Jurnal Kesehatan Republik Indonesia
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia: JKRI menghadirkan pandangan holistik terhadap berbagai bidang ilmu kesehatan di Republik Indonesia, mencerminkan keragaman dan kemajuan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan fokus dan scope yang merangkum semua aspek ilmu kesehatan, jurnal ini menjadi wahana bagi para peneliti, praktisi, dan pengambil kebijakan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan di Indonesia. Isinya melibatkan artikel penelitian terkini, ulasan literatur, dan kontribusi ilmiah lainnya yang mencakup bidang seperti epidemiologi, kesehatan masyarakat, keperawatan, kedokteran, ilmu gizi, dan aspek kesehatan lainnya. Jurnal ini mendorong perspektif multidisiplin dan kolaborasi lintas sektor untuk merespon dinamika kompleks dalam arena kesehatan. Focus and Scope : Kesehatan masyarakat, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Manajemen Kesehatan, Pencegahan Penyakit, Perawatan Ibu Hamil dan Anak, Perilaku Kesehatan dan Sosial, Gizi (Nutrisi Klinis dan Gizi Masyarakat), Keamanan makanan, Ketahanan pangan, Kebersihan, Teknologi Pangan terkait Pencegahan dan Rehabilitasi Penyakit, Kesehatan lingkungan, Farmasi
Articles
105 Documents
Penerapan Terapi Reminiscence Pada Lansia Ny. M Dengan Gangguan Kecemasan Di Desa Puger Wetan Kabupaten Jember
Lia Agustin;
Dian Ratna Elmaghfuroh
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 8 (2025): JKRI - Juli 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Lansia rentan mengalami gangguan kecemasan akibat perubahan fisiologis, psikologis dan sosial selama proses penuaan. Salah satu intervensi non-farmakologis yang efektif untuk mengurangi kecemasan adalah terapi reminiscence yang melibatkan penggalian kembali pengalaman masa lalu yang bermakna. Studi ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada Ny. M, seorang lansia di Desa Puger Wetan dengan gangguan kecemasan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan instrumen Geriatric Anxiety Inventory (GAI). Intervensi diberikan selama enam sesi dengan durasi 30–60 menit setiap sesi. Hasil menunjukkan penurunan skor kecemasan dari 15 (kategori sedang) menjadi 6 (kategori ringan) setelah intervensi. Terapi reminiscence terbukti membantu klien mengenali dan menerima pengalaman hidupnya serta meningkatkan interaksi sosial dan penyesuaian emosional. Kesimpulannya, terapi reminiscence efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada lansia dan dapat direkomendasikan sebagai bagian dari intervensi keperawatan
Implementasi Terapi Inovasi Mirror Untuk Meningkatkan Mobilitas Fisik Pada Ny.F Dengan Riwayat CVA Infark Di Desa Karangbayat Kabupaten Jember
Angelina Tisha Putri Permadi;
Dian Ratna Elmaghfuroh
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 8 (2025): JKRI - Juli 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Proses penuaan pada lansia menyebabkan penurunan fungsi sistem saraf dan muskuloskeletal, yang berdampak pada mobilitas fisik lansia. Lansia dengan riwayat CVA infark sering mengalami kelemahan ekstremitas yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Upayabyang dapat dilakukan untuk mempertahankan kekuatan otot yaitu dengan terapi inovasi mirror, melalui umpan balik visual, dapat merangsang aktivitas motorik otak dan mendukung rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas terapi cermin dalam meningkatkan mobilitas fisik pada lansia pasca CVA infark. Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif pada Ny. F usia 62 tahun dengan kelemahan ekstremitas kanan post CVA infark. Intervensi terapi cermin dilakukan selama tujuh hari berturut-turut, dengan waktu 5-7 menit per sesi. Evaluasi kekuatan otot menggunakan Manual Muscle Testing (MMT), serta observasi kemampuan fungsional. Setelah tujuh hari terapi cermin, terjadi peningkatan kekuatan otot berdasarkan MMT ditunjukkan dengan peningkatan kekuatan otot: Ekstremitas kanan atas dari 3 ke 4, ektremitas kanan bawah dari 2 ke 3, sementara ekstremitas kiri tetap stabil di skor 5. Pasien mulai mampu melakukan latihan berjalan dengan alat bantu. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi cermin memberikan efek positif terhadap pemulihan motorik dan mobilitas fisik pada lansia post CVA Infark. Terapi inovasi mirror dapat digunakan sebagai alternatif non-farmakologis yang efektif dalam meningkatkan kekuatan otot dan mobilitas fisik pada lansia dengan riwayat CVA infark, terutama pada tahap rehabilitasi awal.
