cover
Contact Name
Kusuma Estu Werdani
Contact Email
kusuma.werdani@ums.ac.id
Phone
+6287758333434
Journal Mail Official
jurnalkesehatan@ums.ac.id
Editorial Address
Ahmad Yani Tromol Pos I Pabelan Kartasura
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19797621     EISSN : 26207761     DOI : https://www.doi.org/10.23917/jk.v16i3.2022
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan is a peer-reviewed journal published by Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah dan Buku Ajar Universitas Muhammadiyah Surakarta and managed by the Faculty of Health Sciences of Universitas Muhammadiyah Surakarta, which emphasizes on the delivery of scientific research results and literature review in the field of health in general. Jurnal Kesehatan (p-ISSN: 1979-7621 and e-ISSN: 2620-7761) is an Acredited Journal with S4 Sinta based on Kemenristek Dikti Decree No. 148/M/KPT/2020, from Vol. 14 No. 2, 2020 to Vol. 16 No. 2, 2023.
Articles 94 Documents
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Ibu Hamil terhadap Pemeriksaan Triple Eliminasi di Puskesmas Maripi Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Chinthya Christien Anes; Dolfinus Yufu Bouway; Asriati; Katarina Lodia Tuturop; Agustina R. Yufua; Konstantina Pariaribo
Jurnal Kesehatan Vol 16, No 3 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v16i3.2688

Abstract

Pendahuluan: Triple Eliminasi merupakan program penanggulangan penyakit Human Immunodeficiency Virus, Sifilis, dan Hepatitis B yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI berdasarkan rekomendasi dari WHO. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemeriksaan triple eliminasi di Puskesmas Maripi Kabupaten Manokwari. Metode: Jenis penelitian ini adalah Observasional analitik dengan Teknik penentuan informan dengan sampling jenuh dan data dianalisis menggunakan chi square test. Hasil: Ada pengaruh pengetahuan (ρ-value = 0,046 < 0,05), sumber informasi (ρ-value = 0,000 < 0,05), motivasi (ρ-value = 0,001 < 0,05) dengan pemeriksaan tripe eliminasi pada ibu hamil. Tidak ada pengaruh dukungan keluarga pada ibu hamil dengan pemeriksaan triple eliminasi di Puskesmas Maripi (ρ-value = 1,000 > 0,05). Simpulan: Faktor-faktor yang mempengaruhi pemeriksaan triple eliminasi pada ibu hamil adalah Pengetahuan, sumber informasi dan motivasi.
Effect of Ergonomic Levels on Text Neck Syndrome Among Students: A Correlational Study Haidar Ahmad Raihan; Farid Rahman
Jurnal Kesehatan Vol 16, No 3 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v16i3.2724

Abstract

Neck pain is a prevalent issue among students, exacerbated by prolonged and non-ergonomic smartphone and laptop use, especially during remote learning. This study aims to examine the influence of ergonomic practices on text neck syndrome. The Neck Disability Index questionnaire assesses text neck syndrome (dependent variable), while the Rapid Upper Limb Assessment (RULA) evaluates ergonomic levels (independent variable). Employing an observational approach at Cililin 1 State Senior High School, West Java, the study involves 292 participants selected purposefully. Ordinal linear regression analysis indicates a significant correlation (p < 0.05) between ergonomic levels and text neck syndrome. The obtained pseudo-R-Square value of 13.1% signifies that ergonomic factors account for 13.1% of the variability. The wald value of 14.240 suggests a heightened risk of text neck syndrome by 14.240 with each unit increase in ergonomic level. In conclusion, this study underscores the substantial contribution of ergonomics (explaining 13.1% of variability) to the occurrence of text neck syndrome, as evidenced by the research outcomes.
Peningkatan Kadar High Density Lipoprotein (HDL) pada Tikus Diabetes Melitus Tipe 2 Efek dari Pemberian Beras Analog Umbi Gembili Kisnawaty, Sudrajah Warajati; Wulandari, Arita; Sofyan, Aan; Mustikaningrum, Fitriana; Yuniarti; Jusoh, Tengku Farizan Izzi Che Ku
Jurnal Kesehatan Vol 16, No 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v16i2.2823

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit tidak menular yang terjadi akibat penurunan fungsi pankreas untuk mensekresikan hormon insulin sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa darah. Diabetes Melitus mengakibatkan perubahan kadar lipid darah, adanya oksidasi dan glikasi protein menyebabkan perubahan gen dan aktivitas enzim pada metabolisme High Density Lipoprotein (HDL), sehingga terjadi penurunan kadar HDL. Metode: Jenis penelitian ini eksperimen laboratory dengan rancangan penelitian randomized pre and post test control group design. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling sebanyak 28 sampel. Uji statistik menggunkan uji one way anova dan paired t test. Hasil: Terdapat peningkatan yang signifikan (p<0,001) pada kadar HDL tikus DMT2 dengan perlakuan pemberian diet beras analog umbi gembili 4,16 g/tikus/hari dan 6,17 g/tikus/hari. Kelompok BAG1 mengalami peningkatan kadar HDL sebesar 32,09 mg/dL dan BAG2 mengalami peningkatan sebesar 44,36 mg/dL. Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian diet beras analog umbi gembili terhadap peningkatan kadar HDL tikus DMT2.
Determinan Maternal Inisiasi Menyusu Dini pada Satu Jam Pertama Kelahiran pada Ibu Bersalin Normal Sinta Inriani Olla; Mili Asthanedi jumetan
Jurnal Kesehatan Vol 16, No 3 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v16i3.2884

