cover
Contact Name
Andini Putri Riandani
Contact Email
andiniriandani@pelitabangsa.ac.id
Phone
+622128518181
Journal Mail Official
semnas.fatek@pelitabangsa.ac.id
Editorial Address
Jl. Inspeksi Kalimalang No.9, Cibatu, Cikarang Sel., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
SAINTEK
ISSN : -     EISSN : 29623545     DOI : 10.37366/SAINTEK
Prosiding Sains dan Teknologi (SAINTEK) merupakan wadah publikasi dari hasil penelitian yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) yang diselenggarakan setiap tahun oleh Fakultas Teknik Universitas Pelita Bangsa. Penelitian yang dipublikasikan bersifat multi-disiplin dalam ruang lingkup Teknik tentang analisa dan implementasi perkembangan teknologi. 
Articles 487 Documents
Pemanfaatan Ekstrak Alami Sebagai Alternatif Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Parsial pada Kultur Jaringan Tanaman: Tinjauan Efektivitas Air Kelapa Muda, Air Rebusan Kacang Hijau, dan Pisang Masak Hasna Fitria; Mega Aulia Putri; Ilmiasa Saliha; Tri Ulfa Agustiyani
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya harga dan keterbatasan pasokan zat pengatur tumbuh (ZPT) sintetis seperti Benzyl Amino Purine (BAP) dan Naphthalene Acetic Acid (NAA) menjadi penghambat utama dalam skala komersial teknik kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau efektivitas ekstrak alami yaitu air kelapa muda, air rebusan kacang hijau/kecambah, dan pisang masak sebagai alternatif parsial atau suplemen ZPT dalam media kultur jaringan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dari berbagai jurnal dan publikasi ilmiah terkait. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa ekstrak alami memiliki potensi besar. Air kelapa muda kaya akan sitokinin alami (zeatin), efektif memacu multiplikasi tunas dan pembelahan sel. Ekstrak kacang hijau, yang mengandung auksin (IAA) dan vitamin, menunjukkan peran signifikan dalam inisiasi perakaran dan elongasi. Sementara itu, pisang masak bertindak sebagai sumber nutrisi kompleks dan ZPT (auksin, giberelin). Pemanfaatan bahan-bahan ini terbukti dapat mengurangi ketergantungan pada ZPT sintetis, menurunkan biaya produksi, dan mendukung pengembangan teknik kultur jaringan yang lebih berkelanjutan.
LITERATURE REVIEW: EFEKTIVITAS DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) SEBAGAI PESTISIDA NABATI TERHADAP INTENSITAS SERANGAN HAMA TANAMAN Alvina Damayanti; Najma Farihatunnufus; Ilmiasa Saliha; Tri Ulfa Agustiyani; Nasya Nanditha
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan dalam kegiatan pertanian menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, seperti pencemaran tanah dan air, resistensi hama, serta gangguan terhadap organisme non-target. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian hama yang lebih aman, efektif, dan ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan pestisida nabati. Pestisida nabati merupakan pestisida yang berasal dari ekstrak bagian-bagian tertentu tumbuhan, seperti daun, buah, biji, atau akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas daun sirsak (Annona muricata L.) sebagai pestisida nabati dalam menekan intensitas serangan hama tanaman melalui kajian berbagai hasil penelitian terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah artikel ilmiah, jurnal penelitian, serta sumber relevan lainnya yang membahas kandungan senyawa aktif daun sirsak dan pengaruhnya terhadap hama tanaman. Berdasarkan hasil kajian pustaka, daun sirsak mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, tanin, glikosida, annonain, dan acetogenin yang berfungsi sebagai racun perut, racun kontak, serta antifeedant bagi berbagai jenis serangga hama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak efektif menyebabkan kematian beberapa jenis hama seperti walang sangit, kutu putih, dan ulat grayak, dengan tingkat mortalitas mencapai 90–100 persen pada konsentrasi tertentu. Dengan demikian, daun sirsak memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pestisida nabati yang ekonomis, efektif, serta ramah lingkungan guna mendukung sistem pertanian berkelanjutan
LITERATURE REVIEW: PENGGUNAAN TEKNOLOGI COLD CHAIN DAN SMART PACKAGING DALAM MENINGKATKAN KUALITAS DAN MENGURANGI FOOD LOSS PADA KOMODITAS HORTIKULTURA INDONESIA Windi Aryani; Robby Azhar Aqila; Ilmiasa Saliha; Tri Ulfa Agustiyani
