cover
Contact Name
Vania Snatika Putri
Contact Email
farmasindo@poltekindonusa.ac.id
Phone
+6282220441849
Journal Mail Official
farmasindo@poltekindonusa.ac.id
Editorial Address
Politeknik Indonusa Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Farmasindo: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25486667     EISSN : 27759032     DOI : 10.46808
Core Subject : Health, Science,
The journal includes various fields of pharmaceuticals sciences such as: Pharmacy, Pharmacokinetics, Community and Clinical Pharmacy, Medical, Alternative medicines, Synthetic Organic Chemistry, Organic Chemistry of Natural Material, Biochemistry, Chemical Analysis, Microbiology, Tissue Culture, Botany and Animals Related to Pharmaceutical Products, Midwifery, Health Analyst, Nutrition and Public Health, Pharmacology and Toxicology
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2022): Juni" : 10 Documents clear
PENENTUAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL FRAKSI N-HEKSAN, FRAKSI ETIL ASETAT DAN FRAKSI AIR DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L.) DITINJAU DARI LAMA WAKTU EKSTRAKSI Febriyanto Eko Syahputra; Anita Dwi Septiarini; Desy Ayu Irma Permatasari
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan alam telah lama dikenal baik sebagai obat, bahan makanan, bumbu, kosmetik, maupun sebagai bahan ramuan yang digunakan dalam upacara ritual keagamaan. Berdasarkan uraian tersebut, maka perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut mengenai pengujian kadar flavonoid ekstrak etanol daun ketepeng cina (Cassia alata L.), sehingga potensi tumbuhan ini sebagai bahan baku obat untuk pencegahan maupun pengobatan berbagai penyakit dapat lebih dikembangkan secara maksimal. Tujuan penelitian ini untuk menerangkan pengaruh perbedaan lamanya waktu ekstraksi terhadap kadar flavonoid dengan memanfaatkan daun ketepeng cina. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental yang terdiri dari tiga kelompok perlakuan pengekstraksian tumbuhan yaitu lama waktu ekstraksi 6, 8, dan 10 hari. Metode ekstraksi menggunakan maserasi dengan pelarut etanol 70% yang kemudian di fraksinasi menggunakan N-Heksan, Etil asetat dan Air. Kadar flavonoid diperoleh menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Rendemen hasil ekstraksi yang diperoleh pada lama waktu 6 , 8 dan 10 hari secara berturut-turut sebanyak 24,21; 28,00 dan 32,03 % dengan kadar flavonoid yang diperoleh dalam 100 g sample masing-masing yaitu, maserasi 6 hari dengan Fraksi NHeksan 0,53 mg, 8 mg, 0,9 mg, Etil asetat 30 mg, 31 mg, 30 mg, Air 9 mg, 8,4 mg, 9 mg, lalu maserasi 8 hari fraksi N-Heksan 9,2 mg, 3,1 mg, 9,7 mg, Etil asetat 75 mg, 74 mg, 75 mg, Air 22 mg, 23 mg, 23 mg, dan maserasi 10 hari fraksi N-Heksan 15 mg, 15 mg, 16 mg, Etil asetat 206 mg, 187 mg, 189, Air 95 mg, 97 mg, 96 mg.
GAMBARAN PENGETAHUAN PASIEN DALAM PRAKTIK PENGGUNAAN SEDIAAN OBAT MATA STERIL SECARA ASEPTIS DI RUMAH SAKIT MATA SOLO Nia Sari Indah Kurniawati; Retnowati Adinigsih
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sediaan obat mata adalah sediaan steril dalam bentuk larutan atau salep yang digunakan untuk pengobatan gangguan penyakit mata. Masalah gangguan penyakit mata dapat terjadi sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pengetahuan mengenai penggunaan obat mata oleh pasien. Penting bagi pasien untuk mengetahui cara penggunaan dan penyimpanan obat mata, karena kurangnya pengetahuan dalam penggunaan dan penyimpanan obat mata dengan benar dapat memperburuk penyakit mata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan pasien dalam praktik penggunaan sediaan obat mata steril secara aseptis di Rumah Sakit Mata Solo. Desain penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Data diperoleh dari pembagian kuesioner kepada pasien poliklinik mata di Rumah Sakit Mata Solo pada bulan Januari 2022. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 360 responden yang memenuhi kriteria inklusi, diantaranya responden yang bersedia mengisi lembar kuesioner, bisa menulis dan membaca, merupakan pasien poliklinik mata di Rumah Sakit Mata Solo dan berusia 17-65 tahun. Hasil penelitian mengenai tingkat pengetahuan responden dalam penggunaan sediaan obat mata steril secara aseptis tercatat16,11% responden berpengetahuan kurang, 21,39% berpengetahuan cukup, serta 62,50% responden berpengetahuan baik. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien Rumah Sakit Mata Solo mengenai praktik penggunaan sediaan obat mata steril secara aseptis termasuk kategori baik.
