cover
Contact Name
Eny Dyah Yuniwati
Contact Email
editorjurnallegowo@gmail.com
Phone
+6282141894989
Journal Mail Official
editorjurnallegowo@gmail.com
Editorial Address
Perum Tata Surya, Jl. Ursa Mayor no 11A, Kel. Tlogomas, Kec. Lowokwaru, Kota Malang - 65144, Telp. (0341) – 582821 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Difusi Ipteks Legowo
ISSN : 30311489     EISSN : 30311489     DOI : https://doi.org/10.62242/jdil
Core Subject : Social,
The focus of Jurnal Difusi Ipteks Legowo is to provide readers the conceptual thoughts and research results in the area of community service. The scope of Jurnal Difusi Ipteks Legowo is relating to the main problems of community engagement areas, such as (1) training, marketing, appropriate technology, design; (2) student community services; (3) community empowerment, social access; (4) education for sustainable development, etc.
Articles 41 Documents
OPTIMALISASI LAHAN TIDUR DENGAN BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK BERBASIS PEMBERDAYAAN KELOMPOK BANK SAMPAH MITRA MANDIRI (KELURAHAN BANDUNGREJOSARI, KOTA MALANG) Muhandoyo; Rahmawati, Mariana F.; Afdah, Umi; Budi S, M. Adri
Jurnal Difusi Ipteks Legowo Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Difusi Ipteks Legowo
Publisher : Perkumpulan Legowo Cerdas Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62242/jdil.v3i1.50

Abstract

Sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat. Di Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Bank Sampah Mitra Mandiri telah mengelola sampah anorganik, namun pemanfaatan sampah organik dan lahan tidur di lingkungan sekitar belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan mengoptimalkan lahan tidur melalui budidaya sayuran organik berbasis rumah tangga dengan memberdayakan kelompok bank sampah. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan secara partisipatif terkait pengolahan sampah organik dan penerapan teknologi sederhana budidaya sayuran organik dengan memanfaatkan lahan tidur serta galon bekas air mineral. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi peserta sebesar 28% menjadi 23 orang, pemanfaatan galon bekas air meningkat 40% menjadi 49 unit, serta luas lahan tidur yang dimanfaatkan meningkat 29% menjadi 110 m². Produksi sayuran per musim tanam meningkat antara 5–47% bergantung jenis tanaman. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan dan perbaikan kualitas lingkungan berbasis Masyarakat.
PENDAMPINGAN REVITALISASI SUNGAI BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT SEBAGAI WAHANA WISATA DESA DI KABUPATEN SIDOARJO Basuki Rahmat, Mohammad; Arie Indartono; Sintia Megawati; Aslikha Amalia; Ayu Lestari; Hana Malihatul; Novia Anggraini; Sekarsari Wibowo; Yuning Widiarti
Jurnal Difusi Ipteks Legowo Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Difusi Ipteks Legowo
Publisher : Perkumpulan Legowo Cerdas Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62242/jdil.v3i1.51

Abstract

Sidoarjo Regency is one of the major administrative regions in East Java that has actively pursued regional development initiatives to strengthen village-based tourism and local economic resilience. One of the strategic approaches adopted by the local government is river revitalization, which is designed not only to restore the ecological and hydrological functions of rivers, including their role as groundwater reserves, but also to enhance their potential as tourism and recreational assets. This approach reflects an integrated development strategy that combines environmental sustainability with community-based economic development. To support the implementation of these programs, the Shipbuilding Institute of Poltytechnic Surabaya (PPNS) has established a formal collaboration with the Sidoarjo Regency Government through the signing of a Memorandum of Understanding. This collaboration provides an institutional framework for PPNS to contribute to regional development through research activities, community engagement, and human resource capacity-building programs. As part of this collaboration, PPNS plays an active role in facilitating the transfer of knowledge and technical expertise to local stakeholders involved in village development initiatives. The river revitalization program has been implemented in several selected locations, including Sumorame Village and Kemantren Village, which have been identified as areas with potential for river-based tourism development. In these villages, PPNS provides academic and technical assistance to support the planning and implementation of river revitalization activities, with a particular focus on improving environmental quality, strengthening community participation, and enhancing the sustainability of tourism development. The findings of this study highlight the importance of institutional collaboration and academic involvement in ensuring the effective implementation of river revitalization as a strategy for sustainable village tourism development.
OPTIMALISASI PEMASARAN DIGITAL MELALUI PELATIHAN KONTEN VISUAL KREATIF BAGI PELAKU USAHA DI DESA TAMBAKASRI KABUPATEN MALANG Zulkif, Senjaya Machfudi; Jamil, Amidatus Sholihat; Astuti, Eka Rini Widya; Zenmira, Kharisma Nanda; Bashory, Kharisma Adi; Wardhani, Fitria Maudy; Alfiana, Nuraviah; Triandika, Lulus Sugeng
Jurnal Difusi Ipteks Legowo Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Difusi Ipteks Legowo
Publisher : Perkumpulan Legowo Cerdas Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62242/jdil.v3i1.54

