cover
Contact Name
Rojai Zhofir
Contact Email
rojaizho@gmail.com
Phone
+6285709037738
Journal Mail Official
admin@yayasandarussalam.or.id
Editorial Address
Jl. Jaya Wijaya, Dusun Besar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Ghaitsa: Islamic Education Journal
ISSN : -     EISSN : 27211592     DOI : https://doi.org/10.62159/ghaitsa.vXXX
Core Subject : Religion, Education,
Ghaitsa: Islamic Education Journal is a double-blind peer-reviewed journal on education and teacher training. Ghaitsa Journal is intended to provide academic forums for researchers who are interested in the discussion of current and future issues on education and teacher training, especially in the Muslim world. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of the published articles. The journal is open to authors around the world regardless of nationality.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 206 Documents
Tantangan Guru Pai Dalam Menghadapi Era Perubahan Globalisasi Teknologi Industri 4.0 di SMA Negeri 01 Bengkulu Tengah Sari , Renda Ratna; Febrini, Deni; Walid, Ahmad
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i1.170

Abstract

This study aims to describe the challenges of Islamic Religious Education teachers in facing the changes in the era of globalization of the technology industry 4.0 at SMA Negeri 01 Bengkulu Tengah. The research method used is descriptive qualitative and refers to case studies. Data collection was carried out by observation, interviews and documentation. For data validity using observation persistence, triangulation techniques and sources.The results of the study show that the challenges faced by Islamic Education teachers in the changing era of globalization of the technology industry 4.0 in SMA Negeri 01 Bengkulu Tengah, there are several challenges, one of which is that teachers must be required to be digital literate where teachers must increase their understanding and knowledge in technology in order to implement this knowledge. In the teaching process, another challenge faced by Islamic Education teachers is that teachers must be able to innovate their teaching methods according to existing developments. Apart from teachers, other challenges came from students, where students' morale was eroded due to changes in technological globalization, and student social action towards their environment was also eroded, not only among students but also appearing indifferent to their responsibilities as students.
Pengaruh Teman Terhadap Perilaku Siswa di SLTP Islam Al-Ma’ruf Farida, Noor
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 1 No. 3 (2020): Oktober
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i1.174

Abstract

Pendidikan yang saat ini selalu menjadi bahan yang diperbincangkan. Untuk menghasilkansumber daya manusia yang unggul pendidikan sangat berpengaruh dalam kehidupan. Akan tetapipendidikan yang dimaksud bukanlah hanya pendidikan umum hanya. Dalan mencapai tujuan tersebutmanusia harus dapat menempatkan posisinya sebagai makhluk religius, makhluk sosial, makhlukindividu mamupun mahluk yang bermoral. Semuanya saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Padapenelitian ini, penulis memiliki tujuan yang ingin dicapai yaitu bagaimana cara sesorang siswa/ataupelajar dalam memilih temannya sehingga hal tersebutpun juga akan mempengaruhi sikap dan perilakukeagamaannya. Penelitian ini temasuk ke dalam penelitian lapangan (field research) dimanamenggunakan metode penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknikpengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran angket kepada sampel berjumlah 86 siswa.Kemudian dianalisis dengan statistik menggunakan rumus product moment. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pemilihan teman di sekolah, teman bermain, maupun teman memecahkan masalahmempunyai hubungan positif dengan perilaku keagamaan siswa di SLTP Islam Al-Ma‟ruf Kudus.Kedua, perilaku keagamaan siswa SLTP Islam Al-Ma‟ruf Kudus dapat dikatakan baik, hal iniberdasarkan pada niai rata-rata hasil angket sebesar 3,38 dalam kategori baik. Ketiga, berdasarkananalisis kuantitatif, menunjukkan bahwa teman bermain mempunyai pengaruh yang sangat besarterhadap perilaku keagamaan siswa SLTP Islam Al-Ma‟ruf Kudus. Hal ini dibuktikan dengan hasilkorelasi product moment pemilihan teman di sekolah („xy) =0,876, pemilihan teman bermain („xy) =0,610 dan pemilihan teman memecahkan masalah („xy) = 0,815. Yang ternyata lebih besar daripadanilai r pada tabel korelasi product moment yaitu rt sebesar 0,217 dengan signifikansi 5 %. Dengandemikian hipotesa yang berbunyi “semakin baik siswa dalam memilih teman, maka akan semakin baikpula perilaku keagamaannya” ini dapat diterima.
Konsep Pendidikan Ibadah Thaharah Menurut Al-Ghazali Dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin Clodia A.R, Cindi
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i1.175