KESESUAIAN PROSES REKONSTITUSI ANTIBIOTIK INJEKSI DI BANGSAL ANAK RUMAH SAKIT UMUM (RSU) ASSALAM GEMOLONG SRAGEN Mustika Anggrahini; Truly Dian Anggraini
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses rekonstitusi adalah proses pencampuran medium pelarut kedalam masa serbuk kering hingga menghasilkan zat tersuspensi yang dilakukan secara aseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian proses rekonstitusi antibiotik injeksi serbuk kering di bangsal anak RSU Assalam Gemolong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan teknik sampling jenuh dengan pengumpulan data pengamatan secara langsung menggunakan checklist selama satu bulan. Hasil penelitian menunjukkan persentase kesesuaian proses rekonstitusi antibiotik injeksi berdasarkan SPO & Panduan Pencampuran Obat RSU Assalam Gemolong yaitu pada kesesuaian perhitungan dosis, pemilihan jenis pelarut dan penyimpanan setelah di rekonstitusi (100%), kesesuaian pada perhitungan volume pelarut (62,63%), kesesuaian pada pembuatan label obat (76,77%), kesesuaian pada pencampuran obat secara aseptis (58,58%), serta kesesuaian pada pembuangan semua bekas pencampuran obat (88,89%). Sedangkan berdasarkan Pediatric Injectable Drug 10th edition & Handbook on Injectable Drugs 17th edition diperoleh hasil penelitian yaitu kesesuaian pada perhitungan dosis (90,91%), kesesuaian pada pemilihan jenis pelarut dan pada penyimpanan setelah direkonstitusi (100%), serta kesesuaian pada perhitungan volume pelarut (58,59%). Maka persentase kesesuaian proses rekonstitusi antibiotik injeksi berdasarkan SPO & Panduan Pencampuran Obat RSU AssalamGemolong yaitu 83,84% dari 7 aspek pengamatan, Sedangkan berdasarkan Pediatric Injectable Drug 10th edition & Handbook on Injectable Drugs 17th edition yaitu 87,37% dari 4 aspek pengamatan.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN TENTANG TEKNIK ASEPTIC DISPENSING INSTALASI FARMASI RS UNS Selaras Nawangsari; Lusia Murtisiwi
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A Aseptic dispensing adalah teknik untuk melindungi sediaan farmasi dari kontaminan dan pirogen. Teknik tersebut meliputi tahapan persiapan, pencampuran, penyimpanan dan pembuangan. Ada hubungan antara tahapan dengan tersedia nya sumber daya manusia, peralatan, dan ruang, sehingga diperlukan teknik yang tepat dalam pencampuran formulasi parenteral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasian tentang teknik aseptic dispensing di Instalasi Farmasi RS UNS. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan di RS UNS dapat diketahui bahwa karakteristik tenaga teknis kefarmasian perempuan lebih banyak dibanding laki-laki yaitu 89,8%, pendidikan paling banyak Diploma 3 83,7%,dan lama bekerja paling banyak 5 tahun 73,5%. usia 31 sd 35 tahun sebanyak 19 orang dengan 8,7% Gambaran tingkat pengetahuan tenaga teknik kefarmasian teknik aseptic dispensing berpengetahuan baik sebanyak 95,9% dan pengetahuan cukup sebanyak 4,1. Kesimpulan penelitian adalah yang dilakukan terhadap 49 responden dapat disimpulkan bahwa Gambaran tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasian tentang teknik Aseptic Dispensing di unit rawat inap Instalasi Farmasi RS UNS tahun 2022 diperoleh sebanyak 47 responden (95,9%) berpengetahuan baik. Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas tenaga teknik kefarmasian menunjukan pengetahuan baik tetapi masih terdapat TTK yang memiliki pengetahuan cukup.
TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN PADA PENDERITA DIABETES MILLETUS DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD KOTA MADIUN Umi Nafisah; Linda Ayu Anggraini
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyebab kematian terbesar keempat dan salah satu penyakit kronik jika tidak diatasi dengan baik. Kepatuhan penggunaan obat pada penyakit kronis seperti diabetes melitus merupakan hal yang sangat penting dalam keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengobatan pasien diabetes mellitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Kota Madiun. Penelitian ini bersifat observasional menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 90 pasien dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purpose sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Morisky Medicaton Adherence Scale (MMAS-8). Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin diketahui bahwa responden perempuan sebanyak 55 pasien (61,1%), dengan usia 46 – 65 tahun sebanyak 77 responden (85,6%), dengan tingkat pendidikan terakhir sebagian besar adalah SMA (50%). Tingkat kepatuhan minum obat pada 90 pasien DM di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Kota Madiun dengan menggunakan MMAS 8 yang memenuhi kriteria patuh sebesar 65,6% sedangkan tidak patuh sebesar 34,4%.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN LIP CREAM DENGAN PEWARNA ALAMI DARI EKSTRAK DAUN JATI Yunita Dian Permata Sari; Iin Suhesti; Kiky Adhianna Sulistyawati
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leaf jati (Tectona grandis L.f.) has the pigment anthocyanin which product a red color. Anthocyanin pigments are a group of flavonoid pigments. The purpose of this study was to formulate and physically evaluate lip cream preparations with natural dyes from leaf jati extract (Tectona grandis L.f.). Anthocyanin extraction was carried out by maceration method using 96% ethanol as solvent. Lip cream was made into three formulas with different concentrations of extract leaf jati by 5%,10%,and 15%. The lip cream in each formula was subjected to physical tests including organoleptic test, homogeneity test, pH test, adhesion test, dispersion test, and hedonic test. The results of the organoleptic test of the three formulas have different colors it is pink to red because variation of leaf jati extract used. The results of the homogeneity test showed that the three formulas are homogeneous. The results of the pH test of the three formulas are 4, indicating that all formulas had met the lip pH requirements of 3.8-4.7. The results of the adhesion test are F1=2,42±0,04;F2=3.21±0,03; and F3=4.26±0,02, these results show that only F3 meets the requirements because it is more than 4 seconds. The results of the dispersion test are F1=5.35±0,02;F2=5,21±0,04;and F3=5,10±0,03, the result is qualified because the result is 5-7 cm. The result of the preference test that was most preferred based on color, aroma, moisture, and texture was formula 2. Based on the results of the One Way Anova and Kruskal Wallis tests, there were significant differences in adhesion and dispersion
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK MITRA SEHAT ANDA PURWANTORO Annora Rizky Amalia; Deny Balita Wulandari
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat apoteker melakukan praktik kefarmasian. Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan di apotek dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dan juga meningkatkan kepuasan pasien. Kepuasan pasien merupakan bagian penting dari pelayanan kefarmasian karena dapat digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Mitra Sehat Anda Purwantoro. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei deskriptif, yaitu metode penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden. Kuesioner terdiri dari 18 pertanyaan yang telah dinyatakan reliabel dan valid, mengukur tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi yaitu reliabilitas, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pada dimensi keandalan adalah 82% (sangat puas), daya tanggap 83,67% (sangat puas), jaminan 84,5% (sangat puas), empati 83,33% (sangat puas), dan berwujud 82,75% (sangat puas). Dengan rata-rata semua dimensi menunjukkan nilai sebesar 83,25%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Mitra Sehat Anda Purwantoro sangat puas.