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan masyarakat Desa Tambakasri Kabupaten Malang dalam memanfaatkan desain komunikasi visual untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Meskipun memiliki potensi yang cukup berkembang terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sebagian besar pelaku usaha menghadapi kesulitan dalam memasarkan produk secara efektif, terutama terkait aspek branding, kemasan, dan promosi digital. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan serta pendampingan kepada masyarakat dalam bidang desain komunikasi visual sehingga mampu menghasilkan identitas visual produk yang menarik, serta strategi promosi digital yang tepat sasaran. Edukasi terkait prinsip-prinsip desain komunikasi visual diharapkan dapat menghasilkan konten yang menarik secara visual serta informatif sehingga mampu menarik perhatian konsumen. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participatory Action Research (PAR). PAR diimplementasikan dalam kegiatan pelatihan, diskusi interaktif, serta praktik langsung serta pembuatan materi promosi digital. Peserta dilatih cara penggunaan kamera, mengolah hasil foto dan video dengan perangkat lunak dan materi lainnya yang relevan dengan pengembangan potensi UMKM. Selain itu, pendampingan pasca-pelatihan dilakukan untuk memastikan bahwa peserta dapat menerapkan keterampilan secara mandiri.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta terkait desain komunikasi visual. Beberapa UMKM berhasil menghasilkan konten promosi digital yang lebih profesional. Kegiatan ini membuktikan bahwa desain komunikasi visual dapat menjadi instrumen penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, terutama dalam menghadapi tantangan pemasaran di era digital. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memberdayakan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis lokal.
IMPLEMENTASI PERTANIAN TERINTEGRASI BERBASIS SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) DI DESA TAMBAKREJO KABUPATEN MALANG Mahanik Firda Shakinah; Eny Dyah Yuniwati; Dian Rokhmawati; Annisa Ilmi Mardhotillah
Jurnal Difusi Ipteks Legowo Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Difusi Ipteks Legowo
Publisher : Perkumpulan Legowo Cerdas Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62242/jdil.v3i2.40

Abstract

Desa Tambakrejo berada di pesisir Sendang Biru Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang Jawa Timur.  Secara umum kondisi penduduk di desa ini memprihatinkan dengan mata pencaharian bercocok tanam padi dengan pengairan tadah hujan satu kali dalam setahun. Produktivitasnya masih jauh dari rata-rata produktifitas nasional. Penghasilan tambahan diperoleh dari ternak dan tanaman hortikultura. Teknologi budidaya padi sawah yang dikembangkan masyarakat selama ini masih sangat sederhana. Potensi wilayah yang mendukung pengembangan sistem usaha tani padi sawah belum dimanfaatkan secara maksimal.  Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknologi budidaya padi sawah dengan Metode SRI yang terintegrasi dengan peternakan dan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar sehingga produksi padi dan pendapatan petani meningkat. Hasil kegiatan demonstrasi pada plot percobaan menunjukkan ada peningkatan produksi padi sebesar 47 % , mengurangi kebutuhan bibit sebesar    88 % dan mengurangi penggunaan pupuk Anorganik sebesar 35 % sebagai akibat pemanfaatan Jerami padi sebagai pupuk organik Bokashi. Hasil kegiatan penyuluhan menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan petani dalam hal pemanfaatan jerami padi sebagai bahan organik penambah unsur hara tanaman, pemanfaatan tumbuhan sekitar sebagai bahan untuk pestisida nabati, pengenalan kebutuhan unsur hara tanaman berdasarkan warna daun dan efisiensi penggunaan air dan bibit melalui pola tanam padi dengan Metode SRI.  Hasil Integrasi usaha dengan peternakan kambing belum menunjukkan hasil yang signifikan sampai kegiatan pengabdian Masyarakat ini berakhir.
RUMAH AMAN, LINGKUNGAN SIGAP: EDUKASI HUKUM KDRT DAN MEKANISME PELAPORAN BERBASIS KOMUNITAS DI PERUMAHAN PESONA GRIYA ASRI, PAKIS, KABUPATEN MALANG Joice Soraya
Jurnal Difusi Ipteks Legowo Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Difusi Ipteks Legowo
Publisher : Perkumpulan Legowo Cerdas Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62242/jdil.v3i2.59

