cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jurnalpharmaciamw@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. A.H. Nasution No. G-37, Kambu, Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
ISSN : -     EISSN : 28296850     DOI : https://doi.org/10.54883/jpmw
Core Subject : Health,
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya (JPMW) Merupakan Jurnal dengan system Open Journal untuk informasi bidang ilmu farmasi yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik. Bidang ruang lingkup naskah yang diterbitkan dalam Jurnal Pharmacia Mandala Waluya (JPMW) antara lain Farmakologi, Teknologi Sediaan Farmasi, Farmakognosi-Fitokimia, Mikrobiologi, Kimia Farmasi, dan Farmasi Klinik-Komunitas.
Articles 188 Documents
Efektivitas Intervensi Program Penatagunaan Antimikroba dalam Mengoptimalkan Penggunaan Antibiotik: Narrative Review Fadilah; R. Mersa Nurain Kausar; Widya Norma Insani; Ivan Surya Pradipta
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.758

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih menjadi permasalahan global yang signifikan dan berkontribusi terhadap mening katnya resistensi antimikroba. Program penatagunaan antimikroba (Antimicrobial Stewardship Program/ASP) dikembangkan sebagai strategi sistematis untuk mengoptimalkan penggunaan antibiotik melalui berbagai pendekatan intervensi, termasuk intervensi multifaset, edukasi, audit dan umpan balik, serta clinical decision support (CDS) berbasis teknologi. Narrative review ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai intervensi ASP (Antimicrobial Stewardship Program) dalam meningkatkan penggunaan antibiotik yang rasional di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data PubMed dan Scopus terhadap artikel yang dipublikasikan pada periode 2016–2026. Artikel yang diinklusi merupakan randomized controlled trial (RCT) berbahasa Inggris yang mengevaluasi intervensi ASP dan melaporkan luaran terkait penggunaan antibiotik. Sebanyak tujuh studi memenuhi kriteria dan dianalisis menggunakan sintesis naratif berdasarkan jenis intervensi, setting pelayanan, dan luaran yang dilaporkan. Hasil menunjukkan bahwa efektivitas intervensi ASP bervariasi. Intervensi multifaset yang mengombinasikan edukasi, pedoman klinis, dukungan pengambilan keputusan, serta Prospective Audit andFeedback (PAF) cenderung menunjukkan hasil yang lebih konsisten dalam memperbaiki ketepatan penggunaan antibiotik. PAF menunjukkan potensi dalam mengurangi penggunaan antibiotik tanpa memperburuk luaran klinis pada populasi yang diteliti, sedangkan intervensi berbasis CDS menunjukkan hasil yang bervariasi dan dipengaruhi oleh integrasi sistem, alur kerja klinis, serta penerimaan klinisi. Diagnostik cepat dapat meningkatkan ketepatan terapi antibiotik secara dini, tetapi perbaikan luaran penatagunaan antimikroba tidak selalu disertai dengan perbaikanluaran klinis. Heterogenitas jenis intervensi, populasi, setting pelayanan, dan luaran membatasi perbandingan langsung serta generalisasi hasil. Dengan demikian, efektivitas strategi ASP tidak bersifat universal pada berbagai setting pelayanan kesehatan. Strategi yang diterapkan perlu disesuaikan dengan karakteristik pelayanan, kapasitas sumber daya, dan konteks implementasi pada masing-masing fasilitas kesehatan.
Analisis Faktor Penentu Loyalitas Pasien Rawat Jalan Dan Penguatan Customer Relationship Management Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Karawang Adinda Virginia Dwi Setyo; I Gede Made Wirabrata; Lies Putriana
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.775

