cover
Contact Name
Sumiyadi
Contact Email
sumiyadi@upi.edu
Phone
+6282394025377
Journal Mail Official
riksabahasa@upi.edu
Editorial Address
Gd. Sekolah Pascasarjana Lt. 6. Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat 40154, Indonesia.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Riksa Bahasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
ISSN : 24609978     EISSN : 26230909     DOI : -
Riksa Bahasa merupakan jurnal yang mempublikasikan kumpulan artikel hasil penelitian-penelitian dan telaah di bidang bahasa, sastra, tradisi lisan dan pembelajarannya. Jurnal ini dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia.
Articles 116 Documents
JENIS PERTANYAAN PENYIDIK DALAM PEMERIKSAAN PERKARA PIDANA ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM Andika Dutha Bachari; Agus Ristiana
Riksa Bahasa Vol 3, No 1 (2017): Riksa Bahasa Vol. 3 No.1 Maret 2017
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/rb.v3i1.11490

Abstract

Studi ini mengeksplorasi pola strategi polisi Indonesia ketika menyelidiki kasus kriminal anak. Ada beberapa studi yang menyelidiki kasus peradilan anak dengan membahas faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keputusan pengadilan. Namun, di Indonesia, jumlah kasus pemidanaan anak yang semakin meningkat belum banyak diteliti oleh para ahli, khususnya dari sisi linguistik. Penelitian ini memandag investigasi sebagai peristiwa yang terikat oleh faktor-faktor yang tidak terisolasi, namun dibatasi oleh aspek kontekstual dan sosial di ruang pemeriksaan. Investigasi seringkali tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Hal tersebut sesungguhnya mempengaruhi keabsahan proses peradilan pidana. Analisis data dilakukan dengan mengikuti konsep analisis pragmatik. Analisis tersebut diarahkan untuk mengungkap pola strategi percakapan polisi yang berpotensi menempatkan tersangka pada posisi yang tidak menguntungkan. Analisis dilakukan juga untuk menunjukkan investigasi, secara pragmatis, tidak berpihak pada kemampuan kognitif anak-anak. Temuan ini berkaitan dengan berbagai faktor yang mempengaruhi adanya ketidakadilan dalam proses peradilam di tingkat penyidikan.
PERKEMBANGAN MUTAKHIR PENDIDIKAN SASTRA INDONESIA DALAM SUDUT PANDANG KURIKULUM (Studi Lapangan di SMAN 1 Karawang Barat) Cut Nuraini
Riksa Bahasa Vol 4, No 2 (2018): Riksa Bahasa Vol. 4 No. 2 November 2018
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/rb.v4i2.16331

Abstract

Perkembangan kurikulum dalam ranah pendidikan kian waktu kian berkembang pesat. Kurikulum merupakan nyawa dalam keberlangsungan sebuah pendidikan. Di Indonesia sendiri, perkembangan kurikulum cukup signifikan dan semakin mengarah kepada tuntutan zaman yang pada saat ini kita berada pada zaman era revolusi 4.0 di mana masyarakat digiring menjadi masyarakat industri sehingga segala aspek kehidupan termasuk pendidikan khususnya sangat dituntut kesesuaian atau penyelarasan dengan era revolusi industri 4.0 yang bertitik berat pada teknologi dan informasi. Sehingga, kurikulum 2013 hendaknya diperhitungkan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan bidang-bidang tertentu; termasuk untuk bidang Bahasa dan Sastra Indonesia, baik dalam posisinya sebagai mata pelajaran wajib maupun peminatan. Kemutakhiran dalam bidang pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya Sastra sangatlah dituntut guna menyelaraskan dengan tuntutan perkembangan dan kemajuan zaman teknologi dan informasi. Dari hasil kajian lapangan, diperoleh data mengenai proporsional pembagian materi atau beban material antara bahasa dengan sastra yang selama ini tertuang dan diatur dalam kurikulum 2013 yang dilaksanakan di sekolah. Selain itu, penerapan pendekatan integral dalam pengajaran berbagai materi ajar di sekolah merupakan jalan keluar awal untuk mengakhiri kepincangan selama ini, serta didapat pula kemutakhiran yang telah diterapkan di sekolah-sekolah dalam kaitannya pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya Sastra Indonesia.
KEDIDAKTISAN DI DALAM GENRE FIKSI ANAK “FIKSI REALISTIK” (Film Pendek Berseri Nusa dan Rara) Cut Nuraini
Riksa Bahasa Vol 5, No 2 (2019): Riksa Bahasa Vol. 5 No. 2 November 2019
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/rb.v5i2.21751

