cover
Contact Name
Esa Septian
Contact Email
esaseptian28@gmail.com
Phone
+6289694426497
Journal Mail Official
esaseptian28@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Admistrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jl. Lettu Suyitno No. 2 Kalirejo, Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara)
Published by Universitas Bojonegoro
ISSN : 24599786     EISSN : 25493566     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmu Administrasi Negara is a journal that provides scientific information aimed at researchers, research institutions, government agencies, and stakeholders. Jurnal Ilmu Administrasi Negara publishes manuscripts that focus on research results on government policy innovation. Jurnal Ilmu Administrasi Negara is published and printed twice in each volume by Program Studi Admistrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bojonegoro.
Articles 188 Documents
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DESA SUGIHWARAS KECAMATAN PARENGAN KABUPATEN TUBAN TAHUN 2017 Muhammad Miftahul Huda
JIAN - Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 2 No. 1 (2018): JIAN - Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Desa bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana Desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk Ingin mengetahui tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa Sugihwaras kecamatan Parengan Kabupaten Tuban. Jenis penelitian bersifat kualitatif deskriptif. Penarikan sampel penelitian, yang terdiri dari warga dan aparatur desa dilakukan dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Setelah melalui proses penelitian, pengumpulan data dan analisis data, tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa Sugihwaras Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban cukup menonjol, jika dilihat dari prosentase realisasi jumlah swadaya masyarakat dalam pembangunan berjalan dengan baik. Meskipun partisipasi masyarakat sudah baik namun masih ada kekurangannya, terutama dalam hal penyusunan laporan pertanggungjawaban.
IMPLEMENTASI SISTEM KEUANGAN DESA (SISKEUDES) DI DESA SUMBERBENDO KECAMATAN BUBULAN KABUPATEN BOJONEGORO Cahyo Lukito
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 2 No. 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v2i1.71

Abstract

Keuangan desa yang didapatkan dari sumber pendapatan desa haruslah dikelola dengan baik demi tercapainya pembangunan desa. Melalui kebijakan dana desa, perekonomian dan kesejahteraan masyarakat diharapkan bisa meningkat. Alokasi anggaran yang disediakan pemerintah terus bertambah namun peningkatan alokasi dana desa ternyata malah diiringi peningkatan korupsi. Pelaksanaan penetapan prioritas penggunaan dana desa yang digunakan untuk pembangunan dan pengembangan masyarakat harus sesuai dengan aturan Standar Operasional Prosedur (SOP), apabila desa tidak mempunyai SOP yang baik tidak mungkin SOP ini dapat berjalan dengan baik tanpa adanya SDM yang memiliki kompetensi di bidang akuntansi dalam menjalankannya. Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Kemudian teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil dan pembahasan terkait implementasi Sistem Keuangan Desa di Desa Sumberbendo yaitu dilihat dari model Charles O Jones penelitian menunjukkan bahwa dari tiga indikator implementasi kebijakan Siskuedes dapat berjalan dengan baik, karena dalam pelaksanaan Siskuedes sampai saat ini Desa Sumberbendo sudah melaporkan keuangannya dengan aplikasi Siskudes. Hambatan dalam pelaksanaan Siskuedes ini adalah jaringan internet untuk desa yang belum terakses internet dan masih membutuhkan fasilitator atau pendamping dari tim Kecamatan Bubulan.
IMPLEMENTASI SISTEM KEUANGAN DESA (SISKEUDES) DI DESA SUMBERBENDO KECAMATAN BUBULAN KABUPATEN BOJONEGORO Cahyo Lukito
JIAN - Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 2 No. 1 (2018): JIAN - Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keuangan desa yang didapatkan dari sumber pendapatan desa haruslah dikelola dengan baik demi tercapainya pembangunan desa. Melalui kebijakan dana desa, perekonomian dan kesejahteraan masyarakat diharapkan bisa meningkat. Alokasi anggaran yang disediakan pemerintah terus bertambah namun peningkatan alokasi dana desa ternyata malah diiringi peningkatan korupsi. Pelaksanaan penetapan prioritas penggunaan dana desa yang digunakan untuk pembangunan dan pengembangan masyarakat harus sesuai dengan aturan Standar Operasional Prosedur (SOP), apabila desa tidak mempunyai SOP yang baik tidak mungkin SOP ini dapat berjalan dengan baik tanpa adanya SDM yang memiliki kompetensi di bidang akuntansi dalam menjalankannya. Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Kemudian teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil dan pembahasan terkait implementasi Sistem Keuangan Desa di Desa Sumberbendo yaitu dilihat dari model Charles O Jones penelitian menunjukkan bahwa dari tiga indikator implementasi kebijakan Siskuedes dapat berjalan dengan baik, karena dalam pelaksanaan Siskuedes sampai saat ini Desa Sumberbendo sudah melaporkan keuangannya dengan aplikasi Siskudes. Hambatan dalam pelaksanaan Siskuedes ini adalah jaringan internet untuk desa yang belum terakses internet dan masih membutuhkan fasilitator atau pendamping dari tim Kecamatan Bubulan.
EVALUASI PROGRAM DANA DESA (DD) DI DESA WOTSOGO KECAMATAN JATIROGO KABUPATEN TUBAN Junadi
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 2 No. 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v2i1.72

