cover
Contact Name
MURYAN AWALUDIN
Contact Email
muryanawaludin1@gmail.com
Phone
+628562616116
Journal Mail Official
muryanawaludin1@gmail.com
Editorial Address
Jl. Protokol Halim Perdanakusuma – Komplek Bandara Halim PK - Jakarta 13610 Telp. (021) 8093475 – 8009246 Fax. (021) 8009246
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL MITRA MANAJEMEN
ISSN : 19789297     EISSN : 27217191     DOI : https://doi.org/10.35968/jmm
Jurnal Mitra Manajemen adalah jurnal yang fokus pada semua program studi di universitas dirgantara marsekal suryadarma seperti Teknik Penerbangan, Teknik Aeronautika, Sistem Informasi, Manajemen Informatika, Teknik Elektro, Teknik Industri, Pengaturan Lalu Lintas Udara, Ekonomi, dan Hukum. Semua artikel harus mencakup validasi dari ide yang disajikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 208 Documents
PERAN ASSESMENT DALAM PROMOSI JABATAN KARYAWAN PADA PERUSAHAAN PT.SEMPANA PRATAMA Tri Erie Wardhani; Agus Harjito
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 11, No 2 (2020): JURNAL MITRA MANAJEMEN
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jmm.v11i2.482

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan membahas metode dalam promosi jabatan karyawan berbasis metode assesement, dalam penelitian ini juga membahas rangkaian penilaian kinerja dalam mendukung kegiatan assessment pada karyawan, Sumber daya terpenting suatu organisasi adalah sumber daya manusia, orang-orang yang memberikan tenaga, bakat, kreativitas dan usaha mereka kepada organisasi tanpa orang-orang yang cakap organisasi dan manajemen akan gagal mencapai tujuannya melalui pemanfaatan sumber daya manusia secara optimal, maka diharapkan akan dapat meningkatkan prestasi kerja pegawai maupun organisasi. Assessment suatu metode penulusuran bukti kata assessment, belakangan ini sudah semakin banyak dipergunakan. Pada dasarnya, assessment itu adalah suatu proses penulusuran bukti. Metode assessment, seperti juga yang bakukan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dapat menggunakan beberapa metode. Untuk membuktikan bahwa seseorang adalah kompeten pada profesi yang di assess, tidak harus selalu menggunakan metode yang sama, namun tergantung kepada kondisi kemampuan dan psychologisi dari “Asesi” atau orang yang akan di assess tersebut. Metode penulusuran bukti yang dimaksud, dapat melalui, forto folio, observasi , wawancara, hasil kerja,  dan juga melalui testing. Sehingga si asesi tidak harus bersusah payah untuk mengerahkan seluruh kemampuan fikirannya, hanya untuk  membuktikan yang bersangkutan kompeten. Assessment Mandiri Salah satu tahapan yang harus dilalui dalam proses assessment, adalah assessment mandiri atau self assessment. Dimana assessment mandiri adalah menilai kemampuan diri sendiri. Dengan melakukan penilaian diri sendiri dengan jujur, asesi akan mengetahui apakah dirinya mampu untuk melanjutkan assessment tersebut. Bahkan, baik asesinya maupun assessornya, sudah dapat melihat kemungkinan hasil assessment, kompeten atau tidaknya. Sehingga pada waktu assessment, asesi sudah mempersiapkan mentalnya, karena sudah mengetahui kemampuan dirinya berada dilevel komptensi yang mana  Dalam Dewa (2003:65) Kata Kunci: Assesment ; Promosi Jabatan; Karyawan; Perusahaan.
Pendataan Bandar Udara Berfungsi Sebagai Pendukung Peningkatan Layanan Dewi Dyah W
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 8, No 2 (2016): JURNAL MITRA MANAJEMEN
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jmm.v8i2.513

