cover
Contact Name
H.B.A Jayawardana
Contact Email
hepta2011@gmail.com
Phone
+6281336101853
Journal Mail Official
jurnaljecie@gmail.com
Editorial Address
Prodi PG PAUD, Universitas PGRI Argopuro Jember, Jl. Jawa No. 10 Jember, Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education)
ISSN : 26144387     EISSN : 25992759     DOI : https://doi.org/10.31537/jecie.v7i1
Core Subject : Education,
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) has e ISSN 25992759 (online) and p ISSN 26144387 (print) is a national scientific journal of Early Childhood Education (PAUD) that aims to communicate the research results of lecturers, students, teachers, practitioners, and scientists in the field of Early Childhood Education (PAUD). The JECIE is published twice a year in July and December. The field of study in the JECIE covers the field of education and teaching in Early Childhood Education (PAUD), including the study of physical motor development, socio emotional development, cognitive development, language development, development of moral and religious values, art development, childrens inclusive education, and various other fields related to Early Childhood Education.
Articles 278 Documents
Pembuatan Alat Peraga Karya Inovatif Bermain Botol Hitung pada Anak Kelompok A di TK Negeri Karangsari 1 Kota Blitar Ismiyati, Ismiyati
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v7i2.1902

Abstract

Pelitian ini bertjuan untuk mengetahui cara pembuatan alat peraga karya inovatif bermain botol hitung. Botol hitung dan dibuat untuk menjadi sumber belajar anak-anak TK agar mereka mendapatkan pengalaman belajar yang konkrit. Pengalaman ini akan berguna untuk meningkatkan aspek-aspek perkembangan anak TK pada 6 (enam) bidang pengembangan seperti aspek fisik/motorik, emosi, sosial, bahasa, kognitif, dan moral agama. Tujuan dari alat peraga bermain botol hitung ini adalah media pembelajaran yang digunakan sebagai langkah awal untuk mengenalkan berhitung dengan membilang benda; mengajarkan kemampuan anak dalam menggunakan bahasa reseptif. Melalui bermain anak akan merasa senang sehingga mereka tidak merasa bosan ketika diajak belajar mengenal bilangan serta dalam bidang kemampuan berbahasa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa dengan adanya alat peraga bermain botol hitung ini memiliki fungsi yang multiguna dan memberi kesempatan pada anak TK untuk memperoleh pengetahuan baru serta memperkaya pengalamannya dalam mengenal huruf pada simbol yang melambangkannya dengan menggunakan berbagai alat permainan di TK Negeri Karangsari 1 Kota Blitar.
Peningkatan Kemampuan Mengenal Huruf pada Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Media Playdough di POS PAUD Nusa Indah 96 Jember Nurhayati, Yanti; Aliya, Mahya; Muarif, Muarif; Chandra, Ratnasari Dwi Ade
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v7i2.1903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak usia 4-5 tahun melalui media Playdough di Pos Paud Nusa Indah 96 Krajan Andongsari Kecamatan Ambulu. Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengematan dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di Pos Paud Nusa Indah 96 Krajan Andongsari Kecamatan Ambulu. Kabupaten Jember dengan jumlah 12 anak. Peningkatan mengenal huruf anak terjadi pada setiap pertemuan dari pra siklus, siklus I. dan siklus II. Pada tahap pra siklus, kemampuan mengenal huruf anak dengan kriteria mengenal huruf masih dalam kriteria kurang yakni dengan kemampuan rata-rata mengenal huruf sebesar 39,58%, kemudian pada siklus 1 kemampuan, mengenal huruf anak mulai meningkat pada kriteria cukup dengan persentase kemampuan rata-rata mengenal huruf sebesar 55.55 dar pada siklus II meningkat kembali secara signifikan hingga kemampuan rata- rata mengeral huruf anak dengan kriteria baik mencapai 80.11%
Peran Kepala Sekolah dan Guru dalam Membangun dan Mengembangkan Komunitas Belajar di PAUD Jayawardana, H.B.A
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v7i2.1904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kepala sekolah dan guru dalam membangun dan mengembangkan komunitas belajar di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Komunitas belajar merupakan sebuah pendekatan yang menekankan pada kolaborasi dan partisipasi aktif antara siswa, guru, dan orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di beberapa PAUD di Jember. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memainkan peran kunci dalam menciptakan visi dan misi yang mendukung pengembangan komunitas belajar. Kepala sekolah yang efektif memfasilitasi pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru, mendorong keterlibatan orang tua, dan menciptakan budaya sekolah yang inklusif. Sementara itu, guru berperan sebagai fasilitator dan mediator dalam proses belajar, serta bertanggung jawab untuk merancang dan mengimplementasikan strategi pembelajaran yang kolaboratif dan partisipatif. Kesimpulannya, peran kepala sekolah dan guru sangat penting dalam membangun dan mengembangkan komunitas belajar di PAUD. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi kepala sekolah dan guru untuk mengoptimalkan peran mereka dalam mendukung komunitas belajar, serta memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan pendidikan untuk mendukung inisiatif ini.
Peranan Orang Tua Terhadap Perkembangan Motorik pada Anak Usia Dini: Indonesia Kusmiati, Dini; Sianturi, Risbon; Loita, Aini
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1325

Abstract

Aspek perkembangan anak merupakan hal yang sangat penting bagi anak. Salah satu aspek penting untuk anak usia dini adalah aspek perkembangan motorik. Dalam perkembangan motorik, orang tua memiliki peranan penting. Tujuan penelitian untuk mengetahui peranan orang tua terhadap perkembangan motorik pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif melalui Studi Pustaka, yakni metode pengumpulan data yang diarahkan kepada pencarian data dan informasi melalui dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, foto-foto, gambar, maupun dokumen elektronik yang dapat mendukung dalam proses penulisan. Hasil penelitian peran orang tua dapat membentuk pola sikap dan pribadi anak, juga dapat menentukan proses pendidikan yang diperoleh anak. Orang tua mempunyai peranan dalam memberikan stimulasi yang tepat sesuai usia perkembangan anak yakni melalui proses penalaran untuk mengatahui bakat yang di miliki oleh anaknya.
Pengaruh Penggunaan Media Hidroponik dalam Kegiatan Bercocok Tanam Terhadap Kecerdasan Naturalis Anak Usia 5-6 Tahun Noviyanti, Noviyanti; Mulyadi, Sima; Mulyana, Edi Hendri
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1326

Abstract

Kecerdasan naturalis merupakan salah satu bagian dari kesembilan kecerdasan jamak. Kecerdasan naturalis adalah keahlian mengenali, membedakan, mengungkapkan, dan mengkategorikan spesies flora dan fauna dan lingkungan sekitar. Kecerdasan naturalis anak dapat dilihat dari seberapa jauh anak mengenali, membedakan, mengungkapkan, dan mengkategorikan spesies flora, fauna, dan lingkungan di sekitarnya. Hidroponik merupakan salah satu sistem bercocok tanam tanpa menggunakan media tanam tanah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian one group pre-test post-test. Berdasarkan penelitan yang dilakukan, untuk mengukur kecerdasan naturalis anak dengan melakukan test sebelum dan sesudah diberikan perlakukan. Sehingga didapatkan hasil pre-test dengan nilai %rata-rata 12,92 atau sebesar 32% dengan kategori belum berkembang (BB). Sementara dari hasil post-test didapatkan niilai %rata-rata 37,84 atau sebesar 93% dengan kategori berkembang sangat baik (BSB). Dari hasil pre-test dan post-test tersebut dapat disimpulkan bahwa kecerdasan naturalis anak usia 5-6 tahun meningkat dari belum berkembang menjadi berkembang sangat baik. Sehingga penggunaan media hidroponik dalam kegiatan bercocok tanam memiliki pengaruh terhadap kecerdasan naturalis anak usia 5-6 tahun.
Fatherless, Fatalkah? Astagini, Virda Anggi; Gandana, Gilar; Purwati, Purwati
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1327

Abstract

Anak merupakan investasi terbesar orang tua di masa depan. Di masa depan anak akan menjadi bukti dari keberhasilan atau kegagalan orang tua dalam mendidik. Selain itu, titik tumpu pada pembentukan masyarakat yang damai dan sejahtera ditentukan oleh keluarga. Karena dalam keluarga terjalin hubungan yang paling dekat dan terus menerus. Masing-masing orang menempuh berbagai cara dalam mencari kebahagiaan dan ketentraman itu. Namun keluarga tak selamanya baik-baik saja. Kematian, perceraian atau apapun yang menyebabkan terjadinya kehilangan yang tentu saja tak diinginkan termasuk hilangnya sososk ayah dalam pengasuhan. Fatherless diartikan sebagai hilangnya sosok ayah dalam pengasuhan baik secara fisik maupun psikis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini mengupas banyak dampak dari kehilangan sosok ayah dalam pengasuhan. Begitu banyak dampak yang ditimbulkan dari kehilangan sosok ayah dalam pengasuhan ini, mulai dari dampak pada prestasi belajar anak yang memang berhubungan dengan dampak pada psikologis, dan kemungkinan terburuk yaitu berdampak pada cyberporn.
Peran Guru dalam Mengoptimalkan Interaksi Sosial Anak Usia Dini Rosidah, Hani Kholifatur; Mulyana, Edi Hendri; Aprily, Nuraly Masum
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1329

Abstract

Interaksi sosial penting untuk dikembangkan pada anak sejak usia dini. Interaksi sosial pada anak usia dini berlangsung secara beriringan dengan perkembangan sosialnya. Interaksi sosial dapat menjadi dasar anak untuk dapat diterima di lingkungan sosial. Apabila anak dapat berbaur bersama lingkungan sosialnya, disitulah anak diakui keberadaan dirinya. Ketika anak di sekolah lingkup sosial yang dimiliki menjadi lebih luas. Maka guru hendaknya dapat mengoptimalkan interaksi sosial anak dengan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Guru mendorong anak untuk mandiri dan berhubungan dengan teman sebaya agar dapat berbaur dan diterima lingkungan sosialnya. Guru mendampingi dan memantau anak saat belajar dan membantu anak ketika menghadapi masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam mengoptimalkan interaksi sosial anak usia dini. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan informasi dari sumber-sumber yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian dinyakan bahwa keterampilan sosial guru menjadi dasar yang perlu dimiliki guru dalam mengoptimalkan interaksi sosial anak usia dini.
Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak Balita pada Speech Delay Paujiah, Siti
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1331

Abstract

Keterlambatan bicara merupakan gangguan yang sering terjadi pada anak balita hal ini disebabkan karena adanya faktor-faktor yang berpengaruh terhadap hal tersebut. Balita dapat dikatakan mengalami keterlambatan apabila pada usia 2 tahun belum dapat berbicara lancar, tidak dapat mengikuti perintah yang diberikan, mengucap kata kurang dari 25 kata dan tidak dapat memahami pertanyaan. Penelitian ini menggunakan metodi studi literatur. Keterlambatan bicara dan bahasa disebabkan oleh penerapan pola asuh. Pola asuh negatif menjadikan anak mengalami gangguan perkembangan lima kali lipat dibandingkan dengan pola asuh positif. Pola asuh negatif seperti orang tua tidak memberikan kasih sayang, sering marah-marah, tidak memberikan stimulasi kepada anak Keterlambatan bicara dan bahasa banyak ditemukan dengan durasi penggunaan lebih dari 30 menit. Durasi penggunaan gadget selama 30-75 menit perhari termasuk dalam kategori kecanduan gadget pada anak. Kesimpulannya faktor yang mempengaruhi keterlambatan bicara terhadap anak balita yaitu pada pola asuh anak dan penggunaan gadget, oleh karena itu diharapkan kepada orang tua untuk selalu menjadi garda terdepan pada anak-anaknya.
Penerapan Permainan Look Make and Fix Menggunakan Media Tangram untuk Meningkatkan Kecerdasan Visual-Spasial Anak Nurhamidah, Didah
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kecerdasan visual anak sebelum memperoleh perlakuan berupa permainan look, make and fix menggunakan media tangram dan setelah memperoleh perlakuan. Penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimental dengan variabel terikat berupa kecerdasan visual spasial serta variabel bebasnya adalah permainan look, make and fix menggunakan meida tangram. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest Postes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas B RA Miftahul Khoer Khoer Tahun Ajaran 2023/2024 dengan menggunakan teknik sampling purposive. Perolehan data pretes dan postes kemudian dijadikan syarat untuk medapatkan data Ngain yang kemudian akan dianalisis. Untuk melihat adanya perbedaan dilakukan uji Paired Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kecerdasan visual spasial anak sebelum memperoleh perlakuan berupa permainan look, make and fix menggunakan media tangram dan setelah memperoleh perlakuan.
Keterampilan Motorik Halus Anak Usia 3-4 Tahun Melalui Media Paper Clay Huda, Dalva Samrotul; Rahman, Taopik; Loita, Aini
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1339

Abstract

Dunia anak merupakan dunia bermain, sepanjang hari, setiap waktu dan setiap saat, hidup anak dipenuhi dengan keceriaan bermain. Bagi anak, bermain secara sendiri maupun berkelompok bersama teman sebaya ataupun dengan orang tua sangatlah menyenangkan. Keterampilan motorik halus (fine motor skil) membentuk keterampilan yang membutuhkan kemampuan untuk mengendalikan otot-otot kecil atau halus untuk memperoleh aktualisasi keterampilan yang berhasil. Penelitian ini menggunakan metode literatur review yang mengambil data dari penelitian dahulu yang pembahasannya tentang peningkatan keterampilan motorik halus anak usia 3-4 tahun melalui media paper clay. Pengambilan data diambil dari 5 (lima) jurnal terkait bersumber dari Google Scholar. Setelah data didapat kemudian dilanjutkan dengan analisis data untuk mengetahui hasil dari 5 (lima) jurnal terkait, kemudian diambil kesimpulan apakah media paper clay cocok untuk peningkatan keterampilan motorik halus anak usia 3-4 tahun. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pertama sebagai peningkatan keterampilan motorik halus anak melalui media paper clay dengan menjabarkan media paper clay yang efektif dari beberapa penelitian terkait secara runtut agat dapat dijadikan sebagai sebuah acuan keterampilan motorik halus anak. Kedua, media pembelajaran paper clay dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 3-4 tahun. Ketiga, selain media paper clay juga terdapat media lain yang dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 3-4 tahun melalui media paper clay.