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK GIRI HUSADA PURWANTORO Dewi Weni Sari; Sri Wulandari
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien akan menjadi tolak ukur untuk menilai pelayanan profesional dari kualitas pelayanan kefarmasian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Giri Husada Purwantoro Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri berdasarkan dimensi kualitas pelayanan yaitu bukti fisik, reliabilitas, daya tangkap, jaminan. dan empati. Metode penelitian yang digunakan adalah “survey deskriptif” dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 100 responden. Data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh dari hasil kuesioner responden. Data yang diperoleh dari kuesioner dihitung persentase rata-rata kepuasan dan dikategorikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan berdasarkan 5 dimensi kualitas pelayanan diperoleh hasilsebagai berikut, pada dimensi fisik kategori puas (78%), dimensi kehandalan berada pada kategori sangat puas (80,46%), dimensi daya tangkap adalah dalam kategori puas (78,73%), dimensi jaminan dalam kategori sangat puas (87%), dimensi empati dalam kategori puas (77,86%). Rata-rata dari kelima dimensi tersebut diperoleh persentase sebesar 80,41% dengan kategori sangat puas
KESESUAIAN PERESEPAN OBAT PASIEN KRONIS BPJS RAWAT JALAN POLIKLINIK JANTUNG TERHADAP FORMULARIUM NASIONAL DI RSU ASTRINI WONOGIRI Ariska Wigatiningtyas; Dwi Setyowati Utami
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resep yang diberikan kepada pasien di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) harus mengacu pada Formularium Nasional. Disparitas penulisan resep dengan Formularium Nasional akan berdampak pada mutu pelayanan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kefarmasian kepada pasien. Dari September sampai November 2021, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian obat peresepan pasien kronis di poliklinik jantung rawat jalan BPJS ke Formularium Nasional di RSU Astrini Wonogiri. Penelitian ini dilakukan sebagai survei deskriptif (noneksperimental). Cara pengambilan sampel dari suatu populasi dengan menggunakan sampling acak sistematik. Populasi penelitian ini termasuk 1567 pasien dengan total ukuran sampel 113 pasien dan 788 item obat dengan inklusi dan eksklusi kriteria. Menurut temuan penelitian, 742 item obat, atau 94,16% dari penulisan resep, berada sesuai Formularium Nasional, sedangkan 46 item obat atau 5,84% tidak. Kementerian Target kesehatan 100% belum tercapai. Semakin tinggi persentase resep yang sesuai dengan Formularium Nasional, semakin tinggi kualitas pelayanan yang diberikan oleh Instalasi Farmasi.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN BODY SCRUB KOMBINASI EKSTRAK UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) dan PATI BENGKOANG (Pachyrhizus erosus L.) DENGAN VARIASI ASAM STEARAT Vania Santika Putri; Risma Anggita Dewi
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat tradisional (OT) merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang memilikidigunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit. Salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakatnya adalah ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.). Ubi jalar ungu adalah jenis manisan kentang yang paling banyak mengandung pigmen dan senyawa flavonoid. Pigmen antosianin dan Senyawa flavonoid yang diekstrak dari ubi jalar ungu diduga dapat digunakan sebagai antioksidan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksperimental. Ekstrak ubi jalar ungu diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Formulasi lulur dari ungu manis Ekstrak kentang dibuat dengan variasi asam stearat dengan konsentrasi 10%, 12%, dan 14%.Evaluasi fisik sediaan lulur meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji uji waktupengeringan, uji dispersibilitas, uji adhesi dan uji hedonik. Hasil evaluasi fisik lulur pada ketiga formula yaitu pada F1, F2 dan F3 masing-masing, adalah uji organoleptik warna dan bau yang sama. Uji homogenitas dengan butiran kasar. Uji adhesi 1,37 ± 0,11; 1,48 ± 0,13 dan 1,55 ± 0,14. Uji daya sebar 3,59 ± 0,08; 3,40 ± 0,37 dan 3,50 ± 0,14. Uji waktu kering 18,37 ± 0,87; 16,02 ± 1,09 dan 15,25 ± 0,12. Tes hedonis diperoleh formula 2 yang dianggap paling baik dari ketiga kriteria penilaian oleh responden. Berdasarkan hasil SPPS dengan uji Kruskal-Wallis, dapat disimpulkan bahwa variasikonsentrasi pengemulsi asam stearat tidak berpengaruh nyata terhadap evaluasi fisik.

Page 1 of 1 | Total Record : 10