cover
Contact Name
Azka Muharam
Contact Email
azkamuharam30@gmail.com
Phone
+6287817753084
Journal Mail Official
rivierajmi@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Palm Asri Pasalakan Blok C Nomor 5 Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Multidisiplin Indonesia
Published by Riviera Publishing
ISSN : 29649048     EISSN : 29632900     DOI : 10.58344
Journal Multidisiplin Indonesia is an national /scientific journal, double-blind peer-reviewed, open acces journal published monthly by CV Riviera Publishing. Journal Multidisiplin Indonesia provides a means for ongoing discussion of relevant issues that fall within the focus and scope of the journal that can be empirically examined. The journal publishes research articles covering all aspects of social sciences, ranging from Management, Education, Economics, Culture, Law and Sains that belong to the social context
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 725 Documents
Analysis of Risk Management Strategies in the Handling of Natural Disaster Claims: A Phenomenological Study of Loss Adjuster Companies in Indonesia Arief Prasojo Singgih
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i6.2759

Abstract

Indonesia is highly vulnerable to natural disasters due to its location on active tectonic plates and within the Pacific Ring of Fire, exposing the country to earthquakes, tsunamis, floods, and landslides. The increasing frequency and severity of these events have placed significant pressure on the insurance sector, with surges in disaster claims impacting solvency and financial stability. This study aims to analyze adaptive risk management strategies employed by loss adjuster companies in handling natural disaster claims. Using a qualitative phenomenological approach with Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), data were collected from 20 experienced loss adjusters through semi-structured interviews, supplemented by company documents, SOPs, and regulatory reports. Analysis revealed five emergent themes: multi-source risk identification, interpretative risk assessment, proximate cause determination, adaptive risk mitigation, and tacit knowledge-based decision making. These themes highlight that effective disaster claim management relies not only on formal procedures and technical evidence but also on professional experience, intuition, and continuous learning. The study concludes with a conceptual model of adaptive risk management, demonstrating that integrating evidence-based investigation, field experience, and tacit knowledge enhances decision quality, accountability, and organizational resilience. The findings provide theoretical insights and practical guidance for loss adjuster companies and regulatory bodies to strengthen disaster claim handling and risk management frameworks.
Transformasi Digital Sebagai Bentuk Penerapan Prinsip Partisipasi dan Keterbukaan dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Andress Deny Bakarbessy; Garciano Nirahua; Ronny Soplantila
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i6.2763

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh transformasi digital terhadap partisipasi masyarakat dan keterbukaan informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Latar belakang penelitian ini menyoroti pentingnya digitalisasi dalam pelayanan publik sebagai wujud penerapan prinsip demokrasi deliberatif dan tata kelola pemerintahan yang baik. Meskipun UU No. 6 Tahun 2014 dan UU No. 14 Tahun 2008 mewajibkan keterlibatan masyarakat dan keterbukaan informasi, implementasinya di tingkat desa masih belum merata, terkendala infrastruktur, literasi digital yang rendah, serta ketiadaan regulasi formal mengenai legislasi digital. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan antara transformasi digital, partisipasi warga, dan keterbukaan informasi dalam penyusunan peraturan desa. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis-empiris dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan kepala desa, analisis dokumen regulasi, serta observasi platform digital di Desa Lonthoir, Negeri Urimessing, dan Negeri Passo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan website desa, media sosial, dan forum daring memperluas akses warga terhadap informasi desa serta membuka ruang partisipasi, meskipun sebagian besar bersifat informatif, bukan deliberatif. Penelitian menyimpulkan bahwa transformasi digital memberikan dampak positif terhadap transparansi dan partisipasi, namun implementasi efektif membutuhkan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas aparatur, dan dukungan pemerintah daerah. Penelitian selanjutnya disarankan mengeksplorasi model legislasi digital yang inklusif untuk meningkatkan partisipasi deliberatif dan tata kelola desa yang transparan.
Peran Ekonomi Kreatif dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat di Kota Merauke Natalia Suryani Purba; Nurul Uswatun Hasanah; Anugerah Mulia Utami; Rachmat Agung Puank Parukka
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i6.2766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ekonomi kreatif dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di Kota Merauke. Ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemanfaatan kreativitas, keterampilan, dan inovasi masyarakat. Melalui Pendekatan tinjauan pustaka, kajian ini menunjukkan bahwa sektor ekonomi kreatif, seperti kerajinan tangan, kuliner, seni budaya, dan usaha berbasis sumber daya lokal, mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Selain menciptakan lapangan kerja baru, ekonomi kreatif juga mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya generasi muda dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun demikian, pengembangan ekonomi kreatif di Kota Merauke masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan modal usaha, kurangnya pelatihan keterampilan, pemasaran yang belum optimal, serta minimnya dukungan teknologi digital. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, akses permodalan, serta promosi produk kreatif lokal agar ekonomi kreatif dapat berkembang secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Overview of Functional Capacity and Quality of Life of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) Patients Rizki Rahmadani Dalimunthe; Pandiaman Pandia; Amira Permatasari Tarigan; Putri Eyanoer
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i6.2767

Abstract

Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is one of the leading causes of morbidity and mortality worldwide, with a significant impact on patients’ functional capacity and quality of life. This study aims to describe the functional capacity and quality of life of COPD patients at Prof. Dr. Chairuddin P. Lubis Hospital. This study is a descriptive observational study with a serial case design. The research subjects were stable COPD patients who met the inclusion and exclusion criteria, using a convenience sampling technique. Data collected included demographic characteristics, inhaled bronchodilator therapy, functional capacity measured using spirometry and the six-minute walking distance (6MWD) test, and quality of life assessed using mMRC and CAT scores. Statistical analysis was performed using descriptive methods. A total of 110 patients participated in the study; the majority were aged 60–69 years (69.6%) and male (78%). Mean FEV?/FVC, FEV?, FVC, and 6MWD scores were higher in the tiotropium group compared with the indacaterol/glycopyrronium group. The mean CAT score indicated slightly worse quality of life in the indacaterol/glycopyrronium group (10.9 vs. 9.9). The majority of patients had cardiovascular-related comorbidities (20.9%). Tiotropium therapy showed better results in functional capacity compared with indacaterol/glycopyrronium, while quality of life was influenced by COPD severity and comorbidities. A holistic management approach that includes comorbidity management and patient education is needed to improve prognosis and quality of life. Further research is needed to explore the relationship between therapy and clinical outcomes.
Implementasi Kebijakan Jak Lingko di Daerah Khusus Jakarta Ahmad Alfa Hero Arfianto; Bahrullah Akbar; Ella Lesmanawati Wargadinata
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i6.2768

Abstract

Permasalahan transportasi perkotaan di Daerah Khusus Jakarta masih ditandai oleh kemacetan, tingginya penggunaan kendaraan pribadi, kebutuhan integrasi antarmoda, serta tuntutan masyarakat terhadap pelayanan transportasi publik yang nyaman, terjangkau, efisien, dan berkelanjutan. Jak Lingko hadir sebagai kebijakan integrasi transportasi publik yang menghubungkan Transjakarta, Mikrotrans, MRT Jakarta, LRT Jakarta, KRL Commuter Line, serta moda pengumpan lainnya melalui integrasi rute, tarif, sistem pembayaran, data, dan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Jak Lingko di Daerah Khusus Jakarta, mengidentifikasi faktor penghambat, serta merumuskan strategi penguatan implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan teori implementasi kebijakan Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, serta diperkuat dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan Jak Lingko telah berjalan cukup baik, terutama dalam aspek integrasi layanan, tarif, dan pembayaran. Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat hambatan berupa belum meratanya sosialisasi, keterbatasan sumber daya, belum seragamnya komitmen pelaksana, kompleksitas koordinasi antarlembaga, belum maksimalnya integrasi data, serta adanya kesenjangan antara desain kebijakan dan pengalaman pengguna di lapangan. Strategi penguatan yang diperlukan meliputi peningkatan komunikasi publik, penguatan integrasi antarmoda, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan sistem digital terpadu, penguatan koordinasi kelembagaan, serta keberlanjutan pembiayaan transportasi publik. Dengan strategi tersebut, Jak Lingko diharapkan mampu berkembang sebagai ekosistem mobilitas perkotaan terpadu yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Peran Idealisme dan Relativisme dalam Mempengaruhi Kecenderungan Fraud Karyawan Roni Edward; Yuniarwati Yuniarwati
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i6.2777