Abstract

Kualitas pelayanan instalasi farmasi merupakan faktor penting dalam membentuk kepuasan dan loyalitas pasien rawat jalan.Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien, pengaruh kepuasan pasien terhadap loyalitas pasien, pengaruh langsung kualitas pelayanan terhadap loyalitas pasien, serta peran Customer Relationship Management (CRM) sebagai variabel moderator, dengan kepuasan pasien ditempatkan sebagai variabel intervening dalam model penelitian. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri atas 400 pasien rawat jalan yang menebus resep di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Karawang dan dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien (β = 0,677; t = 5,975; p < 0,001), kepuasan pasien berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pasien (β = 0,412; t = 6,863; p < 0,001), dan kualitas pelayanan berpengaruh langsung secara positif dan signifikan terhadap loyalitas pasien (β = 0,231; t = 2,907; p = 0,004). CRM memberikan efek moderasi positif dan signifikan pada hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien (β = 0,259; t = 5,311; p < 0,001) serta hubungan kepuasan pasien dengan loyalitas pasien (β = 0,100; t = 3,652; p < 0,001), yang menunjukkan bahwa semakin baik CRM, semakin kuat kedua hubungan tersebut. Nilai R² menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 53,0% variasi kepuasan pasien dan 62,8% variasi loyalitas pasien. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan farmasidan kepuasan pasien yang didukung oleh penguatan CRM dapat menjadi strategi untuk meningkatkan loyalitas pasien rawat jalan.
Uji Aktivitas Antibakteri Gel Kombinasi Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.) Dan Ekstrak Daun Mimba (Azadiractha indica A. Juss) Terhadap Cutibacterium acnes Dan Staphylococcus epidermidis Deby Mulyafami; Shelly Taurhesia; Adek Zamrud Adnan
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.781

Abstract

Jerawat (acne vulgaris) merupakan gangguan inflamasi kronis pada unit pilosebasea yang antara lain berkaitan dengan kolonisasi Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Penggunaan antibiotik dalam terapi jerawat secara berkepanjangan dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi sehingga mendorong pengembangan bahan alam sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan ekstrak daun mimba (Azadirachta indica A. Juss), baik secara tunggal maupun kombinasi, serta mengevaluasi karakteristik sediaan gel yang mengandung kombinasi ekstrak tersebut. Ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan etanol 96%, dilanjutkan dengan skrining fitokimia, pengujian Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), Diameter Daya Hambat (DDH), Fractional Inhibitory Concentration Index (FICI), aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, formulasi gel, evaluasi fisikokimia, stabilitas, dan uji iritasi. Rendemen ekstrak rimpang temulawak dan daun mimba masing-masing sebesar 22,58% dan 36,44%. Kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Di antara rasio kombinasi yang diuji, rasio 1:2 (6,25%:3,12%) menghasilkan DDH terbesar, yaitu 23,42±0,53 mm terhadap C. acnes dan 22,18±0,68 mm terhadap S. epidermidis. Namun, nilai FICI sebesar 8,006 terhadap C. acnes dan 10,92 terhadap S. epidermidis menunjukkan bahwa interaksi kedua ekstrak bersifat antagonis. Aktivitas antioksidan ekstrak rimpang temulawak dan ekstrak daun mimba menunjukkan nilai IC₅₀ masing-masing sebesar 60,38 ppm dan 51,89 ppm. Sediaan gel yang dihasilkan memenuhi kriteria evaluasi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, dan daya sebar serta menunjukkan kestabilan fisik selama empat minggu pengujian dan tidak menimbulkan iritasi primer pada hewan uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang temulawak dan daun mimba memiliki aktivitas antibakteri dan dapat diformulasikan dalam sediaan gel, tetapi kombinasi keduanya tidak menunjukkan efek sinergis berdasarkan nilai FICI.
Sintesis Nanopartikel Campuran Minyak Atsiri Gardenia dan Red Apple dengan Teknik Atomisasi Menggunakan Lapisan Pelindung Polimer PEG-40 HCO Reva Nurpadila; Horasdia Saragih
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.782

