cover
Contact Name
Frizqa Ervina
Contact Email
jurnal.maras@gmail.com
Phone
+6281918012232
Journal Mail Official
jurnal.maras@gmail.com
Editorial Address
Lumbung Pare Cendekia Jl. Raya Praya-Mantang KM.07 Aik Mual, Lombok Tengah - NTB 83511 email : jurnal.maras@gmail.com
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisplin
Published by Lumbung Pare Cendekia
ISSN : 2987811x     EISSN : 2987811x     DOI : https://doi.org/10.60126/maras
MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin is a peer-review journal that could be access to the public, published by Lumbung Pare Cendekia. This journal is published four issue a year, every month with online version of E-ISSN: 2987-811X. MARAS provides a platform for researchers, academics, professionals, practitioners and students to embed and share knowledge in the form of empirical and theoretical research papers, case studies, literature reviews and book reviews related to multidisciplinary research. MARAS welcomes and recognizes high quality theoretical and empirical research papers, case studies, review papers, literature reviews, book reviews, conceptual frameworks, analysis and simulation models, technical notes related to research from researchers, academics, professionals, practitioners, and students.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 606 Documents
Systematic Literature Review: Efektivitas Model Reciprocal Teaching dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa I Putu Arya Swankastika Yasa; I Gusti Ngurah Pujawan; Ni Nyoman Parwati
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1576

Abstract

Kajian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) untuk mengevaluasi sejauh mana model Reciprocal Teaching berkontribusi dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Sebanyak delapan artikel yang relevan dari rentang tahun 2021–2026 dikaji secara sistematis menggunakan protokol PRISMA. Temuan kajian mengungkapkan bahwa model Reciprocal Teaching terbukti mampu secara konsisten memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik lintas jenjang pendidikan, dengan fokus utama pada topik aljabar. Karakteristik utama implementasinya meliputi dialog kolaboratif terstruktur melalui empat strategi inti yaitu prediksi, klarifikasi, pertanyaan, dan ringkasan. Keberhasilan penerapan model ini ditopang oleh keterlibatan aktif siswa dalam proses diskusi, fungsi guru sebagai fasilitator, dan penggunaan konteks masalah nyata yang relevan. Namun, dominasi kebiasaan pembelajaran berpusat pada guru serta tantangan dalam mengelola kelas dengan kemampuan beragam menjadi kendala yang kerap muncul. Disarankan bagi guru untuk mengintegrasikan dan mengoptimalkan model Reciprocal Teaching dalam pembelajaran matematika guna meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa secara berkelanjutan dan holistik.
Konsep Alih Wahana Relief Roro Jonggrang ke Dalam Penciptaan Busana Kebaya Rizki Lestari; Aditya Dimas Wahyu Sasongko; Ratna Eka Mulia; Eva Tri Handayani; Anggita Maharan
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1578

Abstract

Kisah Roro Jonggrang pada relief Candi Prambanan merupakan warisan budaya yang memiliki nilai estetis, historis, dan naratif yang tinggi. Pemanfaatan relief tersebut sebagai sumber inspirasi dalam penciptaan busana masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan konsep alih wahana relief Roro Jonggrang ke dalam penciptaan busana kebaya sebagai bentuk inovasi desain sekaligus upaya pelestarian budaya. Metode penciptaan karya dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi dilakukan dengan mengamati unsur visual relief, meliputi ornamen, tokoh, dan alur cerita. Tahap perancangan meliputi pembuatan sketsa desain, pemilihan bahan, warna, serta teknik pembuatan busana. Tahap perwujudan dilakukan melalui proses produksi busana dengan menerapkan motif dan unsur visual yang terinspirasi dari relief Roro Jonggrang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep alih wahana relief Roro Jonggrang dalam penciptaan busana kebaya menghasilkan karya yang estetis, inovatif, dan memiliki identitas budaya yang kuat tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bentuk pengembangan kriya, khususnya tekstil, serta media pelestarian budaya Nusantara melalui desain busana.
Eksistensi To’is pada Masyarakat Desa Poli di Era Modern Dita Afi; Hotlif A Nope; Yosep E Jelahut; Aelsthri Ndandara
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1582

Abstract

Perkembangan modernisasi sering diasumsikan menyebabkan melemahnya budaya lokal, khususnya dalam praktik komunikasi tradisional. Namun, sebagian besar penelitian masih berfokus pada erosi budaya dan belum banyak mengkaji bagaimana praktik komunikasi tradisional tetap bertahan sebagai sistem sosial yang hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi To’is serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutannya di Desa Poli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus, melibatkan 6 informan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa To’is tetap eksis sebagai sistem komunikasi simbolik yang dipahami secara kolektif, memiliki dimensi emosional, serta berperan dalam membangun solidaritas sosial. Keberlanjutannya dipengaruhi oleh warisan budaya, peran tokoh adat, dukungan pemerintah desa, kesadaran kolektif, dan praktik sosial yang terus direproduksi. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis To’is sebagai praktik komunikasi yang bertahan melalui mekanisme habitus. Temuan ini menunjukkan bahwa modernisasi tidak selalu menghilangkan budaya lokal, tetapi dapat berjalan berdampingan melalui adaptasi yang kontekstual.
Pengaruh Heat Treatment dan Variasi Media Pendingin Terhadap Kekerasan dan Struktur Mikro Baja BJTD 280 Ahmad Multazam
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1589

