cover
Contact Name
M Zainul Hafizi
Contact Email
amakfizi@gmail.com
Phone
+6282111132092
Journal Mail Official
chatrabaru@gmail.com
Editorial Address
Jl. Padat Karya Komplek Green Rich Residence Blok A 32, RT 004 RW 015, Kelurahan Saigon, Kec. Pontianak Timur, Kalimantan Barat. 78132
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : -     EISSN : 30258065     DOI : 10.62238
Chatra; Jurnal Pendidikan dan Pengajaran memiliki fokus utama pada penelitian, tinjauan teoritis, dan konsep-konsep konseptual yang berkaitan dengan berbagai aspek pendidikan di semua tingkat, termasuk sekolah dasar, menengah, dan pendidikan tinggi. Ruang lingkupnya mencakup analisis kurikulum, strategi pembelajaran, psikologi pendidikan, teknologi dalam pendidikan, manajemen pendidikan, kebijakan pendidikan, pendidikan inklusif, pendidikan multikultural, serta isu-isu relevan dalam bidang pendidikan. Tujuannya adalah untuk mengembangkan pemahaman mendalam tentang berbagai elemen yang memengaruhi kualitas pendidikan dan pengajaran, serta memberikan panduan dan wawasan yang bermanfaat bagi praktisi pendidikan, peneliti, dan para pemangku kepentingan dalam meningkatkan efektivitas dan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Lebih detailnya dirincikan sebagai berikut: 1. Teori dan landasan pendidikan dan pembelajaran 2. Filsafat pendidikan dan pembelajaran 3. Teknologi pendidikan dan pembelajaran 4. Media pendidikan dan pembelajaran 5. Evaluasi Pendidikan 6. Manajemen Pendidikan 7. Inovasi pendidikan dan pembelajaran 8. Pendidikan untuk semua 9. Pendidikan formal 10. Pendidikan informal 11. Pendidikan non formal 12. pendidikan pedesaan 13. Pendidikan perkotaan 14. Kurikulum pendidikan dan pembelajaran 15. Pengembangan Pendidikan 16. Kebijakan pendidikan dan pembelajaran 17. Metode dan strategi pembelajaran 18. Penilaian pembelajaran
Articles 58 Documents
Efektivitas Pendekatan Problem-Based Learning dalam Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kreatif pada Pembelajaran IPA Ilham Sanjani
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2024): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v2i2.151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas VIII SMPN 1 Sembalun. Data dikumpulkan melalui tes berpikir kreatif dan dianalisis menggunakan uji statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan pendekatan PBL mengalami peningkatan signifikan dalam aspek kelancaran, fleksibilitas, dan orisinalitas berpikir dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa PBL merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran IPA.
Penggunaan Augmented Reality dalam Pembelajaran Tematik Sekolah Dasar: Analisis Literatur tentang Efektivitas dan Tantangannya Zilaturrohmah; Nira Muhayyuna Fathi
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2024): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v2i2.154

Abstract

Augmented Reality (AR) telah menjadi teknologi yang potensial dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran tematik di sekolah dasar. Penelitian ini menganalisis efektivitas AR dalam pembelajaran tematik serta mengidentifikasi tantangan dalam penerapannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa AR mampu meningkatkan pemahaman konsep, motivasi belajar, dan interaksi siswa dengan materi pembelajaran. Namun, beberapa hambatan seperti keterbatasan infrastruktur, kurangnya keterampilan guru, serta biaya implementasi yang tinggi masih menjadi kendala utama.
Hubungan Gaya Mengajar Guru dengan Hasil Belajar IPS Nurhajijah
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2024): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v2i2.155

Abstract

Pembelajaran yang efektif dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah gaya mengajar guru, yang dapat memengaruhi pemahaman dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya mengajar guru dengan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan ex-post facto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya mengajar interaksional merupakan metode yang paling dominan digunakan guru dan memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa semakin tinggi penerapan metode interaksional, semakin tinggi pula hasil belajar siswa. Oleh karena itu, guru disarankan untuk mengutamakan pendekatan interaksional guna meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi faktor eksternal lain yang memengaruhi hasil belajar siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Digital Storytelling untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Narasi Floriana Boavida Da; Siti Hajar
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2024): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v2i2.156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis digital storytelling guna meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang mencakup tahap analisis, perancangan, dan pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memiliki struktur yang jelas, menarik, serta sesuai dengan kebutuhan siswa dan guru. Validasi oleh ahli dan uji keterbacaan menunjukkan bahwa media ini efektif dalam meningkatkan motivasi dan kemampuan menulis narasi siswa. Dengan demikian, digital storytelling dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran menulis narasi, mendukung peningkatan keterampilan literasi, dan berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan berbasis teknologi.
Transformasi Pola Pikir Siswa dengan Metode Pembelajaran Berbasis Masalah Novia Wulandari
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 3 (2023): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v1i3.167

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan esensial bagi siswa dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) telah diakui sebagai metode yang efektif dalam meningkatkan pola pikir kritis siswa dengan mendorong mereka untuk menganalisis dan menyelesaikan masalah secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara PBL dan peningkatan pola pikir kritis siswa melalui studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa PBL dapat meningkatkan keterampilan berpikir analitis, reflektif, dan metakognitif siswa. Namun, implementasi PBL menghadapi berbagai tantangan, seperti kesiapan pendidik, keterbatasan waktu, serta adaptasi siswa terhadap metode pembelajaran yang lebih aktif. Oleh karena itu, diperlukan strategi optimalisasi, seperti pelatihan bagi guru, penyediaan sumber daya, dan penerapan bertahap. Dengan pendekatan yang tepat, PBL dapat diterapkan lebih luas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan membekali siswa dengan keterampilan berpikir kritis yang relevan di era modern.
Peran Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Mengembangkan Kemandirian Siswa Depin; Agus Budi Setiawan
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 3 (2023): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v1i3.168

