cover
Contact Name
Munawwir Hadwijaya
Contact Email
mr.awinwijaya@gmail.com
Phone
+6281333027167
Journal Mail Official
mr.awinwijaya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Published by ANFA MEDIATAMA
ISSN : -     EISSN : 29617693     DOI : https://doi.org/10.572349/relinesia
Core Subject : Religion,
Relinesia: Jurnal Studi Agama dan Multikulturalisme Indonesia diterbitkan dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli, terdaftar dengan ISSN 2961-7693. Jurnal ini memfokuskan ruang lingkupnya pada isu-isu Agama di Indonesia dan Kajian Multikulturalisme. Jurnal ini menerbitkan penelitian empiris dan teoritis berkualitas tinggi yang mencakup semua aspek Agama dan Multikulturalisme Indonesia. Deradikalisasi Pendidikan Agama, Filsafat Pendidikan Agama, Kebijakan Pendidikan Agama, Gender dan Pendidikan Agama, Perbandingan Agama, dan Multikulturalisme.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 396 Documents
PEMAHAMAN DASAR TENTANG TAKLIF, WADH’I, AL-HAKIM, MAHKUM FIH DAN MAHKUM ALAIH Rahmatullah, Agung; Ali , Abd Adiem Radif; Muttaqin, M. Imamul
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang hukum dalam islam yang melibatkan hukum taklifi, wadh’i, hakim, mafhum fih dan mafhum alaih. Konsep hukum taklifi sebagai kategori hukum yang mengatur kewajiban dan larangan dalam islam. konsep hukum wadh’i hukum yang merujuk pada hukum yang didasarkan pada dalil hukum yang jelas. Peran hakim dalam konteks hukum islam bahwa hakim memiliki kewenangan untuk memberikan putusan yang adil dan sesuai syariat. Lalu konsep mafhum fih melibatkan pemahaman yang diambil dari dalil hukum dengan mempertimbangkan konteks dan tujuan hukum tersebut. Kemudian mafhum alaih hukum yang fokus terhadap individu yang terikat oleh hukum tersebut.
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KEGIATAN KENAIKAN TINGKAT GOLONGAN PANDEGA RACANA RADEN MAS SAID-NYI AGENG SERANG IAIN SURAKARTA TAHUN 2019 Wahab, Muhamad Abdul; Hafidah, Hj
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Kenaikan Tingkat Golongan Pandega menjadi salah satu upaya pembentukan nilai-nilai pendidikan agama Islam bagi mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai PAI yang terkandung dan bagaimana proses internalisasi nilai-nilai PAI dalam kegiatan Kenaikan Tingkat Golongan Pandega yang dilaksanakan oleh Racana IAIN Surakarta. Metodologi Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif pendekatan deskriptif. Penelitian di Racana Raden Mas Said-Nyi Ageng Serang IAIN Surakarta. Subjek penelitian ini adalah Peserta Kenaikan Tingkat Golongan Pandega dengan informan Pembina Racana, Karasta, Pemangku Adat serta Reka Kerja kegiatan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dengan teknik triangulasi dan dianalisis dengan model interaktif, meliputi: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai I’tiqadiyah dapat melalui indikator ujian SKU, kegiatan pengembaraan dan renungan. Nilai Khuluqiyah melalui indikator ujian SKU dengan penerapan sikap, akhlak dan etika komunikasi yang baik dalam setiap kegiatannya serta dapat menjadi tauladan. Nilai Amaliyah juga melalui indikator ujian SKU dengan kegiatan praktik pemulasaran jenazah, ikut serta dalam lembaga zakat, mengisi kajian, menjadi imam, mengisi khutbah dan kegiatan bina satuan. Strategi internalisasi tersebut terdapat dalam kegiatan Pengisian SKU, Kegiatan Pengembaraan Pandega dan Kegiatan Upacara Pelantikan.
