JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan
Jurnal Penelitian Kesehatan (JPK) merupakan jurnal berkala yang memuat hasil penelitian di bidang kesehatan khususnya Keperawatan, Kebidanan, Fisioterapi, Kedokteran dan bidang kesehatan yang lain. JPK diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember, dengan dua nomor dalam satu kali terbit.
Articles
178 Documents
HUBUNGAN SOCIAL CAPITAL (TRUST) DENGAN PELAKSANAAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K)
Mega Octamelia
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v9i1.166
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator utama status kesehatan masyarakat karena tingginya angka kematian ibu menunjukkan bahwa pemerintah belum berhasil meningkatkan kesehatan masyarakat. Salah satu upaya pemerintah adalah implementasi Perencanaan Program dan Pencegahan Komplikasi Persalinan. Program ini merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat dan cakupan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan social capital (trust) dengan pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian ini menggunakan social capital (trust) sebagai variabel independen dan implementasi Perencanaan Program dan Pencegahan Komplikasi Persalinan sebagai variabel dependen. Penelitian ini menggunakan 69 responden kader dan 52 responden kepala rumah tangga di Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember. Analisis data menggunakan contingency coefficient. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan antara social capital (trust) dengan implementasi Perencanaan Program dan Pencegahan Komplikasi Persalinan karena nilai p> 0,05. Tidak ada hubungan disebabkan adanya unsur social capital yang lain seperti norma di dalam masyarakat, jejaring (network) dan hubungan timbal balik sehingga diharapkan pemerdayaan pada masyarakat tentang Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) harus melibatkan figur otoritas agar masyarakat mau mengikuti kegiatan tersebut
DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA
Ajeng Dian Nitami;
Widayani Yuliana;
Arief Widya Prasetya
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v9i1.167
Masalah kesehatan pada usia lanjut salah satunya adalah penurunan fungsi kognitif. Fungsi kognitif dapat dipertahankan dengan memberikan dukungan sosial keluarga. Fenomena yang ditemukan di Posyandu Lansia Melati RW 03 Kelurahan Pakis Kecamatan Sawahan Surabaya adalah lansia kurang mendapatkan sumber dukungan sosial keluarga karena keluarga sibuk dan lupa mengingatkan jadwal kegiatan posyandu sehingga banyak lansia yang tidak hadir dan mulai lupa dengan kegiatan posyandu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan dukungan sosial keluarga dan fungsi kognitif pada lansia. Penelitian menggunakan metode studi korelasi dengan pendekatan Cross Sectional, variabel bebas yaitu dukungan sosial keluarga dan variabel terikat yaitu fungsi kognitif. Teknik sampling munggunakan Simple Random Samplingdengan jumlah sampel 67 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner DUSOCS Family Support untuk dukungan sosial keluarga dan MMSE untuk fungsi kognitif. Hasil penelitian menunjukkan 58% responden memiliki dukungan sosial keluarga yang supportif dan 52% responden mengalami gangguan kognitif ringan. Hasil uji stasistik menggunakan Rank Spearman didapatkan nilai p=0,000 dengan Coefficient Correlation +0,650 maka ada hubungan positif kuat antara dukungan sosial keluarga dan fungsi kognitif. Semakin baik dukungan sosial keluarga maka semakin baik pula fungsi kognitifnya. Memberikan dukungan sosial keluarga dapat menghambat terjadinya penurunan fungsi kognitif.
KESIAPAN TOILET TRAINING PADA ANAK USIA 18-24 BULAN DI POSYANDU MELATI 2
Mitha Eka Kurnia Putri;
Cicilia Wahju Djajanti;
Sisilia Indriasari W.
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v9i1.168
Toilet training dapat berlangsung pada usia 18-24 bulan. Berdasarkan perkembangan psikoseksual, usia 18-24 bulan, anak berada pada fase anal. Toilet training bisa dimulai apabila anak menunjukkan tanda-tanda kesiapan. Toilet training yang dipaksakan sebelum anak menunjukkan tanda- tanda kesiapan, tidak akan memberikan hasil yang baik. Fenomena yang ditemukan peneliti di Posyandu Melati 2 ditemukan bahwa anak belum menunjukkan tanda-tanda kesiapan melakukan toilet training, sehingga orangtua belum mengajarkan toilet training. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kesiapan toilet training pada anak usia 18-24 bulan di Poyandu Melati 2 RW 03 Kelurahan Babatan Kecamatan Wiyung Surabaya. Desain penelitian yang digunakan ialah deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah kesiapan toilet training. Sampel yang digunakan berjumlah 32 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah simple random sampling. Rerata kesiapan toilet training, berdasarkan 4 indikator kesiapan masih belum siap. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti menyarankan kepada kader Posyandu Melati 2 bekerjasama dengan petugas kesehatan Puskesmas Wiyung untuk memberikan informasi kepada ibu tentang toilet training melalui penyuluhan atau sosialisasi agar ibu dapat mendukung serta mendampingi saat proses toilet training sehingga anak mampu melewati proses toilet training sesuai dengan fase-fase yang sedang anak alami dan proses toilet training berhasil dilakukan dengan baik dan benar.
