cover
Contact Name
Syaiful Bahri
Contact Email
syaifulpb11@gmail.com
Phone
+6281263823278
Journal Mail Official
jurnalintekom@gmail.com
Editorial Address
Dusun Suka Mulia Desa Karang Rejo, Stabat-Langkat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia
ISSN : 30314542     EISSN : 30314291     DOI : https://doi.org/10.60076/jkri
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia: JKRI menghadirkan pandangan holistik terhadap berbagai bidang ilmu kesehatan di Republik Indonesia, mencerminkan keragaman dan kemajuan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan fokus dan scope yang merangkum semua aspek ilmu kesehatan, jurnal ini menjadi wahana bagi para peneliti, praktisi, dan pengambil kebijakan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan di Indonesia. Isinya melibatkan artikel penelitian terkini, ulasan literatur, dan kontribusi ilmiah lainnya yang mencakup bidang seperti epidemiologi, kesehatan masyarakat, keperawatan, kedokteran, ilmu gizi, dan aspek kesehatan lainnya. Jurnal ini mendorong perspektif multidisiplin dan kolaborasi lintas sektor untuk merespon dinamika kompleks dalam arena kesehatan. Focus and Scope : Kesehatan masyarakat, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Manajemen Kesehatan, Pencegahan Penyakit, Perawatan Ibu Hamil dan Anak, Perilaku Kesehatan dan Sosial, Gizi (Nutrisi Klinis dan Gizi Masyarakat), Keamanan makanan, Ketahanan pangan, Kebersihan, Teknologi Pangan terkait Pencegahan dan Rehabilitasi Penyakit, Kesehatan lingkungan, Farmasi
Articles 105 Documents
Perbedaan Kadar Kolesterol Total Pada Kelompok Usia Dewasa Yang IMT Normal Dengan IMT Obesitas Di Desa Purwobinangun Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Ayu Hermalia Putri br. Sembiring; Syahlis Irwandi; Tezar Samekto Darungan; Sinta Veronica
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolesterol merupakan senyawa lemak yang diproduksi oleh hampir seluruh sel tubuh, di mana sekitar seperempat total kolesterol dihasilkan oleh hati. Peningkatan kadar kolesterol dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pertambahan usia, faktor genetik, pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, adanya penyakit tertentu (misalnya hipertensi, diabetes melitus, atau gangguan ginjal), serta obesitas. Secara global, prevalensi obesitas telah meningkat hampir tiga kali lipat sejak tahun 1975. Pada tahun 2021, obesitas diperkirakan berkontribusi terhadap sekitar 2,8 juta kematian akibat penyakit tidak menular (PTM), termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker, gangguan saraf, penyakit pernapasan kronis, dan gangguan pencernaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji perbedaan kadar kolesterol total pada orang dewasa dengan indeks massa tubuh (IMT) normal dan obesitas di Desa Purwobinangun, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Analisis perbedaan kadar kolesterol total antar kelompok dilakukan menggunakan uji-t independen. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan kadar kolesterol total antara orang dewasa dengan IMT normal dan obesitas, dengan nilai p = 0,003.
Hubungan Kebersihan Gigi Dan Mulut Dengan Pregnancy Gingivitis Yang Berkunjung Ke Puskesmas Alue Rambot Rahmi Putri; Nurdin; Ainun Mardiah; Herry Imran
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy gingivitis merupakan radang gusi yang dialami pada masa kehamilan yang disebabkan oleh kurangnya kesadaran menjaga kebersihan gigi dan mulut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang peneliti lakukan di Puskesmas Alue Rambot pada 10 orang ibu hamil, didapatkan hasil bahwa ibu hamil mengalami gingivitis kategori sedang dengan rata-rata 1,5 serta kebersihan gigi dan mulut berada di kategori buruk dengan rata-rata 3,2. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kebersihan gigi dan mulut dengan pregnancy gingivitis yang berkunjung ke Puskesmas Alue Rambot. Metode penelitian analitik dengan desain analisis cross sectional. Sampel berjumlah 30 orang ibu hamil yang berada di poli gigi dan poli KIA pada tanggal 3-27 Maret 2025. Menunjukkan bahwa kebersihan gigi dan mulut kategori baik masing-masing berada pada gingivitis kategori peradangan ringan, sedang, dan berat yaitu sebanyak 1 (33,3%). Kebersihan gigi dan mulut kategori sedang berada pada gingivitis kategori peradangan ringan sebanyak 1 (7,1%), peradangan sedang sebanyak 11 (78,6%), peradangan berat sebanyak 2 (14,3%). Kebersihan gigi dan mulut kategori buruk berada pada gingivitis kategori peradangan sedang sebanyak 4 (30,8%) dan kategori peradangan berat sebanyak 9 (69,2%). Dapat disimpulkan ada hubungan kebersihan gigi dan mulut dengan pregnancy gingivitis di Puskesmas Alue Rambot dengan nilai ρ = 0,015. Disarankan untuk kerjasama Poli KIA dengan Poli Gigi dalam menangani masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulutnya ke dokter gigi bersamaan pada saat pemeriksaan kehamilannya
