cover
Contact Name
Eman Sulaiman
Contact Email
emans.aero@gmail.com
Phone
+6285222147610
Journal Mail Official
admin@ptbegin.com
Editorial Address
Jl. Pekalipan Selatan No.16. Kel Pulasaren, Kec. Pekalipan, Kota Cirebon
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services
ISSN : -     EISSN : 29858054     DOI : https://doi.org/10.58468/socircle
SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services is a national journal under the auspices of PT. Berkah Digital Technology. The Indonesian Community Service Journal publishes articles on the results of community service and empowerment in the form of applying various fields of knowledge including agriculture, social sciences, engineering, education, computers and health and other related fields. This journal is also expected to become a journal of fast response, fast review and fast publication. And in the future it can be indexed globally. The SOCIRCLE E-ISSN 2985-8054. Publish 3 times per year; April, August, December. We accept articles in English and Indonesian according to their respective templates. SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services adalah jurnal Nasional di bawah naungan PT. Teknologi Digital Berkah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia menerbitkan artikel hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu antara lain pertanian, ilmu sosial, teknik, pendidikan, komputer dan kesehatan serta bidang terkait lainnya. Jurnal ini juga diharapkan menjadi jurnal fast respon, fast review dan fast publication. Dan kedepannya bisa diindeks secara global. Jurnal Pengabdian Masyarakat SOCIRCLE memiliki SOCIRCLE E-ISSN 2985-8054. Terbitkan 3 kali per tahun; April, Agustus, Desember. Kami menrima artikel dalam bahsa inggris dan bahsa Indonesia yang disesuaikan dengan template masing masing.
Articles 54 Documents
Pelatihan Partisipatif Pengelolaan Keuangan dan Pemasaran Digital bagi UMKM Desa Baros Ila Karmila
SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services Vol. 4 No. 2 (2025): SOCIRCLE: Journal Of Social Community Services
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article documents participatory training on financial management and digital marketing for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Baros Village, Buahdua District, Sumedang Regency. Conducted face-to-face in March 2025, the program combined problem orientation, brief explanations, product demonstrations, guided exercises, discussion, and reflection. The intervention integrated business-personal fund separation, daily cash recording, cost identification, price and margin calculation, product value, photography, promotional messages, WhatsApp Business, social media, and customer-source recording. Immediate outputs comprised a cashbook, cost-price-margin worksheet, weekly content plan, and channel-monitoring framework. Documentation confirms implementation and direct interaction. However, attendance records, participant profiles, pretest-posttest data, individual skills assessment, and post-training business data were unavailable. Therefore, no quantitative improvement in competence, sales, or profit is claimed. The program contributes a simple decision cycle linking costs, promotion, customer responses, sales, and margins. One-to-three-month mentoring with authentic tasks is recommended for responsible outcome evaluation. Abstrak Kegiatan pengabdian ini mendokumentasikan pelatihan partisipatif pengelolaan keuangan dan pemasaran digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Baros, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang. Program dilaksanakan secara tatap muka pada Maret 2025 melalui orientasi masalah, pemaparan konsep, demonstrasi produk, latihan terarah, diskusi, dan refleksi. Intervensi mengintegrasikan pemisahan uang usaha dan pribadi, buku kas harian, identifikasi biaya, perhitungan harga dan margin, nilai produk, foto produk, pesan promosi, WhatsApp Business, media sosial, dan pencatatan sumber pelanggan. Keluaran langsung berupa format buku kas, lembar biaya-harga-margin, rencana konten mingguan, dan kerangka monitoring kanal. Dokumentasi menunjukkan kegiatan terlaksana dan terjadi interaksi langsung. Namun, daftar hadir, profil peserta, pretest-posttest, asesmen keterampilan individual, dan data tindak lanjut tidak tersedia; karena itu, artikel tidak mengklaim peningkatan kompetensi, omzet, atau laba secara kuantitatif. Kontribusi program adalah siklus keputusan sederhana yang menghubungkan biaya, promosi, respons pelanggan, penjualan, dan margin. Pendampingan satu sampai tiga bulan dengan tugas autentik direkomendasikan agar perubahan praktik usaha dapat diukur secara bertanggung jawab.
Pendampingan Individual Layanan Digital Pensiun ASABRI di Kantor Pos Lubuklinggau Agus Mukmin; Erwan Iskandar
SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services Vol. 5 No. 2 (2026): SOCIRCLE: Journal Of Social Community Services
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58468/socircle.v5i2.58

Abstract

Digitalisasi layanan pensiun menawarkan efisiensi administratif, tetapi dapat menimbulkan hambatan bagi pensiunan yang memiliki keterbatasan pengalaman menggunakan aplikasi, memahami prosedur, atau mengikuti autentikasi biometrik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memfasilitasi akses pensiunan terhadap tahapan layanan digital dan administratif ASABRI melalui pendampingan individual di PT Pos Indonesia Kantor Cabang Lubuklinggau 31600. Program dilaksanakan selama periode layanan 12 Juli–12 Agustus 2025 dan menjangkau 21 pensiunan yang datang dengan kebutuhan bantuan. Pendekatan berbasis kasus mencakup identifikasi kebutuhan, edukasi prosedur, demonstrasi ASABRI STAR, pendampingan autentikasi dan validasi identitas, bantuan dokumen atau migrasi saluran pembayaran, serta rujukan kepada petugas berwenang. Evaluasi dilakukan secara deskriptif menggunakan catatan lapangan, log aktivitas, wawancara singkat, dan dokumentasi. Seluruh peserta memperoleh bantuan pada sekurang-kurangnya satu tahapan layanan. Kebutuhan yang muncul meliputi pemahaman alur, kelengkapan dan kesesuaian data, kegagalan biometrik, migrasi pembayaran, serta gangguan sistem atau keterlambatan data pusat. Pendampingan membantu peserta mengikuti langkah berikutnya, mengidentifikasi kekurangan dokumen, mengulang autentikasi dengan teknik yang benar, atau memperoleh jalur rujukan yang jelas. Karena log awal tidak dirancang untuk menghasilkan distribusi status penyelesaian per kasus maupun profil demografis, hasil ditafsirkan sebagai capaian proses dan hasil langsung, bukan dampak jangka panjang. Program menghasilkan alur pendampingan lima tahap dan menegaskan perlunya model layanan hibrida yang menggabungkan teknologi, dukungan manusia, serta alternatif verifikasi non-digital bagi pengguna lanjut usia.
Participatory Branding Mentoring for Home-Based MSMEs in Wanakaya Village Jajat Sudrajat; Daniel Ady Putra; Nyimas Riri Badriah
SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services Vol. 3 No. 2 (2024): SOCIRCLE: Journal Of Social Community Services
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58468/socircle.v3i2.59

Abstract

Home-based micro, small, and medium enterprises (MSMEs) often depend on personal networks while lacking a clear visual identity and visible business information at their production locations. This community service program aimed to strengthen the basic branding readiness of two food MSMEs in Wanakaya Village, Cirebon Regency, through participatory diagnosis, brand-identity planning, packaging prototyping, printed-banner development, and output handover. The program was implemented from 4 to 25 February 2023 with Milik Catering and Dapur Mamah Aldi as the intensive partners. Evidence was obtained from field observations, owner consultations, facilitator notes, design files, completion checklists, and activity photographs documented in the official KKN report. The initial assessment found that both businesses lacked printed signs, while Milik Catering also lacked a consistent logo and packaging application. The mentoring process involved clarifying the business name, product characteristics, desired impression, visual symbols, color direction, essential ordering information, and placement needs before the designs were developed in CorelDRAW and reviewed with the owners. The verified outputs comprised one logo, one packaging prototype, and two printed business banners, representing complete delivery of the four planned branding outputs. The program demonstrates that a short, owner-involved branding process can convert general branding advice into tangible and reusable visual assets. However, customer recognition, enquiries, sales, and sustained use were not measured; therefore, the results are limited to documented processes, completed outputs, and initial owner-level readiness.
Strengthening Rural MSME Digital Marketing Literacy through Practical Training in Kalipancur Village Wenti Ayu Sunarjo; Siti Nurhayati; Suryani Tri Suci; Widunaini
SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services Vol. 5 No. 2 (2026): SOCIRCLE: Journal Of Social Community Services
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58468/socircle.v5i2.60

Abstract

This community service program aimed to strengthen the initial digital marketing literacy and practical readiness of rural micro, small, and medium enterprise (MSME) actors in Kalipancur Village, Bojong District, Pekalongan Regency. The activity was conducted on 23 May 2026 at the Kalipancur Village Hall through a community-development approach. The intervention combined an introductory seminar, demonstrations, guided discussion, and initial facilitation on WhatsApp Business, Instagram, TikTok, marketplaces, product photography, content planning, and the use of Canva and CapCut. Program evaluation relied on descriptive qualitative evidence from implementation observations, participant questions, reported constraints, and immediate responses after the session. No formal pretest-posttest, verified attendance profile, or post-program sales monitoring was available; therefore, the article does not claim increased turnover. Participant interaction indicated improved awareness of the relevance of digital visibility and a clearer understanding of low-cost steps for beginning online promotion. Several participants reportedly started activating WhatsApp Business and searching Instagram and TikTok for content references. Persistent barriers included limited content-creation skills, time constraints, low confidence, and the perception that rural businesses depend only on nearby customers. The program contributed primarily to early-stage digital readiness. Sustainable results require repeated hands-on mentoring, competency-based evaluation, verified participant documentation, and follow-up measurement using account analytics and sales indicators