cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 7,366 Documents
Analisis Berbagai Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Menjalani Program Rehabilitasi Narkoba di Klinik Pratama Mandiri Bnnk Ogan Komering Ilir Winda Sari Kesuma; Nani Sari Murni; Lilis Suryani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13698

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks, dengan kekambuhan pascarehabilitasi sebagai tantangan utama akibat lemahnya kepatuhan klien dalam menjalani seluruh tahapan program rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor yang berhubungan dengan kepatuhan menjalani program rehabilitasi narkoba rawat jalan di Klinik Pratama Mandiri BNNK Ogan Komering Ilir. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 49 responden, dengan variabel independen meliputi efikasi diri, motivasi, dukungan keluarga, lingkungan sosial, kondisi ekonomi, dan dukungan kelembagaan, serta variabel dependen berupa kepatuhan. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan responden cukup berimbang antara kategori patuh (53,1%) dan tidak patuh (46,9%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan (p=0,068), sedangkan motivasi (p=0,017; PR=2,299), dukungan keluarga (p=0,006; PR=2,344), lingkungan sosial (p=0,006; PR=2,344), kondisi ekonomi (p=0,001; PR=2,949), dan dukungan kelembagaan (p=0,015; PR=2,160) terbukti berhubungan signifikan dengan kepatuhan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan kondisi ekonomi merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan, dengan dukungan keluarga sebagai variabel paling dominan (OR=0,095). Model regresi yang diperoleh mampu memprediksi kepatuhan responden sebesar 50,5%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan dukungan keluarga dan perbaikan kondisi ekonomi klien perlu menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan kepatuhan menjalani program rehabilitasi narkoba rawat jalan.
Analisis Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepatuhan Berobat Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Pengarayan Tahun 2026 Wulan Agustin; Nani Sari Murni; Lilis Suryani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13699

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit menular di Indonesia. Keberhasilan pengobatan TB sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam menjalani terapi secara tuntas, yang erat kaitannya dengan mutu pelayanan kesehatan yang diterima pasien. Data Puskesmas Pengarayan menunjukkan peningkatan jumlah pasien yang tidak patuh minum obat TB dalam tiga tahun terakhir, dari 14 pasien (2023) menjadi 24 pasien (2025). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepatuhan berobat pasien Tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Pengarayan Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan model Servqual (tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy). Populasi penelitian adalah seluruh pasien TB yang menjalani pengobatan di Poli Tuberkulosis Puskesmas Pengarayan pada Januari 2026 sebanyak 52 orang, dengan sampel 47 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden patuh berobat (85,1%). Mayoritas responden menilai dimensi empathy (91,5%), assurance (89,4%), reliability (76,6%), dan tangible (76,6%) dalam kategori baik, sedangkan responsiveness relatif berimbang (51,1% tanggap). Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur (p=0,175), jenis kelamin (p=1,000), tingkat pendidikan (p=1,000), tangible (p=1,000), reliability (p=0,330), responsiveness (p=0,701), assurance (p=1,000), maupun empathy (p=0,488) dengan kepatuhan berobat pasien TB. Analisis multivariat tidak dapat dilakukan karena hanya satu variabel yang memenuhi syarat seleksi kandidat (p<0,25). Disimpulkan bahwa pada konteks penelitian ini, tingginya tingkat kepatuhan berobat tidak secara statistik berhubungan dengan dimensi mutu pelayanan maupun karakteristik demografi yang diteliti, sehingga faktor lain seperti dukungan keluarga, peran Pengawas Menelan Obat (PMO), dan motivasi pasien perlu dikaji lebih lanjut. Puskesmas disarankan tetap mempertahankan mutu pelayanan yang telah baik serta memperkuat pemantauan pasien berisiko putus berobat.
Analisis Pelaksanaan Integrasi Layanan Primer oleh Kader Posyandu di Lapangan Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bunga Mayang Tahun 2026 Rina Seftiana; Nani Sari Murni; Lilis Suryani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13700