Efektivitas Penyuluhan Dengan Metode Demonstrasi Dan Simulasi Dalam Meningkatkan Pengetahuan Menyikat Gigi Anak Usia 10–12 Tahun Di Kabupaten Aceh Tengah Ike Vitta Itawari; Herry Imran
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan utama pada anak usia sekolah dasar. Pengetahuan yang rendah mengenai teknik menyikat gigi yang benar berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian gigi berlubang dan gangguan kesehatan mulut lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan dengan metode demonstrasi dan simulasi dalam meningkatkan pengetahuan menyikat gigi pada anak usia 10–12 tahun di Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment dan rancangan pre-test post-test with control group design. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan menyikat gigi. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 60 orang, yang dibagi menjadi dua kelompok: 30 responden untuk metode demonstrasi dan 30 responden untuk metode simulasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan menyikat gigi anak. Berdasarkan hasil uji T-Test, diperoleh nilai (p = 0,014) untuk kelompok demonstrasi dan (p = 0,023) untuk kelompok simulasi. Karena nilai (p<0,05), maka terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik pada kedua kelompok. Namun, peningkatan yang lebih tinggi terjadi pada kelompok demonstrasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi lebih efektif dibandingkan metode simulasi dalam meningkatkan pengetahuan anak. Kedua metode penyuluhan, yaitu demonstrasi dan simulasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak mengenai cara menyikat gigi yang benar, namun metode demonstrasi lebih mudah dipahami oleh anak. Disarankan, menggunakan metode demonstrasi sebagai pendekatan utama dalam memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut kepada anak-anak, karena terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan menyikat gigi yang benar
Hubungan Tindakan Menyikat Gigi Dengan Status Kebersihan Gigi Dan Mulut Anak Tunanetra Di Slb Bukesra Kota Banda Aceh Rahmaniar; Arnela Nur; Nia Kurniawati; Ratna Wilis
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang peneliti lakukan pada 15 orang anak tunanetra di temukan bahwa ada 13 orang anak (87%) terdapat karies gigi dan ada 2 orang anak (13%) bebas karies gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tindakan menyikat gigi dengan status kebersihan gigi dan mulut anak Tunanetra di SLB Bukesra Kota Banda Aceh. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional melalui metode wawancara berupa tindakan menyikat gigi dan pemeriksaan OHI-S. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak tunanetra yang yang berada di SLB Bukesra Banda Aceh yang berjumlah 30 orang anak dan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Dan analisa data menggunakan uji statistic yaitu uji Chi-square dengan menggunakan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa tindakan berupa teknik menyikat gigi masih dalam kriteria kurang baik dengan status kebersihan gigi dan mulut pada kategori buruk yaitu sebanyak 9 orang (30%) dengan nilai p=0,05, tindakan berupa frekuensi menyikat gigi masih dalam kriteria kurang baik dengan status kebersihan gigi dan mulut pada kategori buruk yaitu sebanyak 13 orang (43%) dengan nilai p=0,03 dan tindakan berupa waktu menyikat gigi masih dalam kriteria kurang baik dengan status kebersihan gigi dan mulut pada kategori buruk yaitu sebanyak 14 orang (47%) dengan nilai p=0,03. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa hubungan tindakan menyikat gigi secara teknik, frekuensi dan waktu dengan status kebersihan gigi dan mulut anak tunanetra. Disarankan kepada anak tunantre agar lebih memperhatikan kebersihan gigi dan mulut, seperti menyikat gigi 2 kali sehari setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam.