Abstract

ABSTRAKPengembangan, perbaikan, dan peningkatan layanan suatu bandara menjadi tanggung jawab pengelola bandara. Setiap tahun bandara mendapatkan keuntungan dari produk jasa yang dikelolanya. Produk jasa tersebut dilengkapi dengan layanan-layanan lain yang dapat mendungkung kelancaran operasional penerbangan.  Bandara memperoleh pendapatan yang berasal dari pungutan-pungutan para penggunanya yang disebut dengan pendapatan aeronautical dan non-aeronautikal. Fungsi dari pendapatan ini antara lain untuk menyiapkan dan memberikan layanan yang baik. Kepuasan dari pengguna bandara di antaranya karena ketersediaan fasilitas terminal yang lengkap, aman, dan nyaman. Untuk mendukung itu, pengelola bandara terus melakukan perbaikan, pengawasan rutin, dan meningkatkan layanannya, antara lain melalui perbaikan fasilitas (repair of public facilities), perbaikan gedung, pengadaan, dan pengawasan yang intensif (intensive control). Untuk menjamin atas layanan tersebut, didukung oleh pendapatan bandara (pendapatan aeronautical dan non-aeronautikal) yang dapat dilihat dari mutu layanan yang diberikan di suatu bandara.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT REPORT LAG DAN DAMPAKNYA TERHADAP ABNORMAL RETURN PADA PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE F. Firdaus, Venus; Muksin, Abdullah; Awaludin, Muryan
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Mitra Manajemen
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jmm.v15i1.1175

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menguji pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Komite Audit, Opini Auditor, dan Ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap Audit Report Lag dan dampaknya terhadap Abnormal Return perusahaan. Pengujian dilakukan melalui dua tahap analisis, pertama menguji pengaruh terhadap Audit Report Lag dan kedua pengaruh Audit Report Lag terhadap Abnormal Return. Populasi penelitian adalah seluruh perusahaan Sektor Energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Melalui metode Purposive Sampling, jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 20 perusahaan dengan periode penelitian 2020-2022. Data bersifat data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia dan diolah dengan Eviews 12. Berdasarkan pengujian tahap satu, diterima hasil bahwa Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Komite Audit, dan Opini Auditor tidak berpengaruh terhadap Audit Report Lag, sedangkan Ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP) menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap Audit Report Lag. Pada pengujian tahap dua, Audit Report Lag tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Abnormal Return. Berdasarkan koefisien determinasi, pada Model Persamaan 1 bernilai 22,86% dan pada Model Persamaan 2 bernilai 0.91% dan sisanya dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak diikutsertakan pada penelitian.  Kata Kunci: Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Komite Audit, Opini Auditor, Ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP), Audit Report Lag, dan Abnormal Return
PROBLEMATIKA PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI Jaingin Tambunan
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 6, No 1 (2014): JURNAL MITRA MANAJEMEN
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jmm.v6i1.545

Abstract

ABSTRACTState law is a picture of the kind of country that is considered by a nation and once aspired to be realizedin reality. Our country is a country that is based on the 1945 constitution. Judging from the 1945perspectif Human Right, constitutional rights of citizens and everyone in the work provided for in Article27 Paragraph (2) and Article 28 Paragraph (2). Conection with the protection ofhuman right in the work,especially against Indonesian Worker who work abroad are often used as the object of human trafficking.Indonesian labour is every Indonesian citizen qualified to work abroad for a certain period of time andreceive a reward. Each of the Indonesian labour come in destination country for work, shall report to theRepresentative of the Republic of Indonesia in the destination country. After delivery or placement ofIndonesian workers who work abroad is certainly a certain time will be returned to his residence in thecountry. The settings in the placement and protection of fereign workers in order to protect overseasworkers.Keyword: Problems of Indonesian Labor.
PUBLIC RELATIONS SEBAGAI UNSUR PEMBENTUK KEPRIBADIAN ORGANISASI Martono Kunarso
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 4, No 1 (2012): JURNAL MITRA MANAJEMEN
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jmm.v4i1.578

