Joong-Ki
Ruang lingkup Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat yakni dari berbagai hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya ekonomi, pendidikan, teknik, pertanian, sosial dan kesehatan dan bidang lainnya (Multidisiplin).
Articles
343 Documents
Praktikum Penyelenggaraan Jenazah di SMPN 2 Galang
Monika Monika;
Ebyansa Ebyansa;
Ni'mah Wahyuni;
Nur Amna Mustafa;
Moh Rizkyanto
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1: November 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/joongki.v3i1.2677
Kegiatan praktikum yang di lakukan di sekolah SMPN 2 Galang cukup memuai antusisas juga perhatian siswa dan guru yang ada, dikarenakan program yang dilakukan mamakai metode pembelajaran langsung. Dalam prosesnya simulasi penyelenggaraan jenazah ini terdapat 4 tahapan, yang mana juga termuat dalam hukum islam yang berlaku dimasyarakat, yaitu memandikan jenazah, mengkafani jenazah, mensholatkan jenazah, dan menguburkan jenazah.
Pendampingan Pembuatan Media Promosi dan QRIS Pada UMKM Warung Sembako Pak Fery
Santi Rimadias;
Angelyn Panjaitan;
Stefany Elnick;
Muhammad Emil
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2: Februari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/joongki.v3i2.2698
Perkembangan bisnis digital menuntut pelaku usaha untuk dapat memanfaatkan media promosi dengan efektif dan menerapkan pembayaran digital. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra pada kegiatan ini yaitu kurangnya kemampuan dalam melakukan promosi dan belum mengimplementasikan QRIS sebagai pembayaran digital. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan pemahaman mengenai media promosi dan pendaftaran QRIS sebagai pembayaran digital. Mitra dalam kegiatan ini adalah pelaku UMKM, yaitu Warung Sembako Pak Fery. Metode pengabdian masyarakat berupa pendampingan pembuatan media promosi dan QRIS pada Warung Sembako Pak Fery. Hasil dari kegiatan ini yang dinilai dari adalah tersedianya media promosi seperti poster, banner dan google maps, juga pelaku usaha sudah memiliki QRIS yang dapat digunakan sebagai pembayaran digital.
Pemanfaatan Cabai Mentah Menjadi Produk Chili Oil Bernilai Ekonomis Sebagai Upaya Pencegahan Stanting
Zulyaden Zulyaden;
Rinaldy Rinaldy;
Veranita Veranita;
Rita Fazlina;
Mahmuddin Marbun
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1: November 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/joongki.v3i1.2719
Pengembangan usaha tani di desa menjadi hal yang penting dilakukan demikian halnya dengan kegiatan pertanian yang ada di Desa buter. Sektor pertanian maupun perkebunan seringkali diarahkan untuk mendorong sektor industri lainnya untuk menyediakan bahan baku. Dengan adanya hubungan antara sektor pertanian dengan sektor industri diharapkan dapat mendukung adanya nilai tambah produk serta terciptanya lapangan pekerjaan yang lebih luas. Pelatihan pengolahan cabai menjadi chili oil dilaksanakan dengan tujuan memberdayakan para petani untuk mengembangkan potensi penjualan cabai menjadi produk yang bernilai jual lebih tinggi. Metode yang dipakai dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah metode ceramah penyuluhan dan praktek pelatihan edukasi pengolahan hasil panen raya cabe menta menjadi produk turunan yang bernilai ekonomis terhadap masyarakat Desa Buter di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Edukasi pembuatan Chili Oil (Minyak Cabai) di mulai dari pembuatan sampel Chili Oil (Minyak Cabai) dengan memerlukan alat dan bahan.
Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Lanjut Usia melalui Program Pemberdayaan Lansia Binaan Rumah Zakat Makassar
Kurniari Zainuddin;
Citra Azzahra Ansar;
Khaira Ummah Febrian A;
Salsabila Qur’ana Putri S;
Widya Alzipah Nur;
Yulastri Yulastri
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2: Februari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/joongki.v3i2.2764
Old age is a continuous process in the dimension of time and is the final phase of a person's development. The aging process that occurs in the elderly will cause several health problems in the elderly. These emerging health problems are influenced by a decline in several aspects such as the physical, psychosocial and intellectual capacity of the elderly which are closely related to changes in cognitive function in the elderly. The research was conducted at the Ramah Lansia built by Rumah Zakat, Rappokalling District, Makassar, taking 50 elderly subjects who were recorded as elderly people. Ramah Aman Program includes counseling, cadre training, elderly posyandu, entrepreneurship education and elderly exercise. Judging from this program, the elderly assisted by Rumah Zakat Makassar only receive physical treatment but not the mental health of the elderly, even though we all know that physical health and mental health must be maintained considering that their age is very vulnerable to various kinds of diseases. The research uses a phenomenological approach to directly examine the in-depth experiences of the research subjects. There are various additional programs created as a form of community service that can help the elderly improve their mental health, providing a positive impact in improving the physical and mental health of the Elderly Cadres assisted by Rumah Zakat Makassar.