Abstract

Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan kebijakan transformasi pelayanan kesehatan primer yang menyatukan berbagai layanan kesehatan dasar sepanjang siklus hidup dalam satu alur pelayanan posyandu. Keberhasilan implementasinya di tingkat komunitas sangat bergantung pada kader posyandu sebagai pelaksana utama di lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam pelaksanaan ILP oleh kader posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bunga Mayang, meliputi alur dan kesesuaian pelayanan, tingkat pemahaman-peran-kapasitas kader, kendala yang dihadapi, faktor pendukung dan penghambat, serta strategi penguatannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Informan dipilih secara purposive dan berjumlah 22 orang, terdiri atas 16 informan utama (kader posyandu) dan 6 informan pendukung (bidan desa, perawat desa, koordinator posyandu, petugas promosi kesehatan, ibu kepala desa, dan kaur pembangunan). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ILP telah berjalan dan mulai diarahkan pada pelayanan satu kunjungan untuk seluruh kelompok sasaran, namun pemahaman kader terhadap konsep ILP masih bervariasi dan belum merata. Kapasitas kader cukup baik pada pelayanan dasar, tetapi masih terbatas pada pencatatan, penyuluhan, dan skrining lintas siklus hidup. Kendala utama meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, kompleksitas sistem pencatatan, keterbatasan jumlah kader, beban kerja tinggi, serta ketidaktepatan insentif. Faktor pendukung utama adalah kerja sama antar-kader, pembinaan puskesmas, dukungan pemerintah desa, dan partisipasi masyarakat, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas dan rendahnya pemerataan pelatihan. Strategi penguatan yang direkomendasikan meliputi peningkatan kapasitas kader secara terstruktur, penguatan dukungan sistem pelayanan kesehatan, penyederhanaan administrasi, pemberdayaan masyarakat, penguatan dukungan lintas sektor, serta peningkatan motivasi dan kesejahteraan kader. Penelitian ini merekomendasikan penguatan ILP secara komprehensif dan berkelanjutan melalui kolaborasi puskesmas, pemerintah desa, dan masyarakat.
PENGARUH MANAJEMEN WAKTU, STRES AKADEMIK, DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KINERJA MAHASISWA PEKERJA DI YOGYAKARTA Inesa Novika Putri; Miswanto Miswanto; Frasto Biyanto
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13701

Abstract

Abstract Purpose – This study aims to examine the effects of time management, academic stress, and self-efficacy on the performance of working students in Yogyakarta. The study focuses on students who simultaneously manage academic responsibilities and work commitments, requiring them to maintain performance in both domains. Novelty – The novelty of this study lies in the integration of time management, academic stress, and self-efficacy into a single research model involving working students in Yogyakarta, including those employed full-time, part-time, and those running their own businesses. Method – This study employed a quantitative approach using purposive sampling. Data were collected through questionnaires distributed to 100 working students in Yogyakarta. The data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS to examine the relationships among the research variables. Findings – The results indicate that time management and self-efficacy have a positive and significant effect on working student performance, while academic stress has a negative and significant effect. Simultaneously, all independent variables significantly influence working student performance, with an R² value of 75.4%, indicating that the proposed model explains a substantial proportion of the variance in student performance. Limitations and Implications – This study is limited to working students in Yogyakarta with a relatively limited sample size; therefore, the findings cannot be generalized to all regions in Indonesia. Nevertheless, the results provide practical insights for higher education institutions and employers in developing academic support systems and flexible work policies that help students balance academic and work responsibilities. Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen waktu, stres akademik, dan efikasi diri terhadap kinerja mahasiswa pekerja di Yogyakarta. Penelitian difokuskan pada mahasiswa yang menjalankan peran ganda sebagai mahasiswa sekaligus pekerja sehingga dituntut mampu menjaga kinerja akademik dan pekerjaan secara seimbang. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian variabel manajemen waktu, stres akademik, dan efikasi diri dalam satu model penelitian terhadap mahasiswa pekerja di Yogyakarta yang mencakup pekerja penuh waktu, pekerja paruh waktu, dan wirausaha. Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 mahasiswa pekerja di Yogyakarta. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS untuk menguji pengaruh antarvariabel penelitian. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen waktu dan efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja mahasiswa pekerja, sedangkan stres akademik berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja mahasiswa pekerja. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kinerja mahasiswa pekerja dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 75,4%, yang menunjukkan bahwa sebagian besar variasi kinerja dapat dijelaskan oleh model penelitian. Keterbatasan dan Implikasi – Penelitian ini terbatas pada mahasiswa pekerja di wilayah Yogyakarta dengan jumlah sampel yang relatif terbatas sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan secara luas. Meskipun demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi perguruan tinggi dan organisasi dalam menyusun sistem pembelajaran yang lebih adaptif serta kebijakan kerja yang lebih fleksibel bagi mahasiswa yang bekerja.
Application of the K-Nearest Neighbor Algorithm for Rainfall Prediction Based on Weather Conditions Nita Cahyani; Rahmat Irsyada
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13702

