cover
Contact Name
Eman Sulaiman
Contact Email
emans.aero@gmail.com
Phone
+6285222147610
Journal Mail Official
admin@ptbegin.com
Editorial Address
Jl. Pekalipan Selatan No.16. Kel Pulasaren, Kec. Pekalipan, Kota Cirebon
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services
ISSN : -     EISSN : 29858054     DOI : https://doi.org/10.58468/socircle
SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services is a national journal under the auspices of PT. Berkah Digital Technology. The Indonesian Community Service Journal publishes articles on the results of community service and empowerment in the form of applying various fields of knowledge including agriculture, social sciences, engineering, education, computers and health and other related fields. This journal is also expected to become a journal of fast response, fast review and fast publication. And in the future it can be indexed globally. The SOCIRCLE E-ISSN 2985-8054. Publish 3 times per year; April, August, December. We accept articles in English and Indonesian according to their respective templates. SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services adalah jurnal Nasional di bawah naungan PT. Teknologi Digital Berkah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia menerbitkan artikel hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu antara lain pertanian, ilmu sosial, teknik, pendidikan, komputer dan kesehatan serta bidang terkait lainnya. Jurnal ini juga diharapkan menjadi jurnal fast respon, fast review dan fast publication. Dan kedepannya bisa diindeks secara global. Jurnal Pengabdian Masyarakat SOCIRCLE memiliki SOCIRCLE E-ISSN 2985-8054. Terbitkan 3 kali per tahun; April, Agustus, Desember. Kami menrima artikel dalam bahsa inggris dan bahsa Indonesia yang disesuaikan dengan template masing masing.
Articles 34 Documents
PENDAMPINGAN PENGENALAN SISTEM PEMBAYARAN QUICK RESPONSE INDONESIA STANDARD (QRIS) SEBAGAI INOVASI PEMBAYARAN CASHLESS UKM DI DESA SUMURJOMBLANGBOGO, KEC, BOJONG, KAB, PEKALONGAN Wenti Ayu Sunarjo; Siti Nurhayati; Isnah Karimah
SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services Vol. 2 No. 3 (2023): SOCIRCLE: Journal Of Social Community Services
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58468/socircle.v2i3.13

Abstract

In line with the development of advanced technology and information, it will help the growth of the digital economy and accelerate a country's financial inclusion. One form of implementation of information technology and digital economic growth is non-cash transaction payments. This QRIS can be used in payment applications that have been installed on a smartphone that is connected to an internet connection. The applications in question; e-wallet (from banking and non-banking issuers) which is used as a server-based payment instrument and has obtained permission from Bank Indonesia. With non-cash payments using a QR Code, it will make it easier for transactions to be carried out between sellers and buyers by scanning the code provided by the seller. Through this Community Service activity, namely the introduction of the Indonesian Standard Quick Response (QRIS) payment system as a payment innovation for SMEs in the village of Sumatra Jomblangbogo, Kec, Bojong, Kab, Pekalongan, it is felt that it is very relevant to the problems that occur in the scope of grocery stores in PkM locations. Through activities to introduce the QRIS system, partners will be able to answer problems, such as not fully understanding the payment system which is safe, easy and minimal risk, as well as other difficulties experienced by SMEs such as providing change or petty cash. Abstrak Sejalan dengan perkembangan teknologi dan informasi yang maju akan membantu pertumbuhan ekonomi digital dan percepatan inklusi keuangan suatu negara. Salah satu bentuk pengimplementasian antara teknologi –infomasi dengan pertumbuhan ekonomi digital adalah pembayaran transaksi secara non – tunai. Penggunaan QRIS ini dapat digunakan pada aplikasi – aplikasi pembayaran yang telah terinstall di smartphone yang telah terhubung dengan koneksi internet. Aplikasi – aplikasi yang dimaksud; e-wallet (dari penerbit perbankan maupun non perbankan) yang digunakan sebagai instrumen pembayaran berbasis server dan telah mendapatkan izin dari Bank Indonesia. Dengan adanya pembayaran nontunai menggunakan QR Code akan memudahkan transaksi yang akan dilakukan antara penjual dan pembeli dengan scan code yang telah disedikan oleh penjual. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, yaitu pengenalan sistem pembayaran quick response indonesia standard (qris) sebagai inovasi pembayaran UKM di desa sumurjomblangbogo, kec, bojong, kab, pekalongan dirasa sangat relevan dengan permasalahan yang terjadi di lingkup toko kelontong yang ada di lokasi PkM. Melalui kegiatan pengenalan sistem qris akan dapat menjawab permasalahn mitra, seperti belum sepenuhnya mengenal sistem pembayaran yang aman, mudah, dan minim risko, maupun kesulitan lain yang dialami UKM seperti menyediakan uang kembalian atau petty cash.
PERAN PENDAMPING PKH DALAM MENGATASI KEMISKINAN DI DESA BABAKAN MANJETI KECAMATAN SUKAHAJI KABUPATEN MAJALENGKA Ade Sobariah Hasanah; Vina Andita
SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services Vol. 2 No. 3 (2023): SOCIRCLE: Journal Of Social Community Services
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58468/socircle.v2i3.14

