cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 1,557 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2026)" : 1,557 Documents clear
Pedagogical Practices in Enhancing English Skills in Non-Formal Education: A Case Study of LKP Uswahedu Global Linguists Achmad Zainudin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7619

Abstract

This study examines English teaching practices in a non-formal education setting through a qualitative case study at LKP Uswahedu in Wonokoyo. The focus is placed on three interconnected aspects: teaching strategies, tutors’ roles, and learners’ experiences of learning English. Data were gathered through classroom observations, semi-structured interviews with tutors and learners, and relevant institutional documents. The findings show that English teaching at LKP Uswahedu commonly involves communicative and interactive activities, the flexible use of teaching materials, and attention to practical language use in everyday contexts. Tutors are found to take on roles that extend beyond instruction, often acting as facilitators and sources of encouragement in the classroom. Learners describe their learning experiences as more comfortable and engaging, particularly noting reduced anxiety and a greater willingness to use English in daily communication. Rather than focusing on measurable learning outcomes, this study sheds light on how English teaching and learning are carried out and experienced in a non-formal educational context. These findings offer a context-sensitive perspective on English education in non-formal settings and may be relevant for educators and practitioners working in similar environments.
Fragmentasi Kewenangan dalam Penyelenggaraan Administrasi Pemerintahan Daerah di Kota Batam: Tinjauan Literatur Kritis Iranda Firiansyah; Riswandi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7623

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif fragmentasi kewenangan dan dampaknya terhadap administrasi pemerintahan daerah di Kota Batam melalui pendekatan kajian literatur. Metode yang digunakan adalah kajian literatur naratif dengan pendekatan sistematis terbatas, melalui penelusuran jurnal ilmiah, buku akademik, serta dokumen kebijakan yang relevan dengan tema desentralisasi, tata kelola pemerintahan daerah, dan fragmentasi kelembagaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa fragmentasi kewenangan berdampak signifikan terhadap rendahnya efektivitas koordinasi kelembagaan, menurunnya kapasitas implementasi kebijakan, melemahnya akuntabilitas publik, serta penurunan kualitas pelayanan publik. Kajian ini menegaskan bahwa fragmentasi kewenangan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga merupakan persoalan tata kelola yang berkaitan erat dengan desain kelembagaan pemerintahan daerah. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan studi administrasi pemerintahan daerah serta menjadi rujukan bagi perumusan kebijakan yang lebih terintegrasi dan adaptif dalam menghadapi kompleksitas kewenangan di tingkat lokal.
Peran Geopark Kaldera Toba dalam Membangun Kerja Sama Internasional di Sektor Pariwisata Sumatera Utara yang Berkelanjutan Ribka Sijabat; Ibnu Zulian
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7634

Abstract

Pariwisata berkelanjutan menjadi salah satu instrumen penting dalam diplomasi internasional, terutama bagi negara berkembang yang memiliki potensi alam dan budaya melimpah seperti Indonesia. Geopark Kaldera Toba, yang telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark sejak tahun 2020, tidak hanya berfungsi sebagai kawasan konservasi geologi dan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi platform strategis dalam membangun jejaring kerja sama internasional. Status ini membawa nilai tambah secara global, karena setiap geopark UNESCO memiliki kewajiban untuk berkolaborasi lintas negara dalam bidang penelitian, pengelolaan lingkungan, edukasi, dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Dengan demikian, Geopark Kaldera Toba menjadi arena penting bagi Sumatera Utara untuk memperkuat posisi strategisnya dalam lanskap pariwisata global yang berkelanjutan. Peran geopark dalam mendorong kerja sama internasional semakin nyata melalui inisiatif kolaboratif, seperti pertukaran pengetahuan dengan geopark negara lain, partisipasi dalam konferensi geopark internasional, serta pengembangan program capacity building untuk pelaku pariwisata lokal. Melalui jaringan UNESCO Global Geoparks Network (UGGN), Geopark Kaldera Toba terlibat dalam berbagai kegiatan lintas negara yang berfokus pada mitigasi perubahan iklim, pengelolaan warisan geologi, hingga pengembangan produk pariwisata yang berorientasi keberlanjutan. Sinergi ini memfasilitasi transfer keterampilan, peningkatan standar layanan pariwisata, serta pembentukan program edukasi yang terintegrasi dengan komunitas lokal. Peran geopark tidak hanya meningkatkan daya saing Sumatera Utara sebagai destinasi global, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring pariwisata internasional. Dengan integrasi antara konservasi, pemberdayaan komunitas, dan diplomasi internasional, Geopark Kaldera Toba berkontribusi signifikan terhadap terciptanya hubungan kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.
Manajemen Talenta Sebagai Strategi Peningkatan Kinerja Organisasi: Studi Kasus Rumah Sakit Di Kota Medan Maya Citra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana manajemen talenta diimplementasikan sebagai strategi peningkatan kinerja organisasi pada rumah sakit di Kota Medan. Manajemen talenta menjadi pendekatan strategis yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit untuk memastikan keberlangsungan pelayanan kesehatan yang berkualitas, terutama di tengah meningkatnya persaingan industri layanan kesehatan dan tuntutan masyarakat terhadap mutu pelayanan medis. Komponen utama manajemen talenta yang dikaji dalam penelitian ini meliputi talent acquisition, talent development, dan talent retention. Ketiga komponen ini dinilai memiliki peran signifikan dalam menentukan kinerja organisasi, baik melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, stabilitas sumber daya manusia, maupun efektivitas operasional rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain explanatory research yang melibatkan 120 responden yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga administrasi di beberapa rumah sakit besar di Kota Medan. Data diperoleh melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk melihat pengaruh parsial dan simultan antara variabel manajemen talenta terhadap kinerja organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel manajemen talenta berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi, dengan talent development menjadi variabel yang paling dominan. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan manajemen talenta yang terstruktur dan berkelanjutan sangat penting dalam meningkatkan kualitas layanan, kepuasan pasien, serta daya saing rumah sakit. Oleh karena itu, rumah sakit perlu memperkuat kebijakan pengembangan SDM dan memperhatikan aspek retensi tenaga kesehatan sebagai strategi jangka panjang yang berorientasi pada peningkatan kinerja organisasi.
Pengutan Model Pembelajaran Inkuiri Dan Penguasaan Konsep Belajar Terhadap Berfikir Kritis Siswa Sekolah Menengah Atas Nur Rizkiyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7667

Abstract

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan suatu model pembelajaran yang sesuai dan dapat membantu pengguasaan konsep belajar dalam pembelajaran khususnya untuk penyelesaian materi ekskresi di kelas X1 SMA, sehingga proses pembelajaran akan optimal dan akhirnya dapat meningkatkan berfikir kritis siswa. Populasi terjangkau pada penelitianini adalah siswa kelas X1 dari satu sekolah yang terletak di Wilayah Bogor yaitu SMA Negeri Taman Sari Bogor. Sampelpenelitian diperoleh melalui Multi Stage Sampling,yaitu pemilihan kelas secara random untuk menjadi kelas eksperimen dankelas kontrol, dilanjutkan dengan pengelompokan siswa masing-masing kelas kedalam dua kelompok model pembelajaran yang berbeda (bebas modifikasi dan terbimbing).Karena masing-masing kelas sampel berjumlah 32 siswa, maka dari 32 siswa di bagi lagi menjadi 16 orang siswa kelas kontrol dan 16 siswa kelas eksperiment Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain factorial 2x 2 dengan tiga variabel yang terdiri dari dua variable bebas, yaitumodel pembelajaran bebas modifikasi terbimbing dan variable terikat, yaitu berfikir kritis. Pengumpulan data dilakukandengan teknik dokumentasi (variable model pembelajaran INKUIRI), tehnik instrumen menggunakan tes 25 soal.menggunakan teknik ANOVA dua jalur. Sebelum data dianalisis, terlebih dahulu dilakukan analisis statistic deskriptifdan uji persyaratan data (uji normalitas dan uji homogenitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat perbedaanberfikir kritis siswa yang diajar dengan model pembelajaran INKUIRI (bebas modifikasi) (2) Terdapat perbedaan berfikir kritis siswa yang pengguasaan konsep tinggi dan pengguasaan konsep rendah (3) Terdapat pengaruh interaksi model pembelajaran INKUIRI dan pengguasaan konsep belajar terhadap berfikir kritis Berdasarkan hasil analisis di atas, makadapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaranI NKUIRI dan pengguasaan konsep terhadap berfikir kritis siswa.
Manajemen Pengendalian Penyakit ISPA di Puskesmas Bunut Kabupaten Pelalawan Tahun 2025 Sandra Marika; Zainal Abidin; Toni Toni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) remains a major public health problem in Indonesia, including Pelalawan Regency. Community Health Centers play a strategic role in ARI control through promotive and preventive approaches. This study aims to analyze the management of ARI control at Bunut Public Health Center, Pelalawan Regency in 2025. A descriptive qualitative method with a residency-based approach was used through observation, in-depth interviews, and document review. The analysis focused on management functions including planning, organizing, directing, and controlling. The results indicate that ARI control planning has referred to national policies; however, limitations in human resources and weak program evaluation were identified. Organizational aspects showed multiple job assignments among health promotion staff. Direction and control functions were implemented but not yet optimal in reducing ARI incidence. Strengthening health promotion management, improving human resource capacity, and conducting continuous evaluations are necessary to enhance ARI control effectiveness.
Pengaturan Perlindungan Hak Asasi Manusia Sewaktu Keadaan Darurat Negara (Tinjauan Terhadap UU Prp No. 23 Tahun 1959) Andean Kukuh Prasetyo; M Adnan Madjid; Halomoan Freddy Sitinjak Alexandra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7724

Abstract

Penelitian ini meninjau pengaturan hak asasi manusia dalam pengaturan substansi Undang-undang Prp No. 23 Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya. Memang regulasi tersebut bukan merupakan regulasi utama dalam pengaturan HAM di Indonesia, namun eksistensi Undang-undang Prp No. 23 Tahun 1959 merupakan satu-satunya regulasi berbentuk Undang-undang utama yang dapat diberlakukan sebagai landasan yuridis pengaturan kondisi ketika negara dalam keadaan bahaya dan atau darurat sehingga tinjauan ini merupakan upaya dalam mendorong perumusan regulasi baru yang dapat dipergunakan sesuai dengan urgensi serta tetap dapat melakukan perlindungan terhadap hak dasar warga negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis titik letak ketidakcakapan Undang-Undang Prp No. 23 Tahun 1959 sebagai regulasi yang dapat diaplikasi dalam keadaan darurat negara terutama pada zaman sekarang, serta ketidakmampuan mengakomodir perlindungan HAM sebagaimana regulasi lainnya yang muncul setelahnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif serta menitikberatkan pada fokus studi kepustakaan dan studi doktrinal. Data sekunder yang digunakan diambil dari studi-studi hukum yang khusus membahas bidang hukum serta ilmu hukum terutama berfokus pada bagaimana perlindungan atas penegakan HAM di Indonesia terutama dalam keadaan darurat negara. Adapun data sekunder tersebut terdiri bahan hukum primer, termasuk peraturan perundang-undangan dan regulasi lainnya. Kemudian ada bahan hukum sekunder, yang mencakup referensi dari bahan hukum primer yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi hukum Indonesia dalam upaya perlindungan HAM secara dogmatik telah kuat, namun dalam implementatif serta aplikatif keadaan darurat negara, UU Prp No 23 Tahun 1959 memerlukan pembaruan yang dapat mengikuti perkembangan zaman, terlebih pada situasi sekarang ini dimana spektrum ancaman telah meluas tidak hanya bersifat konvensional namun juga non konvensional
Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Pemidanaan Anak Ditinjau Dari Prinsip Otonomi (Studi Putusan Nomor 4/PID.SUS-Anak/2023/ PN TMG) Rodhiyatun Soimah; Hani Irhamdessetya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prinsip otonomi dalam pertimbangan putusan hakim dengan menemukan hukum akibat keterbatasan regulasi aturan tentang pemidanaan anak usia 12 tahun menyebabkan kekosongan hukum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan anak secara otonomi, yang diterapkan sebagai dasar penemuan hukum akibat undang-undang yang masih kabur atau belum jelas mengatur penerapan pemidanaan anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif yaitu penelitian dengan menelaah lebih luas mengenai peraturan hukum dalam undang-undang untuk penyelesaian hukum, sebagai bahan hukum primer (statute approach) dan juga pendekatan secara konseptual (conceptual approach). Pertimbangan hakim dalam putusannya menggunakan aspek yuridis dan non yuridis dan tetap berpedoman pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Hakim pada pertimbangannya yang otonom juga harus memperhatikan perlindungan hak anak, dengan hal ini otonomi hakim dalam menemukan hukum akibat undang-undang yang masih rumpang tidak dapat dikatakan sebagai kebebasan mutlak karena tetap tidak boleh mengesampingkan undang-undang.
Pertanggungjawaban Pidana Orang Tua Sebagai Pelaku Incest Terhadap Anak Di Bawah Umur Pretty Dwi Novita Sari; Hani Irhamdessetya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7726