Abstract

Penelitian dilakukan dalam rangka melihat bagaimana dampak idealisme serta relativisme pada kecenderungan fraud pada karyawan. Metode yang dipakai yaitu kuantitatif cara survei. Data dikumpulkan dengan cara disebarkannya kuesioner pada 103 orang karyawan berasal dari berbagai sektor organisasi di Indonesia. Sampel diambil memakai teknik purposive sampling, dengan syarat responden masih aktif bekerja dan telah pernah bekerja sekurang-kurangnya satu tahun. Selanjutnya data dianalisis dengan penggunaan SPSS. Berdasarkan hasil diperoleh jika idealisme mempunyai pengaruh baik padakecenderungan fraud karyawan. Relativisme juga ditemukan berdampak baik pada kecenderungan fraud karyawan. Selain itu, variabel-variabel tersebut bersamaan memberikan dampak pada kecenderungan fraud karyawan. Nilai R² sebesar 0,203 menunjukan jika idealisme dan relativisme hanya dapat menjelaskan sebesar 20,3% variasi kecenderungan fraud pada karyawan, sedangkan sisanya diberikan dampak oleh hal yang lain di luar penelitian. Sehingga jika orientasi etika yang dimiliki individu ikut mempengaruhi kecenderungan terjadinya fraud di lingkungan kerja. Oleh sebab itu, organisasi perlu lebih memperhatikan pembinaan etika pada karyawan selain memperkuat sistem pengendalian internal guna mencegah terjadinya fraud.
Disharmoni Rezim Otonomi Khusus dan Perizinan Kehutanan Nasional dalam Operasionalisasi IUPHHK-MHA di Papua Melyana Ratana Pugu
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i6.2780

Abstract

Pengakuan terhadap masyarakat hukum adat di Papua telah memperoleh dasar konstitusional dan normatif melalui UUD 1945, Undang-Undang Otonomi Khusus Papua, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012, serta berbagai regulasi daerah khusus. Salah satu instrumen afirmatif yang pernah dibentuk untuk memperkuat hak masyarakat hukum adat dalam pengelolaan hasil hutan kayu adalah Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Masyarakat Hukum Adat atau IUPHHK-MHA, yang lahir melalui Perdasus Papua Nomor 21 Tahun 2008 dan Pergub Papua Nomor 13 Tahun 2010. Namun, dalam praktiknya, instrumen tersebut tidak berjalan efektif karena tidak dikenal dalam sistem perizinan dan administrasi perkayuan nasional. Artikel ini bertujuan menganalisis disharmoni antara rezim Otonomi Khusus Papua dan rezim perizinan kehutanan nasional dalam operasionalisasi IUPHHK-MHA. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan sosio-legal. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegagalan operasionalisasi IUPHHK-MHA bukan disebabkan oleh ketiadaan pengakuan terhadap masyarakat hukum adat, melainkan oleh ketidaksinkronan antara pengakuan hak ulayat, kewenangan khusus Papua, nomenklatur perizinan nasional, dan sistem penatausahaan hasil hutan kayu. Artikel ini menawarkan model harmonisasi regulasi berbasis rekognisi substantif, yaitu pengakuan yang tidak berhenti pada pengakuan identitas masyarakat adat, tetapi dilanjutkan dengan kepastian wilayah, mekanisme izin khusus, integrasi administrasi kayu, pengawasan berbasis adat-negara, dan perlindungan dari dominasi aktor eksternal.
Pinggiran yang Terpinggirkan: Keresidenan Banten Awal Abad Ke-20 Raka Prima Santosa; Siswantari Siswantari; Abdurakhman Abdurakhman
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2776

