cover
Contact Name
ANDI MULAWAKKAN FIRDAUS
Contact Email
andi.mulawakkan@gmail.com
Phone
+6285255901665
Journal Mail Official
andi.mulawakkan@gmail.com
Editorial Address
Tamarunang Indah 2
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Riset Guru Indonesia
Published by Almeera Education
ISSN : 29618185     EISSN : 2962701X     DOI : 10.62388
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Riset Guru Indonesia (JRGI) adalah jurnal nasional, akses terbuka, multidisiplin, double-blind peer-review yang diterbitkan secara online tiga kali dalam setahun (Maret, Juli, November). Fokus dan ruang lingkup jurnal adalah untuk: 1) Menyediakan jurnal yang melaporkan penelitian tentang topik yang memiliki signifikansi lokal dan internasional di seluruh konteks pendidikan 2) Mempublikasikan manuskrip yang memiliki signifikansi lokal dan internasional dalam hal desain dan/atau temuan 3) Mendorong kolaborasi tim peneliti lokal dan internasional untuk menciptakan isu-isu khusus tentang topik ini.
Articles 86 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS KETERAMPILAN ABAD KE-21 TERHADAP PENINGKATAN SIGNIFIKAN KREATIVITAS DAN INOVASI SISWA SMK: TINJAUAN SISTEMATIS DAN SINTESIS METODOLOGI CAMPURAN Wahyuni, Wahidah; Purnamawati; Syahrul
Jurnal Riset Guru Indonesia Vol 4 No 3 (2025): JRGI:Agustus-November
Publisher : Almeera Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62388/jrgi.v4i3.584

Abstract

Pendidikan kejuruan (Vocational Education and Training/VET), khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dituntut untuk beradaptasi secara fundamental terhadap tuntutan Industri 4.0 dengan melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi di luar keahlian teknis, terutama Kreativitas dan Inovasi. Penelitian ini menyajikan Tinjauan Sistematis dan Sintesis Metodologi Campuran (Mixed-Methods Systematic Review/MMSR) terhadap 38 studi internasional bereputasi, yang bertujuan untuk menganalisis (1) seberapa signifikan pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Keterampilan Abad Ke-21 (21CSLM) terhadap Kreativitas siswa (RQ1), (2) seberapa signifikan pengaruhnya terhadap Inovasi siswa (RQ2), dan (3) bagaimana persepsi siswa dan guru terhadap efektivitas dan tantangan penerapannya (RQ3).Hasil Meta-Analisis (untuk RQ1 dan RQ2) menunjukkan pengaruh 21CSLM, khususnya Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL), yang sangat besar dan signifikan terhadap kedua variabel hasil. Effect Size (Hedges’ ) gabungan untuk Kreativitas mencapai 1.15 dan untuk Inovasi mencapai 0.85, yang mengindikasikan bahwa intervensi ini bersifat transformasional. Analisis moderator lebih lanjut menegaskan bahwa efektivitas ini sangat menonjol dalam konteks Asia Tenggara dan pada subjek Teknik/Teknologi. Sementara itu, Sintesis Tematik (untuk RQ3) mengungkapkan bahwa meskipun terdapat persepsi positif dari siswa dan guru mengenai pengembangan keterampilan 4C, implementasinya dibayangi oleh tantangan sistemik. Hambatan utama adalah kesenjangan kompetensi guru yang tidak memiliki pengalaman industri yang memadai, yang menghasilkan proyek pembelajaran yang kurang autentik, dan masalah ketidakselarasan asesmen (misalignment) akibat ketiadaan rubrik yang divalidasi untuk mengukur Kreativitas dan Inovasi yang kompleks.Secara keseluruhan, 21CSLM terbukti sebagai kerangka pedagogis yang sangat efektif untuk VET. Namun, potensi penuh model ini hanya dapat direalisasikan melalui reformasi kebijakan yang berfokus pada pengembangan profesional guru VET, khususnya adopsi kerangka Technology, Andragogy, and Work Content Knowledge (TAWOCK), serta pengembangan sistem asesmen berbasis kompetensi yang valid untuk mengukur hasil non-teknis.
EFEKTIFITAS PENERAPAN PEMBELAJARAN DARING DAN MODEL BLENDED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA PADA PEMBELAJARAN ABAD 21 Syarif, Irwan; Purnamawati; Syahrul
Jurnal Riset Guru Indonesia Vol 4 No 3 (2025): JRGI:Agustus-November
Publisher : Almeera Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62388/jrgi.v4i3.585

Abstract

Efektivitas penerapan pembelajaran daring dan model blended learning dalam meningkatkan kompetensi siswa abad 21, mencakup keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta literasi digital. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah hasil-hasil penelitian nasional terbitan lima tahun terakhir. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi temuan-temuan empiris terkait efektivitas masing-masing model pembelajaran serta faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran daring mampu meningkatkan kemandirian belajar, literasi digital, dan kemampuan berpikir kritis siswa melalui fleksibilitas waktu belajar dan akses yang luas terhadap sumber belajar digital. Namun, kendala seperti keterbatasan jaringan internet, kesiapan teknologi, dan rendahnya kemampuan digital siswa masih menjadi faktor penghambat. Sementara itu, model blended learning terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan motivasi belajar, karena memadukan interaksi tatap muka dengan keunggulan pembelajaran berbasis teknologi. Integrasi kedua model ini memberikan dampak paling optimal, karena mampu mengatasi kelemahan masing-masing pendekatan sekaligus mendukung pengembangan kompetensi abad 21 secara lebih menyeluruh.
PENERAPAN COLLABORATIVE LEARNING DAN INTEGRASI TEKNOLOGI AI UNTUK MENINGKATKAN KETEPATAN DAN EFISIENSI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI LABORATORIUM KESEHATAN Sarean, Hasnah; Purnamawati; Syahrul
Jurnal Riset Guru Indonesia Vol 4 No 3 (2025): JRGI:Agustus-November
Publisher : Almeera Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62388/jrgi.v4i3.588