Penerapan Teknik Relaksasi Benson Untuk Menurunkan Nyeri Akut Pada Pasien Gastritis
Regita Chatalia;
Mad Zaini
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 8 (2025): JKRI - Juli 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gastritis adalah peradangan pada mukosa lambung yang sering menimbulkan nyeri epigastrik dan mengganggu aktivitas pasien. Teknik relaksasi Benson merupakan metode nonfarmakologis yang menggabungkan latihan pernapasan dan repetisi frasa untuk menurunkan tingkat nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknik relaksasi Benson dalam mengurangi nyeri akut pada pasien gastritis. Desain penelitian adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Intervensi dilakukan selama tiga hari pada satu pasien dengan evaluasi intensitas nyeri menggunakan Numerical Rating Scale (NRS). Hasil menunjukkan penurunan skala nyeri dari 6 menjadi 2 setelah intervensi. Teknik ini juga meningkatkan kenyamanan pasien dan kualitas tidur. Kesimpulan, teknik relaksasi Benson efektif sebagai alternatif intervensi nonfarmakologis dalam manajemen nyeri gastritis
Penerapan Kompres Hangat Untuk Mengatasi Nyeri Abdomen Pada Penderita Gastritis Dipuskesmas Nogosari
Habibatun Abawaini;
Mad Zaini
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 8 (2025): JKRI - Juli 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gastritis merupakan salah satu gangguan saluran pencernaan yang sering terjadi dan ditandai dengan nyeri abdomen akibat inflamasi mukosa lambung. Nyeri abdomen yang dialami pasien gastritis dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk mengurangi intensitas nyeri pada pasien gastritis adalah kompres hangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan kompres hangat dalam mengatasi nyeri abdomen pada pasien gastritis di Puskesmas Nogosari. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif mendalam pada Ny.S berusia 48 tahun dengan keluhan nyeri abdomen. Intervensi dilakukan dengan memberikan kompres hangat pada area abdomen selama 15 menit setiap hari selama tiga hari berturut-turut. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian menunjukkan penurunan skala nyeri dari 6 menjadi 5 pada hari pertama, 3 pada hari kedua, dan 2 pada hari ketiga. Penerapan kompres hangat terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri abdomen dan meningkatkan kenyamanan pasien. Intervensi ini dapat menjadi alternatif terapi nonfarmakologis yang mudah diterapkan oleh perawat maupun keluarga pasien.
Implementasi Terapi Komplementer Bekam Pada Pasien Tekanan Darah Tinggi di Rumah Bekam Al-Kaahil Jember
Sulhamdani Fadli Sutrisna;
Wahyudi Widada
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 8 (2025): JKRI - Juli 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang ditandai oleh peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg secara persisten yang berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang banyak digunakan adalah terapi komplementer bekam. Metode mengeluarkan darah kotor melalui sayatan kecil pada kulit setelah proses penghisapan dengan alat khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi terapi bekam pada pasien hipertensi di Rumah Bekam Al-Kaahil Jember. Desain penelitian menggunakan studi kasus deskriptif pada seorang pasien dengan hipertensi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi fisik, dokumentasi serta pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Terapi bekam dilakukan selama empat hari pada tujuh titik spesifik yaitu Al-Akhda’ain, Al-Kaahil, Al-Katifain, dan Al-Warik. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik dari 144 mmHg menjadi 130 mmHg setelah intervensi hari pertama kemudian stabil pada rata-rata 140 mmHg hingga hari keempat. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi bekam berpotensi menjadi intervensi komplementer yang efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan desain eksperimental disarankan untuk memperkuat bukti ilmiah.
Manajemen Hipovolemia pada Anak dengan Dengue Haemorhagic Fever (DHF) di Ruang Anak RSD Kalisat
Angel Christina Meiliawati;
Mohammad Ali Hamid
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 8 (2025): JKRI - Juli 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dengue Haemorhagic Fever (DHF) adalah penyakit endemik di Indonesia yang sering menyerang anak-anak dan berisiko menyebabkan hipovolemia akibat kebocoran plasma. Manajemen cairan yang tepat menjadi kunci dalam mencegah komplikasi serius. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada seorang anak dengan DHF dan tanda-tanda hipovolemia yang dirawat di Ruang Anak RSD Kalisat. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa pasien mengalami demam tinggi (40°C), mukosa bibir kering, turgor kulit menurun, hematokrit meningkat (54,2%), trombosit menurun (53.000/mm³) dan balance cairan negatif (-345 cc). Intervensi keperawatan berupa pemantauan tanda vital, pemberian cairan intravena dan edukasi peningkatan asupan oral menunjukkan perbaikan klinis pada hari ketiga. Manajemen hipovolemia melalui pemantauan ketat dan pemberian cairan sesuai protokol efektif dalam menstabilkan kondisi anak dengan DHF. Peran perawat sangat penting dalam deteksi dini dan intervensi tepat waktu.