PRESPEKTIF USHUL FIQH TERHADAP KEABSAHAN WANITA BERPROFESI Syahariya, Aura Anya; Laawa, Alisha A.; Najiha, Sabila Salma
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan gender dalam pekerjaan tidak lagi menjadi masalah, sehingga posisi laki-laki dan wanita setara. Oleh karena itu, wanita tidak lagi dipandang sebagai satu-satunya penanggung jawab pengasuhan anak dan rumah tangga. Seiring perkembangannya, pandangan masyarakat terhadap peran dan posisi wanita dalam masyarakat telah berubah, dan posisi ini banyak laki-laki dan wanita yang berkarir di kehidupan saat ini, dan banyak wanita yang mampu bekerja, orang sekarang dapat menjalani kehidupan yang baik. Dalam islam, wanita tidak diperintahkan untuk mencari nafkah, karena suamilah yang bertanggung jawab mencari nafkah. Wanita muslimah boleh bekerja membantu suaminya selama tidak memperlihatkan auratnya dan tidak memancing kesombongan. Dia boleh meninggalkan rumahnya tanpa mengorbankan kehormatan dan kesuciannya, selama syariah mengizinkannya. Seorang wanita muslimah dapat dan harus memahami hakikat pekerjaan, dan tugas utamanya adalah menjadi ratu keluarga
Ta'arudh Al-Adillah Dan Tarjih: Metode Memahami Konsep Dalil Maupun Hadist Dalam Teori Penyelesaian Hukum Islam Fariq, M. Amir; Salim, Muhammad; Muhammad, Faris Syaifuddin; Muttaqin, M. Imamul; Putra, Ahmad Ramadhani Kurnia; Anam, Hazbi Maulana Alfath
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang cara beristidlal ketika terjadi pertentangan antara 2 dalil. Dalam sebagaian kitab usul fiqih, memang dijelaskan dalam judul pembahasan “taarudl”, namun keduanya merujuk pada makna yang sama. Hanya saja istilah ta’adul digunakan Ketika dua dalil yang berbenturan berkekuatan sama dan saling sebanding. Sedangkan tarjih adalah ketika dalam sebuah kasus baru tidak ditemukan pendapat seorang mujtahid mengenai status hukumnya, akan tetapi ada nash atau teks pendapat dari mujtahid tersebut mengenai kasus lain yang serupa, kemudian para pengikutnya mencabangkan atau mengembangkan status hukum kasus baru tersebut berpijak pada putusan hukum imamnya dalam kasus lain yang serupa. Maksud pencabangan semacam inilah disebut takhrij.
MANTHUQ DAN MAFHUM Rachman, Fathur; Kamila, Ihdia Uswah; Nurwidodo, Arif; Muttaqin, M. Imamul
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidaklah dapat diterima untuk menafsirkan Al-Qur'an dan hadits sebagai sumber eksklusif hukum Islam hanya dengan menggunakan penafsiran tekstual saja. Namun, hal ini juga membutuhkan pemahaman yang melampaui bahasa. Kita akan menemukan pembahasan mengenai mafhum dan mantuq dalam ilmu tafsir, di mana makna mafhum dan manthuq berbeda satu sama lain. Karena Al-Qur'an dan hadits tidak selalu menjelaskan secara gamblang apa yang dimaksudkan untuk dipahami, para mufassir telah menciptakan pembahasan ini melalui manthuq dan mafhum untuk membantu kita memahami isi teks dengan lebih baik.
PENINJAUAN LAFADZ DARI MAKNA DAN SEGI CAKUPANNYA (Am’, Khas, Muthlaq dan Muqayyad.) Fahani, Maulfi Fahrul; Sari, Dyna Evalina Prima
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji empat klasifikasi lafadz dalam ilmu Ushul Fiqh: 'Am (umum), Khas (khusus), Muthlaq (mutlak), dan Muqayyad (terbatas). Fokus pembahasan meliputi definisi, ciri-ciri, dan implikasi hukum dari masing-masing lafadz. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif-komparatif terhadap pandangan ulama Ushul Fiqh. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemahaman terhadap keempat lafadz ini krusial dalam proses istinbath hukum (pengambilan kesimpulan hukum) dari Al-Qur'an dan Hadits. Lafadz 'Am dan Muthlaq cenderung memiliki cakupan yang luas, sementara Khas dan Muqayyad membatasi cakupan tersebut. Interaksi antara lafadz-lafadz ini, seperti takhshish (pengkhususan) dan taqyid (pembatasan), berperan penting dalam menentukan cakupan final suatu hukum syariah.
KONSEP TAKWIL DALAM USHUL FIQH DAN RELEVANSINYA Aziz, Umar Abdul; Abdurrohman , Adam; Aliyah, Avina Faizatul; Muttaqin, M. Imamul
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode takwil merupakan pendekatan interpretatif yang penting dalam kajian fiqih yang memunculkan perdebatan intens dalam kajian keagamaan. Artikel ini membahas peran penting metode takwil dalam memahami, mengambil, dan mengaplikasikan hukum-hukum agama dalam kehidupan sehari-hari. Melalui proses pemahaman dan penafsiran terhadap teks-teks Al-Qur'an dan Hadis, takwil memungkinkan pemahaman yang lebih dalam dalam konteks historis, sosial, dan budaya di mana hukum-hukum tersebut diterapkan. Fleksibilitas dalam pengambilan keputusan hukum juga menjadi salah satu keunggulan dari penerapan metode takwil. Dalam konteks praktik fiqih, implementasi metode takwil memainkan peran penting dalam menanggapi tantangan zaman dan memecahkan masalah-masalah kontemporer. Dengan demikian, takwil menjadi instrumen yang memungkinkan para ulama dan cendikiawan agama untuk menyesuaikan hukum-hukum Islam dengan realita pada bidang sosial, ekonomi, dan politik yang sering berubah. Dengan pendekatan takwil yang tepat, umat Muslim dapat tetap memegang prinsip Islam dalam berbagai situasi atau keadaan, menjadikan takwil sebagai metode yang relevan dalam pembaharuan hukum Islam di Indonesia.