Abstract

Penelitian ini membahas marginalisasi struktural Keresidenan Banten pada awal abad ke-20 di bawah pemerintahan kolonial Belanda. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kecenderungan historiografi Banten yang lebih banyak menyoroti masa Kesultanan Banten, Pemberontakan Petani 1888, dan Pemberontakan Komunis 1926, sementara kondisi sosial, ekonomi, dan politik Banten pada masa kolonial belum banyak dikaji secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan menjelaskan mengapa Banten, meskipun secara geografis dekat dengan Batavia sebagai pusat kekuasaan kolonial, tetap mengalami ketertinggalan ekonomi, keresahan sosial, dan posisi administratif yang periferal. Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber primer penelitian berasal dari arsip kolonial, laporan pemerintah, dan surat kabar sezaman, serta didukung oleh literatur sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Banten mengalami marginalisasi berlapis akibat keterbatasan akses transportasi, rendahnya kesuburan tanah, minimnya perkembangan industri, lemahnya layanan kesehatan, beban pajak, dan rendahnya minat ekonomi pemerintah kolonial. Kondisi tersebut mendorong migrasi musiman dan memperkuat ketidakpuasan sosial masyarakat. Pembahasan juga menunjukkan peran penting elite lokal, terutama kyai dan jawara, dalam membentuk sentimen anti-kolonial dan tradisi perlawanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Banten bukan sekadar wilayah pemberontak, melainkan daerah yang terpinggirkan secara struktural akibat pengabaian kolonial.
Analisis Penerapan Sak-Etap Pada UMKM Perkebunan di Kabupaten Melawi Reni Dwi Widyastuti; Risal Risal; Endang Kristiawati
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2778

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya laporan keuangan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya usaha berbasis perkebunan, dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan usaha. CV Belaban Mekar sebagai usaha pembibitan kelapa sawit di Kabupaten Melawi telah melakukan pencatatan keuangan, tetapi pencatatan tersebut masih terbatas pada omset penjualan dan laporan kas. Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan belum sepenuhnya menerapkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pencatatan keuangan CV Belaban Mekar, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab belum diterapkannya SAK ETAP, serta menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV Belaban Mekar belum menyusun lima komponen laporan keuangan sesuai SAK ETAP, yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan. Hambatan utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pemahaman akuntansi, rendahnya kesadaran terhadap pelaporan standar, bercampurnya keuangan pribadi dan usaha, serta belum lengkapnya dokumen pendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan SAK ETAP diperlukan untuk meningkatkan kualitas, ketepatan, dan kebermanfaatan laporan keuangan UMKM.
Perancangan Ui/Ux Website Karang Taruna Pesona Serpong Menggunakan Metode User-Centered Design (UCD) Akhmam Fahmi; Muhammad Azmi Muwaffaq; Edi Wibowo
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2783

Abstract

Belum tersedianya website resmi pada Karang Taruna Pesona Serpong menyebabkan informasi organisasi, dokumentasi kegiatan, dan komunikasi publik masih tersebar melalui media sosial serta aplikasi pesan instan. Kondisi tersebut membatasi akses informasi, transparansi organisasi, dan keterlibatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototipe UI/UX website Karang Taruna Pesona Serpong yang mudah digunakan dengan menerapkan metode User-Centered Design (UCD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan pengguna, penyusunan arsitektur informasi dan user flow, pembuatan prototipe high-fidelity menggunakan Figma, serta evaluasi usability. Data dikumpulkan melalui observasi, studi literatur, pengujian usability menggunakan Maze, dan kuesioner System Usability Scale (SUS) terhadap 30 responden yang terdiri atas anggota, pengurus, dan masyarakat umum. Hasil pengujian Maze menunjukkan bahwa seluruh skenario tugas memperoleh Success Rate sebesar 100%, rata-rata Misclick Rate sebesar 9,44%, dan rata-rata Time on Task sebesar 10,9 detik. Evaluasi SUS menghasilkan skor rata-rata 81,17 yang termasuk kategori Excellent, Grade A, dan Acceptable. Temuan ini menunjukkan bahwa prototipe memiliki tingkat usability tinggi, navigasi jelas, interaksi efisien, serta penerimaan pengguna yang baik. Dengan demikian, pendekatan UCD berhasil menghasilkan prototipe website yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan layak dikembangkan ke tahap implementasi.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 4 (2026): (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 5 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia More Issue