cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 2,551 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 2,551 Documents clear
Kajian Motivasi Mahasiswa dalam Menentukan Arah Karir sebagai Tenaga Pendidik: Studi pada Program Studi Pendidikan Teknik Mesin UNP Muhammad Restu Alhamdi; Rifelino Rifelino; Febri Prasetya; Wanda Afnison
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau gambaran deskriptif dari motivasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Padang dalam memilih profesi guru sebagai pilihan karir. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena bahwa tidak semua mahasiswa program studi keguruan memiliki minat untuk menjadi pendidik, meskipun secara kurikulum mereka diarahkan ke arah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel terdiri dari 45 mahasiswa aktif angkatan 2020, 2021, dan 2022 yang telah mengikuti mata kuliah Praktik Lapangan Kependidikan (PLK), dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert yang terdiri dari 21 pernyataan untuk mengukur dimensi motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat motivasi yang tinggi untuk berkarir sebagai guru, dengan nilai rata-rata 62,31 dari skor maksimum 76. Motivasi terbesar muncul dari keinginan pribadi, kepuasan dalam mengajar, dan dukungan lingkungan seperti keluarga. Namun, sebagian kecil mahasiswa masih menunjukkan ketertarikan profesi lain selain karir di bidang pendidikan, seperti bekerja di industri,berwirausaha, atau bekerja di sektor lain selain dari tujuan pendidikan teknik. Kesimpulannya, motivasi berperan signifikan dalam keputusan mahasiswa untuk memilih karir sebagai guru. Temuan ini menjadi penting bagi institusi pendidikan untuk memperkuat pembinaan karir dan pengembangan profesional bagi calon guru, khususnya di bidang pendidikan teknik.
Pengaruh Motivasi Belajar dan Pengalaman Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) terhadap Kesiapan Karir Menjadi Guru melalui Efikasi Diri sebagai Variabel Mediasi pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Cahyani Fitriyah; Choirul Nikmah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2596

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan tenaga guru yang mencapai 1.312.759 pada tahun 2023 mengindikasikan kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan guru profesional, namun tidak semua mahasiswa kependidikan berminat menekuni profesi tersebut. Data studi pendahuluan menunjukkan hanya 30,6% mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran angkatan 2021 FEB UNESA siap berkarir sebagai guru setelah menyelesaikan program PLP. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi belajar dan pengalaman Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) terhadap kesiapan karir menjadi guru melalui efikasi diri sebagai variabel mediasi pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran. Metode: Penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif melibatkan 82 mahasiswa program studi Pendidikan Administrasi Perkantoran angkatan 2021 FEB UNESA sebagai populasi penelitian dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dengan skala Likert 1-5 dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan SmartPLS versi 4. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan motivasi belajar berpengaruh positif signifikan terhadap efikasi diri (β=0,561; p=0,000) dan kesiapan karir (β=0,473; p=0,000). Pengalaman PLP berpengaruh positif signifikan terhadap efikasi diri (β=0,239; p=0,004) dan kesiapan karir (β=0,379; p=0,000). Efikasi diri berpengaruh positif signifikan terhadap kesiapan karir (β=0,205; p=0,004). Model menunjukkan kemampuan prediksi kuat dengan R-Square kesiapan karir 76,4%. Kesimpulan dan Saran: Penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar dan pengalaman Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan karir mahasiswa menjadi guru, baik secara langsung maupun melalui efikasi diri sebagai variabel mediasi. Efikasi diri terbukti berperan sebagai faktor internal penting yang memperkuat hubungan antara dorongan belajar dan pengalaman PLP terhadap kesiapan profesional menjadi guru.
Enhancing Teacher Competence in English Language Teaching Using the Deep Learning Approach Devi Nurhastuti; Ape Segenil; Iin Inayah Ma’sum
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2597

Abstract

Teacher competence is crucial for effective learning, particularly in English language teaching. In response to 21st-century educational demands, the deep learning approach has emerged as a strategy to improve teaching quality by emphasizing conceptual understanding, critical thinking, reflection, and real-world application. Within the educational sphere, deep learning fosters meaningful, mindful, and joyful learning experiences—elements that are vital for both student engagement and teacher development. This study employs a literature review to examine the relationship between deep learning and teacher competence improvement in English instruction. Analysis of scholarly sources shows that effective implementation requires teachers to be creative in lesson planning, enhance pedagogical skills, and strengthen professionalism. Additionally, this approach supports reflective teaching and higher-order thinking skills essential for language instruction. Overall, deep learning not only enhances student outcomes but also significantly contributes to developing comprehensive teacher competence.
Implementasi Nilai Toleransi dalam Pembelajaran Pelajaran Agama Islam di Sekolah Multikultural alam persfektif wahdatul ulum Nazri Adlani Harahap; Haidar Putra Daulay; Zaini Dahlan; Laila Fathimah; Viona Miftahuljannah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai toleransi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah multikultural berdasarkan perspektif Wahdatul Ulum. Lokasi penelitian adalah SMP Negeri 10210967 Medan, yang memiliki jumlah siswa beragama Kristen sebanyak 554 orang dan siswa beragama Islam sebanyak 500 orang. Keberagaman tersebut menjadikan sekolah ini sebagai miniatur masyarakat Indonesia yang plural, sehingga memerlukan strategi pembelajaran yang efektif untuk menanamkan nilai toleransi sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Proses pengumpulan data dilakukan secara intensif untuk menggali praktik nyata penerapan toleransi di lingkungan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI tidak hanya berfokus pada penyampaian materi ajar, tetapi juga berperan sebagai teladan dalam membimbing siswa untuk memahami pentingnya sikap saling menghargai perbedaan agama. Strategi pembelajaran yang digunakan meliputi pendekatan inklusif yang mendorong interaksi aktif antar siswa, penanaman nilai rahmatan lil ‘alamin sebagai dasar kasih sayang universal, serta penggunaan metode dialogis untuk membangun komunikasi yang terbuka dan penuh rasa hormat. Selain itu, dukungan pihak sekolah melalui program-program penunjang turut memperkuat terciptanya budaya toleransi di lingkungan sekolah. Perspektif Wahdatul Ulum memberikan landasan filosofis bahwa kesatuan antara ilmu agama dan pengetahuan sosial harus diinternalisasikan secara harmonis agar dapat membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan hidup berdampingan secara damai. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi sekolah-sekolah multikultural lainnya dalam mengembangkan pembelajaran PAI yang kontekstual dan relevan dengan dinamika masyarakat plural.
Peran E-Skills Pada Pustakawan Milenial dalam Upaya Mendukung Literasi Kesehatan Lasenta Adriyana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2599

Abstract

Tujuan penelitian. Muncul stigma bahwa adanya sebuah kesenjangan antara pengguna akses internet, serta mereka yang kurang ahli dalam menghadapi seluk beluk mengakses teknologi. Merupakan sebuah konsep kesenjangan digital dimana di titik tersebut bukan lagi fenomena sosial baru, meskipun ada fokus pada teknologi yang relatif lebih modern. Inilah mengapa diperkirakan hal tersebut akan terjadi, melihat semakin bertambah cakupan sebagai penggunaan internet terus menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Tetapi inilah yang mempengaruhi lembaga seperti perpustakaan sebagai evolusi sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Seiring dengan meningkatnya pendidikan tinggi yang terlibat dalam pembelajaran berbasis internet, sdm perpustakaan perlu menjaga, mempertahankan dan bahkan meningkatkan kegiatan digital literacy melalui e-skill yang dimiliki. Perpustakaan yang aware akan hal tersebut sudah tentu akan melakukan re-generasi. Dengan adanya pustakawan milenial yang menyadari bahwa user saat ini merupakan generasi z dan alfa yang erat hubungannya dengan teknologi terutama dalam mendapatkan informasi seputar kesehatan. Hal ini menjadi penting karena banyak informasi kesehatan yang berkembang dan kontemporer sehingga kemudahan dan ketepatan informasi menjadi bagian penting dalam literasi kesehatan bagi user. Sehingga dalam penelitian ini akan digali bagaimanakah kompetensi pustakawan milenial dalam menerapkan e-skill untuk merubah perpustakaan menjadi lebih dekat dan menguasai teknologi pada industry 4.0. Metode. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan analisis deskriptif untuk mengetahui gambaran e-skill pustakawan dalam mendukung user mendapatkan informasi literasi kesehatan yang relevan sesuai kebutuhannya. Hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa pustakawan milenial 90% memerlukan dukungan dalam menambah e-skill mereka untuk meendukung kemudahan user dalam mendapatkan literasi kesehatan yang mudah dan akurat. Kesimpulan. Pustakawan milenial lebih mudah dalam menggunakan teknologi dan memiliki e-skill yang baik dalam mendukng kemudahan user mendapatkan literasi kesehatan
Kontribusi Teknologi Komunikasi Dalam Teknologi Pembelajaran Ilham putra pratama; Muhammad Irwan Padli Nasution; Wahyudin nur nasution
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2600

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi yang pesat di era revolusi industri 4.0 telah membawa dampak transformatif dalam berbagai bidang, termasuk dunia pendidikan. Integrasi teknologi komunikasi dengan teknologi pembelajaran tidak hanya memperluas akses terhadap sumber belajar, tetapi juga secara mendasar mengubah paradigma proses belajar-mengajar dari pola konvensional ke arah yang lebih fleksibel, personal, interaktif, dan adaptif terhadap dinamika perkembangan zaman. Keberadaan teknologi komunikasi memungkinkan pembelajaran berlangsung melampaui batas ruang dan waktu melalui dukungan media digital, platform pembelajaran daring, aplikasi video konferensi, serta beragam Learning Management System (LMS) yang kian variatif dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontribusi teknologi komunikasi dalam meningkatkan efektivitas teknologi pembelajaran, memetakan bentuk-bentuk pemanfaatan konkret di berbagai jenjang pendidikan, serta mengidentifikasi tantangan yang muncul dalam penerapannya di lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui telaah literatur, artikel ilmiah, dan laporan hasil penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi komunikasi memberikan kontribusi signifikan dalam memperluas jangkauan informasi, memfasilitasi interaksi antara pendidik dan peserta didik secara sinkron maupun asinkron, mendukung lahirnya inovasi model pembelajaran berbasis daring, hybrid, dan kolaboratif, serta mempermudah proses monitoring dan evaluasi hasil belajar. Meskipun demikian, implementasi teknologi komunikasi dalam teknologi pembelajaran tidak lepas dari sejumlah tantangan, seperti disparitas infrastruktur teknologi di berbagai daerah, rendahnya literasi digital di kalangan guru dan siswa, serta kendala adaptasi metode pembelajaran di beberapa satuan pendidikan. Temuan ini menegaskan perlunya dukungan kebijakan, peningkatan kompetensi pendidik, pembangunan infrastruktur yang merata, dan penanaman budaya literasi digital sebagai prasyarat penting untuk optimalisasi peran teknologi komunikasi dalam mewujudkan pembelajaran yang efektif, inklusif, dan berkualitas di era digital.
Mengatasi Tantangan Literasi Digital Generasi Z melalui Inovasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Nazri Adlani Harahap; Muhammad Irwan Padli Nasution; Wahyudin nur nasution
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2601

