cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 2,551 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 2,551 Documents clear
Kejadian Sindrom Pramenstruasi dengan Gejala yang Dialami Wanita sebelum Memasuki Masa Menstruasi (Premenstrual Syndrome) terhadap Asupan Gizi Nurhidaya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3325

Abstract

Sindrom pramenstruasi (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik, emosional, dan perilaku yang dialami wanita sebelum menstruasi. Faktor gizi diyakini berperan dalam timbulnya PMS, terutama kekurangan asupan makronutrien maupun mikronutrien tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan gizi dengan kejadian PMS pada wanita usia reproduktif. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 80 responden mahasiswi usia 18–24 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data PMS dikumpulkan menggunakan kuesioner Premenstrual Syndrome Scale (PMSS), sedangkan asupan gizi diukur dengan metode Food Frequency Questionnaire (FFQ). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% responden mengalami PMS sedang hingga berat. Asupan gizi tidak seimbang ditemukan pada 60% responden, dengan defisit protein, kalsium, dan vitamin B6 sebagai faktor dominan. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara asupan gizi dengan kejadian PMS (p=0,012). Terdapat hubungan antara asupan gizi dengan kejadian PMS. Asupan gizi yang kurang seimbang meningkatkan risiko gejala PMS.
Pengaruh Pelayanan Administrasi, Sarana Prasarana dan Kinerja Pegawai Terhadap Kepuasan Masyarakat Pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Kabupaten Pandeglang Ana Hardiana; Rani Sulastri Maulani; M Dissha Najiah Al Yas'a
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3326

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pelayanan administrasi, sarana prasarana, dan kinerja pegawai terhadap kepuasan masyarakat pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pandeglang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert, sedangkan analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda melalui bantuan SPSS setelah sebelumnya dilakukan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ketiga variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat, di mana kinerja pegawai memiliki pengaruh paling dominan dengan koefisien regresi sebesar 0,611. Secara simultan, hasil uji F menunjukkan nilai Fhitung 89,327 dengan signifikansi 0,000, sehingga pelayanan administrasi, sarana prasarana, dan kinerja pegawai secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,782 mengindikasikan bahwa 78,2% variasi kepuasan masyarakat dapat dijelaskan oleh ketiga variabel, sedangkan sisanya sebesar 21,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Kesimpulannya, peningkatan kepuasan masyarakat hanya dapat dicapai melalui perbaikan terpadu yang mencakup penyederhanaan prosedur pelayanan administrasi, penyediaan sarana prasarana yang memadai, dan penguatan kinerja pegawai secara profesional, sehingga pemerintah daerah perlu menjadikan ketiga aspek tersebut sebagai prioritas utama dalam peningkatan mutu pelayanan publik.
Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.) Konsentrasi 50% Sebagai Pengganti Eosin pada Pewarnaan Hematoksilin Sediaan Histomorfologi Ginjal Mencit (Mus Musculus) Siti Nuryani; Sujono; Suyana; Evi Fitriany; Yunia Nafidhotul Lutviyah; Eni Kurniati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3327

Abstract

Pewarnaan merupakan tahapan histoteknik yang bertujuan untuk membedakan morfologi dan warna pada jaringan. Eosin mengandung pikrat, potasium dikromat bersifat korosif, menyebabkan reaksi alergi, rasa terbakar pada hidung, kulit, mata dan tenggorokan. Penggunaan ekstrak tumbuhan kayu secang (Caesalpinia sappan L.) menjadi alternatif pewarnaan histologi karena ekstrak kayu secang lebih ramah lingkungan dan dapat terdegradasi secara alami sehingga aman digunakan jangka panjang.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) konsentrasi 50% dapat dijadikan sebagai pewarna pengganti eosin pada pewarnaan hematoksilin. Jenis penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan 2 kelompok perlakuan sehingga akan dibuat 12 sampel sediaan dan tiap sampel sediaan dibaca sebanyak 3 lapang pandang yang dinilai oleh 2 Dokter Spesialis Patologi Anatomi. Sehingga data yang didapatkan berjumlah 72 data. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan tabel dan gambar. Hasil penelitian ini menunjukkan proses pewarnaan jaringan Ginjal menggunakan Hematoksilin Eosin dan Hematoksilin Ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) menghasilkan gambaran yang berbeda. Hematoksilin Eosin mendapatkan skor 7-9 yang dikategorikan Baik sedangkan Hematoksilin Ekstrak etanol kayu secang 4-6 yang dikategorikan Kurang baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) konsentrasi 50% tidak dapat dijadikan sebagai dijadikan sebagai pewarna pengganti Eosin pada pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE) pada organ ginjal mencit (Mus musculus).
Optimalisasi Penanganan Muatan Liquefied Natural Gas ( Lng) Di Kapal Gas Dengan Mesin Duel Diesel Fuel (Ddf) Amalil Aziz; Yuni Mariah; Tazkiyah Tazkiyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3328

Abstract

LNG atau Liquefied Natural Gas, adalah gas alam yang telah didinginkan hingga mencapai bentuk cair pada suhu sekitar -162°C (-260°F). Proses pencairan ini di lakukan untuk mengurangi volume gas LNG menjadi 1/600 kali, sehingga lebih mudah dan efisien untuk disimpan dan diangkut, terutama ke tempat-tempat yang tidak terjangkau oleh jaringan pipa gas. Gas alam, yang sebagian besar terdiri dari metana, dapat diubah menjadi LNG melalui proses pencairan di fasilitas khusus. LNG tersebut perlu diubah kembali menjadi gas dengan proses regasifikasi dan selanjutnya diangkut dengan kapal tanker LNG atau truk khusus ke berbagai lokasi untuk digunakan sebagai bahan bakar atau energi. Pengangkutan dan penanganan muatan LNG memiliki berbagai resiko dan bahaya yang perlu ditangani dengan ketat untuk mencegah insiden serius seperti kebocoran, ledakan, kriogenik, asfiksia, jet fire (pembakaran langsung) dan Boil off gas. LNG (Liquefied Natural Gas) dapat digunakan sebagai bahan bakar dalam aplikasi Dual-Fuel Diesel yang menggabungkan gas alam cair (LNG) dengan solar (diesel). Teknologi ini memungkinkan mesin diesel konvensional untuk beroperasi dengan campuran gas dan solar, memberikan manfaat seperti efisiensi energi yang lebih baik, pengurangan emisi, dan penghematan biaya bahan bakar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1). Bagaimana pelaksanaan pemuatan dan pembongkaran LNG di Kapal Gas untuk menjaga keamanan dan efektivitas. 2). Mengidentifikasi peralatan teknologi yang digunakan di Kapal Gas untuk mendukung penanganan muatan LNG. 3). Bagaimana prosedur keamanan dan keselamatan untuk pencegahan terjadinya resiko bahaya pada pengangkutan dan penanganan LNG di Kapal Gas. 4). Bagaimana teknologi Duel Diesel Fuel (DDF) sebagai penggerak mesin kapal yang mengangkut LNG. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data dari Interview, Observasi, dan Studi Pustaka. Hasil pengamatan di kapal LNG dalam penelitian ini adalah untuk optimalisasi dalam penanganan muatan LNG dengan menjaga keamanan dan efektivitas adalah mengetahui langkah-langkah prosedur pemuatan dan pembongkaran LNG, termasuk protokol keamanan, suhu, tekanan dan peralatan yang diperlukan untuk menjaga kondisi LNG selama proses tersebut. Peralatan teknologi yang digunakan di Kapal Gas untuk mendukung penanganan muatan LNG adalah tanki kriogenik, system pemantauan gas dan teknologi transfer LNG harus dievaluasi performanya untuk dapat membantu meningkatkan effisiensi dan keamanan. Untuk pencegahan terjadinya resiko bahaya pada pengangkutan dan penanganan LNG di Kapal Gas diperlukan prosedur keamanan dan keselamatan dalam penanganan LNG, termasuk peralatan keselamatan yang digunakan, pelatihan Awak Kapal, serta penanganan potensi kebocoran atau kebakaran. Teknologi Diesel Dual Fuel adalah salah satu dari penggerak mesin kapal LNG karena bahan bakar utama yang digunakan adalah LNG dan minyak diesel untuk pembakarannya.
Revitalisasi Ilmu Menjangka Peta Dalam Penentuan Posisi Kapal Untuk Ketepatan Di Garis Haluan Pada Peta (Studi Kasus Di Km. Kelud) Nur Zaeni; Neng Sri Komala; Yogaswara Dwi Rachmat
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3330

