cover
Contact Name
Syaiful Bahri
Contact Email
syaifulpb11@gmail.com
Phone
+6281263823278
Journal Mail Official
jurnalintekom@gmail.com
Editorial Address
Dusun Suka Mulia Desa Karang Rejo, Stabat-Langkat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia
ISSN : 30314542     EISSN : 30314291     DOI : https://doi.org/10.60076/jkri
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia: JKRI menghadirkan pandangan holistik terhadap berbagai bidang ilmu kesehatan di Republik Indonesia, mencerminkan keragaman dan kemajuan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan fokus dan scope yang merangkum semua aspek ilmu kesehatan, jurnal ini menjadi wahana bagi para peneliti, praktisi, dan pengambil kebijakan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan di Indonesia. Isinya melibatkan artikel penelitian terkini, ulasan literatur, dan kontribusi ilmiah lainnya yang mencakup bidang seperti epidemiologi, kesehatan masyarakat, keperawatan, kedokteran, ilmu gizi, dan aspek kesehatan lainnya. Jurnal ini mendorong perspektif multidisiplin dan kolaborasi lintas sektor untuk merespon dinamika kompleks dalam arena kesehatan. Focus and Scope : Kesehatan masyarakat, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Manajemen Kesehatan, Pencegahan Penyakit, Perawatan Ibu Hamil dan Anak, Perilaku Kesehatan dan Sosial, Gizi (Nutrisi Klinis dan Gizi Masyarakat), Keamanan makanan, Ketahanan pangan, Kebersihan, Teknologi Pangan terkait Pencegahan dan Rehabilitasi Penyakit, Kesehatan lingkungan, Farmasi
Articles 105 Documents
Pengaruh Pemasangan Balut Bidai Terhadap Skala Nyeri Pre Operasi Pada Pasien Fraktur Di RSUD Sleman Fadly Adi Wiguna; Muhaji
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 8 (2025): JKRI - Juli 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian kecelakaan memberikan pengaruh yang negatif kepada fisik maupun psikis seseorang bahkan dapat menyebabkan kecacatan yang berarti hingga kematian. Fraktur merupakan salah satu akibat dari terjadinya kecelakaan sehingga perlu dilakukan penanganan awal pada fraktur agar tidak berakibat fatal. Balut bidai merupakan sebuah tindakan yang digunakan dalam penanganan awal fraktur, balut bidai digunakan dalam membantu imobilisasi bagian tubuh yang fraktur agar tidak terjadi kerusakan jaringan yang berlebih sehingga dapat mengontrol nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemasangan balut bidai terhadap skala nyeri pre operasi pada pasien fraktur di RSUD Sleman. Berdasarkan hasil analisis statistik, didapatkan hasil bahwa tingkat nyeri pasien fraktur sebelum dilakukan balut bidai mayoritas tegolong dalam nyeri berat (58,3%), tingkat nyeri sesudah dilakukan balut bidai mayoritas ringan (72,2%), tingkat kualitas tindakan pembidaian mayoritas tergolong baik (69,4%). Hasil uji Wilcoxon untuk mengetahui adanya pengaruh antara pemasangan balut bidai terhadap skala nyeri pre operasi pada pasien fraktur didapatkan hasil 0,000 (p<0,05). Terdapat pengaruh yang signifikan antara pemasangan balut bidai terhadap skala nyeri pre operasi pada pasien fraktur di RSUD Sleman. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan variabel yang lebih spesifik menggunakan jenis balut bidai tertentu dan juga fraktur tertentu.
