cover
Contact Name
Kerisman Halawa
Contact Email
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Phone
+6285297738787
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal ABDIMAS MUTIARA
ISSN : 27227758     EISSN : 27227758     DOI : -
Jurnal ABDIMAS MUTIARA diterbitkan oleh Program Studi : Sistem Informasi Fakutas Sains dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia di Medan sebagai media untuk menyalurkan pemahaman tentang asfek - asfek multidisiplin ilmu bidang Teknologi, Kesehatan dan Sosial berupa hasil pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September. Redaksi menerima naskah yang belum pernah diterbitkan dalam media lain dari dosen, peneliti, mahasiswa maupun praktisi dengan ketentuan penulisan seperti tercantum pada halaman belakang (petunjuk untuk penulis). Naskah yang masuk akan dievaluasi dan disunting untuk keseragaman format, istilah dan tata cara lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,078 Documents
PENYULUHAN DAUN BANGUN-BANGUN (COLEUS AMBONICIUS L.) SEBAGAI ANTI JERAWAT Fitri, Widya; Sembiring, Evarina; Harianja, Ester Saripati
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antibakteri merupakan zat yang dapat mengganggu pertumbuhan bahkan mematikan bakteri dengan cara mengganggu metabolisme mikroba yang merugikan manusia. Tanaman Bangun-bangun (Coleus ambonicius L.) diketahui merupakan salah satu tanaman herbal yang ada di Indonesia. Penggunaan daun bangun-bangun sering digunakan sebagai peningkat ASI oleh masyakarat. Daun bangun-bangun mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu, flavonoida, polifenol dan minyak atsiri. Senyawa-senyawa tersebut secara umum berkhasiat sebagai antibakteri. Tujuan dari sosialisasi ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat kelurahan beruam, kecamatan kuala, kabupaten langkat mengenai pembuatan sediaan gel ekstrak etanol daun bangun-bangun sebagai antibakteri. Hasil Kegiatan pelaksanaan ini memberikan edukasi dan sosialisasi tentang pembuatan sediaan gel ekstrak etanol daun bangun-bangun sebagai antibakteri. Kesimpulan dari kegiatan sosialisasi ini dapat terlaksana sesuai pelaksanaan dan rencana, medapatkan sambutan baik dari pemerintah dan masyarakat setempat dan masyarakat sekiranya mendappatkan informasi serta pngetahuan.
PELATIHAN PEMANFAAT BAHAN PANGAN KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) MENJADI SEDIAAN KRIM Zuhairiah; Etalia, Netie; Munthe, Alfian Rejekinta
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan Pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi manusia. Setiap manusia hidup membutuhkan pangan untuk pertumbuhan dan mempertahankan hidup, dari berbagai jenis bahan pangan salah satunya adalah kacang hijau yang kaya akan nutrisi. Kacang hijau (Phaseolus radiatus) merupakan sumber antioksidan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang bisa dijadikan sebagai pelembab kulit yang dibuat dalam bentuk sediaan krim. Tujuan pelatihan ini untuk memberikan pemanfaatan kacang hijau sebagai sediaan krim. Hasil pelaksaan ini pada masyrakat dalam bentuk informasi dan edukasi pemanfaatan kacang hijau sebagai sediaan krim. Setelah melaksakan kegiatan pelatihan ini, masyarakat lebih mengetahui bahwa kacang hijau yang selama ini hanya dijadikan bahan makanan tetapi selain itu juga dapat dibuat sediaan krim karna dapat membuat kulit lembab
PENYULUHAN PENGGUNAAN KOSMETIK SEDIAAN NANOKRIM DAUN KATUK (Sauropus androgynus L. Merr.) UNTUK MELEMBABKAN KULIT Chandra, Devina; Suharyanisa; Aman Manik, Tumpak Rudi
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kosmetik merupakan bahan atau sediaan yang digunakan pada tubuh manusia untuk melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik, salah satunya memelihara kesehatan kulit untuk selalu menjaga kelembaban kulit. Nanokrim merupakan sediaan semisolid dengan bentuk sediaan nanokrim juga lebih mudah digunakan dan penyebaran pada kulit juga mudah, serta nyaman. Katuk (Sauropus androgynus) merupakan tumbuhan sayuran yang banyak dijumpai. Daun katuk memiliki senyawa metabolit sekunder seperti steroid, polifenol, flavonoid berfungsi sebagai antioksidan alami, selain itu daun katuk dapat digunakan sebagai pelembab kulit, vitamin A, B, dan vitamin C yang sangat tinggi yang dapat membentuk kolagen. Tujuan penyuluhan ini untuk memberikan pemanfaatan daun katuk sebagai sediaan Nanokrim. Hasil pelaksanaan ini pada masyrakat dalam bentuk informasi dan edukasi pemanfaatan daun katuk sebagai sediaan Nanokrim. Setelah melaksakan kegiatan pelatihan ini, masyarakat lebih mengetahui bahwa Daun katuk yang selama ini hanya dijadikan sebagai sayur-sayuran ternyata sangat bagus buat kecantikan salah satunya sebagai pelembab kulit.
PENYULUHAN KEPADA MASYARAKAT KECAMATAN MEDAN SUNGGAL EKSTRAK ETANOL DAUN ADAM HAWA (Rheo Vulgaris L.) SEBAGAI SHAMPOO ANTKETOMBE Ginting, Ferdinand Paulus; Br. Purba, Hana Ike Dameria; Sitorus, Binsar
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman adam Hawa merupakan tanaman yang populer di Indonesia. Masyrakat menggunaakn daun adam hawa sebagai obat tradisional antidiare, karena senyawa yang terkandung didalamnya dapat menghambat bakteri Eschericia coli. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi dalam memanfaatkan daun adam hawa menjadi shampo antiketombe kepada masyarakat di Medan Sunggal. Hasil pelaksanaan ini pada masyarakat dalam bentuk informasi dan edukasi memanfaatkan daun adam hawa menjadi shampo yang penggunaanya lebih sederhana.
EDUKASI KEPADA MASYARAKAT TENTANG POTENSI TANAMAN SEBAGAI OBAT TRADISIONAL PADA MASYARAKAT TANAH JAWA Harefa, Karnirius; Ritongga, Ahmad Hafizullah; Hestina; Sinaga, Arman Bemby
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Jawa merupakan salah satu penghasil produk tumbuhan obat terbesar di Indonesia. Jamu merupakan produk tumbuhan obat yang sudah lama digunakan secara tradisional di Jawa sejak masa kerajaan Hindu Budha. Oleh sebab itu, jamu sudah menjadi salah satu warisan budaya yang harus dilestarikan, khususnya bagi orang Jawa. Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada hakekatnya adalah tanaman berkhasiat yang ditanam di lahan pekarangan yang dikelola oleh keluarga. Ditanam dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan tradisional yang dapat dibuat sendiri. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kapada Masyarakat ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang potensi tanaman herbal pada masyarakat di sekitar Tanah Jawa sehingga mendukung animo masyarakat “bzct to nature”. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah menggunakan ceramah yang sifatnya mengedukasi para peserta yang terdiri dari beberapa warga desa. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat desa yang hadir pada saat kegiatan pengabdian tentang pemanfaatan tumbuhan sekitar sebagai obat tradisional. Hal ini terlihat dari kemampuan para peserta untuk menjawab pertanyaan dari tim pelaksana. Kesimpulan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah kegiatan edukasi ini telah terlaksana sesuai pelaksanaan dan rencana, mendapat sambutan yang baik dari pemerintah setempat dan masyarakat sekitar, sehingga masyarakat di Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara mendapatkan informasi.
Sosialisasi Kandungan Fenol Dan Flavonoid Herba Puguntano (Picriafel Terrae) Pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi Pharmaca Priltius, Natanael; Utama, Rezza Fikrih; Sembiring, Antonius Wilson
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Herba puguntano (Picriafel terrae) famili Scropulariaceae, merupakan tanaman herba tahunan yang berfungsi sebagai obat tradisional untuk mngobati demam, diare, dan diabetes. Kandungan utama dalam herba puguntano yaitu senyawa metabolit fenol dan flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa fenol dan termasuk salah satu metabolit sekunder pada tumbuhan yang berfungsi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk memberikan informasi kepada siswa sekolah menengah kejuruan farmasi pharmaca medan mengenai kandungan fenol dan flavonoid herba puguntano sebagai pengobatan. Hasil Kegiatan pelaksanaan ini memberikan informasi tentang kandungan fenol dan flavonoid herba puguntano sebagai pengobatan untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Kesimpulan dari kegiatan sosialisasi ini dapat terlaksana sesuai pelaksanaan dan rencana, mendapatkan sambutan baik dari Kepala sekolah, para pengajar dan siswa- siswi yang sekiranya mendapatkan informasi serta pngetahuan.
Penyuluhan Tanaman Obat Tradisional Menjadi Sediaan Farmasi Sederhana Untuk Meningkatkan Imun Anak-Anak Hutauruk, Dumartina; Kesaktian Manurung; Binsar Sitorus
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak semua anak benar-benar minum obat saat sakit, sehingga harus ada perhatian khusus terutama saat minum obat untuk anak. Sistem imun pada anak merupakan kekebalan tubuh yang penting untuk melindungi diri dari patogen jahat, seperti virus, bakteri, hingga parasit. Apabila sistem imun menurun, tubuh lebih berisiko terserang penyakit, terutama terinfeksi virus Corona yang lagi merebak di Indonesia. WHO telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Imunitas tubuh yang baik sangat menentukan pertahanan dalam penyakit infeksi. Peningkatan imunitas dapat dilakukan dengan memanfaatkan tanaman obat untuk diolah menjadi minuman tradisional. Masyarakat yang memiliki lahan luas untuk dimanfaatkan menanam tanaman obat keluarga (TOGA) seperti jahe, serai, kunyit, temulawak, dan jeruk nipis. Tanaman rempah tersebut mengandung senyawa curcuminoid yang berfungsi sebagai imunostimulator dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan antioksidan tinggi untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh.