Abstract

Persoalan yang dikaji dalam skripsi ini, yaitu bagaimana konsep pendidikan ibadah thaharah menurut al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin?. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan konsep pendidikan ibadah thaharah menurut al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin. Adapun jenis penelitian pustaka (library research) yaitu penelitian yang menggunakan data-data yang telah dikumpulkan meliputi teori konsep dan ide, oleh karena itu data yang penulis jadikan sebagai bahan penelitian berasal dari dari sumber tertulis dengan mempelajarinya, menelaah, bahan-bahan kepustakaan yang berkaitan dengan materi pembahasan. Adapun teknik dalam anlisis data peneliti menggunakan analisis isi, analisis deskriptif, dan analisis induktif untuk menarik kesimpulan dari penelitian ini. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: “Konsep pendidikan ibadah menurut al-Ghazali adalah kemampuan pendidik untuk membimbing dan mengarahkan peserta didiknya untuk beribadah atau mendekatkat diri kepada Allah. Al-Ghazali merujuk kepada QS at-Tahrim ayat 6 dan adz-Zariyyat ayat 56. Jadi menurut penulis jika dipahami secara mendalam perkara pendidikan ibadah ini bisa membentuk generasi muda yang jauh lebih berproduktif karena memiliki pendidikan agama sejak dini. Thaharah digunakan al-Ghazali untuk memperoleh ketakwaan kepada Allah karena di dalam kitab Ihya’ Ulumuddin di jelaskan bahwa untuk memperoleh ketakwaan tersebut harus melalui empat dasar tingkatan dalam mensucikan diri baik secara lahiriah ataupun batiniah antara lain; pertama, mensucikan jasmani terlebih dalu dengan membersihkan diri dari hadas, noda, dan kotoran. Jadi dalam penerapan bersuci tingkat pertama menyucikan jasmani yaitu dengan menghilangan hadas dan najis bisa dilakukan dengan cara berwudhu, mandi, tayamum dan istinja’.
Teori Belajar Konstruktivisme dan Implikasinya dalam Pendidikan dan Pembelajaran Kukuh Masgumelar, Ndaru; Setya Mustafa, Pinton
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i1.188

Abstract

Sistem pendidikan secara dinamis berubah-ubah seiring dengan perkembangan zaman sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang tepat. Salah satu yang menjadi tren akhir ini adalah teori belajar konstruktivisme. Tujuan dari artikel ini adalah mengkaji pembelajaran konstuktivisme dalam dunia pendidikan dan pembelajaran. Penelitian ini adalah studi pustaka, yang mengumpulkan sumber referensi untuk dianalisis kemudian ditarik kesimpulan. Hasil sumber yang ditemukan yaitu pembelajaran konstruktivisme adalah model pendekatan alternatif yang mampu menjawab kekurangan paham behavioristik yang beranggapan bahwa pengetahuan merupakan konstruksi (bentukan) dari kita yang menganalisis dan simpulkan. Ciri khas dari karakteristik konstruktivisme yaitu; (1) belajar aktif, (2) bersifat otentik dan situasional, (3) menarik dan menantang, (4) pengaitan pengetahuan lama dengan informasi baru, (5) merefleksikan pengetahuan, (6) guru sebagai; (7) guru dapat memberi bantuan dalam menempuh proses belajar.
Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Pada Program Adiwiyata Di SMA Negeri 4 Kota Bengkulu Alvin Syaputra; Kasmantoni Kasmantoni; Ahmad Walid
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i2.277

