cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jurnalpharmaciamw@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. A.H. Nasution No. G-37, Kambu, Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
ISSN : -     EISSN : 28296850     DOI : https://doi.org/10.54883/jpmw
Core Subject : Health,
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya (JPMW) Merupakan Jurnal dengan system Open Journal untuk informasi bidang ilmu farmasi yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik. Bidang ruang lingkup naskah yang diterbitkan dalam Jurnal Pharmacia Mandala Waluya (JPMW) antara lain Farmakologi, Teknologi Sediaan Farmasi, Farmakognosi-Fitokimia, Mikrobiologi, Kimia Farmasi, dan Farmasi Klinik-Komunitas.
Articles 188 Documents
Formulasi Sediaan Emulgel Kombinasi Minyak Biji Bunga Matahari (Helianthus annuus L ) Dan Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Serta Penentuan Nilai Sun Protection Factor (SPF) Winarni; Ratna Umi Nurlila; Nur Hatidjah Awaliyah H
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.184

Abstract

Aktivitas antioksidan ekstrak daun kersen kategori sangat kuat membuat daun kersen mempunyai potensi sebagai tabir surya karena mengandung senyawa flavonoid dan tanin. Kandungan antioksidan tinggi juga ditemukan pada minyak biji bunga matahari karena mengandung vitamin E yang bertindak sebagai tabir surya. Untuk meningkatkan efektifitas kedua tanaman tersebut maka dikembangkan menjadi sediaan emulgel yang mampu memfasilitasi penghantaran senyawa bersifat hidrofilik dan hidrofobik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik dari sediaan emulgel dan untuk mengetahui berapakah nilai Sun Protection Factor sediaan emulgel kombinasi minyak biji bunga matahari (Helianthus annuus L.) dan ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.). Penelitian ini merupakan jenis penelitian laboratorium eksperimental. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan diformulasikan dalam bentuk sediaan emulgel dengan variasi konsentrasi minyak biji bunga matahari 2,5%, 5%, dan 7,5% dan konsentrasi ekstrak daun kersen 3% kemudian dilakukan uji stabilitas fisik yang meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji tipe emulsi dan cycling test, serta dilakukan penentuan nilai SPF sediaan emulgel secara in vitro. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa semua sediaan emulgel memenuhi kriteria organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, tipe emulsi maupun cycling test yang stabil secara fisik dan berdasarkan hasil penentuan nilai SPF menunjukkan sediaan emulgel memiliki aktivitas sebagai tabir surya dengan diperoleh nilai SPF F1 6,55, F2 7,15 dan F3 7,68. Diharapkan penelitian selanjutnya melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui aktivitas tabir surya dari fraksinasi daun kersen dengan bahan alam lain serta melakukan uji toksisitas untuk mengetahui efek penggunaan dalam jangka panjang.
Uji Aktivitas Fraksi n-Heksan Dan Etil Asetat Daun Ketepeng Cina (Cassia Alata L.) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida Albicans Musdalipa Sri Febrianti; Silviana Hasanuddin; Rismayanti Fauziah
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.226