EDUKASI HAND SANITIER DARI DAUN SAMBUNG NYAWA (GYNURA PROCUMBENS) SEBAGAI ANTIBAKTERI Marpaung, Jon Kennedy; Arman Bemby Sinaga; Nettiella Br Brahmana
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sambung nyawa merupakan tanaman merambat dengan karakteristik daun tunggal, berbentuk oval, dan memiliki rambut halus pada permukaan atas bawah daunnya. Batang berbentuk bulat, lunak dan berwarna hijau tua. Tumbuhan sambung nyawa berakar serabut dan tidak berbunga. Tanaman ini sering digunakan sebagai obat maupun makanan untuk kesehatan, dapat berupa lalapan maupun berupa kapsul atau teh. Di Jawa Barat, masyarakat Sunda sering mengkonsumsi sambung nyawa sebagai lalapan di masyarakat.10 Secara tradisional, sambung nyawa digunakan sebagai obat penyakit ginjal, infeksi kerongkongan, menghentikan pendarahan, dan penawar racun akibat gigitan binatang berbisa
PENYULUHAN DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT KELURAHAN DWI KORA TERHADAP OBAT TRADISIONAL UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS TUBUH SEBAGAI PENCEGAH COVID-19 Sianipar, Artha Yuliana; Ester Saripati Harianja; Binsar Sitorus
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamu merupakan minuman kesehatan yang dapat dimanfaatkan khasiat dan keamanannya dalam meningkatkan imunitas di saat pandemi COVID-19. Beberapa masyarakat diDesa Talun Kenas masih banyak yang belum mengetahui dan kurang memahami tanaman obat peningkat imunitas tubuh yang dapat diperoleh di sekitar lingkungan rumah saat pandemi COVID-19. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini yaitu memberikan edukasi tanaman obat peningkat imunitas tubuh saat pandemi COVID-19 untuk mencegah penularan COVID-19. Metode pelaksanaan pengabdian yang dilakukan yaitu : (a) tahap persiapan ;(b) tahap sosialisasi secara langsung menggunakan media presentasi power point dan demonstrasi pembuatan jamu; (c) tahap evaluasi dengan melakukan tanya jawab dengan masyarakat dan demonstrasi ulang peserta membuat jamu; (d) tahap pembagian masker, multivitamin dan jamu gratis kepada masyarakat. Tim pengabdian memberikan materi tentang edukasi tanaman obat peningkat imunitas tubuh saat pandemi COVID-19 serta membagikan masker, multivitamin dan jamu gratis kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan lancar. Sehingga dapat disimpulkan, mengedukasi masyarakat secara langsung lebih efisien dan efektif untuk memberikan pemahaman kepada kepada masyarakat namun harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan di masa New Normal.
EDUKASI DAN PENGENALAN MANFAAT JUS BUAH BIT(Beta vulgaris L.) SEBAGAI MENCEGAH PENUAAN DINI Surbakti, Christica Ilsanna; Alfian Rejekinta Munthe; Hestina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penuaan atau aging merupakan perubahan manusia yang diakibatkan oleh faktor usia, psikologi, dan sosial. Pada umumnya aging diartikan sebagai perubahan fisik manusia. Perubahan fisik dapat dihambat dengan salah satunya menggunakan anti aging seperti obat atau kosmetik (Maria, 2007). Penuaan juga dipengaruhi oleh faktor reactitive oxygen species (ROS)yang dihasilkan dalam sel. ROS adalah produk sampingan dari respirasi aerobic yang terlibat dalam beberapa modifikasi reaksi seluler seperti paparan logam berat, radiasi pengion maupun zat anti oksidan. Secara normal ROS dapat dihilangkan oleh adanya antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD, katalase (CAT), glutathione peroksidase (GPx) dan glutathione reduktase (GR) (Nur et.al, 2017)Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dimana data vitamin C dan aktivitas antioksidan kombinasi jus buah bit didapatkan melalui pemeriksaan laboratorium secara kuantitatif. Dalam penelitian Putri (2016) aktivitas antioksidan buah bit memiliki nilai IC50 79,73 µg/mL yang termasuk kategori kuat Kandungan gizi dalam makanan atau minuman, dalam hal ini zat besi dan vitamin C dalam kombinasi jus buah bit perlu dianalisis agar masyarakat dapat mengetahui jumlah yang harus dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan zat gizi harian. Selain itu sebagai upaya mencegah penuaan dini. Edukasi dan pengenalan manfaat jus buah bit (Beta vulgaris L.) sebagai mencegah penuaan dini pada masyarakat perlu dilakukan agar pemanfaatan jus buah bit semakin baik di masyrakat. Jus buah bit dengan kandungan zat besi, vitamin C dan aktivitas antioksidan tertinggi adalah formulasi K4 yang terbuat dari 25% buah bit dan 75%. Edukasi dan pengenalan manfaat jus buah bit (Beta vulgaris L.) sebagai mencegah penuaan dini, jus buah bit dapat dijadikan alternatif minuman.

Page 46 of 108 | Total Record : 1078