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris dan tropis masih menghadapi permasalahan serius berupa kehilangan pangan (Food Loss) pada komoditas hortikultura, yang pada periode 2024–2025 diperkirakan mencapai 29,4% dari total produksi, dengan tingkat kehilangan tertinggi terjadi pada sayuran sebesar 62,8 %. Tingginya food loss tersebut disebabkan oleh sifat komoditas hortikultura yang mudah rusak, penanganan pascapanen yang belum optimal, keterbatasan infrastruktur rantai dingin, serta panjangnya rantai distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan sinergi teknologi Cold Chain dan Smart Packaging dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok serta menekan food loss komoditas hortikultura di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis ±30 artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang 2015–2025, yang diperoleh dari basis data Google Scholar, ScienceDirect, Web of Science, serta jurnal nasional terakreditasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan sistem Cold Chain mampu menurunkan tingkat kerusakan produk hortikultura hingga 25–30% berdasarkan temuan pada beberapa studi terdahulu, melalui pengendalian suhu yang memperlambat aktivitas enzimatis dan pertumbuhan mikroorganisme. Sementara itu, teknologi Smart Packaging berperan dalam pemantauan mutu produk secara real-time melalui indikator visual dan sensor, sehingga memungkinkan deteksi dini penurunan kualitas produk sepanjang rantai pasok. Secara ilmiah, kajian ini memberikan kontribusi berupa penguatan kerangka konseptual integrasi Cold Chain dan Smart Packaging sebagai pendekatan sistemik dalam pengurangan food loss hortikultura. Sinergi kedua teknologi tersebut berpotensi mendukung pengembangan rantai pasok pangan yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan di Indonesia.
Studi Kelayakan Penerapan Kontrak Berbasis Kinerja pada Pekerjaan Pemeliharaan Jalan Lingkungan di Kabupaten Tangerang Fadly Rivaldo; Arman Jayady; Krishna Suryanto
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontrak Berbasis Kinerja (Performance-Based Contract) merupakan pendekatan pengadaan yang menekankan pencapaian kinerja layanan sebagai dasar pembayaran dan pengelolaan kontrak, sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, serta keberlanjutan pemeliharaan infrastruktur jalan. Namun, pada tingkat pemerintah daerah di Indonesia, pemeliharaan jalan lingkungan masih didominasi oleh skema pengadaan langsung dengan nilai kontrak kecil dan durasi pelaksanaan yang relatif singkat. Kondisi tersebut sering kali berdampak pada fragmentasi pekerjaan, keterbatasan pengendalian mutu, dan rendahnya umur layanan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan penerapan Kontrak Berbasis Kinerja pada pemeliharaan jalan lingkungan di Kabupaten Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap pemangku kepentingan terkait, penelaahan dokumen peraturan dan kontrak, serta kajian literatur yang relevan. Analisis kelayakan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek regulasi, administrasi, dan kinerja, serta dilengkapi dengan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) untuk merumuskan strategi implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengadaan eksisting secara administratif telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, namun masih menghadapi berbagai permasalahan, antara lain keterbatasan akuntabilitas kinerja, kurangnya integrasi pemeliharaan jangka menengah, serta rendahnya keberlanjutan kualitas jalan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Kontrak Berbasis Kinerja pada pemeliharaan jalan lingkungan memungkinkan untuk dilaksanakan dengan prasyarat tertentu, yaitu penyesuaian regulasi, kesiapan kelembagaan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penyedia jasa. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan kebijakan bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan model pemeliharaan jalan lingkungan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Desain Pusat Informasi Wisata sebagai Media untuk Mengimplementasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui Arsitektur Hijau Dandy Veri Fernanda; Aryani Widyakusuma
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Informasi Wisata merupakan salah satu elemen penting dalam infrastruktur pariwisata yang berperan sebagai media edukasi, pelayanan, dan orientasi bagi pengunjung. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, perancangan Pusat Informasi Wisata tidak hanya dituntut memenuhi fungsi informatif dan representatif, tetapi juga mampu merespons isu lingkungan dan keberlanjutan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji perancangan Pusat Informasi Wisata sebagai media implementatif dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui pendekatan arsitektur hijau. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, analisis prinsip arsitektur hijau, serta penerapannya dalam konsep desain Pusat Informasi Wisata. Parameter analisis meliputi efisiensi energi, respon terhadap iklim, pemanfaatan sumber daya alam, dan kualitas lingkungan binaan, yang dikaitkan dengan target SDGs, khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan strategi arsitektur hijau melalui desain pasif, optimalisasi pencahayaan dan ventilasi alami, penggunaan material ramah lingkungan, serta pengelolaan air dan energi yang efisien mampu meningkatkan kinerja keberlanjutan bangunan. Pusat Informasi Wisata tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pelayanan pariwisata, tetapi juga sebagai sarana edukatif yang merepresentasikan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, arsitektur hijau dapat menjadi pendekatan yang relevan dan kontekstual dalam mendukung pencapaian SDGs melalui perancangan fasilitas publik di sektor pariwisata.