Abstract

Candida albicans merupakan jenis jamur yang ditemukan pada beberapa bagian tubuh orang yang sehat, seperti dimulut, kerongkongan, usus, saluran genital, feses, dibawah kuku dan juga pada kulit. Salah satu tumbuhan alam yang berpotensi untuk pengobatan penyakit infeksi adalah ketepeng cina (Cassia alata L). Ketepeng cina mengandung alkaloid, saponin, tannin, steroid, antrakuinon, flavonoid dan karbohidrat. Senyawa-senyawa ini dapat berfungsi sebagai antifungi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas fraksi n-heksan dan etil asetat daun Ketepeng Cina (Cassia alata L.) , dan konsentrasi optimum terhadap jamur Candida albicans. Metode penelitian yang digunakan meliputi ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, fraksinasi menggunakan pelarut n-heksan dan etil asetat, skrining fitokimia, pengujian antijamur Candida albicans dengan perlakuan konsentrasi 0,5%, 1%, dan 1,5% dengan metode sumuran. Analisis data antijamur dilakukan dengan menggunakan analisis statistik Mann-Whitney yang bertujuan untuk menguji signifikan hipotesis antar dua sampel. Hasil penelitian menemukan bahwa ekstrak etanol didapatkan bobot 87 gram, hasil fraksinasi n-heksan didapatkan 8,3 g dan etil asetat 2,5 g. skrining fitokimia pada fraksi n-heksan dan etil asetat positif mengandung alkaloid, flavonoid,tannin dan steroid. Hasil uji aktivitas antijamur terhadap Candida albicans menunjukkan rata-rata zona hambat pada fraksi n-heksan dengan konsentrasi 0,5% (18,0 mm), konsentrasi 1% (19,5 mm) , dan konsentrasi 1,5% (19,0 mm) dikategorikan kuat. Pada fraksi etil asetat konsentrasi 0,5% (17,0 mm), konsentrasi 1% (22,0 mm),dan konsentrasi 1,5% ( 23,0 mm) dikategorikan sangat kuat. Dan kontrol positif nistatin memiliki rata-rata diameter zona hambat pada fraksi n-heksan (14,5 mm) dikategorikan kuat, dan fraksi etil asetat dengan rata-rata (13,7 mm) dikategorikan kuat. sedangkan pada DMSO tidak memiliki zona hambat terhadap jamur Candida albicans. Penelitian ini dapat di simpulkan bahwa fraksi daun ketepeng (Cassia alata L.) dapat menghambat pertumbuhan jam ur Candida albicans.
Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Air, Etil Asetat dan n-Heksan Batang Brotowali (Tinospora crispa (L.) Hook.f. & Thomson) Terhadap Bakteri Escherichia coli Noviani Ludin; Ratna Umi Nurlila; Nur Herlina Nasir
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.557

Abstract

Sebanyak 7,7 juta kematian dilaporkan terjadi akibat 33 jenis infeksi bakteri umum pada tahun 2019, salah satunya disebabkan oleh Escherichia coli, bakteri patogen yang berperan penting dalam menimbulkan berbagai infeksi pada manusia. Upaya pengendalian infeksi Escherichia coli memerlukan pengembangan agen antibakteri yang efektif dan aman, salah satunya melalui pemanfaatan bahan alam. Batang brotowali (Tinospora crispa (L.)) diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri dan menentukan konsentrasi optimal fraksi air, etil asetat dan n-heksan batang brotowali terhadap E. coli. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan proses Ekstraksi dilakukan menggunakan metode Ultrasonic Assisted Extraction dengan etanol 96%, dilanjutkan fraksinasi cair-cair menggunakan pelarut air, etil asetat, dan n-heksan. Skrining fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi golongan senyawa, sedangkan uji antibakteri dilakukan secara sumuran pada konsentrasi 20%, 25%, dan 30%. Kemudian analisis data dengan menggunakan One Way ANOVA. Hasil menunjukkan fraksi air mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin; fraksi etil asetat mengandung alkaloid, saponin dan steroid; serta fraksi n-heksan mengandung flavonoid dan steroid. Zona hambat terbesar pada konsentrasi 30% untuk fraksi air (8,33 mm), konsentrasi 25% dan 30% untuk fraksi etil asetat (5,94 mm dan 6,83 mm), serta konsentrasi 30% untuk fraksi n-heksan (4,94 mm). Kesimpulan dari penelitian ini adalah fraksi air, etil asetat, dan n-heksana dari batang brotowali menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap E. coli, dengan fraksi air pada konsentrasi 30% menunjukkan zona hambat terbesar. Penelitian lanjutan diperlukan untuk identifikasi senyawa aktif melalui analisis spektroskopi dan pengujian terhadap bakteri patogen lainnya.
Analisis Efisiensi Pengelolaan Obat Pada Tahap Perencanaan dan Pengadaan Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Wakatobi Syalwa Aulina Mualim; Sugireng; Bai Athur Ridwan
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.604