Abstract

Kasus penyekapan yang menjadi perhatian publik pada tahun 2026, ketika korban mengalami penyekapan dan penganiayaan selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi lingkungan sekitarnya, menunjukkan lemahnya kesadaran warga akan kewajiban hukum untuk mencegah dan melaporkan kekerasan. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran konkret berupa dokumen alur pelaporan berbasis komunitas yang disepakati bersama mitra dan ditempatkan di pos keamanan serta papan informasi perumahan sebagai sarana rujukan warga yang berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman hukum dan kesiapsiagaan warga dalam deteksi dini serta pelaporan kekerasan dalam rumah tangga di Perumahan Pesona Griya Asri, Pakis, Kabupaten Malang. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif berbasis komunitas melalui penyuluhan hukum interaktif, diskusi, simulasi kasus, dan penyusunan alur pelaporan bersama, dengan sasaran warga, pengurus Rukun Tetangga dan Rukun Warga, serta petugas keamanan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan melalui tes awal dan tes akhir. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai kewajiban melapor berdasarkan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004, jalur pelaporan resmi, dan jaminan perlindungan bagi pelapor, sedangkan aspek perlindungan pelapor meningkat lebih moderat. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa alur pelaporan yang disepakati bersama mitra sebagai sarana berkelanjutan. Disimpulkan bahwa edukasi hukum berbasis komunitas mampu memperkuat peran warga sebagai garis pertahanan pertama dalam pencegahan kekerasan, meskipun perubahan pengetahuan jangka pendek perlu dikawal melalui pendampingan lanjutan agar berdampak pada perubahan perilaku.
IMPLEMENTASI PSIKOEDUKASI ANTI-BULLYING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU PERUNDUNGAN DI SDN 1 MAGUAN KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR Eko Yuniarto; Nurfa Anisa; Kustyarini; Puguh Setyopratomo; Sri Wiworo Retno Indah Handayani
Jurnal Difusi Ipteks Legowo Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Difusi Ipteks Legowo
Publisher : Perkumpulan Legowo Cerdas Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62242/jdil.v3i2.60

Abstract

Perilaku perundungan (bullying) masih menjadi masalah serius di lingkungan pendidikan dasar, misalnya secara fisik, verbal, pengucilan sosial, dan interaksi negatif berbasis digital. Data nasional menunjukkan prevalensi yang cukup tinggi, termasuk di SDN 1 Maguan, di mana kasus bullying sering tidak terdeteksi karena keterbatasan pemahaman siswa mengenai batasan perilaku tersebut. Kondisi ini berdampak pada kesehatan mental anak, seperti kecemasan, depresi, serta penurunan prestasi akademik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menguji efektivitas psikoedukasi anti-bullying guna meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa. Program dilaksanakan di SDN 1 Maguan dengan melibatkan siswa, guru, dan orang tua melalui metode ceramah, tanya jawab, dan role-play. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan sikap siswa setelah mengikuti program, sebagaimana terlihat dari perbandingan pre-test dan post-test. Siswa juga menunjukkan perubahan sikap yang lebih peduli terhadap teman sebaya yang mengalami perundungan, serta peningkatan empati dalam interaksi sosial. Observasi guru dan orang tua mendukung temuan ini dengan adanya perubahan perilaku siswa yang lebih inklusif. Kesimpulannya, psikoedukasi anti-bullying terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan sikap siswa terhadap bullying. Program ini berpotensi menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung kesehatan mental anak, sehingga penting untuk diterapkan secara berkelanjutan di sekolah dasar.
EDUKASI PENCEGAHAN LOW BACK PAIN AGAR LANSIA SEHAT, MANDIRI DAN PRODUKTIF PADA KOMUNITAS CLUB SEHAT LANSIA Nurhuda Akbar; Nunuk Nurhayati; Partinah
Jurnal Difusi Ipteks Legowo Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Difusi Ipteks Legowo
Publisher : Perkumpulan Legowo Cerdas Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62242/jdil.v3i2.61

Abstract

Indonesia termasuk salah satu negara di Asia yang menduduki lima besar adunia dengan pertumbuhan penduduk lanjut usia (lansia) yang meningkat secara cepat tiap tahunnya. Penduduk lansia merupakan salah satu kelompok penduduk yang potensial menjadi masyarakat rentan, sehingga perlu diciptakan kondisi fisik maupun non fisik yang kondusif untuk pembinaan kesejahteraannya. Edukasi dilaksanakan di komunitas club sehat lansia Desa TambakAgung, Puri, Mojokerto, dengan peserta sebanyak 28 orang.  Masalah yang sering ditemukan pada lansia adalah nyeri punggung bawah (Low Back Pain) menggambarkan nyeri di antara tepi bawah tulang rusuk dan bokong. Melalui pemberian edukasi interaktif yang disertai diskusi dan tanya jawab, lansia memperoleh pemahaman mengenai pengertian nyeri punggung bawah atau low back pain, gejala / tanda, factor resiko serta pencegahan yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, Hasil kegiatan menunjukan antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan sampai dengan selesai. Kegiatan ini menegaskan pentingnya upaya promotive dan preventive di tingkat masayarakat agar menjadi lansia sehat, mandiri dan produktip di masa tua.   Pencegahan low back pain (nyeri punggung bawah) pada lansia berfokus pada gaya hidup aktif, koreksi postur, dan penguatan otot inti. Langkah utamanya meliputi: rutin melakukan olahraga seperti jalan santai, menjaga postur tubuh yang tegak saat duduk atau berdiri, mengonsumsi makanan kaya kalsium dan vitamin D, serta menghindari posisi membungkuk saat mengangkat beban berat.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI REVERSE OSMOSIS UNTUK PRODUKSI AIR MINUM BERBASIS BUMDES, DI DESA BATANGBATANG DAYA, KABUPATEN SUMENEP Farida Hardaningrum; Rizal Bahaswan; I Putu Artaya
Jurnal Difusi Ipteks Legowo Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Difusi Ipteks Legowo
Publisher : Perkumpulan Legowo Cerdas Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62242/jdil.v3i2.62

Abstract

Ketersediaan air minum yang aman dan layak konsumsi masih menjadi tantangan pada wilayah pesisir yang memiliki kualitas air baku terbatas. Desa Batangbatang Daya, Kabupaten Sumenep, merupakan salah satu wilayah yang menghadapi keterbatasan akses air minum akibat karakteristik sumber air dengan kandungan padatan terlarut yang relatif tinggi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan teknologi Reverse Osmosis (RO) untuk mendukung produksi air minum berbasis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam aspek produksi, manajemen usaha, dan pemasaran. Metode pelaksanaan dilakukan melalui lima tahapan utama yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan–evaluasi, dan keberlanjutan program. Teknologi yang diterapkan meliputi instalasi sistem Reverse Osmosis, pelatihan operasional alat, pendampingan produksi air minum dalam kemasan (AMDK), serta penguatan pengelolaan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa instalasi Reverse Osmosis mampu menghasilkan air siap minum dengan kualitas yang lebih baik dan mendukung diversifikasi produk air minum kemasan. Program juga menghasilkan peningkatan kapasitas pengelola BUMDes dan Karang Taruna dalam pengelolaan produksi, administrasi usaha, serta pemasaran. Selama tahap implementasi awal, usaha mampu menghasilkan penjualan produk air minum yang menunjukkan potensi keberlanjutan ekonomi masyarakat. Penerapan teknologi Reverse Osmosis berbasis BUMDes terbukti menjadi pendekatan yang dapat meningkatkan akses air minum layak sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa. Secara ilmiah, program ini menyediakan model penerapan untuk mengintegrasikan teknologi Reverse Osmosis dengan pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan usaha desa di wilayah pesisir. Secara praktis, temuan ini menawarkan pendekatan yang dapat direplikasi oleh desa-desa lain yang ingin meningkatkan layanan air minum sekaligus menciptakan peluang ekonomi lokal yang berkelanjutan melalui usaha berbasis masyarakat.
PENDAMPINGAN PENCATATAN BIAYA PRODUKSI DAN PENJUALAN PADA USAHA MIKRO MINUMAN BERAS KENCUR Masiyah Kholmi; Diding Suhardi; Ahmad Waluya Jati
Jurnal Difusi Ipteks Legowo Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Difusi Ipteks Legowo
Publisher : Perkumpulan Legowo Cerdas Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62242/jdil.v3i2.63

Abstract

UMKM minuman beras kencur memiliki potensi besar untuk mengembangkan usahanya. Namun usaha ini belum memiliki sumberdaya manusia yang memadai dalam pengetahuan akuntansi khususnya pengetahuan biaya produksi dan laporan penjualan dalam mengelola usaha. Dampak tidak melakukan pembukuan, akan dapat terjadi pencampuran antara keuangan usaha dengan uang pribadi, sehingga tidak dapat diketahui berapa besar laba usaha, bahkan tidak diketahui apabila terjadi kerugian. Atas permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan manajemen keuangan dalam mengelola pencatatan biaya produksi dan penjualan pada usaha minuman beras kencur di Desa Ngabab Pujon. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan adalah survey dan identifikasi masalah terkait kendala pemilik usaha dalam menjalankan usaha, penyampaian materi secara langsung, pelatihan dan pendampingan serta evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah mitra telah memahami materi mengenai cara pencatatan biaya produksi, mitra berhasil mengidentifikasi biaya produksi dan menetapkan biaya setiap kali produksi dengan ketetapan biaya produksi sebesar Rp 650.480 untuk menghasilkan 24 dos (per dos berisi 32 cup) dan 80 kemasan botol dan mitra berhasil membuat laporan penjualan sederhana, sehingga dapat menentukan besarnya laba sebesar Rp 3.090.640.
PENGUATAN KAPASITAS PENGURUS LKK MELALUI PELATIHAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Bambang Winarto; Rahma Wahyu; Imroati Istibsyaroh Ar Ruhimat; Ruvita Iffahtur Pertiwi
Jurnal Difusi Ipteks Legowo Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Difusi Ipteks Legowo
Publisher : Perkumpulan Legowo Cerdas Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62242/jdil.v3i2.64

Abstract

Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat. Hasil observasi, wawancara, dan Focus Group Discussion di Kelurahan Kanigaran menunjukkan bahwa meskipun seluruh unsur LKK telah terbentuk dan menjalankan fungsinya, kapasitas sumber daya manusia pengurus masih perlu diperkuat, terutama pada aspek kepemimpinan, tata kelola organisasi, administrasi kelembagaan, komunikasi publik, pemanfaatan teknologi informasi, dan kolaborasi antarlembaga sehingga pelaksanaan fungsi LKK masih didominasi kegiatan administratif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi kondisi awal kapasitas pengurus LKK, meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi melalui pelatihan pengembangan sumber daya manusia berbasis kebutuhan, serta memperkuat kapasitas kelembagaan dan sinergi antarlembaga dalam mendukung pembangunan masyarakat yang partisipatif, adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research yang dipadukan dengan pendekatan capacity building melalui identifikasi kebutuhan, penyusunan materi berbasis training needs analysis, pelaksanaan pelatihan secara partisipatif, serta evaluasi menggunakan pre-test, post-test, observasi, dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta pada seluruh aspek kompetensi berdasarkan hasil pre-test dan post-test, disertai peningkatan keterampilan dalam menyusun program kerja berbasis kebutuhan masyarakat. Selain itu, pelatihan memperkuat koordinasi dan sinergi antarlembaga, mendorong komitmen pembentukan forum komunikasi rutin, mulai mengadopsi teknologi informasi dalam administrasi organisasi, serta meningkatkan komitmen pengurus untuk melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis kebutuhan merupakan strategi yang efektif dalam memperkuat kapasitas LKK dan berpotensi menjadi model penguatan kelembagaan masyarakat yang dapat direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik serupa.