Abstract

Desa sebagai pijakan pertama atau tolok ukur pembangunan di Indonesia, baik itu pembangunan fisik maupun pembangunan non-fisik. Selain sebagai pijakan pertama dalam hal pembangunan, Desa juga menjadi ukuran kemajuan sebuah Negara. Ketika kesejahteraan Negara dalam aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, suprastruktur dan hal lainnya baik, maka hal tersebut dirasakan juga oleh Pemerintah diatasnya. Namun ketika kesejahteraan di Desa tidak baik dan bahkan menurun, maka pemerintah diatasnya dapat dikatakan gagal dalam memberikan otonominya.Sesuai Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2015 pasal 6 (bidang pembangunan desa), untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan, prioritas penggunaan Dana Desa diarahkan untuk pelaksanaan program dan kegiatan Desa, meliputi : pembangunan, pemeliharaan sarana dan prasarana kesehatan masyarakat, dan pengembangan prasarana pendidikan, sosial dan kebudayaan. Untuk bidang pemberdayaan masyarakat sesuai dengan pasal 8, meliputi: peningkatan investasi melalui ekonomi perdagangan, dukungan kegiatan ekonomi baik yang dikembangkan oleh BUM Desa atau BUM Desa bersama, bantuan peningkatan kapasitas untuk program dan kegiatan ketahanan pangan Desa.
EVALUASI PROGRAM DANA DESA (DD) DI DESA WOTSOGO KECAMATAN JATIROGO KABUPATEN TUBAN Junadi
JIAN - Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 2 No. 1 (2018): JIAN - Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa sebagai pijakan pertama atau tolok ukur pembangunan di Indonesia, baik itu pembangunan fisik maupun pembangunan non-fisik. Selain sebagai pijakan pertama dalam hal pembangunan, Desa juga menjadi ukuran kemajuan sebuah Negara. Ketika kesejahteraan Negara dalam aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, suprastruktur dan hal lainnya baik, maka hal tersebut dirasakan juga oleh Pemerintah diatasnya. Namun ketika kesejahteraan di Desa tidak baik dan bahkan menurun, maka pemerintah diatasnya dapat dikatakan gagal dalam memberikan otonominya.Sesuai Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2015 pasal 6 (bidang pembangunan desa), untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan, prioritas penggunaan Dana Desa diarahkan untuk pelaksanaan program dan kegiatan Desa, meliputi : pembangunan, pemeliharaan sarana dan prasarana kesehatan masyarakat, dan pengembangan prasarana pendidikan, sosial dan kebudayaan. Untuk bidang pemberdayaan masyarakat sesuai dengan pasal 8, meliputi: peningkatan investasi melalui ekonomi perdagangan, dukungan kegiatan ekonomi baik yang dikembangkan oleh BUM Desa atau BUM Desa bersama, bantuan peningkatan kapasitas untuk program dan kegiatan ketahanan pangan Desa.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM DANA AMANAH PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (DAPM) MANDIRI PERDESAAN (Studi di Desa Mayanggeneng Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro) Musta'ana
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 2 No. 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v2i1.73