Abstract

Penelitian ini merupakan systematic literature review (SLR) yang menganalisis penerapan collaborative learning dan integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran Sistem Informasi Laboratorium Kesehatan (SILK) di pendidikan vokasi. Studi ini mengkaji dampak kedua pendekatan tersebut terhadap ketepatan, efisiensi, dan pemahaman mahasiswa, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasinya. Hasil SLR menunjukkan bahwa collaborative learning dan AI secara terpisah maupun terintegrasi mampu meningkatkan keterlibatan, akurasi input data, kecepatan kerja, dan pemahaman mahasiswa terhadap SILK. Keberhasilan integrasi dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur, pelatihan dosen, desain instruksional, serta perhatian pada etika dan privasi.
KEPEMIMPINAN KOLABORATIF DALAM PENGUATAN LINK AND MATCH PENDIDIKAN MARITIM DAN INDUSTRI PELAYARAN: SEBUAH LITERATUR REVIU Ratno; Syarif, Irwan; Mangesa, Riana T
Jurnal Riset Guru Indonesia Vol 4 No 3 (2025): JRGI:Agustus-November
Publisher : Almeera Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62388/jrgi.v4i3.589

Abstract

Kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan maritim dan kebutuhan aktual industri pelayaran tetap menjadi tantangan strategis dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor maritim. Pendekatan link and match dianggap sebagai upaya krusial untuk menyelaraskan pendidikan dengan tuntutan industri, namun implementasinya yang efektif sangat bergantung pada pola kepemimpinan lembaga pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif peran kepemimpinan kolaboratif dalam menguatkan hubungan dan keselarasan antara pendidikan maritim dan industri pelayaran. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan menganalisis artikel jurnal, buku akademik, dan laporan kebijakan yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2024. Data diperoleh dari basis data ilmiah terkemuka dan publikasi dari organisasi internasional yang berkaitan dengan pendidikan vokasi dan maritim. Hasil studi menunjukkan bahwa kepemimpinan kolaboratif memainkan peran signifikan dalam membangun kemitraan strategis, menyelaraskan kurikulum dengan kompetensi industri, dan meningkatkan kualitas pembelajaran praktis serta kesiapan kerja lulusan. Di sisi lain, implementasi kepemimpinan kolaboratif juga menghadapi tantangan seperti perbedaan budaya organisasi, sumber daya yang terbatas, dan kapasitas kepemimpinan. Temuan ini menekankan bahwa memperkuat kepemimpinan kolaboratif merupakan prasyarat krusial untuk membangun ekosistem pendidikan maritim yang adaptif, berkelanjutan, dan selaras dengan kebutuhan industri pelayaran nasional dan global
MEMAHAMI PRAGMATIK LINTAS BUDAYA: MENJEMBATANI MAKNA DI TENGAH KEBERAGAMAN Kalsum R, Ummu; Saleh , Muhammad
Jurnal Riset Guru Indonesia Vol 4 No 3 (2025): JRGI:Agustus-November
Publisher : Almeera Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62388/jrgi.v4i3.591

Abstract

In the era of globalization, interactions among individuals from diverse cultural backgrounds have become inevitable. Effective communication in such contexts requires not only grammatical proficiency but also pragmatic competence—the ability to interpret implied meanings within utterances. This article explores the challenges and complexities of cross-cultural pragmatics by examining three key dimensions: meaning interpretation, variations in politeness norms, and differences in speech acts. Through this analysis, the paper highlights the critical role of cultural sensitivity in communication, emphasizing its importance in preventing misunderstandings and fostering harmonious interpersonal relationships.
ANALISIS PENYIMPANGAN MORFOSINTAKSIS DALAM UJARAN SISWA SMK : KAJIAN BERBASIS MORFEM DAN KATA Ratna; R , Ummu Kalsum; Nensilianti; Amir, Johar
Jurnal Riset Guru Indonesia Vol 4 No 3 (2025): JRGI:Agustus-November
Publisher : Almeera Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62388/jrgi.v4i3.592

Abstract

This study aims to describe the forms of morphosyntactic deviations that appear in the speech of students at SMK Negeri 5 Bulukumba, particularly at the morpheme and word levels. The background of this study is based on the phenomenon of students' spoken language use, which often does not conform to standard Indonesian language rules, influenced by regional languages, slang, and informal language habits in everyday life. This study uses a descriptive qualitative approach with data in the form of students' spoken language recorded during class discussions and interactions. The results of the study show several forms of morphological deviations, namely incorrect use of prefixes, suffixes, formation of double affixed words, omission of affixes, errors in reduplication, and errors in determining the basic form of words. These deviations indicate that students still have difficulty applying the rules of Indonesian morphology appropriately in formal communication contexts. These findings are expected to provide input for Indonesian language teachers in designing more effective learning strategies to improve students' oral language competence.