Pengaruh Penggunaan Kayu Siwak Terhadap Penurunan Indeks PIak Pada Pasien PTM (Penyakit Tidak MenuIar) Diposbindu Lk.I KeIurahan Kisaran Timur Kabupaten Asahan Sumatera Utara Dewi Fitri Rahayu; Niakurniawati
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Tidak MenuIar (PTM) merupakan masaIah kesehatan gIobaI yang prevaIensinya terus meningkat, termasuk di Indonesia. Pasien PTM yang mengikuti program di Posbindu adaIah usia produktif yaitu usia 15-59 tahun, mereka memiIiki risiko yang Iebih tinggi terhadap kompIikasi kesehatan, sehingga perIu perhatian terhadap aspek kesehatan Iain, termasuk kesehatan rongga muIut. Pasien PTM beIumpernah mendapatkan penyuIuhan tentang kesehatan gigi dan muIut. Kayu siwak merupakan saIah satu aIternatif untuk membersihkan gigi yang dapat menghiIangkan pIak. PeneIitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kayu siwak terhadap penurunan indeks pIak pada pasien PTM diPOSBINDU LK.1 KeIurahan Kisaran Timur Kabupaten Asahan Sumatera Utara. PeneIitian ini menggunakan metode pre-experiment dengan desain one group pre-test-posttest, diambiI menggunakan teknik totaI sampIing, dengan jumIah responden 30 orang. Intervensi berupa penggunaan kayu siwak sebagai aIat pembersih gigi, kemudian indeks pIak diukur sebeIum dan sesudah perIakuan. Mayoritas responden berusia 40–59 tahun (83,3%) dan berjenis keIamin perempuan (76,7%). SebeIum intervensi, sebagian besar responden memiIiki indeks pIak daIam kategori sedang dan buruk, dengan niIai rata-rata indeks pIak sebesar 1,81 (SD = 40,351). HasiI peneIitian menunjukkan penurunan signifikan niIai rata-rata indeks pIak seteIah penggunaan kayu siwak menjadi 0,28 (SD = 16,428). Uji Paired SampIe T-Test menunjukkan perbedaan signifikan antara indeks pIak sebeIum dan sesudah intervensi (mean difference = 1,52 ; t = 25,488; p = 0,000). Dapat disimpuIkan bahwa ada pengaruh penggunaan kayu siwak daIam menurunkan indeks pIak pada pasien PTM dengan niIai P vaIue = 0,001, disarankan pada pasien PTM untuk dapat memanfaatkan kayu siwak sebagai aIat aIternatif tradisionaI daIam menyikat gigi
Pengaruh Penyuluhan Menggunakan Storytelling Terhadap Perilaku Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Anak Kelas III Di SD Negeri 067690 Medan Santi Adelina Ketaren; Ainun Mardiah; Reca
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi isu penting pada anak usia sekolah. Berdasarkan data Puskesmas Medan Johor tahun 2024, penyakit karies gigi hingga pulpa termasuk dalam 10 besar penyakit terbanyak, dan menjadi kasus terbanyak di poli gigi setiap bulan. Di SD Negeri 067690, sekitar 80% siswa mengalami karies gigi. Dari 38 siswa kelas III, 35 anak tercatat pernah mengalami karies. Minimnya penyuluhan dan rendahnya pemahaman anak terhadap cara merawat gigi menjadi permasalahan utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan dengan metode storytelling terhadap perilaku kesehatan gigi dan mulut anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 38 siswa kelas III SD Negeri 067690 Medan yang dipilih dengan teknik total sampling. Data diperoleh melalui kuesioner pre-test dan post-test, dan dianalisis secara deskriptif serta bivariat. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada seluruh aspek: pengetahuan baik meningkat dari 2,6% menjadi 50%, sikap baik dari 7,9% menjadi 71,1%, dan tindakan baik dari 7,9% menjadi 89,5%. Secara keseluruhan, perilaku baik meningkat dari 0% menjadi 78,9%, dengan rata-rata skor perilaku meningkat dari 52,46 menjadi 80,35 (p = 0,001). Penyuluhan menggunakan metode storytelling terbukti sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, tindakan, serta perilaku kesehatan gigi dan mulut pada anak kelas III. Metode ini tidak hanya meningkatkan pemahaman kognitif anak, tetapi juga memengaruhi sikap dan implementasi perilaku positif dalam menjaga kesehatan gigi. sekolah menjadikan metode storytelling sebagai program edukasi kesehatan, guru dan tenaga pendidik diberi pelatihan agar dapat menerapkannya secara berkelanjutan. Orang tua juga dianjurkan untuk mendukung dengan melanjutkan edukasi di rumah menggunakan cerita bergambar agar membentuk kebiasaan hidup sehat yang konsisten
