cover
Contact Name
Muhamad Sidik
Contact Email
kampusakademikjipm@gmail.com
Phone
+6289671418611
Journal Mail Official
kampusakademikjipm@gmail.com
Editorial Address
Jl.Pedurungan Kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA
ISSN : 30257964     EISSN : 30255465     DOI : https://doi.org/10.61722/jipm.v1i2.9
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin Ilmu diantaranya yaitu: Ilmu Sosial Humaniora, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Sistem Informasi, Ilmu Komunikasi, Agama, Teologi, Keperawatan, Kebidanan, Pengabdian, EBisnis, Komputer Akuntansi, Bahasa, Sastra, Seni, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. Ekonomi: Ekonomi Publik, Ekonomi Internasional, Perbankan dan Lembaga Keuangan Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Moneter, Ekonomi Keuangan. Manajemen bisnis dan perbankan: Manajemen keuangan dan kekayaan, Pemasaran, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Strategis, Operasi, Kewirausahaan, Etika Perbankan, Operasi dan Manajemen Perbankan. Akuntansi: Akuntansi Sektor Publik, Perpajakan, Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, Auditing, dan Sistem Informasi Akuntansi Jurnal ini terbit 1 tahun 6 kali (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, Desember)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 768 Documents
Literature Review of 5G NR Throughput and Latency for eMBB M.Ravi Setiawan P.C; Afrizal Yuhanef; Sri Yusnita; Yulindon Yulindon
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 5 (2026): Oktober
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i5.2843

Abstract

Enhanced Mobile Broadband (eMBB) adalah salah satu skenario utama dalam implementasi jaringan 5G New Radio (5G NR), yang dirancang untuk mendukung kebutuhan komunikasi data berkecepatan tinggi dan kapasitas besar. Layanan eMBB membutuhkan dua parameter utama untuk menjamin kualitas layanan, yaitu throughput yang tinggi dan latency yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi throughput dan latency pada jaringan 5G NR untuk layanan eMBB melalui studi literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur deskriptif-komparatif dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai referensi ilmiah yang relevan mengenai performansi jaringan 5G NR. Hasil studi menunjukkan bahwa throughput pada jaringan 5G NR dipengaruhi oleh bandwidth, modulasi, teknologi MIMO, dan kondisi kanal radio, sementara latency dipengaruhi oleh arsitektur jaringan, penjadwalan radio, serta kepadatan trafik. Penelitian ini juga menemukan bahwa implementasi 5G NR pada layanan eMBB dapat menyediakan peningkatan kinerja yang signifikan, meskipun faktor eksternal seperti interferensi dan kualitas sinyal dapat mempengaruhi performansi aktual. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan jaringan 5G untuk mendukung layanan eMBB yang lebih optimal.
Pengalaman Siswa dalam Mengatasi Stres Akademik melalui Pendekatan Spiritual di SMP An-Nida Muhammad Ilham Toriq Nur An Shori; Lutfi Syaifudin; Artful Adib Vio Al A’Raaf
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 5 (2026): Oktober
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i5.2995

Abstract

Stres akademik merupakan salah satu permasalahan psikologis yang sering dialami oleh siswa sekolah menengah pertama. Berbagai tuntutan akademik, seperti banyaknya tugas, ujian, target pencapaian prestasi, serta kesulitan dalam mengatur waktu belajar, sering kali menjadi penyebab munculnya tekanan pada siswa. Di lingkungan sekolah berbasis Islam, nilai-nilai spiritual dipandang sebagai salah satu sumber kekuatan yang dapat membantu siswa menghadapi tekanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa SMP An-Nida dalam mengatasi stres akademik melalui pendekatan spiritual. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai pengalaman siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap siswa yang pernah mengalami stres akademik dan aktif mengikuti kegiatan spiritual di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan akademik umumnya dipicu oleh tuntutan belajar, kesulitan memahami materi, dan kecemasan dalam menghadapi ujian. Untuk mengatasinya, siswa memanfaatkan berbagai aktivitas spiritual, seperti salat, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan berdzikir. Aktivitas tersebut dirasakan mampu memberikan ketenangan batin, membantu mengendalikan emosi, menumbuhkan sikap optimis, serta meningkatkan kemampuan siswa dalam menghadapi berbagai tantangan akademik. Selain itu, dukungan guru dan lingkungan sekolah yang religius turut memberikan kontribusi positif terhadap kondisi psikologis siswa. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai spiritual dalam lingkungan sekolah dapat menjadi strategi coping yang efektif dalam membantu siswa mengelola stres akademik sekaligus mendukung kesehatan mental dan pembentukan karakter.
Analisis Keabsahan Perjanjian Utang Piutang Berdasarkan Pasal 1338 KUHPerdata (Studi Putusan Nomor 29/Pdt.G/2024/PN.Pal) Aldi Marcelino; Harinanto Sugiono
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 5 (2026): Oktober
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i5.2997

