cover
Contact Name
Syaiful Bahri
Contact Email
syaifulpb11@gmail.com
Phone
+6281263823278
Journal Mail Official
jurnalintekom@gmail.com
Editorial Address
Dusun Suka Mulia Desa Karang Rejo, Stabat-Langkat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia
ISSN : 30314542     EISSN : 30314291     DOI : https://doi.org/10.60076/jkri
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia: JKRI menghadirkan pandangan holistik terhadap berbagai bidang ilmu kesehatan di Republik Indonesia, mencerminkan keragaman dan kemajuan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan fokus dan scope yang merangkum semua aspek ilmu kesehatan, jurnal ini menjadi wahana bagi para peneliti, praktisi, dan pengambil kebijakan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan di Indonesia. Isinya melibatkan artikel penelitian terkini, ulasan literatur, dan kontribusi ilmiah lainnya yang mencakup bidang seperti epidemiologi, kesehatan masyarakat, keperawatan, kedokteran, ilmu gizi, dan aspek kesehatan lainnya. Jurnal ini mendorong perspektif multidisiplin dan kolaborasi lintas sektor untuk merespon dinamika kompleks dalam arena kesehatan. Focus and Scope : Kesehatan masyarakat, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Manajemen Kesehatan, Pencegahan Penyakit, Perawatan Ibu Hamil dan Anak, Perilaku Kesehatan dan Sosial, Gizi (Nutrisi Klinis dan Gizi Masyarakat), Keamanan makanan, Ketahanan pangan, Kebersihan, Teknologi Pangan terkait Pencegahan dan Rehabilitasi Penyakit, Kesehatan lingkungan, Farmasi
Articles 119 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan Hand Hygiene Dengan Perilaku Mencuci Tangan Siswa – Siswi SMA Plus Al-Azhar Medan Dalam Mencegah Transmisi Virus Covid – 19 Amelyasari Fortuna Saragih; Vani Gita Pertiwi
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 3 (2026): JKRI - Februari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya hand hygiene melalui kebiasaan mencuci tangan, menjadi salah satu upaya penting dalam mencegah penularan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan hand hygiene dengan perilaku mencuci tangan pada siswa-siswi SMA Plus Al-Azhar Medan. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 73 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi langsung, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan hand hygiene yang baik (91,8%) dan perilaku mencuci tangan yang baik dan benar (87,7%). Uji gamma menunjukkan nilai p = 0,039, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan hand hygiene dengan perilaku mencuci tangan dalam upaya pencegahan transmisi COVID-19
Identifikasi Bahaya Dan Penilaian Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Proses Pabrikasi Di PT Putra Agri Sukses Dengan Metode Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control [Hirarc] Umaryono; Erna Indriatiningsih; Anita Oktaviana Trisna Devi
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 3 (2026): JKRI - Februari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada proses pabrikasi di PT Putra Agri Sukses dengan menggunakan metode HIRARC. Penelitian dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan Job Safety Analysis terhadap delapan proses pabrikasi yaitu marking, cutting, grinding, drilling, assembling, welding, sandblasting, dan painting. Penilaian risiko dilakukan dengan menentukan nilai Likelihood dan Severity yang kemudian diklasifikasikan ke dalam tingkat risiko rendah, sedang, tinggi, dan ekstrem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 89 potensi bahaya pada seluruh tahapan proses pabrikasi yang meliputi bahaya fisik, kimia, mekanik, dan ergonomi. Beberapa aktivitas kerja memiliki tingkat risiko tinggi dan ekstrem, khususnya yang berkaitan dengan penggunaan mesin, paparan debu dan bahan kimia, serta potensi cedera akibat alat kerja. Rekomendasi pengendalian meliputi pengendalian teknis, administrasi, serta penggunaan Alat Pelindung Diri yang sesuai dengan potensi bahaya yang ada. Penerapan metode HIRARC mampu membantu perusahaan dalam mengenali dan mengendalikan risiko keselamatan dan kesehatan kerja secara sistematis
Perbedaan Pengetahuan Remaja Tentang Aktivitas Seksual Sebelum Dan Sesudah Diberikan Edukasi Kepada Kelompok Remaja Pusat Informasi Dan Konseling Remaja Kamiladhini Putri Hartsani; Ni Komang Yuni Rahyani; Listina Ade Widya Ningtyas