Abstract

Tindak pidana incest yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak di bawah umur merupakan bentuk kejahatan seksual yang melanggar norma hukum, norma kesusilaan, norma agama, serta hak asasi anak. Perbuatan ini menimbulkan penderitaan fisik, psikis, dan sosial bagi anak sebagai korban. Namun, hal ini kurang mendapat perhatian di Indonesia sehingga pemahaman masyarakat mengenai incest masih terbatas. Penelitian tentang topik ini juga masih relatif minim, khususnya yang mengkaji pertanggungjawaban pidana orang sebagai pelaku incest karena sebagian besar penelitian lebih berfokus pada dampak incest, perlindungan anak, dan faktor penyebab terjadi kejahatan tersebut. Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi anak dari segala bentuk kekerasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pertanggungjawaban pidana orang tua sebagai pelaku incest terhadap anak di bawah umur serta pertimbangan hakim dalam penjatuhan pidana berdasarkan putussan nomor 56/Pid.Sus/2025/PN Unr. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan empiris melalui studi peraturan, perundang-undangan, analisis putusan pengadilan, dan wawancara dengan hakim Pengadilan Negeri Ungaran Kelas 1B. Hasil penelitian menunjukkan hakim menerapkan pasal 81 ayat 3 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan menjatuhkan pidana penjara selama 17 tahun dan denda Rp. 100.000.000.00 dengan mempertimbangkan relasi kuasa, dampak berat terhadap korban, serta tujuan pemidanaan.
Integrasi Halal Traceability System dan Halal Assurance System dalam Meningkatkan Keunggulan Kompetitif UKM Kuliner di Kawasan Wisata Pacet Imam Wahyudi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7731

Abstract

Sektor pariwisata di Kawasan Wisata Pacet, Mojokerto, menghadapi tantangan signifikan seiring meningkatnya kesadaran konsumen muslim terhadap kehalalan produk kuliner. Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 yang mewajibkan sertifikasi halal menuntut UKM kuliner untuk menjaga integritas produk secara berkelanjutan, meskipun dalam praktiknya masih dihadapkan pada berbagai kendala administratif dan teknis. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran integrasi Halal Assurance System (HAS) dan Halal Traceability System (HTS) sebagai strategi peningkatan keunggulan kompetitif UKM kuliner di kawasan wisata tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh pemilik UKM kuliner bersertifikat halal di Pacet yang memproduksi olahan daging dan camilan khas. Data sekunder dikumpulkan dari regulasi BPJPH dan literatur terkait manajemen rantai pasok halal. Analisis data dilakukan menggunakan teknik pattern matching dengan membandingkan temuan empiris dan kerangka teoritis integrasi sistem halal serta perspektif Resource-Based View (RBV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa UKM yang mengintegrasikan dokumentasi HAS dengan sistem pelacakan logistik berbasis HTS memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap risiko kontaminasi bahan baku, terutama saat terjadi fluktuasi pasokan pada musim liburan. Integrasi tersebut meningkatkan transparansi data dan memperkuat kepercayaan wisatawan. UKM dengan rekam jejak kehalalan yang terdokumentasi secara menyeluruh menunjukkan posisi tawar dan loyalitas pelanggan yang lebih tinggi dibandingkan UKM yang hanya mengandalkan label halal formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi HAS dan HTS bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan aset strategis yang mencerminkan nilai Maqasid Syariah dan mendukung keunggulan kompetitif berkelanjutan. Pendampingan teknis dan digitalisasi sistem halal direkomendasikan untuk memperkuat ekosistem pariwisata halal di Pacet.

Page 76 of 156 | Total Record : 1557