Abstract

Navigasi maritim di era kontemporer telah bertransformasi secara radikal dengan adopsi luas teknologi Global Navigation Satellite Systems (GNSS) dan Electronic Chart Display and Information Systems (ECDIS). Perangkat ini menawarkan akurasi posisi real-time yang luar biasa dan kemudahan operasional, namun secara paradoks memicu kekhawatiran mengenai degradasi keterampilan navigasi konvensional, khususnya ilmu menjangka peta (plotting). Penelitian ini berupaya merevitalisasi pemahaman dan praktik menjangka peta manual sebagai fondasi krusial untuk penentuan posisi kapal yang presisi dan pemeliharaan ketepatan di garis haluan pada peta, bahkan di tengah dominasi teknologi canggih. Melalui studi kasus pada KM. Kelud, sebuah kapal penumpang besar yang beroperasi di jalur-jalur vital Indonesia, investigasi ini menganalisis praktik navigasi anjungan saat ini, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan metode plotting tradisional, dan mengevaluasi bagaimana integrasi kembali secara sistematis prinsip-prinsip menjangka peta dapat meningkatkan keselamatan navigasi, efisiensi rute, dan kapasitas mitigasi risiko terhadap potensi kegagalan sistem elektronik. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan, melibatkan observasi langsung di anjungan, wawancara mendalam dengan perwira navigasi, dan analisis dokumen operasional kapal. Hasil penelitian secara empiris menunjukkan adanya automation bias yang signifikan di kalangan perwira, yang menyebabkan minimnya praktik plotting manual, meskipun pemahaman teoritis masih ada. Temuan ini menegaskan bahwa revitalisasi ilmu menjangka peta bukan hanya sebagai redundansi keamanan, tetapi juga sebagai elemen integral dalam menciptakan 'navigator hibrida' yang tangguh, mampu mengintegrasikan keunggulan teknologi dengan fundamental navigasi yang tak tergantikan. Rekomendasi praktis untuk kurikulum pendidikan maritim dan prosedur operasi standar di anjungan kapal disajikan untuk mengembalikan keseimbangan esensial ini demi masa depan navigasi yang lebih aman dan adaptif.
Dampak Lingkungan Dan Upaya Mitigasi Terhadap Pencemaran Laut Akibat Tumpahan Minyak Dari Kapal Tanker Tazkiyah Tazkiyah; Dewi Indah Pratiwi; Teresa Sitompul
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3331

Abstract

Tumpahan minyak dari kapal tanker merupakan salah satu penyebab utama pencemaran laut yang memberikan dampak signifikan terhadap ekosistem laut dan pesisir. Insiden ini kerap terjadi akibat kecelakaan, pengisian dan pemindahan minyak, serta kesalahan teknis operasi kapal tanker. Ketika tumpahan minyak terjadi, lapisan minyak yang terbentuk di permukaan laut dapat mengganggu fungsi laut sebagai tempat hidup biota laut dan tempat terjadinya rantai makanan, sehingga berdampak negatif pada kesehatan komunitas pesisir yang sangat bergantung pada sumber daya laut sebagai mata pencaharian dan kesehatan manusia yang mengkonsumsi hasil laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak ekologis dari tumpahan minyak, menilai dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkan bagi masyarakat pesisir, serta mengevaluasi efektivitas metode pembersihan dan mitigasi yang saat ini digunakan dalam menangani tumpahan minyak. Metode penelitian ini dengan cara studi pustaka yaitu mengumpulkan data sekunder dari berbagai laporan, jurnal ilmiah, dan studi kasus mengenai tumpahan minyak sebelumnya untuk menilai efek langsung dan jangka panjang pada ekosistem. Hasil pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan penanggulangan tumpahan minyak membutuhkan strategi komprehensif yang melibatkan berbagai metode, koordinasi antar pihak, serta pemantauan jangka panjang. Dengan mengoptimalkan teknologi yang ada, menerapkan regulasi ketat, dan melakukan kerjasama internasional, diharapkan dampak dari tumpahan minyak dapat diminimalisir dan ekosistem laut tetap terlindungi.
A Review of the Resilience of Rural Communities in the Face of Climate Change Yohanes Kamakaula; Komang Ariyanto; Roys Qaribilla; Aghus Jamaludin Kharis; Farikhul Muafiq; Ratnawati Yuni Suryandari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3332

Abstract

The purpose of this study was to examine the multifaceted nature of rural community resilience in the face of climate change. It sought to identify how social, ecological, and institutional factors interact to support or hinder adaptive capacity in rural settings, particularly where infrastructure is limited. Materials and methods. This review drew upon global literature and case studies to explore resilience frameworks and adaptation strategies. The analysis integrated structural approaches, including the Baseline Resilience Indicators for Communities (BRIC) and the STAR model (Specific assets, Tradeable specialization, Access to markets, Resources), to provide lenses for assessing rural resilience and informing policy interventions. Results. The review revealed that social capital, traditional ecological knowledge, and livelihood diversity are critical foundations for resilience and transformative potential. Adaptation strategies such as diversified agriculture, agroforestry, participatory planning, and ecosystem-based approaches were found to be effective in enhancing socio-ecological sustainability. However, challenges such as limited infrastructure, insufficient institutional support, unequal access to finance and technology, and erosion of local knowledge persist and constrain resilience-building efforts. Conclusions. This study concludes that while promising practices exist, gaps remain in comprehensive frameworks and in the design of inclusive, participatory policies. Strengthening rural resilience requires localized, equity-driven approaches that integrate local knowledge with institutional support, while addressing systemic barriers to resources and infrastructure. Future research should prioritize community-driven models and multi-scalar strategies to better fortify rural resilience amid accelerating global environmental change.
Exploring English Language Acquisition in A 4-Year-Old Makassaresse Child: A Case Study Nurwanti Nurwanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3335