Psikoedukasi Komunikasi Asertif Melalui Media Poster Kepada Karyawan Perusahaan X di Makassar
Nurfitriany Fakhri;
Fathiya Fazila Anwar;
Nur Fadhilah
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2: Februari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/joongki.v3i2.2814
Psikoedukasi komunikasi asertif melalui media poster diberikan kepada karyawan perusahaan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi secara asertif. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa psikoedukasi dapat meningkatkan keterampilan komunikasi, latihan penyelesaian konflik, latihan asertif, dan latihan mengatasi perilaku kecemasan. Psikoedukasi juga dapat menurunkan beban keluarga dan meningkatkan dukungan keluarga dalam merawat. Media poster dipilih sebagai media untuk memberikan psikoedukasi karena dapat menjangkau banyak orang dan mudah dipahami. Diharapkan dengan diberikannya psikoedukasi komunikasi asertif melalui media poster, karyawan perusahaan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi secara asertif dan mengurangi konflik dalam lingkungan kerja.
Using Guessing word in Learning Vocabulary At The English Club of SMPN 14 Kota Serang
Adi Manarul Fikri;
Nurhaeda Gailea;
Ahmad Maulana Jibriel;
Fitra Aulia Rivani;
Revi Oktaviani Mariska;
Nur Alifah Maasah;
Tasmi
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2: Februari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/joongki.v3i2.2840
This problem was caused in this research were based on condition of Students at the SMPN 14 Kota Serang in their vocabulary. Based on the class observation and questioners have been collected, there are some problem has been found. One of the cases are the students in English Club have considered low on vocabulary and lack of activity that can support their vocabulary learning. According to Grabe and Stoller’s (2019) stated that the vocabulary is an critical for the students to comprehension written expression in English. This also considered as the key of success in learning a foreign language. In this research, the researcher tries to implemented “Guessing Word” students in English Club activity every Wednesday after the school hours. This activity were need the student’s to make a list of some vocabulary such vocab around the school, house, park, and etc. Then the data is collected by sharing the questionnaire with Sixteen English Club students in 8th grade and interviews with some students to know their perception of difficulties in English vocabulary. The findings demonstrate that, the majority of respondents strongly agreed that vocabulary mastery had a big influence on their English proficiency. The implications of these findings for future of learning activity for student vocabulary.
Meningkatkan Pemahaman Tentang Pentingnya Itsbat Nikah dalam Perkawinan Siri di Desa Bukit Baling Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi
Evalina Alissa;
Faizah Bafadhal;
Suhermi Suhermi;
Meri Yarni;
Diana Amir
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2: Februari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/joongki.v3i2.2867
Itsbat Nikah (Legalization of Marriage) is a determination of the marriage of husband and wife which has been carried out in accordance with the provisions of the Islamic religion with the fulfillment of the conditions and pillars of marriage, but the marriage has not been or has not been registered with the authorized official, namely the Religious Affairs Office official, in this case the Marriage Registrar Officer. The marriage regulations determined by the Religious Courts have a very big role and contribution in efforts to provide a sense of justice and legal certainty for married couples who do not yet have a marriage book as authentic proof or married couples who carry out unregistered marriages. By stipulating the marriage law, husband and wife will receive their rights as full citizens, including recognition of their children. Community service activities in Sekernan Subdistrict, Muaro Jambi Regency with the theme of increasing understanding of the importance of the Itsbat Nikah in unregistered marriages to increase public insight into the procedures for applying for the Itsbat Nikah related to unregistered marriages which are still found in society for various reasons so that husband and wife are not have a marriage certificate or marriage book. This Community Service Activity was carried out on August 15 2023 at the Office of the Head of Bukit Baling Village, Sekernan District, Muaro Jambi Regency and was attended by the community and local village officials. This service is carried out using lecture, discussion and question and answer sessions.
Sosialisasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Desa Mokupa Kabupaten Minahasa
Steven Y. Kawatak;
Roosalina Hera Lucia;
Stevanus Ngenget;
Oktavianus W. Semuel;
Christine P. E. Porajow;
Yelly A. Walansendow
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2: Februari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/joongki.v3i2.2898
Desa Mokupa memiliki potensi pariwasata yang sangat layak untuk dikembangkan. Pengembangan sektor ini membutuhkan kerja sama dan partisipasi dari semua pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal. Salah satu program yang dapat membantu masyarakat adalah Program Sadar Wisata dan Sapta Pesona (SWSP) yang dicanangkan pemerintah. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Fakultas Pariwisata Unibersitas Katolik De La Salle Manado adalah untuk meningkatkan motivasi masyarakat untuk menyediakan produk dan layanan pariwisata yang optimal untuk pengunjung sehingga dapat membawa dampak positif, baik dari aspek ekonomi, sosial budaya, maupun lingkungan yang berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui presentasi materi tentang Program SWSP dan Pariwisata Berkelanjutan yang dilanjutkan dengan sesi diskusi. Hasil yang diperoleh adalah bertambahnya pengetahuan dan wawasan peserta yang ditunjukkan dengan antusiasme mereka untuk menggali informasi lebih dalam lagi mengenai topik yang dibahas selama pelaksanaan kegiatan ini
Kegiatan Mahasiswa KKNM Universitas Subang dalam Rangka Memeriahkan Acara 17 Agustusan
Siti Nurroihatul Janah;
Jivin Sisfanny;
Risda Yanti
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2: Februari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/joongki.v3i2.2911
Setiap 17 Agustus kita memperingati hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Pada kesempatan ini, kami mengadakan kegiatan di Desa Kawungluwuk untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Setiap tahunnya diadakanlah di desa ini, karena itu kami mengadakan program kerja acara 17 Agustus ini dan dari pihak desa juga membutuhkan bantuan sumber daya manusia dari kami. Kontribusi kami mulai dari persiapan peralatan lomba, dana, dan segala sesuatu yang dibutuhkan sampai terselenggaranya acara hingga tuntas. Kami mengadakan lomba-lomba tradisional serta pertunjukan Jaipong untuk menghibur masyarakat setempat pada puncak sekaligus penutupan acara. Masyarakat sangat mendukung kegiatan kami di desa ini, anak-anak juga sangat aktif mengikuti lomba. Diadakannya kegiatan ini membuat masyarakat menjadi lebih kompak lagi dan lebih memaknai hari kemerdekaan ini untuk lebih semangat lagi.
Sosialisasi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan di Desa Mudung Darat Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi
Sasmiar Sasmiar;
Umar Hasan;
Suhermi Suhermi;
Andi Najemi
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2: Februari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/joongki.v3i2.2912
Perkawinan yang dilakukan di bawah umur akan menimbulkan masalah yang tidak diharapkan karena belum matangnya mereka secara psikologis bisa jadi penyebab ketidakharormonisan dalam berumah tangga yang nantinya bisa berujung dengan perceraian. Selain itu juga berdampak pada kesehatan ibu dan bayi yang dilahirkan. Salah satu bentuk tindak kekerasan terhadap anak dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) adalah perkawinan anak di bawah umur karena masa depan anak dapat terancam dan mencoreng seluruh hak anak. Berdasarkan Pasal 7 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang dimaksud dengan perkawinan di bawah umur adalah, jika perkawinan dilangsungkan di bawah usia 16 tahun bagi perempuan dan di bawah usia 19 tahun bagi pria. Ketentuan batas umur untuk perempuan yang 16 tahun tidak dapat dipertahankan lagi. Adanya perbedaan ketentuan batas usia minimal antara laki-laki dan perempuan menunjukkan dibedakan kedudukan laki-laki dan wanita dalam mendapatkan kesempatan pendidikan dan hak-hak lainnya. Oleh karena itu dilakukan revisi Undang-Undang Perkawinan dengan menetapkan Undang Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan menyatakan bahwa batas usia minimal perkawinan bagi wanita sama dengan laki-laki yaitu 19 (Sembilan belas) tahun. Apabila dengan alasan yang mendesak perkawinan di bawah umur harus dilangsungkan, maka diperbolehkan melakukan penyimpangan dengan mengajukan permohonan dispensasi ke Pengadilan.Walaupun telah ditentukan batas usia minimal perkawinan adalah 19 tahun. namun perkawinan di bawah umur masih sering terjadi. Tingginya permohonan perkawinan di bawah umur juga terjadi di Kecamatan Maro Sebo Muaro Jambi. Berdasarkan data dari KUA Kec. Maro Sebo dalam kurun waktu Tahun 2020-2021 terdapat 20 permohonan dispensasi perkawinan. Pengetahuan dan pemahaman orang tua tentang Peraturan Perkawinan dapat memutuskan mata rantai perkawinan di bawah umur dan kewajiban orang tualah untuk mencegah terjadinya perkawinan di bawah umur. Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019. Target Peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk mentaati Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019, Mencegah dan meminalimisir jumlah perkawinan di bawah umur, serta menanamkan dan membangunkan kesadaran masyarakat pentingnya memberikan hak-hak anak.