Abstract

Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) adalah merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang mendukung DAPM Mandiri yang wilayah kerja dan target sasarannya masyarakat perdesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan DAPM dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1)Pelaksanaan Program DAPM Mandiri Perdesaan di Desa Mayanggeneng Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan dan pengendalian. 2)Dalam pelaksanaan program DAPM Mandiri Perdesaan di Desa Mayanggeneng Kecamatan Kalitidu telah melibatkan Rumah Tangga Miskin (RTM) dalam pengerahan tenaga kerja. 3)Prosedur pelaksanaan DAPM Mandiri Perdesaan dimulai dari sosialisasi pada tingkat Kecamatan kemudian sosialisasi pada tingkat desa. Setelah sosialisasi dilaksanakan pelaksanaan kegiatan DAPM Mandiri Perdesaan yang meliputi pemilihan dan pembentukan tim pengelola sampai dengan pengendalian dapat terlaksana dengan baik. 4)Belum terbiasanya masyarakat desa untuk melakukan setiap kegiatan melalui musyawarah desa menjadikan mereka enggan untuk menghadiri kegiatan musyawarah.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM DANA AMANAH PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (DAPM) MANDIRI PERDESAAN (Studi di Desa Mayanggeneng Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro) Musta'ana
JIAN - Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 2 No. 1 (2018): JIAN - Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) adalah merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang mendukung DAPM Mandiri yang wilayah kerja dan target sasarannya masyarakat perdesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan DAPM dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1)Pelaksanaan Program DAPM Mandiri Perdesaan di Desa Mayanggeneng Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan dan pengendalian. 2)Dalam pelaksanaan program DAPM Mandiri Perdesaan di Desa Mayanggeneng Kecamatan Kalitidu telah melibatkan Rumah Tangga Miskin (RTM) dalam pengerahan tenaga kerja. 3)Prosedur pelaksanaan DAPM Mandiri Perdesaan dimulai dari sosialisasi pada tingkat Kecamatan kemudian sosialisasi pada tingkat desa. Setelah sosialisasi dilaksanakan pelaksanaan kegiatan DAPM Mandiri Perdesaan yang meliputi pemilihan dan pembentukan tim pengelola sampai dengan pengendalian dapat terlaksana dengan baik. 4)Belum terbiasanya masyarakat desa untuk melakukan setiap kegiatan melalui musyawarah desa menjadikan mereka enggan untuk menghadiri kegiatan musyawarah.
IMPLEMENTASI PROGRAM DANA STIMULAN RT (RUKUN TETANGGA) TERHADAP PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT TAHUN 2017 (Suatu studi di Kelurahan Babat Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan) Junadi
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 2 No. 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v2i2.75

