cover
Contact Name
Andini Putri Riandani
Contact Email
andiniriandani@pelitabangsa.ac.id
Phone
+622128518181
Journal Mail Official
semnas.fatek@pelitabangsa.ac.id
Editorial Address
Jl. Inspeksi Kalimalang No.9, Cibatu, Cikarang Sel., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
SAINTEK
ISSN : -     EISSN : 29623545     DOI : 10.37366/SAINTEK
Prosiding Sains dan Teknologi (SAINTEK) merupakan wadah publikasi dari hasil penelitian yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) yang diselenggarakan setiap tahun oleh Fakultas Teknik Universitas Pelita Bangsa. Penelitian yang dipublikasikan bersifat multi-disiplin dalam ruang lingkup Teknik tentang analisa dan implementasi perkembangan teknologi. 
Articles 452 Documents
Model MODEPA-8 (Model Deteksi Parkir) UNSIKA Menggunakan YOLOv8 dengan Perbandingan Epoch 30 dan 50 Arjuno Putro Bayu; Furkhon Nurdiyanto; Hakim Wirawan; Irwana; Lela Nurpulaela
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan parkir di lingkungan kampus menjadi permasalahan serius seiring meningkatnya jumlah kendaraan dan keterbatasan lahan parkir, khususnya di Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA). Sistem parkir konvensional yang belum terotomatisasi menyebabkan waktu pencarian parkir yang panjang dan inefisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan MODEPA-8, yaitu model deteksi parkir berbasis YOLOv8 (You Only Look Once), serta menganalisis pengaruh perbedaan jumlah epoch pelatihan terhadap performa deteksi parkir. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental kuantitatif dengan pendekatan visi komputer, di mana model dilatih menggunakan dua konfigurasi epoch, yaitu 30 dan 50 epoch, pada dataset citra area parkir kampus UNSIKA. Evaluasi performa dilakukan menggunakan metrik mAP50–95, mAP50, precision, recall, F1 Score, dan Confusion Matrix. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa MODEPA-8 dengan pelatihan 30 epoch mencapai mAP50–95 sebesar 0,91862, mAP50 sebesar 0,97516, precision 0,97679, dan recall 0,95186 dengan waktu pelatihan sekitar 5.690 detik. Sementara itu, pelatihan 50 epoch menghasilkan mAP50–95 sebesar 0,92259 dan recall 0,95783, namun membutuhkan waktu pelatihan yang jauh lebih lama, yaitu sekitar 14.143 detik. Selisih peningkatan performa yang kurang dari 1% menunjukkan adanya diminishing returns pada penambahan epoch. Oleh karena itu, MODEPA-8 dengan konfigurasi pelatihan 30 epoch direkomendasikan sebagai solusi paling efisien dan optimal untuk implementasi sistem parkir cerdas di lingkungan kampus.
Analisis Risiko Keamanan pada Mekanisme Lazy Minting Berbasis EIP-712 di Ekosistem Ethereum Abdillah AG; Ike Ardianti; Alhadi Saputra
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada perkembangan teknologi web3 terutama NFT saat ini, Lazy minting menjadi mekanisme yang dominan digunakan pada marketplace NFT dengan menghilangkan biaya gas di awal minting melalui pembuatan voucher berbasis tanda tangan off-chain. Meskipun pendekatan ini dianggap menurunkan hambatan masuk untuk pengguna dan meningkatkan partisipasi pasar, mekanisme tersebut menggeser asumsi arsitektur melinting dari validasi sepenuhnya yang dilakukan secara on-chain menjadi model otorisasi hibrida off-chain–on-chain. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan kerangka PRISMA dan mensintesis 15 literatur terpilih terkait kebijakan lazy minting, implementasi standar EIP-712, kerentanan replay signature, meta-transaction, serta risiko usability yang terjadi pada wallet. Hasil sintesis dari penelitian ini menunjukkan bahwa, meskipun standar EIP-712 meningkatkan kejelasan pesan melalui structured signing dan domain separation, implementasi yang lemah pada pengelolaan nonce dan pemisahan domain tetap membuka celah untuk terjadinya replay attack. Selain itu, mekanisme lazy minting juga memperluas trust boundary dengan melibatkan relayer dan marketplace, sehingga mengubah lanskap risiko dibandingkan model minting tradisional. Penelitian ini mengintegrasikan perspektif ekonomi, kriptografi, dan pengalaman pengguna (UX) untuk membangun model risiko yang terintegrasi pada proses lazy minting berbasis standar EIP-712 pada ekosistem NFT.