Abstract

Perjanjian utang piutang merupakan salah satu bentuk hubungan hukum yang paling sering dijumpai dalam hukum perdata dan pelaksanaannya didasarkan pada asas kebebasan berkontrak sebagaimana diatur dalam Pasal 1338 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Meskipun perjanjian dapat dibuat secara lisan maupun tertulis, dalam praktiknya masih sering timbul sengketa akibat lemahnya pembuktian terhadap perjanjian yang tidak didukung oleh alat bukti yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan perjanjian utang piutang berdasarkan Pasal 1338 KUHPerdata serta mengkaji kekuatan pembuktian dan perlindungan hukum bagi para pihak melalui analisis Putusan Nomor 29/Pdt.G/2024/PN.Pal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif melalui penafsiran hukum dan penalaran yuridis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keabsahan suatu perjanjian utang piutang tidak hanya didasarkan pada ketentuan Pasal 1338 KUHPerdata mengenai kekuatan mengikat perjanjian, tetapi juga harus memenuhi syarat sah perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata. Dengan terpenuhinya syarat-syarat tersebut, perjanjian memiliki kekuatan mengikat sebagai undang-undang bagi para pihak. Namun demikian, perjanjian yang tidak didukung bukti tertulis menghadapi kendala dalam proses pembuktian di persidangan sehingga dapat memengaruhi kepastian hukum dan perlindungan hukum bagi kreditur maupun debitur. Analisis terhadap Putusan Nomor 29/Pdt.G/2024/PN.Pal menunjukkan bahwa hakim memberikan pertimbangan yang dominan terhadap alat bukti tertulis dan alat bukti sah lainnya dalam menentukan keberadaan hubungan hukum para pihak. Oleh karena itu, para pihak disarankan untuk menuangkan perjanjian utang piutang dalam bentuk tertulis guna meningkatkan kepastian hukum, mempermudah proses pembuktian, serta meminimalkan potensi sengketa di kemudian hari.
DIKOTOMI KEKUATAN PEMBUKTIAN LEGALISASI DAN WAARMERKING: FORMALITAS ADMINISTRATIF ATAU INSTRUMEN KEPASTIAN HUKUM? Nyoman Ayu Fitri Noviani; Ni Putu Rai Yuliartini; Rimah Afsari
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 5 (2026): Oktober
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i5.2998

Abstract

Legalization and waarmerking are notarial authorities concerning private deeds that are often perceived in practice as having the same legal consequences. This misconception has led to the assumption that any document legalized or registered by a notary automatically possesses the same evidentiary value as an authentic deed. This study aims to analyze the differences in the functions and legal consequences of legalization and waarmerking, as well as to examine both notarial acts from the perspective of the theory of legal certainty in order to determine whether they merely constitute administrative formalities or function as instruments of legal certainty. This research employs a normative legal research method using statutory and conceptual approaches. The legal materials were collected through library research, including legislation, legal literature, and relevant scholarly journals, and were analyzed using a descriptive qualitative method. The findings indicate that legalization provides stronger evidentiary value because the notary verifies the identity of the parties and authenticates their signatures, thereby providing preventive legal protection. In contrast, waarmerking does not involve verification of the parties' identities or signatures but only establishes certainty regarding the existence of a document on the date it is registered. Therefore, legalization serves as a substantive instrument of legal certainty, whereas waarmerking primarily functions as an administrative formality while still providing limited legal protection by establishing certainty of date and safeguarding the interests of third parties.
Evolusi Green Telecommunication Berbasis Artificial Intelligence pada Jaringan 4G menuju 5G: Tinjauan Literatur Andika Putra; Yulindon Yulindon
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 5 (2026): Oktober
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i5.3000

