cover
Contact Name
Frizqa Ervina
Contact Email
jurnal.maras@gmail.com
Phone
+6281918012232
Journal Mail Official
jurnal.maras@gmail.com
Editorial Address
Lumbung Pare Cendekia Jl. Raya Praya-Mantang KM.07 Aik Mual, Lombok Tengah - NTB 83511 email : jurnal.maras@gmail.com
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisplin
Published by Lumbung Pare Cendekia
ISSN : 2987811x     EISSN : 2987811x     DOI : https://doi.org/10.60126/maras
MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin is a peer-review journal that could be access to the public, published by Lumbung Pare Cendekia. This journal is published four issue a year, every month with online version of E-ISSN: 2987-811X. MARAS provides a platform for researchers, academics, professionals, practitioners and students to embed and share knowledge in the form of empirical and theoretical research papers, case studies, literature reviews and book reviews related to multidisciplinary research. MARAS welcomes and recognizes high quality theoretical and empirical research papers, case studies, review papers, literature reviews, book reviews, conceptual frameworks, analysis and simulation models, technical notes related to research from researchers, academics, professionals, practitioners, and students.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 527 Documents
Studi Kualitatif Tentang Praktik Budidaya Perairan: Strategi Untuk Meningkatkan Produktivitas dan Mempertahankan Kesejahteraan Lingkungan Ahmad, Julkarnain
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i3.433

Abstract

Budidaya perairan adalah sektor kunci untuk memenuhi kebutuhan pangan global, namun dihadapkan pada tantangan lingkungan yang signifikan. Aktivitas budidaya ini, mencakup pemeliharaan ikan, udang, kerang, dan ganggang laut, menyumbang besar terhadap pasokan protein pangan, tetapi sering menimbulkan dampak lingkungan negatif seperti pencemaran air dan kerusakan habitat. Penelitian kualitatif menjadi semakin penting untuk menganalisis dinamika dalam budidaya perairan, memahami interaksi antara manusia dan lingkungan, serta mempertimbangkan pengetahuan lokal. Selain itu, perubahan iklim turut mempengaruhi praktik budidaya perairan, memerlukan strategi adaptasi yang responsif. Dalam konteks ini, keterlibatan aktif masyarakat dan pemangku kepentingan lokal sangat penting dalam merumuskan kebijakan dan program yang mendukung keberlanjutan praktik budidaya perairan. Inovasi teknologi, termasuk teknologi digital dan sensor, juga berperan penting dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan produksi perikanan. Oleh karena itu, integrasi penelitian terkini, partisipasi aktif masyarakat, dan penerapan teknologi inovatif menjadi kunci dalam mengatasi tantangan dan mengembangkan praktik budidaya perairan yang berkelanjutan.
Implementasi Program Sosial Terhadap Anak-Anak di Yayasan Rumah Impian dan Desa Sidomulyo Melalui Mahasiswa Magang Asal Belanda Tahun 2022 Pamungkas, Putra Galang Akbar; Nuswantoro, Bagus Subekti; Subandi, Yeyen
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i3.437

Abstract

Perkembangan kota dalam segala aspek tidak hanya menciptakan suasana positif tetapi juga menimbulkan persaingan dalam kehidupan yang berujung pada kemiskinan. Akibat dari hal tersebut adalah kondisi sosial masyarakat Indonesia yang salah satunya adalah munculnya fenomena anak jalanan di perkotaan. Di Indonesia, kebijakan pemerintah terhadap anak jalanan belum efektif. Faktanya, tuntutan masyarakat terhadap kebijakan sosial yang mendesak dan mempertimbangkan perlakuan terhadap anak jalanan semakin meningkat. Permasalahan anak jalanan di kota Yogyakarta sama dengan permasalahan yang dihadapi di kota besar lainnya. Jumlah anak jalanan yang berada di Kota Yogyakarta semakin bertambah. Peningkatan yang sangat besar ini dirasakan pada tahun 2009, karena sejak awal tahun 2009, Dinas Ketertiban Umum menangkap 1.363 anak jalanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dan menggunakan konsep NGO dan teori Bantuan Luar Negeri sebagai alat analisis dalam menganalisis temuan. Salah satu bentuk hubungan internasional melalui NGO adalah program Internship dari Intern Indonesia dan Thinkvolunteer yang merupakan kerja sama antara NGO lokal yang berada di Indonesia dengan lembaga yang berada di Belanda. Apa yang dilakukan oleh Thinkvolunteer ini berkaitan dengan teori bantuan luar negeri yang salah satunya adalah Humanitarian Foreign Aids. Sebab apa yang dilakukan oleh Thinkvolunteer tidak ada campur tangan pemerintah dan dalam konteks ini berarti tidak ada unsur politik.
Peran Bhabhinkamtibmas Polri Dalam Upaya Menciptakan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Desa (Studi Kasus Pada Polsek Pulau Kei Besar Kab. Maluku Tenggara) Rahanra, Frederika; Kasihiuw, Raymond
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i3.438