Abstract

This research examines the acquisition of English by a 4-year-old Makassarese child. From the moment of her birth, the child has been exposed to the Makassarese and Indonesian languages. Presently, the child is currently acquiring English as a third language. The present research employed a qualitative case study method, incorporating observation, recording, and interviews with parents. The findings indicate that the child has acquired basic vocabulary and English sentence structures sufficient for daily interaction. The phenomenon of code-switching among English, Indonesian, and Makassarese languages is a recurrent theme, particularly during play, which illustrates how the child naturally and strategically uses her multilingual skills. The findings indicate that digital media, interaction with English-speaking peers, and consistent parental support are pivotal factors in the language acquisition process. Despite their interaction with a foreign language, children maintain their cultural identity through the incorporation of typical Makassarese elements into their daily conversations. This research underscores the significance of early exposure to multiple languages and the role of a nurturing socio-cultural and environmental context in facilitating children's language development.
Multimodal Critical Discourse Analysis to Argumentative Essay Writing Skill Develop Ade Elvira; Fera Zasrianita; Andriadi Andriadi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3336

Abstract

Argumentative essay writing is essential for developing students’ critical thinking, analytical reasoning, and persuasive communication. However, many learners struggle to construct coherent arguments, integrate evidence effectively, and sustain logical flow. This study examines the potential of Multimodal Critical Discourse Analysis (MCDA) as a pedagogical tool to improve argumentative essay writing skills. MCDA focuses on the interaction of linguistic, visual, and auditory modes in shaping meaning, enabling students to critically analyze multimodal sources such as films, advertisements, and digital media. Through classroom observations, interviews, and writing evaluations, the study found that MCDA encourages deeper engagement with complex issues and promotes critical interpretation beyond surface-level description. Students became more aware of how multimodal elements influence meaning, leading to improved ability in building evidence-based arguments. The approach also increased motivation, as learners worked with authentic, culturally relevant materials. While some students initially faced challenges in interpreting multimodal data, targeted scaffolding supported their progress. Overall, integrating MCDA into writing instruction not only strengthened students’ argumentative structures but also enhanced their critical literacy. This research highlights MCDA as an effective method for linking multimodal analysis with academic writing, preparing learners to navigate diverse discourse environments in the modern era.
Implementasi Metode Digital Storyboarding Pada Naskah Serial Animasi 2d Sirah Nabawiyah Episode 1 Waffa Alhusna; Sheanny Ocmi Sakti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3337

Abstract

The study purpose was to analyze the implementation of digital storyboarding in translating the script of Sirah Nabawiyah Episode 1 into a storyboard, focusing on the visual conformity with the script. Animation has rapidly evolved as a creative industry medium that combines audio and visual elements, playing a significant role not only as entertainment but also as an educational tool across various age groups. This study highlights the special challenges of Islamic historical animation, which requires visual appeal alongside historical accuracy and adherence to Islamic representation guidelines. The pre-production phase, especially storyboard creation, is critical in minimizing production errors and costs. Sirah Nabawiyah, a collaborative animated series between Durioo and Piapi Studio, targets children aged 6-12 years and aims to present the history of Prophet Muhammad SAW with simple visuals and narrative styles accessible to young audiences. Materials and methods involved the use of digital storyboarding techniques to transform the written script into comprehensive visual guides, determining effective shot composition and smooth narrative flow. Adobe Photoshop was utilized as the primary software tool. The process facilitated technical collaboration across teams while ensuring adherence to client guidelines established during the conceptual stage. Results demonstrated a high level of visual consistency with the script, with the storyboard effectively conveying moral and historical messages tailored for children. The use of digital storyboarding improved workflow efficiency and accuracy, producing outputs that meet technical standards and narrative requirements. Conclusions indicate that digital storyboarding is an effective method for producing Islamic educational animation, ensuring continuity between script, storyboard, and animatic stages while maintaining visual and technical quality.