Abstract

Rumah sakit di Indonesia masih menghadapi ketidaktepatan perencanaan dan pengadaan obat yang mengakibatkan ketidaksesuaian antara kebutuhan dan ketersediaan. Seringkali terjadi ketidaksesuaian antara rencana dan kebutuhan riil saat merencanakan pengadaan obat di RSUD Kabupaten Wakatobi. Sehingga perlu dilakukan evaluasi pengelolaan perencanaan dan pengadaan obat di Instalasi Farmasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan suplai obat di Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini menggunakan mixed methods desain deskriptif. Data kuantitatif diperoleh dari dokumen rencana Kebutuhan Obat (RKO), data pengadaan, dan data pemakaian obat, sedangkan kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 3 informan secara purposive sampling. Data kuantitatif dianalisis menggunakan indikator efisiensi pengelolaan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penyimpangan perencanaan obat sebesar 37,47% yang berarti tidak efisien karena melebihi standar. Kesesuaian antara pengadaan dengan kenyataan pakai mencapai 159,8%, juga tidak efisien karena melebihi standar ideal. Frekuensi pengadaan obat dilakukan 4 kali per tahun yang termasuk kategori rendah, dan frekuensi kesalahan faktur sebesar 0%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengelolaan obat pada tahap perencanaan di Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Wakatobi masih belum efisien, sedangkan pengelolaan obat pada tahap pengadaan tergolong efisien.
Potensi Imunomodulator Ekstrak Daun Sidaguri (Sida rhombifolia L.) Terhadap Aktivitas Fagositosis Makrofag Pada Mencit (Mus musculus) Jantan Wa Ode Yuliastri; Rauzatul Miza; Himaniarwati; Ratri Yuniar; Anggi Anzalna; Sitti Asriani; Mawar Fajri Suciati; Rizky Amalia Apriana Burhan
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.676

Abstract

Tumbuhan sidaguri (Sida rhombifolia L.) adalah salah satu tumbuhan liar yang sering digunakan sebagai obat tradisional pada masyarakat. Tumbuhan sidaguri (Sida rhombifolia L.) diketahui memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai imunomodulator. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas imunomodulator ekstrak daun sidaguri (Sida rhombifolia L.) terhadap fagositosis makrofag pada mencit (Mus musculus) jantan. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium. Daun sidaguri (Sida rhombifolia L.) diekstraksi dengan metode maserasi, dan di lakukan uji aktivitas imunomodulator dengan melihat nilai persentasi fagositosis makrofag. Uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p=0,001). Hasil yang diperoleh dari ekstraksi dengan menggunakan metode maserasi yaitu rendemen ekstrak sebesar 14%. Kemudian hasil uji aktivitas imunomodulator ekstrak daun sidaguri (Sida rhombifolia L.) terhadap fagositosis makrofag pada mencit jantan yaitu didapatkan hasil pada kelompok kontrol positif (stimuno) sebesar 90,66%, kontrol negatif (Na-CMC) sebesar 12,33% kemudian pada kelompok perlakuan dosis 100 mg/KgBB sebesar 75,66%, kelompok dosis 200mg/KgBB sebesar 77% dan pada kelompok dosis 300 mg/KgBB sebesar 82,33%. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sidaguri (Sida rhombifolia L.) terbukti memiliki aktivitas imunomodulator dengan meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag secara signifikan (p=0,001), di mana aktivitas tertinggi ditunjukkan pada pemberian dosis 300 mg/KgBB. Senyawa fitokimia seperti flavonoid yang terkandung dalam ekstrak etanol daun sidaguri (Sida rhombifolia L.) diyakini memberikan konstribusi pada efek imunomodulator pada aktivitas fagositosis makrofag pada mencit jantan. Sehingga ekstrak etanol daun Sidaguri (Sida rhombifolia L.) diketahui memiliki potensi sebagai imunostimulan alami dalam meningkatkan sistem imun.
Uji Aktivitas Sediaan Minuman Instan Infusa Daun Salam (Syzygium polyanthum) Sebagai Antioksidan Fahmi Hidayat; Tasnim; Wa Ode Ida Fitriah
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.684