Abstract

Sebuah cerita fiksi realistik mempunyai daya tarik tersendiri bagi pembaca. Anak dapat memperoleh dan belajar berbagai pengalaman dari orang lain tanpa harus mengalaminya sendiri yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk mengambil sikap dalam kehidupannya. Salah satu jenis isi dari cerita fiksi realistik ialah cerita keluarga di pihak lain, dimaksudkan sebagai cerita yang mengangkat hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari di tengah keluarga. Film Pendek berseri “Nusa dan Rara” merupakan salah satu jenis karya sastra bergenre Fiksi Realistik, di mana kedidaktisan tersebut tersaji dalam teknik-teknik pengungkapan setiap unsurnya dan prinsip-prinsip kedidaktisan pendidikan dan pengajaran dalam karya sastra secara logis dan sistematis.
Kesantunan Berbahasa dalam Dialog Interaktif Mata Najwa di Trans 7 Aulia Intan Dewi; Daroe Iswatiningsih; Ribut Wahyu Eriyanti
Riksa Bahasa Vol 7, No 2 (2021): Riksa Bahasa Vol. 7 No. 2 November 2021
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/rb.v7i2.40449

Abstract

Kesantunan berbahasa merupakan tahapan yang di pakai penutur dalam berkomunikasi agar penutur tidak merasa tertekan saat berbicara dengan lawan tutur sehingga dapat menciptakan situasi yang santun dan baik antara satu sama lain. Oleh karena itu tuturan harus sesuai dengan pemenuhan maksim-maksim, makna serta konteks dalam berbicara. Adapun tujuan penelitian ini memaparkan tentang, (1) mendeskripsikan bentuk kesantunan berbahasa dalam dialog interakif Mata Najwa di Trans 7, (2) mendeskripsikan makna kesantunan berbahasa dalam dialog interaktif Mata Najwa di Trans 7 dan (3) mendeskripsikan konteks kesantunan berbahasa dalam dialog interaktif Mata Najwa di Trans 7.Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dan metode penelitian kualitatif deskriptif, karena data yang diperoleh berupa deskripsi tentang bentuk, makna dan konteks. Sumber data diperoleh dari Youtube chanel Narasi Newsroom yang menayangkan ulang siaran Mata Najwa di Trans 7. Data dalam penelitian ini berupa tuturan-tuturan yang disampaikan pada setiap pembicaraan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan teknik catat.Hasil penelitian ini menunjukkan, bentuk kesantunan berbahasa dalam dialog interaktif Mata Najwa di Trans 7 terdiri dari enam maksim yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim kerendahan hati, maksim pujian, maksim kesepakatan dan maksim kesimpatian. Berikutnya untuk temuan makna dan konteks dalam penelitian ini ialah, makna kesantunan berbahasa dalam dialog interaktif Mata Najwa di Trans 7 terdiri dari makna memberikan apresiasi, memberikan dorongan, memberikan perhatian, dan pemilihan bahasa. Sedangkan konteks kesantunan berbahasa dalam dialog interaktif Mata Najwa di Trans 7 memfokuskan pada peristiwa tutur yang mendorong terjadinya tuturan.
NILAI KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT SUBANG LARANG Mamay Ayu Annisa
Riksa Bahasa Vol 1, No 1 (2015): Riksa Bahasa Vol. 1 No.1 Maret 2015
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/rb.v1i1.8704

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi bahwa tradisi lisan tak pernah kehilangan pesona untuk diteli. Tradisi lisan merupakan karya sastra yang memuat kearifan lokal. Salah satu tradisi lisan yang menarik untuk dikaji ialah cerita rakyat Subang Larang. Cerita rakyar Subang Larang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Subang Larang. Cerita rakyat Subang Larang umumnya memuat nilai-nilai yang baik. Nilai-nilai tersebut berupa nilai karakter. Kajian ini menganalisis nilai-nilai karakter yang terdapat dalam cerita rakyat Subang Larang dengan menganalisis isi cerita. Nilai-nilai karakter yang terdapat dalam cerita rakyat Subang Larang antara lain nilai kejujuran, semangat, dan kerja keras. Cerita Subang Larang dapat dijadikan teks pembelajaran untuk menanamkan nilai karakter bagi siswa. Kata kunci: Tradisi lisan; cerita rakyat; Subang Larang; nilai karakter.
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DAN PERLOKUSI PERCAKAPAN AA GYM DALAM ACARA “KICK ANDY” Hani Maryana
Riksa Bahasa Vol 1, No 2 (2015): Riksa Bahasa Vol. 1 No.2 November 2015
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/rb.v1i2.8761

Abstract

Tuturan Aa Gym, seorang pemuka agama dan wirausahawan yang sukses, memberikan pengaruh yang besar bagi pendengar. Walaupun tindakannya berpoligami membuat pamornya turun, namun tuturannya masih mengandung magnet yang dapat menarik emosi orang yang mendengarkannya. Aa Gym menuturkan pengalaman hidupnya dalam acara Kick Andy sehingga menarik untuk diteliti dari segi pragmatik: tidak tutur ilokusi dan perlokusi. Tujuan penelitian ini memaparkan klasifikasi tindak tutur dan akibat perlokusi yang terdapat dalam tuturan Aa Gym itu yang menarik, jenaka, sekaligus menguras emosi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis. Data diambil dari rekaman video yang berasal dari Youtube. Rekaman itu kemudian ditranskripsikan, lalu dianalisis tindak tuturnya. Hasil penleitian menunjukkan bahwa berdasarkan sistem klasifikasi umum Yule, terdapat tindak tutur ekspresif, deklaratif, representatif, dan komisif.Kata Kunci: ilokusi; perlokusi; ekspresif; deklaratif; representatif; komisif.
KETERBACAAN TEKS PADA BUKU MODEL BAHASA INDONESIA TEMATIK SD KELAS TINGGI KURIKULUM 2013 Rosita Rahma
Riksa Bahasa Vol 2, No 1 (2016): Riksa Bahasa Vol. 2 No.1 Maret 2016
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/rb.v2i1.8778