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 3 (2026): JKRI - Februari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk hal aktivitas seksual pranikah. Akibat rendahnya pengetahuan tentang masalah yang dihadapi remaja berupa perilaku berisiko termasuk aktivitas seksual yang tidak aman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan edukasi kepada kelompok yang mengikuti ekstrakurikuler PIK-R. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan pendekatan pre-post test without control group. Populasi pada penelitian ini adalah 30 remaja yang mengikuti ekstrakurikuler PIK-R di SMA negeri 8 Denpasar, dan besar sampel 21 orang dengan teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen pengampilan sampel menggunakan kuisioner pengetahuan tentang aktivitas seksual dengan 20 pertanyaan yang sudah dilakukan uji validasi dan reliabel. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 9 Mei 2025. Analisis data yang digunakan yaitu paired sample test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan sebelum 73,33 dan setelah 87,14 diberikan edukasi. Hasil uji statistik paired sample test diperoleh hasil nilai p = 0,001. Hal ini menunjukkan nilai p<0,05 terdapat perbedaan pengetahuan remaja tentang aktivitas seksual sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Peran orang tua, peran sekolah, dan tenaga kesehatan sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan dan dukungan terhadap remaja.
Efektivitas Yoga Prenatal terhadap Tingkat Kecemasan dan Self-Efficacy Persalinan pada Ibu Hamil Trimester III: Studi Kuasi-Eksperimental dengan Kelompok Kontrol Rahmi Mutia Ulfa; Dilla Kurnia
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 3 (2026): JKRI - Februari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan pada saat kehamilan merupakan masalah kesehatan mental yang umum terjadi dan bisa berdampak pada Ibu dan bayi. Self-efficacy pada persalinan berperan penting dalam kesiapan ibu menghadapi proses persalinan. Intervensi non-farmakologis seperti yoga prenatal berpotensi menurunkan kecemasan sekaligus meningkatkan self-efficacy. Menganalisis efektivitas yoga prenatal terhadap penurunan kecemasan dan peningkatan self-efficacy persalinan pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini menerapkan rancangan kuasi eksperimental dengan pretest–posttest dan kelompok kontrol. Sampel berjumlah 104 ibu hamil trimester III (28–34 minggu), yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=52) dan kontrol (n=52). Kelompok intervensi mengikuti yoga prenatal selama 8 minggu (2 kali/minggu, 60 menit/sesi), sedangkan kelompok kontrol menerima edukasi antenatal standar. Kecemasan diukur menggunakan HADS-A/STAI dan self-efficacy menggunakan CBSEI. Analisis data menggunakan uji t, chi-square, dan ANCOVA. Terdapat penurunan signifikan tingkat kecemasan pada kelompok yoga dibandingkan kontrol (p<0,05) dengan ukuran efek besar (d=0,95). Self-efficacy persalinan meningkat signifikan pada kelompok intervensi (p<0,05; d=1,07). Perubahan yang terjadi juga memenuhi kriteria signifikansi klinis. Yoga prenatal efektif dalam menurunkan kecemasan dan meningkatkan self-efficacy persalinan pada ibu hamil trimester III. Intervensi ini dapat diintegrasikan dalam pelayanan antenatal sebagai pendekatan promotif kesehatan mental maternal
Seorang Laki-laki dengan Massa Intrakardiak : Dilema Penegakan Diagnosis di Rumah Sakit Perifer Elya Sabrina Hanin; Regita Putri Ardhana
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 3 (2026): JKRI - Februari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Massa intrakardiak merupakan kondisi klinis yang jarang namun berpotensi menimbulkan gangguan hemodinamik berat serta komplikasi kardiovaskular serius. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik klinis, temuan diagnostik, serta pendekatan penatalaksanaan pada pasien dengan massa intrakardiak di atrium kanan. Studi ini menggunakan desain laporan kasus deskriptif dengan pendekatan klinis komprehensif melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang multimodalitas. Seorang pasien laki-laki berusia 68 tahun datang dengan keluhan sesak napas progresif, mudah lelah, serta edema pada ekstremitas atas dan wajah. Pemeriksaan fisik menunjukkan peningkatan tekanan vena jugularis dan hepatomegali yang mengarah pada kongesti vena sistemik. Pemeriksaan ekokardiografi mengidentifikasi massa berukuran besar pada atrium kanan disertai dilatasi atrium, regurgitasi mitral berat, disfungsi ventrikel kanan, dan efusi pleura. Penatalaksanaan awal difokuskan pada stabilisasi hemodinamik dan terapi gagal jantung, disertai evaluasi lanjutan untuk menentukan etiologi dan rencana terapi definitif. Temuan ini menunjukkan bahwa massa intrakardiak atrium kanan dapat menyebabkan gagal jantung kanan melalui obstruksi aliran vena sistemik dan gangguan fungsi jantung. Diagnosis memerlukan pendekatan multimodal yang sistematis, sedangkan tata laksana harus berfokus pada stabilisasi klinis serta evaluasi etiologi untuk menentukan intervensi definitif.