Abstract

Parfum berbasis air dikembangkan sebagai alternatif yang lebih aman dan stabil dibandingkan parfum berbasis alkohol, namun menghadapi tantangan dalam mendispersikan minyak atsiri yang bersifat hidrofobik ke dalam medium air. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi nanopartikel dari campuran minyak atsiri gardenia dan red apple dengan perbandingan 50:50 yang dienkapsulasi oleh surfaktan PEG-40 hydrogenated castor oil (PEG-40 HCO) menggunakan teknik atomisasi, guna menghasilkan formulasi nanoparfum berbasis air yang stabil. Nanoemulsi disintesis dengan dengan empat konsentrasi variasi campuran minyak atsiri (2, 3, 4, dan 5 mL). Hasil menunjukkan diameter rata-rata meningkat seiring bertambahnya konsentrasi minyak (29,9–177,6 nm), dengan formula 5 mL menghasilkan distribusi bimodal. Nilai PDI berpola tidak monoton, dengan formula 4 mL memiliki distribusi ukuran paling homogen dan monodispers (PDI = 0,069), sedangkan formula 3 mL menunjukkan lonjakan ekstrem (2,012) diduga berkaitan dengan perubahan struktur sistem. Mobilitas elektroforetik dan potensial zeta menjadi semakin negatif konsisten seiring naiknya konsentrasi minyak, namun nilainya tetap rendah (hingga −7,5 mV) sehingga kestabilan diduga lebih banyak ditopang oleh stabilisasi sterik PEG-40 HCO dibandingkan gaya elektrostatik. Formulasi dengan volume 4 mL terbukti menjadi kondisi optimal yang menghasilkan nanopartikel paling homogen dan stabil untuk basis formulasi nanoparfum berbasis air.
Formulasi dan Aktivitas Serum Kombinasi Ekstrak Kulit Delima Merah (Punica granatum L.) dan Akar Manis (Glycyrrhiza glabra L.) Dessy Aulia Rachma; Ratna Djamil; Shelly Taurhesia
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.795

Abstract

Stres oksidatif dan peningkatan aktivitas enzim tirosinase dapat berkontribusi terhadap penuaan dini dan hiperpigmentasi kulit sehingga diperlukan pengembangan sediaan kosmetik yang mengandung antioksidan dan bahan pencerah. Penelitian ini bertujuan memformulasikan dan mengevaluasi serum pencerah wajah yang mengandung kombinasi ekstrak kulit buah delima merah (Punica granatum L.) dan ekstrak akar manis (Glycyrrhiza glabra L.). Ekstrak kulit buah delima merah diperoleh melalui maserasi kinetik menggunakan etanol 70%, kemudian dikombinasikan dengan ekstrak akar manis dalam tiga formula serum dengan variasi konsentrasi. Evaluasi meliputi aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, penghambatan enzim tirosinase, organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, sifat alir, dan stabilitas fisik pada suhu 40°C selama empat minggu. Ekstrak kulit buah delima merah dan ekstrak akar manis menunjukkan aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC₅₀ masing-masing sebesar 29,49 ± 0,08 bpj dan 34,34 ± 1,30 bpj. Aktivitas antioksidan awal serum menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 70,00 ± 1,25 bpj pada Formula 1, 65,44 ± 0,04 bpj pada Formula 2, dan 60,29 ± 0,63 bpj pada Formula 3. Selama penyimpanan, nilai IC₅₀ meningkat menjadi 73,25–82,37 bpj pada Formula 1, 66,91–75,39 bpj pada Formula 2, dan 61,72–69,75 bpj pada Formula 3, yang menunjukkan penurunan aktivitas antioksidan selama penyimpanan. Formula 2 dan Formula 3 memenuhi kriteria mutu fisik yang digunakan, sedangkan Formula 1 memiliki daya sebar awal 4,55 cm, lebih rendah dari rentang acuan 5–7 cm. Formula 3 menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi di antara ketiga formula, tetapi memiliki warna kuning kecokelatan yang lebih gelap dibandingkan Formula 2. Formula 2 menunjukkan aktivitas penghambatan enzim tirosinase dengan nilai IC₅₀ sebesar 157,22 bpj. Kombinasi ekstrak kulit buah delima merah dan ekstrak akar manis dapat diformulasikan menjadi serum dengan aktivitas antioksidan dan penghambatan enzim tirosinase; Formula 2 dan Formula 3 menunjukkan karakteristik fisik yang memenuhi kriteria evaluasi dan tetap stabil selama empat minggu penyimpanan.
Uji Efektivitas Pelembab Sediaan Lipcream Dengan Ekstrak Buah Bit (Beta vulgaris L) dan Biji Alpukat (Persea americana Mill) Sandy Firmansyah; Chaidir; Faizatun; Iin Ruliana Rohenti
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.809