Abstract

Desa Babakan Manjeti Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka extremely poor families (KSM), the government has launched the Family Hope Program (PKH), which provides conditional support as social security for access to health care and basic education. Issued. The success of the PKH itself is closely related to the role of its fellow PKHs. Corresponding to the Companion's role as a facilitator, that is, to enable her PKH participants to access health and educational facilities, the Companion's role as a planner is to support the community's assessment of issues related to support. is to do. The purpose of this study is to determine the role of Family Hope Program facilitators in improving the welfare of poor families in Desa Babakan Manjeti Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka. The interview results show that poor families in Bangun Purba village are doing very well. This can be seen at each stage of the implementation process and runs smoothly despite some obstacles. This is also evident through the author's research focus on the role of companions as influential facilitators, i.e. the introduction of KPM support activities for health and education resource systems, which is the focus of this PKH activity. His role as a planner can now be seen in the daily activities of monthly group meetings between PKH and his KPM assistants to discuss the implementation of plans. The overall role of his PKH his assistants in this study, namely as facilitators and planners, indirectly contributes to the efforts to improve the welfare of his KPM, Desa Babakan Manjeti Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka. Abstrak Dalam rangka mempercepat penanggulangan kemiskinan sekaligus pengembangan kebijakan di bidang perlindungan sosial bagi Keluarga Sangat Miskin (KSM), pemerintah mengeluarkan sebuah Program Keluarga Harapan (PKH) yaitu sebuah bantuan bersyarat sebagai jaminan sosial untuk mengakses kesehatan dan pendidikan dasar. Pencapain kesuksesan dari PKH sendiri sangat berkaitan dengan peran pendamping PKH. Sesuai dengan peran pendamping sebagai Fasilitator yakni memfasilitasi peserta PKH untuk mengakses layanan fasilitas kesehatan dan pedidikan dalam peran pendamping sebagai perencana yaitu melakukan evaluasi terhadap masyarakat mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan bantuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Pendamping Program Keluarga Harapan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin di Desa Babakan Manjeti Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka.Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara menunjukan bahwa kesejahteraan keluarga miskin Desa Babakan Manjeti Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka sudah berjalan dengan cukup baik hal ini dapat dilihat melalui tahapan proses pelaksanaan berjalan lancar meskipun terdapat beberapa hambtan. Hal ini dapat juga dilihat dalam fokus penelitian Penulis mengenai peran pendamping sebagai fasilitator sangat berpengaruh yakni dengan ditunjukannya kegiatan pendampingan KPM kepada sistem sumber kesehtan dan pendidikan yang menjadi fokus dari kegiatan PKH ini. Sementara dalam perannya sebagai perencana dapat dilihat dari rutinitas kegiatan pertemuan kelompok setiap bulannya untuk berdiskusi antara pendamping PKH dan KPM untuk menjalankan rencana. Seluruh peran pendamping PKH dalam penelitian ini yakni sebagai fasilitator dan perencana secara tidak langsung turut memberikan upaya dalam meningkatkan kesejahteraan KPM khususnya di Desa Babakan Manjeti Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka.
SOSIALISASI MODUL PELATIHAN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PENGEMBANGAN WISATA DESA MEKARBUANA KECAMATAN TEGALWARU KABUPATEN KARAWANG Budi Rismayadi; Wike Pertiwi
SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services Vol. 2 No. 3 (2023): SOCIRCLE: Journal Of Social Community Services
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58468/socircle.v2i3.15

Abstract

The aim, benefits and impact of this socialization aims to provide understanding to Pokdarwis, Bumdes and the Mekarbuana village community to always work together in developing tourism even though there has been no assistance from any party. The final impact of this tourism development is the welfare of the community.
Peran Pendampingan Program Keluarga Harapan (PKH) “Perempuan Era Kartini” di Desa Sumber Wetan Kecamatan Jatitujuh Majalengka Tuti Yuliawati; Vina Andita
SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services Vol. 2 No. 3 (2023): SOCIRCLE: Journal Of Social Community Services
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58468/socircle.v2i3.16

Abstract

The aim of this community service activity is to accompany and develop Kartini Era Women in order to create Independent Women, who are recipients of the Family Hope Program (PKH) assistance. This Kartini Era woman has a business making ecoprint batik crafts. The most priority problem is that partners do not yet have the ability to prepare business feasibility studies. Apart from that, they do not yet have and build a partnership network by effectively utilizing information technology including social media to promote and market their products. The stages of activities carried out consist of preparation, implementation, mentoring and evaluation stages. The methods used are lecture and question and answer methods, demonstration methods, and non-formal discussion methods. As a result, during the training activity, the participants followed it with full attention and enthusiasm until all the material had been presented by the presenter, which was then continued with question and answer activities. All participants were able to take part in the entire training process from start to finish, apart from that the target for delivering the training material was also achieved because the material could be delivered in its entirety and the enthusiasm of the participants in participating in the training really supported this. AbstrakTujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mendampingi dan membina Perempuan Era Kartini guna menciptakan Perempuan – Perempuan Mandiri, yang merupakan penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Perempuan Era Kartini ini mempunyai usaha pembuatan kerajinan batik ecoprint. Permasalahan yang paling prioritas adalah mitra belum mempunyai kemampuan dalam menyusun studi kelayakan usaha. Selain itu, mereka belum memiliki dan membangun jaringan kemitraan dengan memanfaatkan teknologi informasi termasuk media sosial secara efektif untuk mempromosikan dan memasarkan produknya. Tahapan kegiatan yang dilakukan terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, pendampingan dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan tanya jawab, metode demonstrasi, dan metode diskusi nonformal. Hasilnya, selama kegiatan pelatihan berlangsung, para peserta mengikutinya dengan penuh perhatian dan antusias hingga seluruh materi telah disampaikan oleh pemateri yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan tanya jawab. Seluruh peserta dapat mengikuti keseluruhan proses pelatihan dari awal sampai akhir, selain itu target penyampaian materi pelatihan juga tercapai karena materi dapat disampaikan secara keseluruhan dan antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan sangat mendukung hal tersebut.  
Peranan Mahasiswa KKM Dalam Melaksanakan Kegiatan di Lokasi Pengabdian Desa Sukadana, Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka: Edukasi Dalam Mewujudkan Desa Bersih Narkoba Melalui Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Di Kabupaten Majalengka Kamaludin, Ahmad; Yuswanto, Wawan
SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services Vol. 2 No. 2 (2023): SOCIRCLE: Journal Of Social Community Services
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58468/socircle.v2i2.17

Abstract

KKM Institut Budi Utomo Nasional di desa Sukadana Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian masyarakat.Kegiatan terdiri dari kegiatan inti, kegiatan desa, dan kegiatan tambahan.Kegiatan KKM bertujuan untuk memberi pengalaman dan sebagai proses pembelajaran bagi mahasiswa untuk menggali potensi-potensi desa yang dapat dikembangkan masyarakat. Metode pelaksanaan KKM di lokasi terdiri dari kegiatan survey, dan perencanaan kegiatan tambahan selain kegiatan inti yang telah direncanakan. Kegiatan tambahan mahasiswa KKM mendapat dukungan dari pemerintah setempat dan masyarakat desa. Hal tersebut ditunjukkan dalam kegiatan mahasiswa KKM banyak melibatkan masyarakat dari berbagai golongan. Pemerintah desa beserta aparatnya banyak melibatkan mahasiswa KKM dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan desa seperti pembentukan Karang Taruna, sosialisasi Bebas Narkoba, kegiatan vaksinasi, dan kegiatan Posyandu. Bentuk kegiatan lainnya yang melibatkan kaum remaja muda dan anak-anak sekolah setingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama seperti bergiat di Taman Pengajian untuk mendampingi dan mengajar mengaji, senam sehat dilakukakan di lingkungan masyarakat dan juga dilingkungan sekolah, menjaga lingkungan bersih dengan kerjabakti, dan melakukan penataan kembali batas-batas dusun. Kegiatan KKM Institut Budi Utomo diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat desa khususnya yang bertujuan untuk menciptakan ketentraman, dan peningkatan ekonomi masyarakat desa.
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Kelurahan Tarikolot Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka Tia Aprilia Susnita; Yelsha Dwi pasca
SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services Vol. 2 No. 2 (2023): SOCIRCLE: Journal Of Social Community Services
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58468/socircle.v2i2.18

Abstract

Pengetahuan dari dosen kepada mahasiswa yang dianggap masih kurang dalam membekali mahasiswa untuk terjun langsung hidup bermasyarakat menjadi tanggung jawab pihak kampus untuk melaksanakan kuliah kerja nyata sekaligus juga sebagai salah satu kewajiban dari tri dharma perguruan tinggi. Hasil Kuliah Kerja Mahasiswa(KKM) di Kelurahan Tarikolot Kecamatan Majalengka adalah: Pertama KKM Institut Budi Utomo Majalengka tahun Akademik 2023 – 2024 dirasakan cukup berhasil dan lancar dalam mencapai tujuan yang telah di program. Kedua Pelaksanaan KKN selama Satu bulan dirasakan masih sempit apabila dikaitkan dengan padatnya program yang dilaksanakan. Ketiga Berkat adanya bantuan dari Kepala Desa dan seluruh aparat-aparatnya serta warga masyarakat Kelurahan Tarikolot Kecamatan Majalengka dapat melaksanakan segala program yang akan dilaksanakan. Keempat Dengan diadakannya KKM oleh Institut Budi Utomo Nasional Majalengka maka kami banyak mendapat hikmah yang dapat diambil dari KKN tersebut. ABSTRACT Knowledge from lecturers to students which is considered still lacking in equipping students to be directly involved in social life is the responsibility of the campus to carry out real work courses as well as one of the obligations of the tri dharma of higher education. The results of Student Work Lectures (KKM) in Tarikolot Village, Majalengka District are: Firstly, the KKM of the Budi Utomo Majalengka Institute for the 2023 - 2024 Academic year was felt to be quite successful and smooth in achieving the program goals. Secondly, the implementation of KKN for one month is still felt to be narrow when it is related to the density of the program being implemented. Third, thanks to the assistance from the Village Head and all his officials as well as the community members of Tarikolot Village, Majalengka District, we were able to carry out all the programs that would be implemented. Fourth, by holding the KKM by the Majalengka National Budi Utomo Institute, we have learned a lot of lessons that can be taken from the KKN.
PENDAMPINGAN STRATEGI PENGELOLAAN TRANSFORMASI DIGITAL: E-BUSINESS STRATEGY AND IMPLEMENTATION Sunarjo, Wenti Ayu; Ari Muhardono; Titi Rahayu Prasetiani; Mukhamad Adzhar Sultan
SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services Vol. 3 No. 1 (2024): SOCIRCLE: Journal Of Social Community Services
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58468/socircle.v3i1.19