PENGARUH KONSELING TERHADAP TINGKAT KECEMASAN REMAJA PUTRI DALAM MENGHADAPI MENARCHE
Monica Pertiwi Chandra Wijaya;
Cicilia Wahju Djajanti;
Marcellina Rasemi
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v9i1.169
Menstruasi pertama (menarche) dapat menyebabkan kecemasan pada remaja putri. Terjadinya kecemasan dikarenakan kurangnya informasi, pemahaman dan persiapan mengenai menarche.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap kecemasan remaja putri kelas 4, 5 dan 6 dalam menghadapi menarche di SDN Gedog 1 Kota Blitar. Metode penelitian yang digunakan adalah pra ekperimental design dengan rancangan One-Group Pra-Post test Design. Populasi pada penelitian ini adalah remaja putri yang belum menarche, sample penelitian sebanyak 37 responden dan diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan skala pengukuran kecemasan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS).Hasil penelitian didapatkan sebelum dilakukan konseling adalah sebanyak lebih dari 50% (51%) responden mengalami kecemasan sedang.Sesudah dilakukan konseling didapatkan sebanyak lebih dari 50% (51%) responden tidak mengalami kecemasan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 lebih kecil dari ?=0,05, maka H0 ditolak yang berarti ada pengaruh konseling terhadap penurunan tingkat kecemasan remaja putri menghadapi menstruasi pertama (menarche) di SDN Gedog 1 Blitar. Untuk mengurangi kecemaasan remaja putri dalam menghadapi menarche, disarankan kepada kepala sekolah untuk meningkatkan kerjasama dengan puskesmas dan ibu dalam memberikan persiapan menghadapi menstruasi kepada para remaja
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA KEJANG DEMAM PADA ANAK
Herlisa Dayman;
Sri Winarni;
Etik Lusiani
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v9i1.170
Kejang demam pada anak disebabkan karena peningkatan suhu tubuh lebih dari 38,40C.Di Posyandu Melati 05 RW V Kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo Surabaya ada ibu yang belum mengerti tentang pertolongan pertama saat anak mengalami kejang demam, dan tidak memahami bagaimana menangani kejang demam pada anak. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang pertolongan pertama kejang demam pada anak. Desain penelitian menggunakan studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini pada ibu-ibu di Posyandu Melati 05 dan didapatkan sebanyak 36 responden, yang diambil dengan teknik simple random sampling.Variabel independen adalah tingkat pengetahuan ibu dan variabel dependen adalah sikap ibu.Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan 24responden (67%) memiliki tingkat pengetahuan yang cukupdan 19 responden (52,78%) memiliki sikap yang negatif. Hasil uji Rank Spearman menggunakan program SPSS 21, p = 0,045 (? = 0,05) dimana p berarti H1 diterima dengan Correlation Coefficient 0,336 maka ada hubungan positif rendah antara tingkat pengetahuan dengan sikap ibu tentang pertolongan pertama kejang demam pada anak di rumah..
PENYULUHAN DENGAN MEDIA VIDEO EFEKTIF MENINGKATKAN KEMAMPUAN IBU NIFAS FASE TAKING HOLD DALAM CARA MEMANDIKAN NEONATUS
Maria Ulfa;
Laily Prima Monica
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v9i2.171
Memandikan bayi bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, pengetahuan, dan ketrampilan sangatlah penting untuk memandikan bayi. Lebih dari 90% ibu nifas tidak bisa memandikan bayinya, terutama pada ibu primigravida, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penyuluhan dengan metode video meningkatkan kemampuan ibu nifas fase taking hold dalam cara memandikan neonatus.Penelitian ini menggunakan Pre-eksperimental design dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 20 ibu nifas dan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sample penelitian berjumlah 16 orang ibu hamil. Instrumen penelitian ini adalah SAP,leaflet dan lembar ceklist. Sebelum perlakuan 75% responden masuk dalam kategori cukup dalam cara memandikan neonatus, 25% responden masuk dalam kategori kurang dalam cara memandikan neonatus. Setelah perlakuan 100% responden masuk dalam kategori baik dalam cara memandikan neonatus. Berdasarkan Uji wilcoxon signed rank test menunjukkan p value 0,000 < ? = 0,05 sehingga pemberian penyuluhan sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan ibu nifas dalam memandikan neonatus. Diharapkan penelitian ini mendapatkan tindak lanjut dari tenaga kesehatan setempat untuk memberikan penyuluhan yang berhubungan dengan kebutuhan perawatan bayi sehari – hari.