Abstract

Penulisan ini tentang peran Bhabhinkamtibnas Polri dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat desa (studi kasus pada polsek pulau kei besar kabupaten Maluku Tenggara. Hasil penelitian yang ditemukan adalah 1. indikator pembinaan masyarakat ada pada kategori-kategori Baik. Namun peran Bhabinkamtibmas dalam penyelesaian konflik sosial di masyarakat perlu untuk ditingkatkan dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di desa. 2. Untuk indikator deteksi dini kategori Cukup Baik sedangkan peran Bhabinkamtibmas sudah melakukan kunjungan atau sambang kepada masyarakat tentang permasalahan kamtibmas khususnya konflik sosial dan memberikan penjelasan serta penyelesaiannya serta memberikan pertolongan dan pengamanan kepada korban konflik sosial sudah memperoleh penilaian yang baik. 3. Untuk Indikator Mediasi dan Negosiasi masuk dalam kategori cukup baik. Namun mengacu pada sub indikator: 1). Bhabinkamtibmas sudah melakukan mediasi dan konsultasi kepada masyarakat tentang bahaya dan dampak konflik sosial bagi lingkungan, masih memperoleh penilaian cukup dari responden. 2). peran Bhabinkamtibmas sudah memberikan fasilitas yang nyaman untuk menyelesaikan persoalan konflik sosial, masih memperoleh penilaian cukup dari responden dan 3). Peran bhabinkamtibmas sudah membantu melakukan mediasi untuk menyelesaikan persoalan konflik sosial di luar pengadilan, hanya memperoleh penilaian cukup oleh responden.
Analisis Tugas Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Maluku Tenggara Rahanra, Frederika; Tapotubun, Meike R
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i3.439

Abstract

Penulisan ini tentang sejauh mana tugas Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Maluku Tenggara Dalam Pelaporan Standar Pelayanan Minimal (SPM) oleh Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan Rakyat, Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Sosial Kabupaten Maluku Tenggara. hasil penelitian yang ditemukan adalah Setda Kabupaten Maluku Tenggara dalam Pelaporan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sudah dilaksanakan namun, masih terkendala pada keterlambatan penyampaian laporan sesuai tahapan dari OPD dan jumlah pegawai di bagian Sekretariat daerah yang dianggap masih kurang terutama untuk melayani proses administrasi dari seluruh OPD yang ada di lingkup pemerintahan Maluku Tenggara. Selanjutnya Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Satuan polisi Pamong Praja telah melaksanakan SPM guna memenuhi kebutuhan masyarakat namun belum maksimal karena dalam tahap perencanaan anggaran terkait alokasi dana untuk kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi di luar perencanaan anggaran tidak ada sehingga banyak terjadi penundaan pelaporan.
Pengaruh Perubahan Sosial Terhadap Penggunaan Bahasa Daerah Kei di Ohoi Wearlilir Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara Ayomi, Paulus Karmel
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i3.440

Abstract

Penulisan ini tentang Pengaruh perubahan sosial terhadap penggunaan bahasa Kei dan dampaknya pada bahasa daerah Kei pada desa Wearlilir dengan sebutan Ohoi Wearlilir Kabupaten Maluku Tenggara. Penelitian ini menjelaskan tentang konsep perubahan sosial yang melibatkan dimensi struktural dan dimensi kultural. Dimensi struktural mencakup hubungan individu, status, kekuasaan, integrasi, dan sebagainya, sedangkan dimensi kultural mencakup nilai-nilai dan norma-norma sosial. Perubahan sosial dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk bahasa daerah. Penulis mengamati bahwa dalam masyarakat Kei, bahasa daerah Kei mengalami perubahan akibat perubahan-perubahan sosial. Penelitian ini membahas bagaimana lingkungan sosial budaya dan hubungan sosial memengaruhi bahasa daerah Kei. Ada penekanan pada fakta bahwa perubahan bahasa daerah terjadi karena kurangnya sosialisasi bahasa dari generasi tua kepada generasi muda, sehingga bahasa daerah mulai tergeser oleh bahasa Indonesia dan budaya luar. Dalam konteks ini, bahasa daerah Kei juga dianggap penting sebagai bagian dari identitas budaya dan komunikasi antar anggota masyarakat. Selain itu pembahasan pada penelitian ini menyajikan beberapa kendala dan solusi dalam mempertahankan bahasa daerah Kei. Kendala-kendala tersebut meliputi kurangnya sosialisasi tentang bahasa, hubungan sosial yang kurang harmonis, pengaruh lingkungan sosial, dan pengaruh Bahasa Indonesia. Solusi yang diusulkan antara lain adalah meningkatkan sosialisasi tentang bahasa daerah dari keluarga dan pendidikan, membangun hubungan sosial yang baik, dan mempertahankan penggunaan bahasa daerah Kei dalam interaksi sosial pada masyarakat Kei terutama dalam keluarga.
Pengelolaan Sumber Daya Laut Berbasis Masyarakat Hukum Adat (MHA) di Ohoi Ohoirenan Kecamatan Kei Besar Selatan Kabupaten Maluku Tenggara Sarkol, Tarsisius; Itrantoy, Yuni Mega
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i3.441

Abstract

Sama seperti desa lainnya, masyarakat Desa Ohoirenan Kecamatan Kei Besar Selatan Kabupaten Maluku Tenggara, sejak turun temurun memiliki sumber daya laut berupa terumbu karang yang indah, ikan, lola, teripang dan batu laga. Masalah yang dialami, terjadi pula kerusakan lingkungan di pesisir pantai akibat pemanfaatan sumber daya laut yang tidak ramah lingkungan.Tujuan Penelitian ini adalah Mendokumentasikan pengelolaan sumber daya laut berbasis masyarakat hukum adat meliputi aturan pengelolaan, wilayah kelola dan kelembagaan pengelola. Populasi penelitian terdiri dari para tetua adat, lembaga adat, perangkat desa, dan perwakilan masyarakat nelayan. Penelitian dilaporkan secara deskriptif kualitatif sehingga menjadi dokumen profil lengkap pengelolaan sumber daya laut berbasis masyarakat hukum adat. Hasil penelitian menunjukkan Desa Ohoirenan merupakan desa dengan status wilayah masyarakat Hukum Adat Ratschap (Kerajaan) Lo Ohoitel, dalam rangka mewariskan hukum adat yang selama ini tidak tertulis hanya didasari pada pesan turun temurun “Snib” dan masyarakat berharap WWF Indonesia-Inner Banda dan perguruan tinggi memfasilitasi pembentukan peraturan ohoi tentang hukum adat dalam menjaga sumber daya laut.
Tingkat Pemanfaatan Fasilitas Fungsional Pelabuhan Perikanan Pantai Bacan Hardin, Hardin; Haya, Nasir; Ahmad, Julkarnain
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i3.442

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan guna menilai tingkat pemanfaatan fasilitas fungsional di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bacan. Metode yang dipergunakan yaitu studi kasus yang berfokus pada tingkat pemanfaatan fasilitas. Dalam penelitian ini digunakan sumber data primer dan sumber data sekunder, yang dimana data primer didapatkan dengan cara observasi secara langsung di lapangan, menyebarkan kuesioner serta melakukan wawancara mengenai pemanfaatan fasilitas. Data sekunder mencakup informasi tentang kondisi populasi, unit penangkapan ikan, produksi hasil tangkapan, dan kunjungan kapal selama lima tahun terakhir (2019-2023). Analisis data dilakukan dengan metode persentase pemanfaatan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 unit parameter fasilitas fungsional di PPP Bacan (63%). Dari 10 unit parameter yang dianalisis, tingkat pemanfaatan fasilitas telah mencapai 100%. Hasil ini mengindikasikan bahwa seluruh fasilitas fungsional di PPP Bacan telah dimanfaatkan secara optimal oleh penggunanya.
Upaya Peningkatan Hasil Belajar dengan Penerapan Pendekatan CRT pada Mata Pelajaran IPAS Kelas 4 SDN Kelun Pratama, Rofiqi Hendra Yuda; Hartini, Hartini; Juwarmini, Siti
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i3.445