Abstract

This research is in SMA Negeri 4 Bengkulu City. The purpose of the study was to determine the implementation of Islamic religious education values in the implementation of the Adiwiyata program at SMA Negeri 4 Bengkulu City. The type of research used is descriptive qualitative research by taking the research place at SMA Negeri 4 Bengkulu City. Data collection is done by using the method of observation, interviews and documentation. The data analysis used is an interactive data model analysis, which consists of data reduction activities (data reduction), data presentation (data display), and conclusion drawing and testing (drawing and verifying conclusions). The results showed that the implementation of Islamic religious education values at the Adiwiyata National School of SMA Negeri 4 Bengkulu City was well realized through the guidance carried out by the school through religious habits, as well as activities containing Adiwiyata values that were scheduled and well structured. In which there are three kinds of coaching, namely the formation of aqidah, the formation of worship and the formation of morality.
Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis ICT di SMPN 1 Kota Bengkulu Nanik Nanik
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i2.303

Abstract

Keberhasilan belajar peserta didik disekolah sangat tergantung kepada media pembelajaran yang dipilih oleh guru. Faktor lain yang tidak bisa diabaikan dalam pembelajaran adalah melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan perencanaan, pelaksanaan yang meliputi (strategi, metode, materi, media, penilaian), evaluasi, serta mengidentifikasi kendala dan solusi mengatasi kendala dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis ICT di SMPN 1 Kota Bengkulu. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari tempat dan peristiwa, informan, dan dokumen.Tempat dan peristiwa proses pelaksanaan pembelajaran terjadi di SMPN 1 Kota Bengkulu. Informan adalah jaringan utama yang diwawancarai dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, bagian kurikulum, bagian sarana prasarana, peserta didik, pengawas sekolah, dan orang tua peserta didik. Dokumen yang diteliti adalah dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Berdasarkan Hasil penelitian dapat simpulan sebagai berikut, 1) Perencanaan yang dilakukan guru sudah sesuai dengan KTSP. 2) Pelaksanaan pembelajaran yang meliputi strategi pembelajaran aktif, metode yang digunakan bervariasi :metode ceramah, tanya jawab, inquiry dan penugasan, materi : menerapkan hukum bacaan qalqalah dan ra, media : power point yang divisualisaikan melalui LCD, laptop, komputer dan internet, penilaian : meliputi penilaian proses dan penilaian hasil dengan system komputerisasi yang bisa diakses lewat layanan SMS Gateway. 3) Penilaian pembelajaran berbasis ICT mampu meningkatkan motivasi dan prestasi belajar peserta didik, serta mampu menumbuhkan semangat dan gairah belajar. 4) kendala pembelajaran menggunakan media ICT adalah kelas agak ramai, grogi saat presentasi, adanya anak yang belum memiliki laptop, komputer, modem, untuk mengakses materi dari internet, jaringan internet yang kadang tidak connect. Solusi mengatasi kendala, diberi pengarahan agar kelas kondusif, bimbingan, pemenuhan sarana prasarana di tiap-tiap kelas.
Strategi Guru Dalam Sistem Pembelajaran Daring Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMP Negeri Kota Bengkulu Noma Suhaya; Edi Ansyah; Masrifah Hidayani
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i2.307

Abstract

The purpose of this study was to find out the strategies of Islamic Religious Education teachers when teaching with an online system, the obstacles faced by Islamic Religious Education teachers when the online system, and the efforts of Islamic Religious Education teachers in dealing with problems when the online learning system in Bengkulu City Junior High School (SMP Negeri 7 , SMP Negeri 14, and SMP Negeri 6 Bengkulu city). The type of research used is qualitative research with descriptive qualitative approach. Data collection techniques in the form of interviews, observation, documentation. Research respondents were Islamic Religious Education teachers at SMP Negeri 7 Bengkulu City 2 people, SMP Negeri 14 Bengkulu City 1 people, and SMP Negeri 6 Bengkulu City 2 people. Based on the results of the study, it can be concluded that the teacher's strategy in the online learning system in Islamic religious education subjects at the Bengkulu City State Junior High School is that the teacher uses an online system learning strategy using Whatsapp, Yotube, Classroom, and Zoom application media. The obstacles faced by teachers when the online learning system was difficult to control students during learning, students did not understand the learning material, the collection of assignments was not structured, there were some students who did not have mobile phones, and there were some teachers who did not understand online applications such as Classroom and Zoom. Even though online learning is less effective to use, PAI teachers have tried their best so that learning can run effectively, some of the efforts of PAI teachers include collaborating with homeroom teachers and homeroom teachers so that students can always be supervised and really learn well, allow students to come to school once a week for those who do not have mobile phones, this is done so that students continue to follow PAI learning even though they are constrained by cellphones, and teachers help each other in using online applications.
Strategi Guru Dalam Mengembangkan Soft Skill Siswa Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Di Kelas X MA Darussalam Kota Bengkulu M. Herlambang M. Herlambang; Edi Ansyah; Masrifa Hidayani
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i2.323