HARMONISASI AYAT AL-QUR’AN MELALUI METODE AL-JAM’U WA AL-TAUFIQ DAN NASKH : PENDEKATAN TAFSIR YANG KOMPREHENSIF Azahro, Salma Aulia; Abdallillah , Najwa Aisyah; Muttaqin, Imamul
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article investigates the complementary methods of al-Jam’u wa al-Taufiq (reconciliation and harmonization) and naskh (abrogation) within Qur’anic exegesis to address perceived contradictions in the Qur’anic text. As the central source of Islamic doctrine and law, the Qur’an presents verses that, at times, seem contradictory. Islamic scholars have historically employed al-Jam’u wa al-Taufiq to harmonize these verses by uncovering contextual consistencies and deeper unified meanings. Conversely, naskh is applied when reconciling verses appears untenable, suggesting that earlier rulings are superseded by later ones. This study explores the theoretical underpinnings and historical evolution of both methods, examining how they have been utilized by classical and contemporary scholars to maintain the coherence and integrity of the Qur’anic message. By analyzing specific case studies, the paper demonstrates the practical application of these methods and discusses their relevance in contemporary Islamic thought. The integration of al-Jam’u wa al-Taufiq and naskh provides a comprehensive framework for resolving interpretative challenges, ensuring that the Qur’anic text remains a consistent and authoritative guide for Muslims.
PRINSIP PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’AN Sari, Hannisa Wandan; Alwizar, Alwizar
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prinsip pendidikan adalah asas, dasar, pokok, pangkal atau tumpuan tempat berdirinya pembangunan dan pengembangan program kependidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang komprehensif dan paripurna. Al-Qur’an ialah landasan pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan individu, baik tauhid, social, dan lain-lain yang petunjuknya berasal dari al-Qur’an, bertujuan untuk mengembangkan potensi dan menata tingkah laku individu agar dapat mengimplementasikan nilai-nilai ajaran Islam dan menjadikannya individu yang bertakwa dan berakhlak mulia.Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk telah memberikan arah kepada manusia dalam segala aspek di kehidupan ini, tidak terkecuali petunjuknya dalam hal dunia pendidikan. Ajaran Al-Quran mengandung pendidikan akidah tauhid, akhlak mulia, dan aturan-aturan mengenai hablun minallah dan hablun minannas. Menurut pandangan Al-Quran, pendidikan merupakan persoalan utama dalam memperbaiki kondisi umat manusia di muka bumi ini. Bahkan ayat al-Qur’an yang pertama turun merupakan kunci dari segala aktivitas pendidikan.[1] Prinsip pendidikan yang terdapat dalam al-Qur’an ada lima, yakni prinsip tauhid, ilmu pengetahuan, prinsip universal, prinsip keseimbangan, dan prinsip kesederhanaan. Tiap-tiap prinsip dari pendidikan menurut perspektif al-Qur’an pasti bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. [1] Yusuf, Tafsir Tarbawi (Pesan-Pesan Al-Qur’an Tentang Pendidikan).
KAIDAH TENTANG الرضاعة ( MENYUSUI) Adly, M. Amar; Firmansyah, Heri; Ramadhan, M. Khairi
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i4.2067

Abstract

Radha’ah adalah hubungan mahram yang di akibatkan oleh persusuan yang dilakukan oleh seorang perempuan kepada bayi yang bukan anak kandungnya. Radha’ah ni juga menjadi salah satu bab didalam kitab fiqih. Penting sekali untuk di bahas dan di teliti supaya bisa menjadi pengetahuan, terlebih lagi dalam kajian fiqih keluarga. Didalam tulisan ini dapat kita ketahui apa saja konsep radha’ah yang bisa di kategorikn kepada susuan yang bisa menyebabkan adanya hubungan mahram baik bagi yang menyusui atau yang disusukan. Tulisan ini akan mengantarkan kepada: defenisi Radha’ah, rukun dan syarat radha’ah, ukuran atau takaran radha’ah yang mengharamkan, serta apa saja larangan yang dihasilkan dengan adanya radha’ah.