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi seluler dari generasi keempat (4G) menuju generasi kelima (5G) telah memicu lonjakan konsumsi energi pada infrastruktur jaringan, khususnya pada stasiun pemancar bumi (Base Station). Paradigma Green Telecommunication hadir sebagai solusi mutakhir untuk menekan emisi karbon dan biaya operasional operator telekomunikasi. Artikel ini menyajikan Tinjauan Literatur Sistematis (Systematic Literature Review - SLR) mengenai penerapan Artificial Intelligence (AI) untuk mengoptimalkan efisiensi energi dalam transisi arsitektur jaringan dari 4G ke 5G hingga tahun 2026. Melalui penyaringan ketat menggunakan metodologi PRISMA 2020, diperoleh 32 artikel utama yang dianalisis secara mendalam. Hasil tinjauan menunjukkan pergeseran fokus teknologi hemat daya dari pendekatan berbasis heuristik statis pada 4G menuju kontrol otonom dinamis berbasis Deep Reinforcement Learning (DRL) pada 5G. AI terbukti efektif dalam meminimalkan konsumsi energi melalui manajemen Advanced Sleep Modes (ASM) dan optimasi Massive MIMO beamforming. Namun, tantangan berupa overhead energi komputasi model AI dan trade-off terhadap Quality of Service (QoS) tetap menjadi hambatan utama yang memerlukan riset lebih lanjut. Kata Kunci: Green Telecommunication, Artificial Intelligence, Jaringan 4G/5G, Efisiensi Energi, Systematic Literature Review.
REKONSTRUKSI PEMIDANAAN TERHADAP ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM DITINJAU DARI KUHP BARU UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2023 Vina Mardhotillah; Sarman
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 5 (2026): Oktober
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i5.3002

Abstract

Anak yang berkonflik dengan hukum merupakan kelompok yang memerlukan perlindungan khusus karena kondisi psikologis, emosional, dan sosialnya masih berada dalam tahap perkembangan. Oleh karena itu, sistem pemidanaan terhadap anak tidak dapat disamakan dengan pelaku tindak pidana dewasa, melainkan harus mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak, keadilan restoratif, serta rehabilitasi. Lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Baru) membawa pembaharuan dalam sistem pemidanaan nasional, termasuk pengaturan mengenai pidana kerja sosial sebagai salah satu jenis pidana pokok. Di sisi lain, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) masih mengenal pelayanan masyarakat sebagai bagian dari pidana dengan syarat. Perbedaan pengaturan tersebut menimbulkan potensi disharmonisasi norma yang berpengaruh terhadap kepastian hukum dalam penerapan pemidanaan terhadap anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan pemidanaan anak yang berkonflik dengan hukum di Indonesia serta mengkaji bentuk pemidanaan yang mampu memberikan efek jera tanpa mengabaikan perlindungan hak dan masa depan anak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach) melalui analisis bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik UU SPPA maupun KUHP Baru sama-sama mengarah pada paradigma pemidanaan yang lebih humanis, rehabilitatif, dan restoratif. Namun, masih terdapat ketidaksinkronan pengaturan mengenai pidana kerja sosial yang berpotensi menimbulkan multitafsir dalam praktik peradilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pidana kerja sosial merupakan bentuk pemidanaan yang lebih efektif dibandingkan pidana penjara karena mampu menumbuhkan tanggung jawab sosial, memberikan efek jera yang bersifat edukatif, serta mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial anak. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi antara UU SPPA dan KUHP Baru agar tercipta kepastian hukum serta sistem pemidanaan anak yang lebih efektif, berkeadilan, dan berorientasi pada perlindungan hak anak.
PERANAN PEMERINTAH KABUPATEN KARAWANG DALAM IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 12 TAHUN 2019 TENTANG PENANGULANGAN BENCANA BANJIR ( Studi Kasus Di Desa Karangligar ) Jajang Jarkasih; Husein Manalu
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 5 (2026): Oktober
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i5.3003