Hubungan Kehamilan Preeklamsia Dengan Persalinan Prematur Di UPTD Puskesmas Anjir Muara Tahun 2024 Noorjannah; Suhrawardi; Yuniarti; Zakiah
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan prematur adalah kelahiran yang terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Preeklampsia merupakan salah satu faktor risiko obstetri utama dalam kejadian persalinan prematur. Berdasarkan laporan Kesehatan Ibu dan Anak tahun 2024 di Puskesmas Anjir Muara terdapat 297 ibu bersalin, dengan jumlah persalinan premature 10 orang (0.03 %) dan yang mengalami preelamsia 21 orang (0.07%). Untuk menganalisis hubungan kehamilan preeklampsia dengan persalinan premature di UPTD Puskesmas Anjir Muara Tahun 2024. Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data yang digunakan adalah data sekunder. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling sebanyak 297 responden. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan nilai signifikansi 0,05. Ibu yang mengalami persalinan premature sebanyak 10 ibu (3,4%) dan ibu yang memiliki riwayat kehamilan preeklampsia sebanyak 21 ibu (7,1%). Hasil uji Chi Square menunjukkan ada hubungan antara kehamilan preeklampsia dengan persalinan premature dengan nilai p value 0,000 (p<0,05). Ada hubungan kehamilan preekalmpsia dengan persalinan premature di UPTD Puskemas Anjir Muara Tahun 2024. Diharapkan dengan adanya penelitian ini, ibu hamil dapat rutin melakukan pemeriksaan kehamilan (antenatal care/ANC) minimal sesuai jadwal yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan, untuk mendeteksi dini risiko preeklamsia dan komplikasi lainnya
Formulasi Dan Evaluasi Fisik Sediaan Tablet Allopurinol 100 Mg Menggunakan Pati Beras Merah (Oryza Nivara) Sebagai Bahan Pengikat Dengan Metode Granulasi Basah Siti Hujatul Hasanah; Agus Setiawan; Lucky Dita Agustiansyah; Dimas Danang Indriatmoko; Candra Junaedi
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras merah (Oryza nivara) umumnya hanya dikenal sebagai bahan pangan pokok. Padahal, beras ini mengandung komponen pati, yang terdiri atas amilosa dan amilopektin, dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pengikat dalam pembuatan tablet. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penggunaan pati dari beras merah terhadap karakteristik fisik tablet allopurinol yang dibuat menggunakan metode granulasi basah. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan empat variasi formula: satu formula menggunakan pengikat sintetis, sedangkan tiga lainnya memakai pati beras merah dengan konsentrasi berbeda. Formula 0 menggunakan PVP 8%, sementara Formula I, II, dan III masing-masing mengandung pati beras merah sebesar 8%, 12%, dan 16%. Evaluasi sifat fisik tablet menunjukkan bahwa penggunaan pati beras merah menghasilkan tablet dengan bobot dan ukuran yang seragam, kekerasan dalam rentang 4–8 kg, waktu hancur di bawah 15 menit, serta tingkat kerapuhan antara 0,5–1%. Analisis ANOVA menghasilkan nilai signifikansi p = 0,001, yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar formula. Temuan ini mengindikasikan bahwa variasi konsentrasi pati beras merah memberikan pengaruh terhadap karakteristik fisik tablet allopurinol.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Tentang Kebersihan Gigi Dan Mulut Dengan Gingivitis Pada Ibu Hamil Di Desa Simpang Lhee Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan Dian Affriyanti Zulyadi Putri; Cut Aja Nuraskin
