cover
Contact Name
Indrawan
Contact Email
jurnalcausalita@gmail.com
Phone
+6282130002860
Journal Mail Official
jurnalcausalita@gmail.com
Editorial Address
Jalan Belakang Olo No. 33 C Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Causalita: Journal of Psycology
ISSN : -     EISSN : 29882354     DOI : https://doi.org/10.62260/causalita.v2i1
Core Subject : Science, Education,
Causalita: Jurnal psikologi menerbitkan artikel ilmiah yang berkaitan dengan psikologi, berdasarkan hasil penelitian dan hasil kajian literatur. Jurnal ini menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Articles 187 Documents
LEPAS DARI BELENGGU DIGITAL: GAMBARAN PROSES RESILIENSI PADA WANITA PENYINTAS CYBER SEXUAL HARASSMENT (CSH) Putri, Putri Amelia; Agitia Kurniati Asrila
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 3 (2026): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i3.578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses resiliensi yang dilalui pada wanita penyintas pengalaman Cyber Sexual Harrasment (CSH). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 2 (dua) orang yang dipilih menggunakan pengambilan sampel dengan purposive sampling yang sesuai dengan tujuan penelitian. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisi IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 4 tahapan dalam tema besar yang menjadi gambaran proses resiliensi yang dialami oleh wanita penyintas Cyber Sexual Harrasment (CSH) yaitu kesadaran akan luka, dorongan bangkit dalam diri, social support, serta transformasi diri. Setiap tahapan ini menggambarkan masing masing peranannya dalam proses resiliensi.
Pengaruh Kesepian (Loneliness) Terhadap Kecanduang Media Sosial Facebook Pada Ibu Bhayangkari Putri Okta Jonisa; Free Dirga Dwatra
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 3 (2026): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i3.586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kesepian (loneliness) terhadap kecanduan media sosial Facebook pada populasi Ibu Bhayangkari. Latar belakang masalah didasari pada tuntutan peran Ibu Bhayangkari yang unik dan mobilitas tinggi, yang berpotensi memicu rasa kesepian, dan kecenderungan untuk menggunakan media sosial secara berlebihan sebagai mekanisme kompensasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Skala kecanduan media social digunakannya skala yang dikembangkan oleh Menayes (2016). Sedangkan skala kesepian menggunakan alat ukur dari De Jong Gievield Loneliness Scale. hasil menunjukan bahwa besarnya pengaruh kesepian (loneliness) terhadap kecanduan media sosial facebook pada ibu bhayangkari brimob polda sumbar yaitu 55,9% dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 (<0,05). Hal ini menuunjukan bahwa Ha diterima sedangkan Ho ditolak berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara kesepian (loneliness) dengan kecanduan media sosial facebook pada ibu bhayangkari brimob polda Sumbar.
Peran Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah dalam Mengoptimalkan Perkembangan Perilaku Anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) Sutopo, Nur Fhadilla Alfanissa; Alfanissa, Nur Fhadilla; Wirza Feny Rahayu
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 3 (2026): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i3.595

Abstract

Anak-anak dengan autisme spektrum Autism Spectrum Disorder (ASD) mengalami gangguan perkembangan yang mempengaruhi imajinasi sosial, komunikasi, dan interaksi. Penelitian ini bertujuan  untuk mengeksplorasi kolaborasi antara orang tua dan guru dalam pendidikan inklusif untuk anak berkebutuhan khusus. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi yang erat antara orang tua dan guru meningkatkan kualitas pembelajaran dan membantu anak dengan autisme menyesuaikan diri secara sosial dan akademik. Namun, tantangan seperti stigma sosial dan kurangnya pelatihan harus diatasi untuk mencapai pendidikan inklusif yang efektif. Diperlukan kebijakan yang mendukung keterlibatan orang tua dalam pengambilan keputusan pendidikan. Penelitian ini menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara orang tua dan guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan fleksibel. 
Hubungan Subjective well-being dengan Loneliness Terhadap Anak Panti Asuhan Baitul Hidayah Al Mukaramah di Kota Padang Messy Mardatillah; Mario Pratama
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 3 (2026): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i3.596