Abstract

Buah bit (Beta vulgaris L.) mengandung pigmen betasianin dan berbagai metabolit sekunder yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pewarna alami dalam sediaan kosmetik, sedangkan minyak biji alpukat (Persea americana Mill.) dapat digunakan sebagai emolien untuk membantu mempertahankan kelembapan bibir. Penelitian ini bertujuan memformulasikan dan mengevaluasi sediaan lip cream yang mengandung ekstrak etanol buah bit dan minyak biji alpukat. Ekstrak buah bit diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian dikarakterisasi berdasarkan organoleptik, rendemen, parameter spesifik dan nonspesifik, serta skrining fitokimia. Sediaan dibuat dalam empat formula, yaitu F0 sebagai kontrol basis tanpa ekstrak buah bit dan minyak biji alpukat, serta F1, F2, dan F3 yang mengandung ekstrak buah bit 30% dengan variasi minyak biji alpukat masing-masing 3%, 6%, dan 9%. Seluruh formula dievaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, viskositas, pH, daya oles, daya sebar, daya lekat, iritasi, stabilitas selama 28 hari pada suhu 5 ± 2°C, 25 ± 2°C, dan 40 ± 2°C, serta hedonik, sedangkan uji efektivitas kelembapan dilakukan pada formula aktif F1–F3. Ekstrak yang diperoleh berbentuk semi padat, berwarna cokelat, dan memiliki rendemen 29,27%. Ekstrak memenuhi parameter karakterisasi yang digunakan serta mengandung betasianin, alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Seluruh formula homogen, memiliki viskositas 11.530–18.860 cPs, daya sebar 5,10–5,73 cm, daya lekat 72–114 detik, dan tidak menunjukkan reaksi iritasi pada 12 panelis. Selama penyimpanan, seluruh formula tetap homogen dan mudah dioleskan, meskipun pH F3 pada suhu 40 ± 2°C minggu kedua menurun menjadi 4,36. Formula aktif F1, F2, dan F3 menunjukkan peningkatan kelembapan bibir pada kondisi pengujian. F3 memberikan peningkatan kelembapan tertinggi sesaat setelah pemakaian dan setelah empat jam, sedangkan setelah penggunaan selama tiga hari peningkatan kelembapan ketiga formula relatif serupa. F1 memperoleh skor hedonik tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah bit dan minyak biji alpukat dapat diformulasikan dalam sediaan lip cream, dan formula aktif menunjukkan peningkatan kelembapan bibir pada kondisi pengujian. Namun, karena kontrol basis F0 tidak diuji pada parameter kelembapan, kontribusi spesifik bahan aktif terhadap peningkatan kelembapan belum dapat dipisahkan dari pengaruh komponen basis.
Formulasi Sediaan Facial Wash Yang Berpotensi Sebagai Antibakteri Dari Ekstrak Etanol Kasumba Turate (Carthamus tinctorius L.) Nuril Secilia Pratiwi; Karlina Amir Tahir; Alwiyah Nur Syarif; Nurshalati Tahar; Syamsuri Syakri; Muh. Fitrah; Ahmad Lalo
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.815