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil sering kali terabaikan, padahal dapat berdampak langsung terhadap kesehatan ibu dan janin. Gingivitis merupakan salah satu gangguan umum yang dapat terjadi selama kehamilan akibat perubahan hormonal serta kurangnya kebersihan gigi dan mulut. Data awal dari Puskesmas Kuala Ba’u menunjukkan bahwa 67% ibu hamil mengalami gingivitis, namun hanya 30% yang memiliki pengetahuan tentang kebersihan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang kebersihan gigi dan mulut dengan gingivitis pada ibu hamil di Desa Simpang Lhee, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional. Sampel penelitian sebanyak 28 responden diperoleh melalui teknik accidental sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner pengetahuan dan sikap serta pemeriksaan klinis status gingivitis. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46,4% ibu hamil memiliki pengetahuan kurang baik dan 60,7% memiliki sikap kurang baik. Sebanyak 78,6% responden mengalami gingivitis ringan hingga sedang. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,003) dan sikap (p=0,001) dengan status gingivitis. Ibu hamil dengan pengetahuan dan sikap baik lebih banyak mengalami gingivitis ringan dibandingkan yang kurang baik. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap yang baik berkontribusi dalam menurunkan tingkat keparahan gingivitis pada ibu hamil. Disarankan agar edukasi kesehatan gigi dimasukkan dalam layanan antenatal dan diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor
Pengaruh Latihan High Intensity Interval Training Terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai Pemain Bola Voli Riwayat Chronic Ankle Instability Billy Rizky Ardiansyah; Siti Nadhir Ollin Norlinta; Noor Sadhono Kurniaji
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh latihan intensitas tinggi interval (High Intensity Interval Training/HIIT) terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai pada pemain bola voli dengan riwayat ketidakstabilan pergelangan kaki kronis (Chronic Ankle Instability/CAI). Masalah utama yang diidentifikasi adalah penurunan daya ledak otot tungkai pada atlet voli akibat cedera pergelangan kaki berulang, yang memengaruhi performa dan meningkatkan risiko cedera. Solusi yang diusulkan adalah penerapan program latihan HIIT yang terstruktur untuk memulihkan dan meningkatkan kekuatan serta kecepatan otot tungkai. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen pre-experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian adalah pemain voli Tim Voli PERVOKA yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu berusia 20-26 tahun, mampu berkomunikasi efektif, bersedia berpartisipasi, menyetujui informed consent, dan memiliki riwayat CAI tanpa cedera sprain ankle akut atau nyeri. Sebanyak 25 individu terindikasi CAI dari populasi 38 orang. Data daya ledak otot tungkai diukur menggunakan tes vertical jump sebelum dan sesudah intervensi HIIT selama 4 minggu, 3 kali seminggu. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada daya ledak otot tungkai setelah pemberian latihan HIIT. Temuan ini akan membuktikan efektivitas HIIT sebagai intervensi rehabilitasi untuk meningkatkan performa dan mengurangi risiko cedera pada atlet voli dengan CAI.