Abstract

Kemandirian belajar merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki siswa untuk menghadapi tantangan pendidikan modern. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning/PBL) telah diidentifikasi sebagai metode yang efektif dalam meningkatkan kemandirian siswa dengan mendorong mereka untuk mencari informasi, menganalisis permasalahan, serta mengambil keputusan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran PBL dalam mengembangkan kemandirian siswa melalui studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa PBL meningkatkan keterampilan berpikir kritis, regulasi diri, serta motivasi belajar siswa. Namun, penerapannya menghadapi tantangan, seperti kesiapan pendidik, keterbatasan waktu, serta adaptasi siswa terhadap metode pembelajaran yang lebih mandiri. Oleh karena itu, diperlukan strategi optimalisasi, seperti pelatihan guru, penyediaan sumber daya, serta penerapan bertahap agar PBL dapat diterapkan secara lebih efektif. Dengan strategi yang tepat, PBL dapat menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan kemandirian siswa dalam pembelajaran.
Membangun Lingkungan Belajar yang Inklusif dan Memotivasi: Peran Guru dalam Pendidikan Multikultural Risnawati; Tina Juniarti; Abdurrahman
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 3 (2023): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v1i3.169

Abstract

Pendidikan inklusif dalam konteks multikultural menghadirkan tantangan bagi guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung keberagaman dan memotivasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep lingkungan belajar inklusif serta peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas multikultural melalui studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang inklusif berkontribusi terhadap peningkatan motivasi siswa dengan menciptakan rasa penerimaan dan keterlibatan aktif. Beberapa strategi yang dapat diterapkan guru meliputi pembelajaran berbasis budaya, pembelajaran diferensiasi, dan pembelajaran kolaboratif. Selain itu, dukungan kebijakan pendidikan yang mendorong pelatihan guru dan penyediaan sumber daya inklusif juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi. Dengan strategi yang tepat, pendidikan inklusif dapat menjadi sarana untuk meningkatkan motivasi siswa serta mewujudkan sistem pendidikan yang adil dan merata.
Faktor yang Mempengaruhi Minat Baca dan Hubungannya dengan Literasi Membaca dalam Pembelajaran Berbasis Masalah Titis Dara Agita
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 3 (2023): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v1i3.170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat baca serta pengaruh kemampuan literasi membaca dalam pembelajaran berbasis masalah (PBM). Minat baca memiliki peran krusial dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan berpikir kritis siswa, terutama dalam model pembelajaran yang menuntut pemecahan masalah secara mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal seperti motivasi, pengalaman membaca, dan keterampilan kognitif, serta faktor eksternal seperti lingkungan belajar, dukungan guru, dan ketersediaan bahan bacaan berpengaruh terhadap minat baca siswa. Selain itu, PBM terbukti mampu meningkatkan kemampuan literasi membaca dengan mendorong siswa untuk lebih aktif dalam mengakses, memahami, dan menginterpretasikan informasi dari berbagai sumber. Oleh karena itu, integrasi strategi pembelajaran yang berbasis literasi membaca sangat disarankan untuk meningkatkan efektivitas PBM.
Penerapan Proyek Profil Pelajar Pancasila sebagai Upaya Pencegahan Korupsi sejak Dini Melati Tri Anggrani
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 3 (2023): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v1i3.171

Abstract

Pendidikan antikorupsi memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik yang berintegritas. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka diterapkan sebagai strategi pembelajaran berbasis proyek untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan transparansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan P5 dalam pendidikan antikorupsi serta mengidentifikasi tantangan dan solusi yang dapat diterapkan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P5 mampu meningkatkan kesadaran etika dan pemahaman peserta didik terhadap prinsip antikorupsi, meskipun masih menghadapi kendala dalam pelaksanaannya, seperti minimnya pelatihan guru dan keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas tenaga pendidik, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan keluarga dan komunitas untuk memastikan efektivitas pendidikan antikorupsi di sekolah. Dengan pendekatan yang tepat, P5 dapat menjadi instrumen strategis dalam membangun generasi yang berintegritas.
Peran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Membentuk Karakter Antikorupsi di Sekolah Muhammad Wirama
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2023): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v1i1.172

Abstract

Pendidikan antikorupsi menjadi elemen penting dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka diterapkan sebagai pendekatan pembelajaran berbasis proyek untuk menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan transparansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas P5 dalam membentuk karakter antikorupsi peserta didik, mengidentifikasi tantangan dalam implementasinya, serta merumuskan strategi optimal yang dapat diterapkan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P5 efektif dalam meningkatkan kesadaran etika peserta didik, tetapi masih menghadapi kendala seperti kurangnya kesiapan pendidik dan keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas tenaga pendidik, inovasi pembelajaran, serta dukungan kebijakan untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis integritas di sekolah. Dengan strategi yang tepat, P5 dapat menjadi instrumen strategis dalam membangun budaya antikorupsi sejak dini.