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan dampak yang luas terhadap berbagai aspek kehidupan manusia, khususnya pola interaksi sosial dan proses pembelajaran di kalangan Generasi Z. Generasi ini, yang sejak lahir telah terbiasa menggunakan perangkat digital, memiliki kemudahan dalam mengakses informasi dan memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kemudahan akses ini tidak selalu diiringi dengan kemampuan untuk memfilter, mengkritisi, dan memanfaatkan informasi secara bijak. Rendahnya tingkat literasi digital pada Generasi Z menimbulkan berbagai persoalan, seperti penyebaran informasi palsu (hoaks), perundungan siber (cyberbullying), pelanggaran privasi, hingga perilaku komunikasi daring yang kurang beretika. Oleh karena itu, upaya peningkatan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak agar Generasi Z dapat memanfaatkan teknologi dengan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai tantangan literasi digital yang dihadapi Generasi Z sekaligus mengkaji peran inovasi TIK sebagai salah satu solusi efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka dan telaah literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan literasi digital dapat diatasi melalui beberapa strategi, di antaranya pengembangan platform pembelajaran digital interaktif, penerapan metode pengajaran berbasis teknologi di sekolah, penyusunan kurikulum literasi digital yang terintegrasi, serta penguatan kolaborasi antara keluarga, pendidik, pemerintah, dan pihak swasta. Inovasi TIK diharapkan dapat membuka peluang pembelajaran yang lebih menarik, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan Generasi Z sehingga mereka mampu menjadi pengguna teknologi yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab
Peran Green Environment Audit Dan Pencegahan Pencemaran Atau Kerusakan Lingkungan Hidup Terhadap Pembangunan Berkelanjutan Michael Raydiene; Lorina Siregar Sudjiman; Riky Sai Maruli
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2602

Abstract

Penelitian dibuat untuk menganalisis peran Green Environment Audit Dan Pencegahan Pencemaran Atau Kerusakan Lingkungan Hidup Terhadap Pembangunan Berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data diperoleh sebanyak 31 responden karyawan auditor pada PT. NEC Indonesia menggunakan kuesioner berdasarkan skala likert. Analisis data diolah menggunakan SPSS untuk menguji validitas, reabilitas, serta pengaruh antar variabel melalui uji T dan uji F. Hasil penelitian menunjukan bahwa GEA berpengaruh signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan. Dan juga, pencegahan pencemaran atau kerusakan lingkungan terbukti signifikan mempengaruhi pembangunan berkelanjutan. Uji simultan menegaskan bahwa kedua variabel tersebut secara bersamaam memiliki pengaruh signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan
Kajian Hukum Perdata Terhadap Penggunaan Perjanjian Digital Dalam Kegiatan Bisnis (Studi Kasus Di Idola Bencoolen) Rohan Manatanael Panjaitan; Uswatun Hasanah; Marlinah Marlinah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2603

Abstract

The purpose of this study is to determine the use of digital contracts in business in Idol, Bengkulu. This study uses empirical legal methods to discuss the problem of electronic contracts. Its relevance is verified using the Civil Code, qualitative interviews, and observations. The results of the study indicate that several businesses in Bengkulu use electronic contracts for their digital business activities. The parties who make the contract are free to determine the form of the contract made, but they are bound by the provisions of the main contract and are regulated by law, namely by agreement of the parties who make the contract. Electronic contracts are valid and legally binding.
Efektivitas Strategi Sosial Marketing dalam Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Remaja Rina Anggaraini Damanik; Novica Jolyarni Dornik; Quratih Adawiyah; Febri Aulia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2604

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan indikator penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan remaja yang sedang berada dalam fase pembentukan karakter dan kebiasaan hidup. Namun, tingkat penerapan PHBS pada remaja di berbagai daerah, termasuk Rantau Prapat, masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas strategi sosial marketing dalam meningkatkan perilaku PHBS pada remaja. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimental dengan model one group pretest-posttest dan melibatkan 30 siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Rantau Prapat sebagai kelompok eksperimen. Intervensi dilakukan melalui penyampaian materi PHBS dalam bentuk video edukatif, poster digital, dan kampanye sosial di media daring selama dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata PHBS dari 2.58 menjadi 3.47 setelah intervensi. Uji paired t-test menunjukkan hasil yang signifikan (p < 0.001) dengan nilai effect size (Cohen's d) sebesar 3.674, yang termasuk dalam kategori dampak sangat besar. Sementara itu, kelompok kontrol yang tidak menerima intervensi hanya mengalami peningkatan skor marginal sebesar 0.05 tanpa signifikansi statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan sosial marketing sangat efektif dalam memengaruhi perubahan perilaku remaja, khususnya dalam konteks kesehatan preventif. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan strategi sosial marketing secara berkelanjutan di sekolah melalui media kreatif dan pendekatan berbasis digital.