Arsitektur Tanggap Iklim: Strategi Desain Hijau Menuju Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Aryani Widyakusuma
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur responsif iklim telah muncul sebagai strategi desain hijau fundamental dalam mengatasi tantangan lingkungan di lingkungan binaan sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Studi ini meneliti bagaimana respons arsitektur terhadap kondisi iklim lokal seperti orientasi matahari, ventilasi alami, pendinginan pasif, perangkat peneduh, dan pemilihan material dapat mengurangi konsumsi energi, meningkatkan kenyamanan termal, dan mendorong keberlanjutan lingkungan. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, makalah ini menggunakan tinjauan literatur dan studi kasus komparatif bangunan responsif iklim dalam konteks tropis dan subtropis. Analisis berfokus pada integrasi prinsip-prinsip desain arsitektur dengan strategi rekayasa untuk mengevaluasi kontribusinya terhadap SDG 7 (Energi Terjangkau dan Bersih), SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), dan SDG 13 (Aksi Iklim). Temuan menunjukkan bahwa desain responsif iklim tidak hanya meminimalkan ketergantungan pada sistem mekanis tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan dan relevansi sosial-budaya dalam praktik arsitektur. Lebih lanjut, studi ini menyoroti pentingnya pendekatan multidisiplin yang melibatkan arsitektur, teknologi bangunan, dan rekayasa lingkungan untuk mengoptimalkan kinerja berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur, studi kasus bangunan berkelanjutan, dan analisis komparatif strategi desain pasif. Parameter analisis meliputi respon iklim, efisiensi energi, kenyamanan termal, serta keterkaitannya dengan target SDGs. Hasil kajian menunjukkan bahwa arsitektur tanggap iklim berkontribusi signifikan terhadap SDGs, khususnya tujuan terkait energi bersih, kota berkelanjutan, dan aksi terhadap perubahan iklim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa arsitektur responsif iklim merupakan jalur yang efektif dan peka terhadap konteks menuju implementasi desain hijau, mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan sekaligus menyelaraskan inovasi arsitektur dengan tanggung jawab ekologis.
Evaluasi Rekayasa Filter Box untuk Reduksi Total Suspended Solids (TSS) Air Asam Tambang dalam Mendukung Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Muhammad Isra Ahdyannor
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air asam tambang (AAT) merupakan salah satu permasalahan lingkungan utama pada kegiatan pertambangan akibat oksidasi mineral sulfida yang menghasilkan pH rendah dan tingginya konsentrasi Total Suspended Solids (TSS). Konsentrasi TSS yang tinggi dapat menurunkan kualitas perairan dan mengganggu keseimbangan ekosistem akuatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem filter box sebagai metode passive treatment dalam menurunkan TSS pada pengolahan AAT. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitik berbasis rekayasa teknik lingkungan. Objek penelitian adalah air asam tambang yang diolah menggunakan filter box berbahan beton dengan media filtrasi berlapis berupa arang, batu, sikat, dan ijuk yang ditempatkan di antara dua kompartemen kolam settling pond. Pengukuran konsentrasi TSS dilakukan pada inlet dan outlet sistem filtrasi, kemudian dianalisis untuk menentukan efisiensi penurunan TSS dan dibandingkan dengan baku mutu yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi TSS menurun dari 248 mg/L sebelum pengolahan menjadi 55 mg/L setelah melalui filter box, dengan efisiensi penghilangan sekitar 78%. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem filter box memiliki kinerja yang baik dalam menurunkan beban padatan tersuspensi pada AAT. Meskipun demikian, peningkatan kinerja masih dapat dicapai melalui optimasi konfigurasi media, laju alir, serta pengelolaan pemeliharaan media filtrasi. Secara keseluruhan, filter box berpotensi menjadi solusi pengolahan AAT yang sederhana, berbiaya relatif rendah, dan mendukung pengelolaan lingkungan pertambangan yang berkelanjutan.