Abstract

AbstractNot many know that Public Relations is a very strategic approach toinfluencing the way of thinking or worldview of a society by using the concepts ofcommunication. By using techniques appropriate communication, the practice ofPublic Relations will be a very important force for an organization, and will be areflection of personality organization.Roger Haywood, a leading public relations practitioners from the UKmentioned, that there is indeed a successful organization or company relying on thestrength of the leader's personality, without utilizing the services of public relations,but along with the way the organization is becoming increasingly ineffective.Haywood further went on to say "Not many people naturally have a positivepersonality, which does not need to think too much about how to behave,, how dothese approaches or regulate their own behavior to achieve desired goals".
MENGUKUR KINERJA ORGANISASI DENGAN METODE BALANCED SCORECARD (STUDI KASUS PT MTI) Hari Bagus Mantik
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 11, No 2 (2020): JURNAL MITRA MANAJEMEN
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jmm.v11i2.473

Abstract

AbstrakMengukur kinerja suatu organisasi adalah bagian penting sekaligus sesuatu yang sering terabaikan. Fokus organisasi yang selalu terarah pada “profit” sering mengabaikan apa yang terjadi dibalik profit tersebut, dan bagaimana proses panjang menuju profit tersebut. Di satu sisi performance appraisal berupa uang atau kenaikan gaji menjadi boost performance bagi karyawan untuk meningkatkan performa tidak bisa dibuktikan sebagai dasar peningkatan kinerja. Hal ini juga menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang linier antara target kerja dengan kenaikan gaji. Banyak studi mengatakan, kinerja tidak selalu di nilai dengan angka (tangible), tetapi juga bisa dilihat dari sesuatu yang tidak dapat di raba (intangible), seperti knowledge worker (manusia), dan prosedur (keandalan sistem). Jurnal ini menengahkan sejauh mana organisasi mengukur suatu kinerja perusahaan dalam berbagai sudut pandang, baik dari sisi keuangan maupun non-keuangan. Kata kunci: Balance Scorecard, Kinerja perusahaan
PERAN AGEN TEREGULASI (REGULATED AGENT) DALAM MENDUKUNG KEAMANAN KARGO UDARA Dewi Dyah Widyastuti
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 12, No 2 (2021): JURNAL MITRA MANAJEMEN
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jmm.v12i2.748

Abstract

ABSTRAKKargo merupakan muatan yang memiliki potensi ancaman keamanan penerbangan, untuk itu Regulated Agent menjadi pintu pertama pemeriksaan sebelum muatan tersebut dimasukkan ke dalam pesawat udara. Regulated Agent adalah badan hukum Indonesia berupa agen kargo, freight fowarder atau bidang lainnya yang disertifikasi Direktorat Jenderal yang melakukan kegiatan bisnis dengan Badan Usaha Angkutan Udara atau Perusahaan Angkutan Udara Asing untuk melakukan pemeriksaan keamanan terhadap kargo dan pos yang ditangani atau yang diterima dari Pengirim. Secara umum Regulated Agent mempunyai tugas untuk memeriksa barang (kargo dan pos) dari pengirim sebelum dikirim ke badan usaha angkutan udara. Untuk menjalankan fungsinya Regulated Agent  harus membuat program keamanan untuk pengiriman kargo/pos yang sekurang-kurangnya memuat: personel, fasilitas dan peralatan untuk penanganan kargo dan pos, langkah-langkah keamanan kargo dan pos, dan peta daerah keamanan terbatas dan daerah terbatas. Keberhasilan dalam pengiriman kargo dan pos hal ini merupakan wujud dari tangung jawab Regulated Agent sebagai pintu utama sebelum kargo/pos tersebut masuk kedalam pesawat udara. Dengan keberhasilan dalam pemeriksaan kargo dan pos ini menunjukkan bahwa Regulated Agent memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung keamanan kargo udara pada khususnya dan keamanan penerbangan nasional pada umumnya. Tujuan penelitian ini yaitu pertama, membuktikan bahwa tugas dan tanggung jawab Agen Teregulasi menjaminkan barang yang dikirim dinyatakan aman atau tidak membahayakan. Kedua, untuk mengetahui peranan Agen Teregulasi sebagai pemeriksa kargo dan pos dalam mendukung kemananan kargo udara dan seligus keamanan penerbangan nasional. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode deskriptif yaitu memberikan gambaran mengenai tugas dan tanggung jawab Regulated Agent yang memiliki peran dalam mendukung keamanan kargo udara dan juga keamanan penerbangan nasional Kata kunci: kargo, keamanan, regulated agent
Pengelolaan Manajemen Risiko pada Industri Perbankan Lis Sintha
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 8, No 1 (2016): JURNAL MITRA MANAJEMEN
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jmm.v8i1.504