Hubungan Self Efficacy Dengan Kepatuhan Diet Penderita Diabetes Melitus Tipe II Di RSUD Dr. Rasidin Padang 2025 Taufiq Anugrah
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 3 (2026): JKRI - Februari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Salah satu cara untuk mengelola penyakit ini adalah dengan mematuhi pola makan yang sesuai anjuran. Namun, kepatuhan terhadap diet sering dipengaruhi oleh keyakinan diri disebut dengan self efficacy, yaitu kemampuan individu dalam mengelola penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan self efficacy dengan kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus tipe II di RSUD Dr. Rasidin Padang tahun 2025. Jenis penelitian kuantitatif pendekatan analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2024. Pengumpulan data tanggal 26 Agustus s/d 30 Agustus 2024. Populasi penelitian ini adalah seluruh penderita diabetes melitus tipe 2 di RSUD dr. Rasidin Padang Tahun 2024 berjumlah 1557 orang dengan sampel 43 orang. Teknik pengambilan sampel accidental sampling. Penelitian menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian dari 43 responden hampir dari separoh (48,8%) pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki tidak patuh melaksanakan diet diebetes melitus. Lebih dari separoh (53,5%) pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki self efficacy kurang baik. Ada hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan kepatuhan diet penderita diabetes melitus tipe 2 di RSUD Dr. Rasidin Padang 2025 (p value=0,000). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan self efficacy dengan kepatuhan diet penderita diabetes melitus tipe 2. Saran kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan self efficacy pasien melalui edukasi dan dukungan, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan diet dan mencegah komplikasi diabetes melitus
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC) pada Ny. “A” Usia 28 Tahun dari Masa Kehamilan Trimester III hingga Masa Nifas dan Keluarga Berencana di PMB YR, Sidoarjo Sutra Dyka Trismana; Hesty Widowati
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 4 (2026): JKRI - Maret 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (CoC) merupakan model pelayanan kebidanan yang diberikan secara berkesinambungan sejak masa kehamilan, persalinan, nifas, perawatan bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan serta mendeteksi dini komplikasi pada ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. “A” usia 28 tahun di PMB YR, Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif observasional pada satu ibu hamil dengan kehamilan fisiologis yang didampingi sejak usia kehamilan 38 minggu hingga pelayanan keluarga berencana. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, observasi, serta telaah rekam medis dan buku KIA, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan temuan dengan teori dan standar praktik kebidanan. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung normal tanpa komplikasi. Persalinan terjadi secara spontan pervaginam dengan kondisi ibu dan bayi baik. Bayi lahir dengan berat badan 3200 gram, skor APGAR 8–9, serta dilakukan Inisiasi Menyusu Dini. Masa nifas berlangsung fisiologis dengan involusi uterus normal dan produksi ASI lancar. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih kontrasepsi suntik 3 bulan yang aman bagi ibu menyusui. Dapat disimpulkan bahwa penerapan Asuhan Kebidanan Continuity of Care berjalan baik dan mampu mendukung kehamilan, persalinan, nifas, dan adaptasi neonatus secara optimal tanpa komplikasi.