Abstract

Not all teenagers expect to live in an orphanage, but there are some who have to stay there for various reasons. Life in an orphanage is also very complex with many problems occurring, especially for teenagers who are still unstable and entering a transitional period. The aim of this study is to examine the relationship between subjective well-being and loneliness among children at the Baitul Hidayah Al Mukaramah Orphanage in Padang City. This research uses a quantitative method. The instrument used is a questionnaire with a Likert scale to measure the relationship between subjective well-being and loneliness among children at the Baitul Hidayah Al Mukaramah Orphanage in Padang City. However, the results of the study indicate that there is no significant relationship between subjective well-being and loneliness among children at the Baitul Hidayah Al Mukaramah Orphanage in Padang City. According to data analysis in the form of Pearson Correlation with the assistance of the SPSS Statistics computer program. The relationship between the two variables is not strong enough to be considered statistically significant because the P value is greater than 0.05, specifically 0.235. However, this study provides important insights into understanding the relationship between subjective well-being and loneliness in orphaned children. Further research is recommended using a larger sample, and various intervention methods are necessary to gain a better understanding. In addition, it is suggested to review the design and implementation of the program, as well as consider other factors that may influence the effectiveness of the intervention, such as program duration, number of subjects, and additional training methods.
Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Kecemasan pada Ibu yang Merawat Pasien Psikotik Di Poliklinik RS. Jiwa Prof. HB. Saanin Padang Khansa Henet Naifah; Nurmina
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 4 (2026): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i4.564

Abstract

Ibu sebagai family caregiver bagi pasien dengan gangguan psikotik sering menghadapi tuntutan perawatan yang dapat memicu kecemasan. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kecemasan adalah dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dukungan sosial terhadap kecemasan pada ibu dengan anak yang mengalami gangguan psikotik di Rumah Sakit Jiwa X Padang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 60 ibu sebagai subjek. Data dikumpulkan menggunakan skala dukungan sosial dan skala kecemasan yang telah diuji validitas (validitas empiris/item) dengan metode uji validitas pearson product moment dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil analisis penelitian, Nilai koefisien analisis regresi sebesar (B) = -1,070 menunjukkan arah korelasi yang negatif. Dukungan sosial memberikan kontribusi sebesar 66,4% terhadap kecemasan. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima, semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami ibu. Dengan demikian, dukungan sosial terbukti berperan dalam menurunkan kecemasan pada ibu yang merawat pasien psikotik.
hubungan acadenic stress dengan kecenderungan social media addiction pada siswa setara sekolah menengah atas (SMA,MA,SMK) Utari, Amelia; Rahayu Hardianti Utami; Iftita Rahmi
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 4 (2026): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i4.566

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara academic stress dan kecenderungan social media addiction pada siswa setara sekolah menengah atas (SMA/MA/SMK). Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 383 siswa kelas XII yang dipilih melalui teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah educational stress scale for adolescents (ESSA) oleh  Sun (2011) untuk alat ukur academic stress yang di ukur berdasarkan lima aspek yaitu, pressure from study, workload, worry about grades, self-expectation stress dan despondency dan untuk social media addiction bergen social media addiction scale (BSMAS) oleh Andreassen (2017) yang akan diukur berdasarkan 6 aspek salience, mood modification, tolerance, withdrawal symptoms, conflict, dan relapse. Uji korelasi menggunakan Spearman’s rho dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya korelasi yang positif antara academic stress dengan social media addiction, dengan koefisien korelasi r = 0,550 dengan nilai signifikansi p < 0,001 (p < 0,05). Oleh karena itu hipotesis alternative diterima dan hipotesis nol ditolak. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa semakin tinggi tingkat academic stress , maka semakin tinggi juga kecenderungan social media addiction yang terjadi pada siswa setara sekolah menengah atas (SMA/MA/SMK). Penelitian ini penting bagi siswa untuk meningkatkan pemahamannya terkait dampak dari academic stress sehingga bisa terhindarkan dari resiko kecenderungan social media addiction.
Disonansi kognitif di era digital: memahami perilaku pengguna dan digital well-being Muhammad Habib Alwi; Neviyarni
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 4 (2026): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i4.594

Abstract

The rapid development of digital technology has provided numerous benefits, yet it has also generated psychological challenges for users. In the digital context, cognitive dissonance occurs when there is a mismatch between individuals’ beliefs and their digital behaviors, which can potentially undermine digital well-being. This study aims to systematically review the relationship between cognitive dissonance and digital well-being through an analysis of 17 scholarly articles published between 2015 and 2025. A literature review method was employed. The findings indicate that cognitive dissonance emerges in various digital contexts, including unmet technological expectations, information overload, social polarization, and unhealthy patterns of social media use. Cognitive dissonance is shown to be associated with digital well-being through increased levels of stress, anxiety, guilt, and dissatisfaction with digital experiences. Furthermore, coping mechanisms adopted by users, such as selective exposure, avoidance, and rationalization, tend to alleviate short-term psychological tension but may exacerbate digital well-being issues in the long term. This review highlights the importance of a deeper understanding of the role of cognitive dissonance in digital behavior and underscores the need for further research on digital well-being.