Hubungan Karies Gigi Dengan Status Gizi Anak Pada Siswa SDN 008 Huta Raja Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal Dwi Ana Nita Sari Batubara; Sisca Mardelita
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum terjadi pada anak-anak, yang dapat menyebabkan gangguan makan akibat nyeri, serta berpotensi menurunkan asupan nutrisi dan memengaruhi status gizi anak. Status gizi yang buruk pada masa kanak-kanak dapat berdampak terhadap pertumbuhan, perkembangan, serta kualitas hidup secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karies gigi dengan status gizi pada siswa SDN 008 Huta Raja Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel sebanyak 36 orang anak yang menderita karies gigi di SDN 008 Huta Raja Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Pengumpulan data dilakukan pemeriksaan karies gigi, pengukuran tinggi badan dan berat badan. Pada hasil penelitian ini status karies gigi yang paling banyak pada kategori sangat tinggi sebanyak 10 anak (27,8%), status gizi yang paling banyak pada kategori kurus sebanyak 11 anak (30,6%) dan uji statistik chi square (p<0,05) menyatakan bahwa ada hubungan karies gigi dengan status gizi pada murid SDN 008 Huta Raja Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (p=0,021). Terdapat hubungan antara karies gigi dengan status gizi pada anak sekolah dasar. Konsumsi makanan yang tidak sehat dapat memperburuk kondisi karies dan mempercepat proses kerusakan gigi. Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus berupa pemantauan berkala terhadap kesehatan gigi anak, perbaikan pola makan, serta edukasi kepada orang tua dan pihak sekolah mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Disarankan kepada responden yang memiliki tingkat karies sedang hingga tinggi untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku positif terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.
Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan Gigi Terhadap Kepuasan Pasien Di Klinik Pratama Sehat Wahida Medan Siti Nurhalimah; Herry Imran
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterkaitan antara mutu pelayanan kesehatan gigi dengan tingkat kepuasan pasien di Klinik Pratama Sehat Wahida. Kajian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, di mana pengumpulan data dilakukan pada satu titik waktu tertentu. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang disebarkan kepada pasien yang telah menerima pelayanan kesehatan gigi di klinik tersebut. Sampel penelitian terdiri dari 30 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan kesehatan gigi dan kepuasan pasien, dengan nilai p-value sebesar 0,034 (p < 0,05). Mayoritas responden (70%) menyatakan tingkat kepuasan mereka berada pada kategori “Puas”. Namun, terdapat sebagian kecil responden (6,7%) yang menyatakan kurang puas, meskipun pelayanan yang diberikan telah sesuai standar. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas pelayanan kesehatan gigi memiliki korelasi signifikan terhadap kepuasan pasien. Dengan demikian, peningkatan kualitas pelayanan, baik dari aspek teknis maupun interpersonal, secara langsung berkontribusi pada peningkatan kepuasan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan yang telah dinilai baik oleh mayoritas pasien, khususnya terkait ketepatan waktu, keramahan petugas, fasilitas, serta sarana dan prasarana yang tersedia
Hubungan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Kepuasan Pasien Di Poli Gigi Puskesmas Suka Mulia Kabupaten Nagan Raya Tahun 2025 Roni Azmal; Linda Suryani; Nasri; Arnela Nur
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan merujuk pada serangkaian kegiatan yang diberikan secara langsung kepada individu maupun komunitas dengan tujuan menjaga serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan paliatif. Kepuasan pasien dapat dipahami sebagai suatu evaluasi perbandingan antara persepsi pasien terhadap layanan yang diterima dengan ekspektasi mereka sebelum memperoleh pelayanan tersebut. Berdasarkan investigasi awal yang dilakukan melalui wawancara dengan 10 pasien yang berkunjung ke Poli Gigi Puskesmas Suka Mulia, sebanyak 7 (70%) pasien menyatakan ketidakpuasan terhadap layanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Suka Mulia, Kabupaten Nagan Raya pada tahun 2025. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat analitik dengan desain cross-sectional, dan uji chi-square diterapkan pada periode 10 April – 17 Mei 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 33 responden. Proses penelitian melibatkan observasi langsung serta wawancara dengan pasien untuk memperoleh data terkait pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta kepuasan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut termasuk dalam kategori kurang baik pada 18 (54,5%) responden, sementara tingkat kepuasan pasien tergolong kurang puas pada 13 (39,4%) responden. Analisis lebih lanjut mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan kepuasan pasien di Poli Gigi Puskesmas Suka Mulia, Kabupaten Nagan Raya, dengan nilai ρ = 0,000 < α 0,05. Sebagai implikasi praktis, petugas Poli Gigi disarankan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta secara berkala melaksanakan survei kepuasan pasien sebagai upaya kontinu dalam peningkatan mutu layanan kesehatan.