Efektivitas Ekstrak Etanol Bawang Putih (Allium Sativum L.) Sebagai Larvasida Alami Pada Larva Aedes Aegypti Yolanda Oktavianingsih; Sari Rahmayanti; Firman Saputra
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 5 (2026): JKRI - April 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular karena infeksi virus dengue (DENV). Nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi virus dengue berperan sebagai vektor perantara. Penggunaan larvasida merupakan salah satu upaya pencegahan penyakit ini. Larvasida alami diharapkan dapat mengurangi dampak negatif larvasida sintetik. Bawang putih mengandung senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan organosulfur yang berpotensi sebagai larvasida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum L.) sebagai larvasida alami pada larva Aedes aegypti. Hewan uji yang digunakan adalah larva Aedes aegypti instar III. Kelompok uji berupa ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum L.) dengan 5 dosis, yaitu 375 ppm, 500 ppm, 625 ppm, 750 ppm dan 1000 ppm, serta kontrol negatif berupa aquades 100 ml dan kontrol positif berupa temephos 0,02 ppm. Pengujian ini diulang sebanyak 3 kali dalam satu waktu selama 24 jam. Ekstrak etanol bawang putih mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan organosulfur. Persentase mortalitas larva yang dihasilkan oleh ekstrak etanol bawang putih dosis 375 ppm, 500 ppm, 625 ppm, 750 ppm dan 1000 ppm secara berturut-turut adalah 14,67%, 22,67%, 37,33%, 53,33% dan 70,67%, sedangkan pada kontrol negatif dan positif masing-masing adalah 0% dan 100%. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata mortalitas yang signifikan antar kelompok uji (Sig.= 0,003). Nilai LC50 adalah 785,391 ppm (LC50>750 ppm) yang artinya aktivitas larvasida tergolong tidak aktif, sedangkan LC90 adalah 1452,280 ppm. Ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum L.) memiliki aktivitas larvasida, tetapi dosis yang diuji belum efektif sebagai larvasida alami pada larva Aedes aegypti apabila dibandingkan dengan kontrol positif
Hubungan Antara Kepatuhan Menjalani Kemoterapi Dan Tingkat Nyeri Terhadap Kualitas Hidup Pasien Kanker Rumah Sakit Umum Dr (H.C) Ir. Soekarno Tahun 2024 Yulianda Sari
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 5 (2026): JKRI - April 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker juga dikenal sebagai tumor ganas, dimana terdapat sel dan jaringan abnormal yang menyebar ke seluruh tubuh dengan menyerang dan merusak fungsi jaringan di sekitarnya. Hal ini memiliki dampak negatif misalnya menurunannya kualitas hidup pasien akibat nyeri saat menjalani kemotrapi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan Kepatuhan menjalani kemotrapi dan tingkat nyeri terhadap kualitas hidup pasien kanker di Rumah Sakit Umum Daerah Dr (H.C) Ir. Soekarno 2024. Metode Penelitian ini menggunakan chi-square untuk menentukan sampelnya, rumus Slovin merupakan rumus yang akan diperhitungkan pada jumlah sampel 83 responden dengan menggunakan metode chi-square. Hasil penelitian didapat hubungan antara yang melaksanakan kemoterapi dengan kepatuhan 26 orang (47,3%) sedangkan yang tidak melaksanakan kepatuhan kemoterapi 24 orang (85,7%) dengan nyeri 26 orang (49,0%) sedangkan yang tidak mengalami nyeri 5 orang (15,6%). Maka, kesimpulan dari penelitian ini adalah Terdapat hubungan antara kepatuhan kemoterapi dan tingkat nyeri terhadap kualitas hidup pada Pasien Kanker di RSUD Dr (H.C.) Ir. Soekarno tahun 2024. Penelitian ini bermanfaat agar pelayanan kesehatan khusunya perawat mengetahui dasar dari Hubungan Tingkat Kepatuhan Pasien Kemoterapi Dan Tingkat Nyeri pada Kualitas Hidup Pasien Kanker

Page 12 of 12 | Total Record : 119