Abstract

Perkembangan industri modern mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap material baja yang memiliki sifat mekanik yang baik sesuai dengan kebutuhan penggunaan di bidang konstruksi dan manufaktur. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan sifat mekanik material adalah proses heat treatment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses heat treatment dan variasi media pendingin terhadap kekerasan dan struktur mikro baja BJTD 280. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan variasi temperatur pemanasan sebesar 600°C dan 900°C serta penggunaan media pendingin berupa air garam 10% dan oli. Proses perlakuan panas dilakukan dengan pemanasan material dan dilanjutkan proses quenching menggunakan masing-masing media pendingin. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kekerasan dan pengamatan struktur mikro material. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses heat treatment berpengaruh terhadap peningkatan kekerasan baja BJTD 280. Nilai kekerasan rata-rata baja tanpa perlakuan sebesar 48,83 HV meningkat menjadi 50,17 HV pada pendinginan air garam dan 52,23 HV pada pendinginan menggunakan oli. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa pendinginan menggunakan oli menghasilkan struktur perlit yang lebih dominan dibandingkan pendinginan menggunakan air garam, sehingga menghasilkan tingkat kekerasan yang lebih tinggi. Dengan demikian, variasi media pendingin memberikan pengaruh terhadap perubahan struktur mikro dan peningkatan kekerasan baja BJTD 280.
Analisis Semiotik dalam Puisi “Taman di Tengah Pulau Karang” Karya Taufiq Ismail Nadya Shafwah; Sajdah Adellia; Nasywa Dzulqa Fauzi; Ika Alia Marsya; Muhammad Isman
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1592

Abstract

Penelitian ini mengkaji unsur-unsur semiotik dalam puisi “Taman di Tengah Pulau Karang” karya Taufiq Ismail menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) berbasis semiotika Charles Sanders Peirce yang membagi tanda menjadi tiga kategori utama yaitu ikon, simbol, dan indeks. Puisi yang pertama kali dimuat di majalah Horison edisi September 1967 dengan judul “Central Park” ini menghadirkan potret alam yang terdesak di tengah peradaban urban Manhattan. Melalui analisis terhadap enam penggalan puisi yang dipilih secara representatif dari awal hingga akhir teks, penelitian ini menemukan bahwa ketiga jenis tanda tersebut bekerja secara simultan untuk membangun makna berlapis mulai dari gambaran visual yang konkret, kritik terhadap industrialisasi, hingga kegelisahan eksistensial atas relasi manusia dan alam. Hasil analisis menunjukkan bahwa diksi dan citra dalam puisi ini bukan sekadar ornamen estetis, melainkan sistem tanda yang fungsional dan penuh muatan ideologis.
Analisis Kesesuaian Tata Rias dan Gaya Rambut Presenter dengan Karakter Program Siaran Ifa Nurhayati; Verawati Simarmata; Nadira Fathia Zulfa; Falla Arrika Nuramalia; Abigail Eldaa Eleale; Elsa Rahmadianti; Fitria Rama Adinda; Aisya Nurmaliyah; Zahra Ahlia Syaima; Siti Ummu Nur Izzaty
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian riasan wajah dan penataan rambut presenter dengan program siaran televisi dalam menciptakan citra presenter yang profesional. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi langsung disalah satu stasiun televisi berita. Hasil penelitian menunjukan bahwa riasan wajah dan penataan rambut bukan hanya untuk nilai estetika, melainkan sebagai instrumen komunikasi nonverbal. Penggunaan riasan wajah yang natural dan penataan rambut yang sederhana memberikan kesan yang formal dan terpercaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penampilan visual presenter melalui kesesuaian riasan wajah dan rambut sangat menentukan efektivitas penyampaian pesan berita, dan memperkuat kesan baik bagi audiens.
Analisis Peran PKBM Minda Utama dalam Pendidikan Nonformal di Kota Bandung Noneng Nurhayani; Iifan Auchep Venkatanathan
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1581

Abstract

Pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang belum terlayani pendidikan formal. Salah satu lembaga yang berperan dalam penyelenggaraan pendidikan nonformal adalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya mengetahui peran PKBM Minda Utama dalam mendukung pendidikan nonformal di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran PKBM Minda Utama dalam penyelenggaraan program pendidikan nonformal serta kontribusinya terhadap peningkatan akses dan kualitas pendidikan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan pengelola, tutor, dan warga belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKBM Minda Utama berperan aktif dalam menyediakan layanan pendidikan nonformal melalui program kesetaraan, pelatihan keterampilan, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat. PKBM Minda Utama juga berkontribusi dalam meningkatkan motivasi belajar dan kompetensi warga belajar sesuai dengan kebutuhan lingkungan sosialnya. Maka dengan demikian, PKBM Minda Utama memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan pendidikan nonformal dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Bandung.
Tinjauan Yuridis PERMA 5/2019 Tentang Dispensasi Kawin (Studi Perkara 13/Pdt.P/2022/PA.Clg dan 10/Pdt.P/2025/PA.Mkd) Widdy Oktavian; Faridatul Fauziah; Anne Gunawati
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1583