Abstract

ABSTRACT Weather and climate patterns in Indonesia are often erratic and difficult to predict. Sometimes, rain fails to fall during the rainy season, while conversely, heavy rains—sometimes leading to flooding—occur during the dry season. Such situations can cause hardship for the community; for instance, during the dry season, farmers may plant crops that require little water—such as tobacco—which are generally unsuitable for cultivation during the rainy season. Research based on BMKG data indicates that rainfall occurs during July and August, while the dry season begins in May and June. To address these issues, scientific prediction can be employed by analyzing actual or historical data; this involves a process of analyzing current data to forecast future events, utilizing data mining for prediction and the K-Nearest Neighbor (K-NN) algorithm for classification. The research model in this thesis employs a development methodology covering software design, modeling, construction, and system delivery to the end-user. The system development follows the Waterfall model. The Weather Prediction System utilizes the K-Nearest Neighbor algorithm—implemented via PHP, MySQL, and RapidMiner—to facilitate future rainfall prediction. Data mining calculations regarding factors influencing rainfall using the K-NN method (with a 70:30 training-to-testing data ratio) yielded the following accuracy results: 98.87% for K=3, 97.30% for K=5, and 97.16% for K=7. Consequently, the use of the K-Nearest Neighbor method for prediction can assist in resolving these issues.
Pemberdayaan Kelompok Tani Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Berbasis Urin Sapi Sebagai Alternatif Pupuk Kimia Nayla Farikha Zahra; Nanik Fadilaton Nafisa; Dilla Yesita Sari; Meilisa Rusdiana Surya Efendi
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13720

Abstract

Penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus oleh petani di Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro berpotensi menurunkan kesuburan tanah dan meningkatkan biaya produksi pertanian, sementara urin sapi yang dihasilkan dari populasi ternak yang besar di desa tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Permasalahan tersebut mendorong dilaksanakannya program pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) berbasis urin sapi bagi kelompok tani. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan 30 peserta, terdiri atas 10 ketua dan 20 anggota kelompok tani se-Desa Tondomulo, dalam memproduksi POC secara mandiri sebagai alternatif substitusi sebagian pupuk kimia. Metode yang digunakan meliputi persiapan, penyuluhan, praktik pembuatan POC, evaluasi, tindak lanjut, dan pengukuran keberhasilan program, dengan menghadirkan pemateri dari Wilayah Kerja Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (Wilker PTPH) Bojonegoro. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan wawancara yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai kandungan hara urin sapi dan tahapan pembuatan POC, kehadiran dan partisipasi aktif peserta selama kegiatan, penguasaan keterampilan praktik pembuatan POC oleh sebagian besar peserta, serta komitmen peserta untuk menerapkan POC pada lahan masing-masing. Peserta menunjukkan respons positif terhadap materi dan praktik yang diberikan. Dengan demikian, pelatihan pembuatan POC berbasis urin sapi berpotensi menjadi alternatif solusi yang mendukung efisiensi biaya produksi sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian.