cover
Contact Name
Kerisman Halawa
Contact Email
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Phone
+6285297738787
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal ABDIMAS MUTIARA
ISSN : 27227758     EISSN : 27227758     DOI : -
Jurnal ABDIMAS MUTIARA diterbitkan oleh Program Studi : Sistem Informasi Fakutas Sains dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia di Medan sebagai media untuk menyalurkan pemahaman tentang asfek - asfek multidisiplin ilmu bidang Teknologi, Kesehatan dan Sosial berupa hasil pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September. Redaksi menerima naskah yang belum pernah diterbitkan dalam media lain dari dosen, peneliti, mahasiswa maupun praktisi dengan ketentuan penulisan seperti tercantum pada halaman belakang (petunjuk untuk penulis). Naskah yang masuk akan dievaluasi dan disunting untuk keseragaman format, istilah dan tata cara lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,078 Documents
PEMBERIAN JUS WORTEL (DAUCUS CAROTA) ATASI DISMENOREA SISWI SMK-TR PEMBANGUNAN NASIONAL PANTAI LABU Sembiring, Rinawati; Eldha Novarina Tarigan
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6898

Abstract

Latar belakang: Menstruasi merupakan peristiwa penting dalam kehidupan seorang remaja putri. Beberapa remaja mengalami gangguan pada saat haid (dismenorea). Penanganan nyeri menstruasi terbagi dua kategori yaitu pendekatan farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu penanganan nonfarmakologi adalah pemberian jus wortel. Wortel merupakan salah satu sayuran yang biasanya dimanfaatkan sebagai bahan sayur sop atau dijadikan campuran makanan. Tujuan: Pemberian jus wortel pada siswi SMK - TR Pembangunan Nasional Pantai Labu dilaksanakan dalam kegiatan  program pengabdian masyarakat khususnya terhadap remaja yang bertujuan untuk menurunkan nyeri/dismenorea yang dialami remaja siswi pada saat haid. Partisipan pada kegiatan ini adalah seluruh siswi SMK - TR Pembangunan Nasional Pantai Labu sebanyak 93 orang yang dilaksanakan pada minggu ke empat bulan November 2025. Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan: 1) memberikan penjelasan tentang tujuan kegiatan; 2) mendata demografi siswi untuk partisipan giat PkM; 3) memberikan edukasi tentang nyeri haid dan upaya nonfarmakologis upaya mengatasi nyeri haid; 4)  melatih siswi mempersiapkan jus wortel  cara mengonsumsinya. Hasil evaluasi dari remaja didapatkan informasi manfaat dari wortel yang dikonsumsi sebanyak 250 gram dan diolah menjadi jus dengan tambahan air 200 cc dan dilakukan 2 kali sehari dengan interval 4 jam selama 3 hari berturut-turut sejak hari pertama haid. Dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi jus wortel sewaktu haid dapat mengurangi  nyeri haid (dismenorea). Kesimpulan: Kandungan vitamin E dan betakarotein pada wortel dapat memblok prostaglandin yang direlease tubuh saat haid. Prostaglandin merupakan hormon yang berperan menyebabkan dismenore atau nyeri haid. Untuk itu, diharapkan agar remaja putri dapat memanfaatkan minuman jus wortel untuk mengurangi nyeri menstruasi sebagai salah satu cara nonfarmakologi yang aman dan mudah untuk didapatkan.
SOSIALISASI SANKSI PIDANA PELAKU BULYING DAN PENDAMPINGAN KORBAN BULYING DI SMK NEGERI 1 SIDIKALANG Simatupang, Boturan N.P; Binka L.G Simatupang; Helpitra Simatupang; Tulus Januardi Tua Panjaitan
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6902

Abstract

Latar belakang: Bullying yang mencakup intimidasi, pengucilan, dan kekerasan fisik maupun psikologis menunjukkan adanya distorsi fungsi pendidikan sebagai proses humanisasi. Fenomena ini tidak hanya menghambat perkembangan peserta didik secara optimal, tetapi juga mencerminkan lemahnya internalisasi nilai kemanusiaan dan sistem pencegahan yang efektif di sekolah, sehingga menjadikan bullying sebagai persoalan struktural dalam penyelenggaraan pendidikan. Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman hukum serta kesadaran psikologis warga sekolah terhadap praktik bullying di SMK Negeri 1 Sidikalang. Permasalahan utama adalah rendahnya literasi hukum mengenai sanksi pidana terhadap pelaku perundungan dan belum optimalnya pendampingan korban. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi sanksi pidana, penyuluhan kesehatan mental, dan pendampingan psikososial bagi korban. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dan guru mengenai konsekuensi hukum bullying serta dampaknya terhadap kesehatan mental dan prestasi akademik. Pendampingan yang dilakukan juga membantu pemulihan kondisi psikologis korban. Kesimpulan: Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan terpadu berbasis hukum dan psikologis efektif dalam mencegah dan menangani bullying serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan berkeadaban.
EDUKASI PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA PENURUNAN STROKE PADA PENDERITA HIPERTENSI Cantika, Erika; Indahsah; Djoko Prasetya; Yootje Wulandini
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6825

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke yang dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian. Upaya pencegahan stroke salah satunya adalah melalui pengendalian hipertensi dengan pendekatan edukasi berbasis pemanfaatan tanaman herbal yang mudah diperoleh masyarakat, salah satunya daun kelor (Moringa oleifera). Daun kelor diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, isothiocyanates, serta peptida penghambat ACE yang berperan menurunkan tekanan darah. Tujuan: meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pemanfaatan daun kelor dalam pencegahan stroke melalui pengendalian hipertensi Metode: Metode yang digunakan adalah edukasi berupa sosialisasi dan demonstrasi pemanfaatan daun kelor dalam bentuk minuman herbal, disertai pre-test dan post-test pada 30 peserta dengan riwayat hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Cimahi Selatan. Hasil:  menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta, dengan kategori baik meningkat dari 33,3% pada pre-test menjadi 80% pada post-test. Hal ini membuktikan bahwa edukasi berbasis pemanfaatan daun kelor dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengendalian hipertensi sebagai upaya pencegahan stroke. Kesimpulan: kegiatan edukasi ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, serta berpotensi diimplementasikan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan berbasis herbal.
PENYULUHAN GIZI TENTANG MENU BERBAHAN LOKAL UNTUK MENCEGAH STUNTING DI WILAYAH PUSKESMAS SIMPANG LIMUN KECAMATAN MEDAN KOTA TAHUN 2025 Hutajulu, Johansen; Mindo Tua Siagian; Evawani Martalena Silitonga; Mido Ester J. Sitorus; Febri Putra Sukurman Zalukhu; Kristian Adesaputra Zendrato
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6912

Abstract

Latar belakang: Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badannya berada di bawah minus dua standar deviasi panjang atau tinggi anak seumurnya. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Penyuluhan Gizi Tentang Menu Berbahan Lokal Untuk Mencegah Stunting Di Wilayah Puskesmas Simpang Limun Kecamatan Medan Kota Tahun 2025, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi peserta. Tujuan: Penyuluhan yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai pengertian stunting, faktor penyebab, serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Metode: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait gizi seimbang dan pemanfaatan bahan pangan local padat gizi, yang ditunjukkan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran dan sikap positif dalam menerapkan praktik pemberian makan yang sesuai usia anak serta memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, dan stimulasi tumbuh kembang. Hasil: Antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa edukasi gizi dan pola asuh merupakan kebutuhan nyata bagi masyarakat. Dengan pendekatan yang komunikatif dan berbasis kondisi lokal, kegiatan ini berpotensi berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di tingkat keluarga dan masyarakat. Disarankan kepada Ibu balita diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh mengenai gizi seimbang dan pemanfaatan bahan pangan lokal padat gizi dalam kehidupan sehari-hari, serta aktif memantau pertumbuhan anak melalui kegiatan posyandu secara rutin. Kesimpulan: Pada kader Perlu dilakukan pendampingan dan edukasi lanjutan secara berkala kepada ibu balita guna memperkuat perubahan perilaku dan memastikan keberlanjutan upaya pencegahan stunting di masyarakat. Kepada Pemerintah Diharapkan dapat mendukung kegiatan serupa melalui integrasi program edukasi gizi berbahan pangan lokal dengan program kesehatan ibu dan anak, serta menyediakan sarana dan prasarana pendukung yang memadai.
GAMBARAN KADAR TROMBOSIT PADA BALITA TERDIAGNOSA DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI RSU BUNDA THAMRIN TAHUN 2025 Damanik, Elsarika; Malemta Tarigan; Noor Chairunnisyah Nasution
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6914

Abstract

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue adalah demam yang tertular melalui virus dengue (DENV), virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang mentrasmisikan virus dengue bersama liurnya. Pada demam berdarah dengue, virus dengue (DENV) akan menyebabkan depresi sumsum tulang dengan menghambat fungsinya sehingga mengurangi kapasitas proliferasi sel hematopoietic. Trombosit terbentuk di sumsum tulang melalui fragmentasi sitoplasma megakariosit, jumlah trombosit normal adalah 150.000 u/L, selain jumlahnya fungsi trombosit juga mengalami gangguan. Pada penderita demam berdarah dengue akan mengalami penurunan jumlah trombosit. Nilai trombosit pada anak atau balita terdiagnosa demam berdarah berjumlah < 150. 000 per microliter darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar atau jumlah trombosit pada balita yang terdiagnosa demam berdarah dengue. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Metode yang digunakan adalah hematologi analizer. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2025. Hasil: Tempat penelitian RSU Bunda Thamrin Medan. Gambaran Kadar Trombosit Pada Balita Terdiagnosa Demam Berdarah Dengue (DBD) yang diperoleh yaitu 20 pasien dengan hasil pemeriksaan trombosit menurun adalah 17 pasien (85%) dan hasil pemeriksaan trombosit meningkat adalah 3 pasien (15%). Maka dapat disimpulkan bahwa pasien balita terdiagnosa demam berdarah dengue (DBD) di RSU Bunda Thamrin lebih dominan pasien yang trombositnya menurun atau (trombositopenia) dari pada pasien yang trombositnya meningkat (trombositosis). Kesimpulannya adalah rombositopenia pada pasien DBD adalah penurunan produksi trombosit akibat supresi sumsum tulang.
PENYULUHAN STUNTING DAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BAGI BALITA DI DESA GUNUNG JUHAR KECAMATAN JUHAR KABUPATEN KARO Alyakin Dachi, Rahmat; Donal Nababan; Kesaktian Manurung; Mido Ester J. Sitorus; Apriana Toding; Feronika Christin
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6921

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Rendahnya pengetahuan ibu mengenai stunting, keterbatasan variasi makanan bergizi, serta belum optimalnya peran kader posyandu menjadi faktor yang berkontribusi terhadap risiko stunting di Desa Gunung Juhar. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pencegahan stunting, meningkatkan keterampilan dalam penyusunan dan pembuatan makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal, serta memperkuat kapasitas kader dalam pemantauan pertumbuhan balita. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, demonstrasi pembuatan PMT, serta pengukuran berat dan tinggi badan balita sebagai bentuk skrining dini. Sasaran kegiatan adalah ibu balita dan kader posyandu di Desa Gunung Juhar. Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya pengetahuan ibu minimal 30% berdasarkan hasil evaluasi, meningkatnya keterampilan dalam penyediaan makanan bergizi seimbang, serta tersedianya sistem pemantauan pertumbuhan balita yang lebih optimal melalui kader. Kesimpulan: Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan berbasis pemberdayaan masyarakat.
EDUKASI MASYARAKAT TENTANG PEMBERIAN TEH DARI EKSTRAK BUAH BIT UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA RW 12 KOTA CIMAHI Warna, Mawar Puspa; Indahsah; Yuli Peristiowati; Yootje Wulandini
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6923

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling penting. Kondisi gagal tumbuh yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis ini berdampak pada perkembangan fisik anak dan perkembangan kognitifnya di masa depan. Buah Bit memiliki beberapa nutrisi yang diantaranya adalah besi, folat, niacin, pyridoxine, vit.A, v it.C, sodium, kalium, magnesium, potasium, mineral, kalsium, betaine, seng dan lainnya.. Tujuan: meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan buah bit dalam pencegahan stunting Metode: Metode yang digunakan adalah edukasi berupa sosialisasi dan demonstrasi pemanfaatan buah bit , disertai pre-test dan post-test pada 30 peserta dengan di wilayah kerja Puskesmas Cimahi Selatan. Hasil: Adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta, dengan kategori hasil distribusi pengetahuan mengalai pergeseran positif dan mayoritas kategori (33,3%) menjadi mayoritas kategori baik (80%).Hal ini membuktikan bahwa edukasi berbasis pemnfaatan buah bit dapat meningkatkan pemahaman masyrakat tentang pengendalian stunting sebagai upayapencegahan stunting Kesimpulan: kegiatan edukasi ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, serta berpotensi diimplementasikan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan berbasis herbal.
SOSIALISASI METODE PENUGASAN TIM DI RS X DI TANGERANG Rosakawati; Agustin Widyowati; Novita Ana Anggraini
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6925

Abstract

Latar belakang: Pelayanan keperawatan di rumah sakit X di Tangerang memerlukan koordinasi tim yang kompleks dan terintegrasi untuk memberikan asuhan yang optimal. RS X sebagai rumah sakit swasta menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan sistem penugasan tim yang efektif Tujuan: Meningkatkan pemahaman dan kemampuan tenaga kesehatan dalam mengimplementasikan metode penugasan tim yang efektif untuk optimalisasi pelayanan kesehatan bagi pasien. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan andragogi melalui metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi, simulasi, dan workshop praktik. Peserta terdiri dari 17 tenaga keperawatan dari 4 unit rawat inap. Evaluasi dilakukan melalui pre-post test dan kuesioner kepuasan. Hasil: Tingkat partisipasi mencapai 85% dengan peningkatan pengetahuan sebesar 34,3% (dari skor 59,4 menjadi 79,8). Kepuasan peserta mencapai 4,2/5,0 dengan 94,1% peserta akan merekomendasikan program ini. Follow-up 1 bulan menunjukkan 75% unit telah memulai implementasi, waktu handover berkurang dari 43 menjadi 35 menit, kepuasan pasien meningkat dari 75% menjadi 81%, dan patient safety incidents turun 25%. Kesimpulan: Program sosialisasi berhasil meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tenaga keperawatan dalam implementasi metode penugasan tim, dengan dampak positif terhadap kualitas pelayanan keperawatan.