Abstract

AbstractThe banking industry is an industry that is laden with risks, especially as it involves themanagement of public money and screened in the form of investment. To minimize therisks faced, bank management should have sufficient expertise and competence, so that avariety of risks that could potentially arise can be anticipated from the beginning, and lookfor a better way of handling it. The types of risks presented by the economists are verydiverse but substantially similar to one another. Broadly speaking, the grouping of riskconducted by economists are almost the same description and its coverage. The biggerand modern bank, the more numerous and complex risks that it faces.Financial risks faced by the banking industry, can be broadly grouped into five (5) majorrisk, namely: (1) credit risk, (2) market risk, (3) liquidity risk, (4) operational risks, and (5 )risk capital. These risks are presented in the financial ratios, indicating that theperformance achieved by management in managing a bank.Bank Indonesia based on the Basel II classifies eight (8) types of risk are generallydivided into two (2) categories of risk, which can be measured (quantitative), namely creditrisk, market risk, liquidity risk, operational risk and risks are difficult to measure(qualitative) that legal risk, strategic risk, reputation risk and compliance risk.Keywords: Risk Management; Basel II; Banking
THE EFFECT OF AUDITORS' EXPERIENCE, WORKLOAD PRESSURE, AND GENDER ON AUDIT QUALITY Narti Eka Putri; Syifa Fauziah
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Mitra Manajemen
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jmm.v14i1.1032

Abstract

This study aims to analyze the relationships between Auditor's Experience, Workload Pressures, and Gender on Audit Quality. The method used is the survey method with the correlational approach. At the same time, the research data was obtained from instruments distributed to 110 auditors who worked at a public accounting firm in South Jakarta and listed on the Financial Service Authority. In addition, the statistical testing result in the first hypothesis showed that Auditors' Experience has a significant effect on Audit Quality, and the second hypothesis showed that Workload Pressure does not affect Audit Quality. In contrast, Gender does not have a significant effect on Audit Quality. The F-test showed that Auditors' Experience, Workload Pressure, and Gender simultaneously affect the Audit Quality Keywords:  Auditors’ Experience, Workload Pressure, Gender, Audit Quality, Public Accounting Firm.
DILEMA PELAKSANAAN DIVERSI PADA SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK Nurlely Darwis
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 7, No 2 (2015): JURNAL MITRA MANAJEMEN
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jmm.v7i2.536

Abstract

bstrak Menangani anak yang berhadapan dengan hukum, senantiasa harus memperhatikankondisi anak yang berbeda dari orang dewasa. Sifat dasar anak sebagai pribadi yangmasih labil, masa depan anak sebagai aset bangsa, dan kedudukan anak dimasyarakat yang masih membutuhkan perlindungan dapat dijadikan dasar untukmencari suatu solusi alternatif penempatan anak dalam kedudukan anak sebagai obyek hukum; Dalam kondisi kekosongan hukum dan masih adanya hambatanmengenai pelaksanaan proses diversi, tata cara, dan koordinasi, pelaksanaan diversitersebut, Mahkamah Agung RI mengeluarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Diversi Dalam Sistem Peradilan PidanaAnak (PERMA DIVERSI).