Abstract

Radikal bebas merupakan molekul yang bersifat tidak stabil karena memiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan, sehingga sangat reaktif dan dapat menimbulkan kerusakan pada sel, protein, serta DNA dalam tubuh. Maka dari itu dibutuhkan antioksidan untuk membantu mengatasi radikal bebas dalam tubuh. Daun salam memiliki senyawa metabolit sekunder seperti fenolik, steroid, saponin, alkaloid, flavonoid. Komponen utama pada daun salam adalah flavonoid, yang merupakan senyawa polifenol yang memiliki peran sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sediaan minuman instan daun salam yang dapat berperan sebagai antioksidan serta aman untuk dikonsumsi. Daun salam diekstraksi dengan menggunakan metode infusa kemudian diformulasikan menjadi minuman instan dengan variasi konsentrasi 20%, 30% dan 40%. Formula kemudian diujikan karakteristiknya, diantaranya uji organoleptik, uji pH, uji kadar air, uji waktu larut dan uji aktivitas antioksidan. Data dianalisis dengan mencari tahu nilai IC₅₀ dengan menggunakan perhitungan pada Microsoft Excel. Hasil menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi parameter pengujian karakteristik diantaranya Uji karakteristik tersebut meliputi organoleptik, uji pH (5,5-7), uji kadar air (<3%) dan uji waktu larut (< 5menit). Sediaan minuman instan infusa daun salam yang telah dibuat memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dan kuat dengan nilai IC₅₀ masing-masing 72,75 (20%), 23,42 (30%), dan 18,68 (40%), dengan aktivitas terbaik pada konsentrasi 40%. Kesimpulannya, sediaan minuman instan infusa daun salam memenuhi parameter karakteristik fisik yang diuji serta menunjukkan aktivitas antioksidan secara in vitro menggunakan metode DPPH. Formula dengan konsentrasi 40% memiliki aktivitas antioksidan terbaik berdasarkan nilai IC₅₀ terendah di antara formula yang diuji. Penelitian lanjutan, termasuk uji in vivo dan uji keamanan, diperlukan untuk mengonfirmasi potensi terapeutik sediaan
Formulasi Dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Serum Wajah Dari Fraksi Metanol Daun Bidara (Zizipuhus mauritiana Lam.) Mulyadi Prasetyo; Anisa Gafur; Mus Ifaya; Rismayanti Fauziah; Rina Andriani; Risky Juliansyah Putri; Emilia Audrey Tunmas Pasenggong; Nurhyuni
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.704

Abstract

Daun bidara (Ziziphus mauritiana Lam.) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin, dengan flavonoid berperan penting sebagai antioksidan penangkap radikal bebas. Dalam penelitian ini, fraksi metanol daun bidara diformulasikan menjadi sediaan serum wajah yang dipilih karena memiliki konsentrasi bahan aktif tinggi, viskositas rendah, mudah diserap kulit, dan sesuai sebagai sediaan perawatan kulit topikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa kimia fraksi metanol daun bidara, mengevaluasi fisik sediaan serum wajah, serta menentukan aktivitas antioksidan dari sediaan tersebut. Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorium. Ekstrak daun bidara diperoleh dengan metode maserasi menggunakan metanol 96% kemudian difraksinasi dengan metanol 96% dan n-heksan hingga diperoleh fraksi kental. Fraksi diformulasikan dalam bentuk serum dengan variasi konsentrasi F0 (0% kontrol), F1 (5%), F2 (10%), dan F3 (15%). Evaluasi fisik meliputi pengujian organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, cycling test, serta uji iritasi. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH untuk memperoleh nilai IC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan fraksi metanol daun bidara mengandung flavonoid, tanin, dan saponin. Evaluasi fisik menunjukkan seluruh formula berada dalam rentang mutu fisik serum wajah yang dapat diterima. Setelah cycling test terjadi perubahan pada daya sebar dan viskositas, namun tidak terjadi perubahan organoleptik, homogenitas, maupun pH. Uji iritasi tidak menunjukkan tanda iritasi pada sukarelawan. Aktivitas antioksidan menunjukkan semua formula 5%, 10%, dan 15% memiliki aktivitas kuat hingga sangat kuat, dengan formula terbaik F3 (15%) yang menghasilkan IC₅₀ sebesar 16,945 µg/mL. Dapat disimpulkan bahwa serum fraksi metanol daun bidara menunjukkan kestabilan fisik awal berdasarkan cycling test, tidak menimbulkan iritasi pada uji tempel terbuka terbatas, dan berpotensi sebagai sediaan antioksidan alami untuk perawatan kulit wajah.
Pengembangan dan Validasi Kuesioner Kualitas Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Berdasarkan Beban Kerja dan Ketersediaan SDM Tissa Filliany Mangari; Adryan Fristiohady; Ruslin; Wahyuni; Natalia Christiani Putri natalia
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi kuesioner kualitas pelayanan kefarmasian di puskesmas berdasarkan beban kerja dan ketersediaan sumber daya manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui tahapan pengembangan instrumen, uji validitas isi, validitas konstruk, dan reliabilitas. Validitas isi dinilai menggunakan metode Content Validity Index (CVI) dan Aiken’s V melalui penilaian para ahli. Selanjutnya, uji validitas konstruk dan reliabilitas dilakukan melalui uji coba kepada 30 responden menggunakan analisis Corrected Item-Total Correlation dan Cronbach’s Alpha dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh 60 item pernyataan dinyatakan valid secara isi dengan nilai I-CVI 1,00 memenuhi batas minimum dan nilai S-CVI 1,00 berada pada kategori sangat baik, serta diperkuat oleh nilai Aiken’s V 0,948 yang berada di atas batas minimum dengan kategori tinggi. Uji validitas konstruk menunjukkan seluruh item memiliki nilai korelasi di atas r tabel (0,361), yang mengindikasikan kemampuan item dalam merepresentasikan konstruk secara empiris. Selain itu, hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha yang sangat baik (> 0,90) pada seluruh konstruk, yang menandakan konsistensi internal yang tinggi. Kuesioner yang dikembangkan dinyatakan valid dan reliabel, sehingga layak digunakan sebagai instrumen pengukuran kualitas pelayanan kefarmasian di puskesmas.
Analisis Drug Related Problems Pada Pasien Chronic Kidney Disease Dengan Komorbid Hipertensi Di RSUD Bahteramas Insan Melani Putri A; Muh Idrus; Mulyadi Prasetyo
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.713

