampilan servis merupakan salah satu teknik dasar yang berperan penting dalam permainan tenis meja. Namun, kemampuan servis tenis meja siswa sekolah menengah pertama masih belum optimal, sehingga diperlukan pendekatan latihan yang efektif dan terarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendampingan model latihan drill dalam meningkatkan keterampilan servis tenis meja siswa SMPSK Regina Pacis Bajawa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain pendampingan latihan. Subjek penelitian adalah siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran atau latihan tenis meja. Pendampingan dilaksanakan melalui latihan drill servis secara terstruktur dan berulang dengan pemberian bimbingan dan umpan balik langsung. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan servis, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan servis tenis meja siswa setelah diberikan pendampingan model latihan drill, baik dari aspek teknik pelaksanaan, ketepatan arah, maupun konsistensi servis. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan motivasi dan kepercayaan diri selama proses latihan. Dengan demikian, pendampingan model latihan drill efektif diterapkan sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan servis tenis meja siswa sekolah menengah pertama.
Perbandingan Efektivitas Penggunaan Media Video Pembelajaran dan Aplikasi PowerPoint terhadap Hasil Belajar Siswa Yarnati Hulu; Dichi Akbar Wahyudi
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v4i2.887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar siswa Sekolah Dasar yang menggunakan media video pembelajaran dan media PowerPoint berdasarkan kajian pustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (literature review) dengan menganalisis artikel jurnal nasional yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir (2020–2024). Data yang dianalisis meliputi nilai rata-rata hasil belajar dan persentase ketuntasan belajar siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedua media pembelajaran memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa SD, namun media video pembelajaran cenderung lebih efektif dibandingkan PowerPoint. Media video mampu meningkatkan pemahaman dan ketuntasan belajar siswa karena menyajikan materi secara visual dan audio. Oleh karena itu, media video pembelajaran direkomendasikan sebagai alternatif media pembelajaran yang efektif pada jenjang sekolah dasar.
Analisis Tingkat Motivasi Siswa dalam Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi di Daerah 3T Said Syaifullah; Maria Ulfa; Dina Akmalia
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v4i2.902

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat motivasi siswa di Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, serta mengidentifikasi kendala yang mereka hadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 61 siswa yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat motivasi siswa, ditinjau dari lima indikator (hasrat untuk berhasil, keinginan pribadi, lingkungan sekolah, dan lingkungan keluarga), berada pada rentang 34,43% hingga 43,17%, yang termasuk dalam kategori sangat kurang. Setiap indikator secara individual juga menunjukkan hasil serupa, di mana mayoritas siswa memberikan tanggapan sangat kurang setuju terhadap pertanyaan yang berkaitan dengan motivasi. Faktor ekonomi dan keluarga menjadi kendala utama bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan. Dari sisi ekonomi, keterbatasan finansial membuat mereka sulit memenuhi kebutuhan keluarga jika melanjutkan kuliah, serta kesulitan dalam biaya transportasi dan kebutuhan kuliah lainnya. Sementara itu, dari sisi keluarga, kurangnya dukungan dan kecenderungan mengikuti kebiasaan keluarga yang tidak melanjutkan kuliah juga menjadi hambatan. Kesimpulannya, tingkat motivasi siswa di Kecamatan Simpang Kanan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi berada dalam kategori sangat rendah, dengan kendala utama berasal dari faktor ekonomi dan dukungan keluarga.
Analisis Strategi dalam Membangun Fondasi Belajar yang Kuat di Sekolah Dasar Satunggale Kurniawan; Nur Jannah; Muhammad Afifi Rahman
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v4i2.928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dalam membangun fondasi belajar yang kuat di SDN Candipari, Porong, Sidoarjo. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pendidikan dasar sebagai penentu keberhasilan akademik dan karakter siswa di masa depan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru dan orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama yang diterapkan meliputi pendekatan individual, penguatan keterampilan dasar membaca, menulis, dan berhitung, pemberian motivasi dan dukungan emosional, penggunaan media pembelajaran variatif, serta kolaborasi aktif antara guru dan orang tua. Selain itu, lingkungan belajar yang kondusif dan program penguatan fondasi belajar memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi, numerasi, serta motivasi belajar siswa. Namun demikian, terdapat beberapa tantangan seperti perbedaan kemampuan siswa, variasi motivasi belajar, keterbatasan sarana, serta keterlibatan orang tua yang belum merata. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa fondasi belajar yang kuat dapat terbangun secara optimal melalui sinergi antara sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan belajar yang mendukung serta strategi pembelajaran yang adaptif dan berkelanjutan.
Urgensi Intervensi Lingkungan dalam Perkembangan Pendidikan Anak (Mikrosistem hingga Makrosistem) Putri Amalia Sholiha
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v4i2.1123

Abstract

Lingkungan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan pendidikan anak. Berdasarkan teori ekologi Bronfenbrenner, perkembangan individu dipengaruhi oleh sistem lingkungan yang saling berinteraksi, yaitu mikrosistem, mesosistem, eksosistem, dan makrosistem. Setiap sistem memiliki peranan penting dalam membentuk kepribadian, pola pikir, dan kemampuan akademik anak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan urgensi intervensi lingkungan dalam konteks perkembangan pendidikan anak melalui kajian pustaka (library research). Penelitian dilakukan dengan menelaah literatur akademik yang relevan dari buku, jurnal ilmiah, dan laporan organisasi pendidikan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi lingkungan yang dilakukan secara berlapis, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat hingga kebijakan publik, berperan penting dalam membentuk kualitas pendidikan anak. Lingkungan yang positif dan terarah mampu meningkatkan motivasi belajar, kemampuan sosial, dan kesejahteraan psikologis anak. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi antar stakeholder untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif, berkarakter, dan berkeadilan sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya peran lingkungan sebagai faktor eksternal yang menentukan keberhasilan pendidikan anak secara holistik.