PERILAKU MAKAN DAN STATUS GIZI REMAJA
Ni Luh Agustini Purnama
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v9i2.172
Perilaku makan remaja dimasa pertengahan remaja mempunyai karakteristik gizi yang penting untuk pertumbuhan. Makanan yang dikonsumsi remaja harus terdapat berbagai unsur zat gizi, tetapi pada remaja masih terlihat sering makan asal kenyang anpa memperhatikan unsur gizi didalamnya dapat mengarah ke perilaku makan yang tidak sehat yang akan berdampak pada status gizi. Fenomena yang ditemukan di SMK Katolik Mater Amabilis Surabaya beberapa remaja memiliki perilaku makan tidak sehat. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan perilaku makan dengan status gizi remaja Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sampel penelitian ini sebnyak 58 remaja di SMK Katolik Mater Amabilis Surabaya yang memenuhi kriteria inklusi yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Perilaku makan remaja dinilai dengan Eating Behavior Patterns Questionnaire.Penetuan status gizi berdasarkan hasil perhitunagn indeks massa tubuh Ujian statistic yang digunakan untuk menilai hubungan kedua variabel adalah korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan anatara perialku makan dan status gizi remaja (p=0,56). Perilaku makan bukan satu-satunya yang mempengaruhi status gizi remaja, ada banyak faktor yang mempengaruhi status gizi remaja selaian dari fator perlikau makannya
PENGARUH CYBER COUNSELING TERHADAP SIKAP PENCEGAHAN HIV/AIDS DI SMK PGRI 3 BLITAR
Levi Tina Sari
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v9i2.174
Perilaku seks pranikah terbanyak pada rentang usia 15-19 tahun, hal ini dikarenakan pada usia remaja merupakan masa transisi kehidupan sedang mengalami perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional serta proses kematangan reproduksi dan seksual. Maka untuk mencegah perilaku seks bebas yang berakibat pada penularan HIV/AIDS dilakukan konseling dengan metode cyber counseling melalui what’s up. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh cyber counseling terhadap sikap pencegahan HIV/AIDS. Design penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan pendekatan rancangan onegroup pre-post design. Intervensi cyber counseling dilakukan dalam 3 tahap (perkenalan, inti dan evaluasi). Berdasarkan hasil diatas menunjukkan bahwa terdapat keaikan mean antara sebelum dan sesudah sebesar 0,45 poin, dan ?value= 0,003, sehingga ?value 0,003< ? 0,05 maka terdapat pengaruh antara sikap dalam pencegahan sebelum dan sesudah intervensi yang menggunakan metode cyber counseling melalui what’s up. Cyber counseling melalui what’s up merupakan suatu metode baru dimana sesi konseling dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja sehingga menimbulkan kepercayaan bagi konseli.
PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BALITA BERHUBUNGAN DENGAN PENAMBAHAN BERAT BADAN BALITA
Ika Agustina
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v9i2.175
Pengetahuan ibu yang baik dalam memberikan makanan yang bergizi sangat menunjang status gizi pada anak. Makanan yang kandungan gizi kurang juga berpengaruh pada pertumbuhan anak. Balita adalah anak dengan usia dibawah 5 tahun dengan karakteristik pertumbuhan cepat pada usia 0-1 tahun, dimana umur 5 bulan berat badan naik 2 kali berat badan lahir dan berat badan naik 3 kali dari berat badan lahir pada umur 1 tahun dan menjadi 4 kali pada umur 2 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi balita dengan penambahan berat badan balita usia 1 - 5 tahun. Desain penelitian adalah cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak balita. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Jumlah sampel adalah 30 ibu yang mempunyai anak balita usia 1-5 tahun. Uji statistik yang digunakan adalah uji Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa p dari kedua variabel yaitu ?= 0,000 lebih kecil dari ?= 0.05, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi balita dengan penambahan penambahan berat badan balita usia 1 - 5 tahun. Diharapkan sebagai ibu jangan sampai merasa bosan dalam memberikan variasi menu pada anaknya sehingga anak selalu tertarik dengan menu yang disediakan dan berat badan anak setiap bulannya normal dan ibu dengan jumlah anak lebih dari satu dalam memberikan makanan harus merata.
GAMBARAN INDEKS KEBUGARAN BADAN PADA MAHASISWA FISIOTERAPI STIKES KATOLIK ST VINCENTIUS A PAULO SURABAYA
Dwi Purwantini
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v9i2.177
Kebugaran jasmani yang baik bukan hanya akan meningkatkan performa dalam beraktivitas tetapi juga menurunkan resiko cidera dan menurunkan penyakit kronis yang berhubungan dengan menurunnya aktivitas fisik, seperti hipertensi, penyakit jantung, nyeri punggung bawah kronis dan obesitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran kebugaran jasmani pada mahasiswa fisioterapi STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subyek penelitian 45 mahasiswa Fisioterapi yang sesuai dengan kriteria inklusi di STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya. Pengumpulan data dengan kuisioner, pengukuran IMT dan perhitungan indeks kebugaran menggunakan Metode Harvard Step Test. Berdasarkan hasil penelitian penunjukkan kebugaran jasmani mahasiswa fisioterapi sebagian besar berada pada kategori kurang