Hubungan Riwayat Konsumsi Alkohol Terhadap Kejadian Kanker Kolorektal Di RSUP H. Adam Malik Medan Pada Tahun 2020-2022 Sabrina Mutiara; Suryani Eka Mustika; Julahir Hodmatua Siregar; Irma Yanti Rangkuti
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, KKR merupakan jenis kanker ketiga terbanyak di dunia menurut data Global Burden of Cancer (GLOBOCAN) dan keempat tertinggi di Indonesia. Estimasi peningkatan jumlah kematian akibat penyakit ini lebih besar, sebesar 69% menjadi sekitar 1,6 juta kematian di seluruh dunia pada tahun 2040. Salah satu penyebab KKR disebabkan oleh konsumsi alkohol yang tinggi. Metabolit reaktif dalam alkohol, asetaldehida, memiliki sifat karsinogenik. Mengetahui hubungan antara riwayat konsumsi alkohol dengan kejadian KKR di RSUP H. Adam Malik Medan. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara pasien dan data sekunder diambil melalui rekam medis. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan data hasil pemeriksaan poli bedah digestif di RSUP H. Adam Malik Medan tahun 2020 – 2022 yang berjumlah 78 pasien (46 pasien KKR dan 32 pasien non KKR). Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 46 pasien yang didiagnosis KKR berdasarkan usia, jumlah tertinggi adalah usia 53-61 tahun (26,9%) dan jumlah tertinggi berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki (37,2%). Pada 33 pasien poli bedah digestif, sebanyak 21,7% mengonsumsi alkohol selama 15-17 tahun dan sebanyak 90,9% mengonsumsi alkohol golongan A. Terdapat hubungan antara riwayat konsumsi alkohol dengan kejadian KKR dengan nilai p = 0,010
Hubungan Jarak Dan Durasi Penggunaan Digital Device Dengan Keluhan Mata Lelah Pada Siswa SMK Negeri 1 Binjai Tasya Auditha Ritonga; Nurul Utami; Ichwan Alamsyah Lubis; Aspri Astria
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan mata merupakan salah satu gejala yang ditimbulkan akibat terlalu lamanya menonton layar komputer. Kemungkinan adanya gangguan kesehatan mata disebabkan oleh penggunaan perangkat digital yang intens. Penggunaan perangkat digital lebih dari 5 jam dan pengguna perangkat digital >30 cm mempengaruhi kelelahan mata. Untuk mengetahui hubungan antara jarak dan lama penggunaan perangkat digital dengan keluhan kelelahan mata pada siswa SMKN 1 Binjai. Metode : Riset analitik observasional dengan desain cross sectional. Penentuan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel 220 siswa SMKN 1 Binjai. Uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,033 (p ≤ 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara lama penggunaan perangkat digital dengan keluhan kelelahan mata. Nilai koefisien korelasi Spearman sebesar 0,206 mengindikasikan adanya korelasi positif dengan kekuatan lemah. Pada siswa SMKN 1 Binjai, hasil yang sama menunjukkan nilai p = 0,033 (p ≤ 0,05) dengan koefisien korelasi 0,144, yang juga mencerminkan korelasi positif namun sangat lemah. Dengan demikian, terdapat hubungan signifikan antara jarak maupun durasi penggunaan perangkat digital dengan keluhan kelelahan mata pada siswa SMKN 1 Binjai
Identifikasi Infeksi Penyakit Kulit Kepala Berdasarkan Pemeriksaan Laboratorium Pada Siswa Dan Siswi Di SDN 367 Pardamean Baru Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal Silvia Maulida; Cana Rifiza Rahmawani Saragih; Siska Anggreini Lubis; Nur Azizah
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kulit kepala sering diabaikan karena dianggap ringan. Pediculosis capitis merupakan infestasi ektoparasit pada rambut dan kulit kepala yang hingga kini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di berbagai belahan dunia, khususnya pada kelompok usia anak-anak. Tinea Capitis sering diabaikan karena tidak mengancam jiwa. Lebih sering terjadi pada anak sekolah terutama di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyakit kulit kepala pada siswa SDN 367 Pardamean Baru, Kabupaten Natal. Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ditentukan melalui metode random sampling dan melibatkan 29 siswa. Dari 29 sampel, terdapat 26 orang (89,6%) siswa positif menderita penyakit kulit kepala dan terdapat 3 orang (10,4%) siswa negatif menderita penyakit kulit kepala. Berdasarkan identifikasi, terdapat 23 siswa (79,3%) siswa positif menderita Pediculosis Capitis dan terdapat 6 siswa (20,7%) yang menderita Pediculosis Capitis negatif. Terdapat 3 siswa (10,3%) siswa positif mengalami Tinea Capitis dan terdapat 26 siswa (89,7%) siswa negatif mengalami Tinea Capitis

Page 9 of 11 | Total Record : 105