Abstract

Kasumba turate (Carthamus tinctorius L.) mengandung senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid dan fenolik, yang dilaporkan memiliki aktivitas biologis, termasuk antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan facial wash serta mengetahui aktivitas antibakteri facial wash yang mengandung ekstrak etanol kasumba turate terhadap Propionibacterium acnes. Penelitian menggunakan uji stabilitas dan metode difusi cakram untuk pengujian aktivitas antibakteri. Hasil uji stabilitas menunjukkan bahwa seluruh formula tetap homogen dan secara organoleptik tidak mengalami perubahan berarti, meskipun terdapat perubahan pH dan tinggi busa setelah cycling test. Aktivitas antibakteri meningkat secara deskriptif seiring peningkatan konsentrasi ekstrak, dengan diameter zona hambat rata-rata 5,53 mm pada F1 (5%), 6,40 mm pada F2 (10%), dan 8,34 mm pada F3 (15%). Hasil One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan diameter zona hambat antar kelompok (p < 0,001). Uji lanjut Tukey HSD menunjukkan bahwa F1 tidak berbeda bermakna dengan kontrol negatif, sedangkan F3 berbeda bermakna dengan F1, F2, dan kontrol negatif. F3 menunjukkan aktivitas antibakteri sedang dan memiliki zona hambat terbesar di antara formula yang mengandung ekstrak. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak etanol kasumba turate menunjukkan potensi sebagai bahan aktif dalam sediaan facial wash dengan aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes.
Local Herbs To Overcome Cigarette Addiction : An In Silico Study Of Pometia Pinnata As A Nicotine Receptor (nAChR) Inhibitor Oktania Dhiya Ulhaq; Yuli Subiakto; Rifaa Dhiya Ulhaq; Nasywa Zahirah Yustin; Oktavian Arya Putra
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan tembakau masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, dengan prevalensi perokok dewasa mencapai 34,5%. Upaya penanggulangan kecanduan nikotin memerlukan pendekatan baru yang efektif dan aman mengingat terapi farmakologis yang tersedia, seperti vareniklin dan bupropion, masih memiliki keterbatasan akibat efek samping yang ditimbulkan. Salah satu alternatif yang berpotensi dikembangkan adalah pemanfaatan sumber daya alam Indonesia, khususnya tanaman endemik matoa (Pometia pinnata) yang kaya akan senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi struktur tiga dimensi reseptor nicotinic acetylcholine receptor (nAChR) serta mengevaluasi interaksi ligan secara in silico guna mengidentifikasi senyawa aktif dengan afinitas tinggi sebagai kandidat terapi kecanduan nikotin. Metode penelitian meliputi seleksi senyawa aktif dari P. pinnata, analisis bioaktivitas dan ADMET, validasi protein menggunakan PDBsum, pemodelan struktur tiga dimensi dengan AlphaFold2, molecular docking menggunakan AutoDock Vina, serta visualisasi interaksi melalui Discovery Studio dan ClusPro. Senyawa yang diuji meliputi Proanthocyanidin A2, Apigenin 7-O-diglukuronida, Taraxerone, dan Stigmasta-5,22-dien-3-β-ol. Hasil molecular docking menunjukkan bahwa Proanthocyanidin A2 memiliki afinitas pengikatan tertinggi terhadap reseptor nAChR α4β2dengan nilai Vina score sebesar −10,5 kkal/mol melalui pembentukan interaksi ikatan hidrogen, π-anion, dan π-alkil. Sementara itu, Apigenin 7-O-diglukuronida, Taraxerone, dan Stigmasta-5,22-dien-3-β-ol masing-masing menunjukkan nilai afinitas sebesar −9,8; −9,1; dan −9,0 kkal/mol. Berdasarkan hasil tersebut, Proanthocyanidin A2 menunjukkan profil interaksi dan afinitas pengikatan terbaik. Keempat senyawa yang diuji juga memiliki afinitas yang lebih baik dibandingkan vareniklin, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai kandidat terapi kecanduan nikotin, meskipun masih diperlukan penelitian farmakologis lebih lanjut untuk mengonfirmasi efektivitas dan keamanannya.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya More Issue