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan penyakit kronis progresif yang sering disertai hipertensi sebagai komorbiditas utama. Kombinasi kedua penyakit ini meningkatkan kompleksitas terapi dan risiko terjadinya Drug Related Problems (DRPs). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan jumlah DRPs pada pasien CKD dengan komorbid hipertensi di RSUD Bahteramas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medis pasien periode 2023–2024. Sampel penelitian terdiri atas 61 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Identifikasi DRPs dilakukan berdasarkan klasifikasi Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) versi 9.1. Satu pasien dapat mengalami lebih dari satu kategori DRPs. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 37 kasus DRPs pada 61 pasien. Kategori DRP terbanyak adalah indikasi tanpa obat sebanyak 15 kasus (24,46%), diikuti terapi tidak tepat sebanyak 8 kasus (13,11%), obat tanpa indikasi sebanyak 8 kasus (13,11%), dan interaksi obat sebanyak 6 kasus (9,84%). Temuan ini menunjukkan pentingnya identifikasi DRPs untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas terapi pada pasien PGK dengan komorbid hipertensi.
Evaluasi Akumulasi Beban Antikolinergik menggunakan ACB Calculator pada Jemaah Haji Geriatri di Wilayah Malang Raya Alifia Putri Febriyanti; Aulan Nadiya; Iqbal Ahmad Marzuki; Putri Wulan Akbar; Tias Pramesti Griana; Asrofik
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.736

Abstract

Ibadah haji merupakan rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh Muslim yang memenuhi kemampuan fisik maupun finansial (istitha’ah). Di Indonesia, jemaah haji geriatri mencakup proporsi substansial, yakni sekitar 30% dari total kuota jemaah pada tahun 2023. Penurunan fungsi fisiologis akibat penuaan menyebabkan kelompok ini rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan yang memerlukan intervensi farmakologis jangka panjang. Penggunaan obat-obatan dengan aktivitas antikolinergik secara kumulatif dapat memicu akumulasi beban (anticholinergic burden) yang berisiko mengganggu performa fisik serta fungsi kognitif jemaah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi akumulasi beban antikolinergik pada jemaah haji geriatri di wilayah Malang Raya tahun 2024 menggunakan instrumen ACB Calculator. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif deskriptif dengan desain observasional cross-sectional berdasarkan data rekam medis pada pemeriksaan kesehatan tahap ketiga. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan total 170 subjek. Skor ACB diklasifikasikan menjadi dua kategori yakni beban rendah (skor 1-2) dan beban tinggi (skor sama dengan atau lebih dari 3). Hasil analisis menunjukkan bahwa 62,94% jemaah berada pada kategori beban antikolinergik rendah, sementara 37,06% jemaah berada pada kategori beban tinggi. Metformin teridentifikasi sebagai obat yang paling dominan dikonsumsi oleh subjek penelitian dengan klasifikasi aktivitas antikolinergik kategori rendah. Temuan tingginya proporsi jemaah dengan kategori beban antikolinergik tinggi (37,06%) menunjukkan perlunya tinjauan klinis khusus terhadap regimen obat guna mencegah risiko penurunan fungsi kognitif dan fisik; oleh karena itu, tenaga kesehatan haji direkomendasikan untuk melakukan evaluasi kumulatif obat secara berkala dan penyesuaian regimen metformin guna meminimalkan risiko gangguan termoregulasi serta menjamin keberlanjutan kriteria istitha’ah kesehatan jemaah selama di tanah suci.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya More Issue