Hubungan Pengetahuan Dengan Kebiasaan Menyikat Gigi Pada Siswa Kelas IV dan V SDN Lheu Blang Kabupaten Aceh Besar Fida Rahmani; Nasri; Ratna Willis; lntan Liana
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi masih menjadi masaiah kesehatan utama pada anak-anak di Indonesia. Berdasarkan data Puskesmas Darui Imarah, rata-rata indeks karies siswa SDN lheu Biang mencapai 4,8 (kategori tinggi), sementara target nasionai lndonesia bebas karies 2030 menetapkan DMF-T ≤ 1. Peneiitian ini diiakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kebiasaan menyikat gigi pada siswa keias IV dan V sebagai iangkah awai daiam upaya intervensi promotif di sekoiah dasar. Peneiitian ini menggunakan desain anaiitik koreiatif dengan pendekatan cross-sectionai. Popuiasi adaiah seiuruh siswa keias IV dan V SDN lheu Biang (58 siswa), dengan teknik totai sampiing. Data dianaiisis menggunakan uji Chi-Square. Ditemukan bahwa 51,7% siswa memiiiki pengetahuan kurang baik dan 51,7% juga memiiiki kebiasaan menyikat gigi yang kurang baik. Hasii uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kebiasaan menyikat gigi dengan niiai p = 0,001 (p < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kebiasaan menyikat gigi pada siswa. Pengetahuan yang rendah berkoreiasi dengan kebiasaan menyikat gigi yang buruk. Disarankan peningkatan edukasi kesehatan gigi di sekoiah, keteriibatan orang tua, serta pemeriksaan rutin oieh tenaga kesehatan
Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Usia Pra Sekolah Di TK Bunga Pala Kabupaten Aceh Besar Putri Rahmatul Yulia; Nurdin; Cut Ratna Keumala; Nasri
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data awal di TK Bunga Pala, Kabupaten Aceh Besar, menunjukkan bahwa dari 20 anak yang diperiksa, sebanyak 16 anak (80%) mengalami karies gigi dengan tingkat keparahan bervariasi, yaitu 6 anak (30%) mengalami karies ringan dengan 2 gigi berlubang, 5 anak (25%) mengalami karies sedang dengan 3–4 gigi berlubang, dan 5 anak (25%) mengalami karies berat dengan lebih dari 5 gigi berlubang, sedangkan hanya 4 anak (20%) yang tercatat memiliki gigi sehat. Meskipun pihak sekolah telah melakukan upaya pencegahan, kebiasaan di lingkungan rumah tetap menjadi faktor dominan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian karies, termasuk kebiasaan makan, kebiasaan menyikat gigi, dan pengetahuan orang tua. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Populasi penelitian meliputi 112 anak dan orang tua di TK Bunga Pala, dengan sampel 53 responden yang diperoleh melalui simple random sampling menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan konsumsi makanan (p = 0,006), kebiasaan menyikat gigi (p = 0,046), dan pengetahuan orang tua (p = 0,003) berhubungan signifikan dengan status karies anak. Dari ketiga faktor tersebut, pengetahuan orang tua merupakan determinan paling dominan. Kesimpulannya, peran orang tua sangat penting dalam pencegahan karies pada anak, sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan melalui penyuluhan, media edukasi, serta kerja sama dengan sekolah dan tenaga kesehatan dalam membentuk kebiasaan menjaga kebersihan gigi sejak dini.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dan Lingkar Pinggang Dengan Tekanan Darah Pada Pegawai FK UISU Tahun 2022 Cut Zuhrasavira Mifta; Sisca Devy
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 10 (2025): JKRI - September 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

melakukan aktivitas fisik, yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Berdasarkan Kemenkes, 2018 prevalensi obesitas pada tahun 2018 meningkat dibandingkan tahun 2013 sebesar 25,8%. Obesitas berkaitan erat dengan kadar lemak di area abdomen, yang menyebabkan peningkatan lingkar pingang. Seseorang yang mengalami obesitas memiliki risiko hipertensi yang tinggi. Mengetahui hubungan indeks massa tubuh dan lingkar pinggang dengan tekanan darah pada pegawai FK UISU Medan tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 66 sampel yang didapatkan dengan teknik total sampling. Didapatkan responden sebanyak 66 orang, sebanyak 41 orang (62,1%) laki- laki dan 25 orang (37,9%). Responden terbanyak berusia 36-45 tahun (dewasa akhir) 30 orang (45,5%). Kategori IMT terbanyak obesitas derajat 1 sebanyak 23 orang (34,8%). Kategori lingkar pinggang terbanyak berlebih sebanyak 47 orang (71,2%). Kategori tekanan darah terbanyak yaitu tidak normal (pre-hipertensi, hipertensi derajat 1 dan 2) total 36 orang. Terdapat hubungan antara IMT dengan tekanan darah p (0,013). Terdapat hubungan antara lingkar pinggang dengan tekanan darah p (0,023). Terdapat hubungan antara IMT dengan tekanan darah dan terdapat hubungan antara lingkar pinggang dengan tekanan darah.

Page 10 of 11 | Total Record : 105