Abstract

Sumurjomblangbogo Village has now developed rapidly, especially in improving the performance of SMEs. Since the establishment of the Tirta Arum swimming pool tourism, the development of MSMEs, especially in the culinary sector, has had great opportunities to market their products. People in nearby locations take advantage of the existence of tourist attractions to improve the economy by selling culinary products in canteens or kiosks around tourist locations. However, as time goes by, especially the era of digitalization, the work of MSMEs should be obliged to follow developments in digitalization. Through PkM activities carried out by answering partner problems in the fields of management and marketing. PkM activities carried out in the form of digital transformation activities include; e-business training and mentoring, Qris registration as an alternative to cashless payments and product innovation and diversification to manage competitive business management. PkM activities are carried out at the target of productive partners, namely culinary MSMEs which are members of the KUBE developed by BUMDes Sumurjomblangbogo, Kec. Bojong, Kab. Pekalongan. Furthermore, the results of PkM activities are evaluated for providing solutions to partner problems so that partners can apply the results of training and mentoring. Apart from that, activity partners can become independent MSMEs and are also able to empower competitiveness and achieve all businesses. Abstrak Desa Sumurjomblangbogo kini telah berkembang pesat, terlebih pada peningkatan kinerja UKM. Sejak didirikannya wisata kolam renang tirta arum perkembangan UMKM khususnya bidang kuliner memiliki peluang yang besar untuk memasarkan produknya. Masyarakat di lokasi sekitar memanfaatkan keberadaan objek wisata untuk meningkatkan perekonomian dengan menjual produk kuliner mealui kantin atau kios di sekitar lokasi wisata. Namun seiring perkembangan zaman khusunya era digitalisasi maka kiprah UMKM seyogyanya wajib mengikuti perkembangan digitalisasi. Melalui kegiatan PkM yang dilakukan dengan menjawab permasalahan mitra di bidang manajemen dan pemasaran. Kegiatan PkM yang dilakukan berupa kegiatan transformasi digital diantaranya; pelatihan dan pendampingan e-business, pendaftaran Qris sebagai alternatif pembayaran secara cashless dan inovasi dan diversifikasi produk untuk mengelola manajemen bisnis yang berdaya saing. Kegiatan PkM dilakukan pada sasaran mitra produktif yaitu UMKM kuliner yang tergabung pada KUBE yang dikembangkan oleh BUMDes Sumurjomblangbogo, Kec. Bojong, Kab. Pekalongan. Selanjutnya hasil kegiatan PkM dilakukan evaluasi atas pemberian solusi permasalahan mitra sehingga mitra dapat menerapkan hasil pelatihan dan pendampingan selain mitra kegiatan dapat menjadi UMKM mandiri juga mampu berdaya saing dan mencapai keberlanjutan usaha.
PERAN BHAYANGKARI RANTING SUMBERJAYA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA UNTUK MEMBANGUN KESEJAHTERAAN KELUARGA SAKINAH DI LINGKUNGAN MASYARAKAT SUMBERJAYA MAJALENGKA Andita, Vina; Neng Rohamah; Herni Suherni; Tuti Hariyani
SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services Vol. 3 No. 1 (2024): SOCIRCLE: Journal Of Social Community Services
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58468/socircle.v3i1.20

Abstract

Bhayangkari has an important role in helping increase the household income of the Sumberjaya Village community. This research aims to increase people's income through entrepreneurship training. Training was given to 30 participants consisting of PKK members and entrepreneurial groups in the village. Training includes knowledge of business financial calculations, marketing techniques, and entrepreneurship tips. The types of training provided include training in making peanut butter, t-shirt confectionery, and handicrafts. As a result, the average participant's income increased by 20% after 3 months of training. Training is useful for improving people's entrepreneurial abilities so that they can increase income for family welfare. It is hoped that this research can become a reference in empowering the community's economy through increasing entrepreneurial capacity.   Abstrak Bhayangkari memiliki peranan penting dalam membantu meningkatkan pendapatan rumah tangga masyarakat Desa Sumberjaya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan. Pelatihan diberikan kepada 30 peserta yang terdiri atas anggota PKK dan kelompok wirausaha di desa tersebut. Pelatihan mencakup pengetahuan tentang perhitungan keuangan usaha, teknik pemasaran, dan kiat berwirausaha. Jenis pelatihan yang diberikan antara lain pelatihan pembuatan peyek kacang, konfeksi kaos, dan kerajinan tangan. Hasilnya, rata-rata pendapatan peserta meningkat sebesar 20% setelah 3 bulan pelaksanaan pelatihan. Pelatihan bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan berwirausaha masyarakat sehingga mampu meningkatkan pendapatan untuk kesejahteraan keluarga. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam memberdayakan ekonomi masyarakat melalui peningkatan kapasitas kewirausahaan.
Community Empowerment Through Waste Banks to Improve Welfare Eman Sulaiman; Hartanto Halim; Yuniva Halimatu Sadiah; Yanto Nazar Riyanto; Putri; Zufi Nurali
SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services Vol. 3 No. 1 (2024): SOCIRCLE: Journal Of Social Community Services
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58468/socircle.v3i1.22