Abstract

Hasil belajar merupakan komponen penting dalam kegiatan pembelajaran. Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dapat ditempuh melalui peningkatan kualitas sistem penilaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V di SD Negeri Kelun pada materi Indonesiaku Kaya Budaya melalui pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri dari satu kali pertemuan. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Kelun pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024, dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas V yang berjumlah 29 anak. Pada siklus I, hanya 58% siswa yang mencapai ketuntasan hasil belajar. Angka ini kemudian meningkat signifikan menjadi 86% pada siklus II. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa pendekatan CRT efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa, khususnya untuk materi Indonesiaku Kaya Budaya.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Kaibon 01 pada Materi PKn Melalui Model Pembelajaran PBL (Problem Based Learning) Wahyudi, Agung Susilo; Eko, Bambang; Kusuma, Gita Enggawati
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i3.449

Abstract

Model pembelajaran Problem Based learning adalah model yang berpusat pada siswa. Dengan keterlibatan siswa secara langsung dalam pembelajaran maka akan menjadikan siswa lebih termotivasi untuk belajar sehingga mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V dengan menerapkan model Problem Based learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah PTK yang dilakukan pada siswa kelas V SDN Kaibon 01. Subjek penelitian ini berjumlah 5 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan persentase ketuntasan siswa, pada prasiklus jumlah siswa yang tuntas adalah 40%, pada siklus I mengalami peningkatan, yakni siswa yang tuntas sebanyak 60%, selanjutnya pada siklus II mengalami peningkatan yang signifikan yakni 80% tuntas. Peningkatan ini juga terlihat dari nilai rata-rata siswa yakni 65,8 pada prasiklus, 75 pada siklus I dan 90 pada siklus II.
Pengaruh Mixing Foundation dengan Teknik Bakar dan Tanpa Bakar Terhadap Rias Wajah Geriatri Ulihta, Dea Meilia; Susilowati, Susilowati; Fatmasari, Fitria Hansyah
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i3.450

Abstract

Kulit merupakan bagian tubuh yang paling utama yang perlu diperhatikan dalam tata kecantikan kulit. Bagian kulit yang paling menonjol pada diri manusia adalah wajah. Wajah adalah kulit yang paling sensitif dan perlu diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Kosmetik rias wajah pada usia lanjut berumur 40 ke atas memang bukan usia yang muda lagi. Sering terjadi munculnya garis kerutan, flek hitam, kulit mengendur, alis menurun, mata monolid dan lainnya. Namun bukan berarti diusia yang terbilang senja tersebut, seorang wanita tidak bisa tampil cantik. Berkat riasan wajah wanita usia berapapun bisa terlihat lebih muda dan fresh. Tata rias ini dapat membuat seseorang lebih percaya diri, seperti dalam bertemu rekan kerja, acara maupun dalam sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mixing foundation dengan teknik bakar dan tanpa teknik bakar pada rias wajah geriatri dapat memahami koreksi dalam merias wajah di usia empat puluh ke atas. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui eksperimen, dokumentasi, kuisioner. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mixing foundation menggunakan teknik bakar dan tanpa bakar terhadap rias wajah geriatri menunjukkan nilai rata-rata mixing foundation menggunakan teknik bakar. Mulai banyak crack di bagian dahi kerutan mata, smile line dan tanpa bakar memperoleh hasil lebih besar ialah teknik tanpa bakar lebih tahan lama dan tingkat kehalusannya lebih baik. Simpulan pada penelitian yakni menambah pengetahuan tentang mixing foundation terhadap berbagai teknik bakar dan tanpa bakar bagi kulit wajah menua yang mengalami penurunan, sehingga dapat menemukan teknik yang sesuai dengan kulit kering pada usia 40th ke atas. Diketahui pada mixig foundation dengan teknik bakar pada rias wajah geriatri (X1) menunjukkan angka mean 18.30 sedangkan pada (X2) menunjukkan angka mean 18.34.