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di Kabupaten Karawang, khususnya di Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat yang menjadi salah satu wilayah rawan banjir. Kondisi geografis serta faktor lingkungan seperti pendangkalan aliran sungai, kurang optimalnya pengelolaan daerah resapan air, dan meningkatnya risiko bencana menyebabkan masyarakat mengalami dampak sosial, ekonomi, serta kerugian materi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2019 dalam penanggulangan bencana banjir di Desa Karangligar serta mengetahui peranan Pemerintah Kabupaten Karawang dalam melaksanakan penyelenggaraan penanggulangan bencana banjir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis empiris dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan sosiologis, dan pendekatan kasus Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang melalui BPBD telah melaksanakan upaya penanggulangan bencana melalui tahapan prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana. Peran BPBD dilakukan melalui fungsi koordinasi, komando, dan pelaksana dalam mitigasi, evakuasi, pemberian bantuan, serta pemulihan pascabencana. Namun, implementasi Perda Nomor 12 Tahun 2019 masih belum berjalan secara optimal karena terdapat hambatan berupa kurang maksimalnya kegiatan mitigasi, keterbatasan sarana dan prasarana, serta belum optimalnya koordinasi dan partisipasi masyarakat dalam pengurangan risiko bencana.
PENILAIAN TINGKAT KERUSAKAN JALAN DENGAN METODE SURFACE DISTRESS INDEX (Studi Kasus: Jl. Ploso Kerep dan Wukirsari) Uray Ridho Ichsanul Rahman
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 5 (2026): Oktober
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i5.3004

Abstract

The Ploso evacuation route is frequent - Wukirsari still causes problems for local residents to this day. The road track is uphill and the road condition is damaged, so you have to be careful when crossing the path. One of the factors causing the damage to the road is due to the passing of heavily loaded vehicles such as sand trucks that also often pass through the evacuation route. As a result, the road body was damaged because it was not in accordance with its intended purpose and had caused a traffic accident when passing through the road. The SDI method is used to visually assess damage Based on the SDI method, in 2025 Jalan Ploso Kerep Utara is in a Slightly Damaged condition with a percentage of 41% and good condition with a percentage of 59%. The condition of the South Ploso Kerep Road is in good condition with a percentage of 59%, a light damaged condition of 36%, and a heavy damage of 5%. On North Wukirsari Road 100% good condition, then South Wukirsari is in good condition 92% and medium 8%.
Pemanfaatan Teknologi Digital Dalam Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar Hoirunnisa Siregar; Elia Salama; Shiren Saleha Daulay; Rustam Efendi Simatupang; Wenny Lestari; Rika Hasibuan; Nur Ipla Hasibuan; Nurhayati Siregar
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 5 (2026): Oktober
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i5.3006

Abstract

This study aims to analyze and describe the utilization of digital technology in the learning process at elementary schools and its contribution to improving learning effectiveness. The study employed a qualitative approach using field research with a socio-legal orientation. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, with the researcher serving as the main instrument in the data collection and analysis processes. The data were analyzed descriptively to identify meanings, patterns, and descriptions of digital technology implementation in learning activities. The findings indicate that the use of digital technology through educational applications, interactive videos, online learning platforms, multimedia, and game-based media can improve student engagement, motivation, flexibility, and learning experiences. Digital technology also supports the development of digital literacy, creativity, communication, collaboration, and critical thinking skills. However, its effectiveness is influenced by infrastructure availability, internet stability, teacher competence, and school readiness. Therefore, planned strategies, continuous teacher training, and adequate facilities are needed to ensure optimal and sustainable digital technology integration in elementary school learning.
Analisis Peran Pembelajaran IPS dalam Upaya Mengatasi Ketimpangan Sosial Masyarakat di Indonesia Mhd.Ardiansah Hrp; Fauzan Habibi; Jumintan Jumintan; Siti Sabilah; Yuli Ramadhani; Aliyah Putri; Siti Khodijah; Nurhayati Siregar
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 5 (2026): Oktober
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i5.3008

Abstract

Social inequality is an injustice in status and position felt by society. This article discusses a Literature Study Regarding the Role of Social Sciences (IPS) in Addressing Social Inequality in Indonesian Society. The purpose of this article was written to determine how the problem of inequality occurs in society and what solutions to overcome social inequality in Indonesia. The research method used is a library research method with a descriptive approach in explaining the Role of Social Sciences (IPS) in Addressing Social Inequality in Indonesia. The role of social sciences(IPS) is very important in fostering social awareness to overcome social inequality that occurs in society. The role of IPS not only emphasizes the discussion on understanding the material, but also examines various relevant social issues in the community. Therefore, social studies education must be designed in such a way that it can address relevant social issues and invite social levels in society to actively participate in a critical and reflective learning process in realizing positive social change in the community.