Abstract

The waste problem seems never-ending. If managed well and correctly waste can bring benefits, if not managed well and correctly waste can cause various negative impacts. The Berkah Mulya Waste Bank in Pegambiran Village is one of the efforts in good and correct waste management. The objectives of this service are 1) Explaining community empowerment through waste banks, 2) Explaining the supporting and inhibiting factors for the community empowerment process through waste banks, 3) Explaining welfare indicators in community empowerment at waste banks. Data collection methods include observation, interviews and documentation. The data analysis uses the reduction method, then it is briefly described and conclusions are drawn. The results show that the process of community empowerment through waste banks has gone well. Supporting factors include 1) Member involvement, 2) Facilities and infrastructure, 3) Community involvement, 4) Collaboration with other parties. Meanwhile, inhibiting factors include 1) Lack of discipline in the community, 2) Low mindset in the community, 3) Lack of interest among young people in waste management. Welfare indicators include 1) Environmental aspects, 2) Economic aspects, 3) Social aspects, 4) Educational aspects, 5) Health aspects. ABSTRAK Persoalan sampah yang seakan tidak ada habisnya. Jika dikelola dengan baik dan benar sampah dapat mendatangkan manfaat, jika tidak dikelola dengan baik dan benar sampah dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Bank Sampah Berkah Mulya yang berada di Kelurahan Pegambiran merupakan salah satu upaya dalam pengelolaan sampah yang baik dan benar.  Tujuan dari pengabdian ini adalah 1) Menjelaskan pemberdayaan masyarakat melalui bank sampah, 2) Menjelaskan faktor pendukung dan penghambat proses pemberdayaan masyarakat melalui bank sampah, 3) Menjelaskan indikator kesejahteraan dalam pemberdayaan masyarakat di bank sampah. Metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun analisis data menggunakan metode reduksi kemudian diuraikan secara singkat dan penarikan kesimpulan. Hasilnya menunjukan bahwa proses pemberdayaan masyarakat melalui bank sampah sudah berjalan dengan baik. Faktor pendukung meliputi 1) Keterlibatan anggota, 2) Sarana dan prasarana, 3) Keterlibatan masyarakat, 4) Kerjasama dengan pihak lain. Sedangkan faktor penghambat melputi 1) Ketidak disiplinan masyarakat, 2) Rendahnya mindset yang dimiliki masyarakat, 3) Kurangnya minat anak muda dalam pengelolaan sampah. Indikator kesejahteraan meliputi 1) Aspek lingkungan, 2) Aspek Ekonomi, 3) Aspek sosial, 4) Aspek pendidikan, 5) Aspek kesehatan
The Role Of Real Work College (KKN) Students In The Field Of Education As A Form Of Service In Kedungjaya Village Gian Fitralisma; Nur Alia Sumanti; Imas Trimayanti; Endah Budiastuti; Sifa Novianti; Dian Hidayat
SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services Vol. 3 No. 1 (2024): SOCIRCLE: Journal Of Social Community Services
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58468/socircle.v3i1.23

Abstract

This article discusses the role of students in the Community Service Program (KKN) in Kedungjaya Village, Kedawung District, Cirebon City. The aim of this research is to reveal and analyze the role of KKN students in educational development in Kedungjaya Village and the positive impacts produced. The results of the research show that STIE Cirebon Group 3 KKN students have a significant role in improving the quality of education in Kedungjaya Village. They are involved in helping as volunteer workers, providing tutoring, and providing learning facilities to the KOBER Anggrek PAUD. The positive impact can be seen in improving the quality of teaching, student learning motivation, and creating a positive learning environment. Even though there are challenges in implementing the KKN program, collaboration between students, government and village communities is important in village development efforts. The role of KKN students reflects relevance in the context of village development and plays a role in improving the welfare of local communities. The main suggestions are to improve student preparation before the KKN program, strengthen cooperation between various parties, and improve educational infrastructure in Kedungjaya village.

Page 2 of 4 | Total Record : 34