Abstract

Pada umumnya pembangunan merupakan suatu upaya perubahan yang dilakukan secara terencana melalui tahapan pembangunan yang tujuannya yaitu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan pelaksanaan program pembangunan tergantung pada pemilihan tujuan yang akan dicapai dengan cara menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya koordinasi antar aparat pelaksana pembangunan. Koordinasi merupakan salah satu cara untuk mempersatukan usaha dari setiap penanggung jawab pelaksana pembangunan yang ada di suatu daerah. Tehnik pengumpulan data dalam penulisan Tugas akhir ini adalah dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teknik analisis yang digunakan adalah kualitatif. Berdasarkan fokus penelitian dari hasil penelitian ini pelaksanaan progran dana stimulan di Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan meliputi Perencanaan, dan pendataan. Pelaksanaan yaitu tepat sasaran, tepat administrasi dan tepat jumlah. Hal ini untuk melihat sejauhmana koordinasi antar masyarakat dengan perangakat setempat dilakukan. Disarankan Pemerintah hendaknya lebih meningkatkan koordinasi dan pengawasan antar instansi, masyarakat agar program dana stimulan tersebut benar–benar dimanfaatkan untuk pembangunan di RW, RT maupun Kelurahan Babat secara tepat.
IMPLEMENTASI PROGRAM DANA STIMULAN RT (RUKUN TETANGGA) TERHADAP PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT TAHUN 2017 (Suatu studi di Kelurahan Babat Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan) Junadi
JIAN - Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 2 No. 2 (2018): JIAN - Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya pembangunan merupakan suatu upaya perubahan yang dilakukan secara terencana melalui tahapan pembangunan yang tujuannya yaitu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan pelaksanaan program pembangunan tergantung pada pemilihan tujuan yang akan dicapai dengan cara menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya koordinasi antar aparat pelaksana pembangunan. Koordinasi merupakan salah satu cara untuk mempersatukan usaha dari setiap penanggung jawab pelaksana pembangunan yang ada di suatu daerah. Tehnik pengumpulan data dalam penulisan Tugas akhir ini adalah dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teknik analisis yang digunakan adalah kualitatif. Berdasarkan fokus penelitian dari hasil penelitian ini pelaksanaan progran dana stimulan di Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan meliputi Perencanaan, dan pendataan. Pelaksanaan yaitu tepat sasaran, tepat administrasi dan tepat jumlah. Hal ini untuk melihat sejauhmana koordinasi antar masyarakat dengan perangakat setempat dilakukan. Disarankan Pemerintah hendaknya lebih meningkatkan koordinasi dan pengawasan antar instansi, masyarakat agar program dana stimulan tersebut benar–benar dimanfaatkan untuk pembangunan di RW, RT maupun Kelurahan Babat secara tepat.
IMPLEMENTASI PROGRAM PROYEK OPERASI NASIONAL AGRARIA (PRONA) DI KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN 2017 Rupiarsieh
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 2 No. 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v2i2.76

Abstract

Sebagai program Pemerintah, pelaksanaan program Proyek Operasi Nasional Agraria (PRONA) di lapangan masih menyisakan masalah. Secara umum permasalahan yang terjadi dalam program ini adalah masih banyaknya tanah yang diwariskan secara turun temurun dan belum ada kepastian kepemilikan hak atas tanah. Banyak tanah yang dimiliki secara lisan tanpa bukti kepemilikan yang sah. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana Implementasi Program PRONA di Kabupaten Bojonegoro pada Tahun 2017. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah agar peneliti dapat membuat gambaran, deskripsi atau lukisan secara sistematis. Fokusnya pada pelaksanaan program PRONA di Kabupaten Bojonegoro Tahun 2017. Ada enam tim yang bekerja, yang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini (31 orang), dalam menyelesaikan PRONA sebanyak 26.401 bidang tanah yang tersebar di 16 kecamatan di Bojonegoro. Untuk mengetahui berhasilnya suatu implementasi program, peneliti menggunakan pisau teori implementasi yaitu organisasi, interpretasi, dan penerapan, dalam organisasi dapat dilihat dari sumber daya yang ikut serta dalam pelakasanaan program PRONA. Hasil penelitian, implementasi program PRONA tahun 2017 di Kabupaten Bojonegoro sudah berjalan sesuai dengan aturan, namun perlu ditambah lagi sumber daya yang kompeten agar penyelesaian tepat waktu dan tidak memberatkan hanya beberapa petugas saja.

Page 4 of 19 | Total Record : 188