Analisis Tingkat Pengetahuan Hukum Kedokteran & Kode Etik Kedokteran Indonesia Tentang Aborsi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Angkatan 2019 Tahun 2022
Kaisa Putri Baseja Ar;
Marzuki Samion
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 8 (2025): JKRI - Juli 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Aborsi merupakan isu kontroversial yang masih dianggap tabu di Indonesia, terutama karena dikaitkan dengan kehamilan tidak diinginkan. Terdapat dua pandangan terkait aborsi, yaitu pro-life (menolak aborsi) dan pro-choice (mendukung aborsi demi keselamatan ibu). Dalam praktiknya, peran tenaga medis sangat penting dan harus mematuhi hukum serta Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI). Riset ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana pemahaman mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara angkatan 2019 mengenai aspek hukum dan etika terkait aborsi. Studi ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan potong lintang (cross sectional), di mana data diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Hasil riset menunjukkan bahwa sebagian besar responden (55,7%) memiliki tingkat pengetahuan yang rendah, dengan kategori cukup (42,5%) dan baik (1,9%). Berdasarkan jenis kelamin dan usia, tingkat pengetahuan kurang juga mendominasi. Secara keseluruhan, sebagian besar mahasiswa menunjukkan pemahaman yang rendah mengenai hukum dan etika aborsi.
Penanganan Kecemasan Dengan Brief Cognitive Behavioral Therapy Pada Perempuan Yang Mengalami Psikosomatis
Cokorda Tesya Kirana
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 8 (2025): JKRI - Juli 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kecemasan yang berkepanjangan dapat memperburuk kondisi kesehatan fisik, terutama pada individu dengan penyakit kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Brief Cognitive Behavioral Therapy (B-CBT), dalam mengurangi kecemasan pada seorang perempuan dewasa berusia 50 tahun yang mengalami gejala psikosomatis. Penelitian ini merupakan studi kasus eksperimen subjek tunggal yang menggunakan pendekatan campuran. Aspek kuantitatif digunakan untuk melihat perubahan gejala kecemasan melalui skor pre-post intervensi, sedangkan pendekatan kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif dan pola pikir partisipan sebelum dan sesudah intervensi. Alat ukur yang digunakan adalah Beck Anxiety Inventory (BAI). Hasil menunjukkan penilaian kategori skor dari kecemasan tinggi menjadi kecemasan rendah, dengan nilai RCI = -2.68 dan signifikansi di bawah 0,05 yang berarti perubahan tersebut signifikan secara statistik adanya penurunan tingkat kecemasan. Selain itu, penelitian ini juga dapat menggambarkan perubahan pola pikir, perilaku lebih sehat, dan berkurangnya keluhan psikosomatis pada subjek.
Strategi Reduksi Waktu Tunggu Di Rawat Jalan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Dalam Upaya Meningkatkan Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat
Duma Sari Lubis
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 8 (2025): JKRI - Juli 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Waktu tunggu pelayanan rawat jalan yang melebihi standar menjadi salah satu penyebab utama rendahnya Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Policy paper ini bertujuan merumuskan strategi kebijakan yang efektif dan aplikatif untuk mereduksi waktu tunggu pasien rawat jalan. Dengan pendekatan Avoid–Shift–Improve (ASI), strategi diklasifikasikan menjadi tiga kelompok: menghindari antrean fisik, mengalihkan proses ke sistem digital, dan meningkatkan sistem yang ada. Dari delapan alternatif kebijakan yang dianalisis menggunakan metode Weighted Scoring, kebijakan prioritas yang dipilih adalah “Monitoring dan Evaluasi Pemanfaatan Aplikasi MIRAI”. Kebijakan ini dinilai mampu mempercepat proses pendaftaran, meningkatkan penggunaan layanan digital, dan memperkuat budaya pengambilan keputusan berbasis data. Implikasi jangka panjang dari implementasi kebijakan ini adalah peningkatan efisiensi pelayanan, penguatan reputasi rumah sakit, serta perbaikan berkelanjutan terhadap kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan
Efektivitas Rom Terhadap Bromage Score Pada Pasien Post Operasi Turp Dan URS Dengan Spinal Anestesi Di RS PKU Muhammadiyah Bantul
Zapri Al Farizi;
Astika Nur Rohmah;
Muhaji
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 8 (2025): JKRI - Juli 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Spinal anestesi merupakan salah satu teknik yang umum digunakan pada tindakan operasi ekstremitas bawah, seperti transurethral resection of the prostate dan ureterorenoscopy. Salah satu efek samping dari anestesi ini adalah blok motorik yang dapat memperlambat pemulihan fungsi ekstremitas bawah. Latihan range of motion merupakan intervensi nonfarmakologis yang dapat mempercepat pemulihan blok motorik melalui peningkatan aliran darah perifer dan stimulasi neuromuskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan range of motion terhadap skor pemulihan motorik berdasarkan Bromage Score pada pasien pascaoperasi di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Desain penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif komparatif dengan total 30 responden yang terbagi menjadi dua kelompok tindakan. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000, yang mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan. Sementara itu, hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p = 0,055), meskipun secara deskriptif kelompok ureterorenoscopy menunjukkan hasil lebih tinggi. Latihan range of motion terbukti efektif dalam mempercepat pemulihan motorik pasca anestesi spinal dan dapat diterapkan dalam praktik keperawatan.