Abstract

The problem that exists in this study is how the teacher's strategy in developing students' soft skills in the Aqidah Morals subject in class X MA Darussalam Bengkulu City, the factors that influence the teacher's strategy in developing students' soft skills in the Aqidah Morals subject in class X MA Darussalam Bengkulu City. The method used in this research is a case study where the researcher tries to find out the Soft Skill Development Strategy of Students in Islamic Religious Education Learning at MA Darussalam Bengkulu City. Based on the results of the study, it can be concluded that the development of students' soft skills by creating a character model to be developed, teachers must help children in adopting the ability to understand and master soft skills, teachers must be able to create an atmosphere that can develop soft skills, and provide various kinds of activities that are based on values. life and the rules to be learned. Factors supporting the development of soft skills in terms of student motivation and intelligence. In terms of social factors Supporters of soft skill development are seen from the involvement of parents and the surrounding environment, the inhibiting factor for soft skill development in terms of individual factors is the inhibiting factor seen from maturity or growth and from a social point of view, it is seen from the association with peers and its relationship with social media
IMPLEMENTASI SUPERVISI PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN PROSES PEMBELAJARAN DI MA DARUSSALAM KOTA BENGKULU Nofi Titiani
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i2.329

Abstract

Supervisi di sekolah dilaksanakan oleh kepala sekolah yang bertindak sebagai supervisor, maka ia harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja guru. Pengawasan dan pengendalian merupakan tindakan preventiv untuk mencegah agar guru tidak melakukan penyimpangan dan lebih berhati- hati dalam melaksanakan pekerjaannya sebagai pendidik. Oleh karena itu, penelitian ini mengungkap kegiatan supervisi yang dilakukan oleh Kepala sekolah MA Darussalam Kota Bengkulu terhadap kinerja guru. Adapun hasil dari penelitian ini adalah:1). Fokus kegiatan supervisi yang dilakukan kepala sekolah dapat diidentifikasikan ke dalam dua hal yaitu; kegiatan supervisi yang menyangkut administrasi guru dan kegiatan proses belajar mengajar, 2). Kegiatan supervisi sangat membantu bagi guru dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan yang dihadapi guru pada saat melakukan pembelajaran, serta dapat memberikan motivasi bagi guru agar selalu meningkatkan pengetahuan untuk menjadi guru yang professional dalam melaksanakan pembelajaran, 3). Hambatan kepala sekolah dalam supervisi adalah tumpang tindih kegiatan dan keterbatasan dana operasional.
Penerapan Model Flipped Classroom Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas 4 MIN 2 Kota Bengkulu Rindu Hati
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 3 (2021): Oktober
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i3.339

Abstract

The low science learning outcomes of students in the transition period after the Covid-19 pandemic. At this time, 50% of learning activities can be done at home online and 50% face-to-face at school. The flipped classroom learning model is one of the right learning model solutions because it combines the two learning activities. The purpose of this study was to describe the application of the flipped classroom model to improve science learning outcomes in fourth grade students of MIN 2 Bengkulu City. The research method used is Classroom Action Research. The research subjects were students of 4th grade C Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Bengkulu City, totaling 30 students. Data collection techniques used observation sheets and science learning outcomes tests at the end of each cycle. The results showed that there was an increase in the percentage of science learning outcomes from 53% in pre-cycle to 73% in cycle 1 and then increased to 93.3% in cycle 2. So it can be concluded that the application of the flipp classroom learning model is very appropriate to improve science learning outcomes in class students of 4th grade Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Bengkulu City

Page 4 of 21 | Total Record : 206