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya indikasi rendahnya keterbacaan teks buku model bahasa Indonesia Tematik SD Kurikulum 2013. Hal ini menimbulkan keluhan dari siswa terkait kesulitan memahami teks dan bahan bacaan pada buku ajar Bahasa Indonesia SD. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat keterbacaan teks pada buku model bahasa Indonesia tematik SD Kelas Tinggi Kurikulum 2013. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku model Bahasa Indonesia Tematik Kurikulum 2013 Kelas IV dan Kelas V Sekolah Dasar. Adapun buku yang dipilih untuk diukur tingkat keterbacaannya adalah buku tematik siswa. Melalui metode deskriptif, data-data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan grafik Fry dan Raygor sebagai alat uji keterbacaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jenjang SD Kelas IV hanya diperoleh 13% wacana yang sesuai dengan jenjang kognisi siswa. Adapun untuk jenjang SD Kelas V diperoleh 18,25% wacana yang sesuai dengan jenjang kognisi siswa.Kata kunci: keterbacaan; buku model; bahasa Indonesia; kurikulum 2013; sekolah dasar.
MEDIA KOMIK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) Randi Ramliyana
Riksa Bahasa Vol 2, No 2 (2016): Riksa Bahasa Vol. 2 No.2 November 2016
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/rb.v2i2.9568

Abstract

This study used a qualitative method with case study approach. The purpose of this study describes the use of comics media to increase vocabulary of participants in learning Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) at Trisakti University Language Center. One of the biggest problems faced in learning vocabulary BIPA is a lack of participants, especially first participants learn Indonesian. To improve the vocabulary of participants is to give something extraordinary and new in BIPA learning, especially among participants adolescence and early adulthood. The results showed that comics can be used efficiently to improve the mastery of vocabulary BIPA participants. Therefore, the use of comics into learning will have the same impact with the use of the method of learning the game in BIPA. It provides a pleasant atmosphere in the classroom. Comics are not just entertaining and engaging participants, but many benefits in learning BIPA. 
KAJIAN STRUKTUR, FUNGSI, DAN NILAI MORAL CERITA RAKYAT SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA Siti Hijiriah
Riksa Bahasa Vol 3, No 1 (2017): Riksa Bahasa Vol. 3 No.1 Maret 2017
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/rb.v3i1.11819

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur, fungsi, dan nilai moral yang terdapat dalam cerita rakyat di Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Sumber data penelitian ini adalah legenda Tapaktuan yang berasal dari Kecamatan Tapaktuan dan legenda Batu Becanang berasal dari Kecamatan Labuahanhaji Barat. Data diperoleh dari rekaman hasil wawancara terhadap informan yang dianggap betul-betul mengetahui cerita tersebut. Berdasarkan hasil analisis struktur, legenda Tapaktuan dan Batu Becanang menggunakan alur maju. Berkaitan dengan fungsi cerita, peneliti menemukan adanya empat jenis fungsi cerita yakni fungsi estetis, historis, pragmatis, dan etis. Adapun nilai moral yang ditemukan dalam kedua cerita legenda tersebut terbagi atas tiga nilai, yakni nilai moral individual, sosial, dan religi. Hasil analisis struktur, fungsi, dan nilai moral yang terkandung dalam kedua cerita rakyat di Kabupaten Aceh Selatan, yakni legenda Tapaktuan dan legenda Batu Becanang, dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra di sekolah.
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM TINDAK TUTUR EKSPRESIF MASYARAKAT TIMOR Siti Hajar; Heni Purniawati
Riksa Bahasa Vol 4, No 2 (2018): Riksa Bahasa Vol. 4 No. 2 November 2018
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/rb.v4i2.16381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesantunan berbahasa dalam Tindak Tutur Ekspresif Masyarakat Timor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik rekam catat. Sumber data penelitian diambil pada 1 Oktober sampai dengan 30 November 2018 di Pasar Kie Kecamatan Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa masyarakat yang beraktivitas di pasar Kie, Kecamatan Kie menggunakan tindak tutur ekspresif berterima kasih, memuji, menyalahkan, dan bela sungkawa. Tindak tutur ekspresif bahasa Dawan yang paling dominan digunakan adalah tindak tutur ekspresif berterima kasih. Sedangkan maksim kesantunan dalam berbahasa yang digunakan masyarakat terdiri atas maksim kebijaksanaan,maksim penerimaan, maksim kemurahan, maksim kesederhanaan, maksim kemufakatan, dan maksim kesimpatisan.

Page 7 of 12 | Total Record : 116