Abstract

Perubahan batas usia minimum perkawinan melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 menjadi 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan berdampak pada meningkatnya permohonan dispensasi kawin di Pengadilan Agama. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan mengenai bagaimana implementasi Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 5 Tahun 2019 dalam praktik peradilan, khususnya terkait pertimbangan hakim dalam mengabulkan maupun menolak permohonan dispensasi kawin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi PERMA Nomor 5 Tahun 2019 serta mengkaji akibat hukum dari perbedaan putusan dispensasi kawin. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan analisis Putusan Pengadilan Agama Cilegon Nomor 13/Pdt.P/2022/PA.Clg serta Putusan Pengadilan Agama Mungkid Nomor 10/Pdt.P/2025/PA.Mkd. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PERMA Nomor 5 Tahun 2019 memberikan ruang diskresi kepada hakim dalam menilai alasan mendesak dan kepentingan terbaik bagi anak. Pada perkara di Pengadilan Agama Cilegon, permohonan dispensasi kawin ditolak karena pertimbangan ketidaksiapan psikologis calon mempelai meskipun terdapat kehamilan di luar nikah. Sebaliknya, pada perkara Pengadilan Agama Mungkid, permohonan dikabulkan dengan mempertimbangkan kondisi kehamilan, dukungan keluarga, dan kesiapan ekonomi calon suami. Perbedaan putusan tersebut menunjukkan bahwa penerapan PERMA Nomor 5 Tahun 2019 belum sepenuhnya menghasilkan keseragaman putusan, namun tetap diarahkan pada perlindungan anak dan pencapaian kemaslahatan hukum.
Bimbingan dan Konseling Berwawasan Multikultural sebagai Strategi Penguatan Sikap Toleransi Peserta Didik: Studi Literatur Annisa Saharani Safana; Aprilia Susanti; Elma Safira; Nadia Febriyani; Sasta Meisya Nabila; Vemi Mailan Afriyani; Putri Gusti Maulin Sari
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1587

Abstract

Keberagaman budaya, agama, etnis, dan latar belakang sosial dalam lingkungan pendidikan menuntut adanya pendekatan yang mampu membangun sikap toleransi peserta didik secara berkelanjutan. Namun, masih ditemukan berbagai bentuk intoleransi, diskriminasi, dan konflik sosial di lingkungan sekolah yang menunjukkan perlunya penguatan layanan pendidikan yang lebih inklusif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran bimbingan dan konseling berwawasan multikultural sebagai strategi dalam memperkuat sikap toleransi peserta didik. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema bimbingan dan konseling multikultural serta pendidikan toleransi. Data dianalisis melalui proses identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis terhadap temuan-temuan yang diperoleh. Hasil kajian menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling berwawasan multikultural berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap keberagaman, mengembangkan empati, mengurangi prasangka dan perilaku diskriminatif, serta memperkuat kemampuan komunikasi dan interaksi sosial lintas budaya. Implementasi layanan melalui bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling individual, layanan informasi, konsultasi, dan mediasi berbasis budaya terbukti mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang inklusif dan harmonis. Selain itu, kompetensi multikultural konselor menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan layanan. Dengan demikian, integrasi pendekatan multikultural dalam program bimbingan dan konseling perlu dilakukan secara sistematis sebagai upaya membentuk karakter peserta didik yang toleran dan mampu hidup berdampingan dalam masyarakat yang majemuk.
Analisis Kesalahan Fonologi dalam Penyajian Informasi pada Akun Instagram TauKoTembung Periode Mei 2026 Nasywa Dzulqa Fauzi; Nadya Shafwah; Charles Butar-Butar
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1591

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kesalahan fonologi dalam penyajian informasi pada akun Instagram TauKoTembung periode Mei 2026. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis kesalahan berbahasa (error analysis). Data berupa 10 caption berita yang diunggah akun tersebut dianalisis mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi V dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) sebagai standar kebakuan. Hasil penelitian menemukan empat kategori kesalahan yaitu (1) penghilangan fonem (elisi), (2) substitusi fonem, (3) interferensi dialek Melayu Medan, dan (4) kesalahan ejaan berdasarkan PUEBI. Kesalahan terbanyak ditemukan pada kategori elisi prefiks dan monoftongisasi yang dipengaruhi ragam lisan dan dialek lokal. Penelitian ini mengisi kesenjangan kajian yang selama ini berfokus pada media konvensional, dengan memberikan kontribusi bagi linguistik terapan khususnya pada ranah bahasa jurnalistik digital akun komunitas lokal.