Abstract

Pendahuluan Inisiasi menyusui dini (IMD) didefinisikan sebagai pemberian ASI dari ibu kepada bayi dalam satu jam pertama setelah kelahiran dan memastikan bahwa bayi baru lahir menerima kolostrum. IMD sangat penting karena memastikan bayi menerima kolostrum, cairan kuning yang mengandung nutrisi penting dan antibodi terhadap bayi baru lahir yang bertindak sebagai makanan pertama dan imunisasi pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh determinan inisiasi Inisiasi Menyusu Dini pada satu jam pertama kelahiran pada ibu bersalin normal di RSUD Prof. Dr. W.Z.Johannes Kupang. Metode penelitian ini menggunakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional, teknik pengambilan sampel diambil dengan  dengan metode Accidental Samplinng dan pegambilan data menggunakan lembar kuesioner. Jumlah sampel penelitian sebanyak 40 responden yang diambil pada bulan Juli - Agustus 2023. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 95 % (α) : 0,05 Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2023. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan dengan Inisiasi Menyusui Dini diperoleh nilai ρ-value = 0,003 < α = 0,05 berarti ada pengaruh antara pengetahuan dengan keberhasilan inisiasi menyusu dini. Dan untuk variabel sikap dengan Inisiasi Menyusui Dini diperoleh nilai ρ-value = 0,001 < α = 0,05 berarti ada pengaruh antara sikap dengan inisiasi menyusu dini. Simpulan perlu dilakukan kelas ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang imd karena pengetahuan  akan meningkatkan pelaksanaan praktek IMD saat bersalin.
The Psychosocial Challenges Faced by Women With High-Risk Pregnancies Okta Zenita Siti Fatimah; Seventina Nurul Hidayah
Jurnal Kesehatan Vol 16, No 3 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v16i3.3025

Abstract

High-risk pregnancies are often associated with higher psychological and emotional challenges for expectant mothers. This qualitative study aimed to explore the psychosocial challenges faced by women with high-risk pregnancies in the Kudaile Slawi neighborhood. The research utilized in-depth interviews with ten women who were identified as having high-risk pregnancies. The findings reveal several significant psychosocial challenges these women encountered during their pregnancies, including heightened anxiety and fear, emotional distress, feelings of vulnerability, and concerns about the well-being of their unborn babies. Participants also highlighted the importance of social support, particularly from family members and healthcare providers, in coping with these challenges. The study underscores the need for tailored psychosocial support and counseling services for women with high-risk pregnancies to address their unique emotional and psychological needs. Additionally, it emphasizes the importance of healthcare providers recognizing and addressing these challenges to improve the overall maternal and fetal outcomes in such cases. Keywords: High-risk pregnancy, psychosocial challenges, maternal well-being, emotional distress, social support.
Analysis of Factors Causing Stunting based on The Urgency, Seriousness, Growth (USG) Method in Mranggen Village Polokarto Sukoharjo Ani, Nur; Wartini; Nurbaya, Fiqi; Ayudia Johar, Syefira; Elissa Maharani, Nine
Jurnal Kesehatan Vol 17, No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Stunting adalah kondisi anak memiliki ukuran tubuh lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berfikir. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo hasil Diseminasi Pengukuran Pertumbuhan pada November 2022, diketahui bahwa Kecamatan Polokarto Desa Polokarto merupakan area stunting tertinggi. Berdasarkan data aplikasi e-PPGBM Puskesmas Polokarto (2023) hasil data input Desember 2022 diketahui bahwa kasus stunting tertinggi di Desa Mranggen sebanyak 97 kasus stunting (TB/U), underweight (BB/U) sebanyak 80 kasus dan wasting (BB/TB) sebanyak 37 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab kejadian stunting di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Metode : Desain penelitian yang digunakan pada studi ini adalah diskriptif analitik. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan bulan Februari-Maret 2023. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 118 orang ibu-ibu yang memiliki balita usia 8-65 bulan. Teknik pengambilan data menggunakan total sampling. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari instrumen penelitian, yaitu kuesioner sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari data puskesmas dan data profil kesehatan setempat. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini yaitu analisis univariat dan metode USG. Hasil : Hasil penelitian univariat diperoleh faktor yang paling dominan adalah faktor distribusi akses air bersih dengan nilai baik (62,71%), cukup (32,2%) dan kurang baik (5,08%). Sementara hasil dari analisa metode USG diperoleh masalah utama disebabkan karena kesehatan lingkungan yang kurang baik. Simpulan : Kesimpulan dalam penelitian ini adalah faktor penyebab terjadinya stunting di desa mranggen kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo adalah faktor Kesehatan lingkungan. Saran, sebaiknya masyarakat desa mranggen dibiasakan untuk melakukan PHBS dengan baik dan membuang sampah pada tempatnya.   Introduction: Stunting is when a child has a shorter body size than average children his age and delays thinking. Based on data from the Sukoharjo District Health Office from the Dissemination of Growth Measurements results in November 2022, it is known that Polokarto Subdistrict, Polokarto Village, is the highest stunting area. Based on the Polokarto Community Health Center e-PPGBM application data (2023), the input data results for December 2022 show that the highest stunting cases in Mranggen Village were 97 cases of stunting (TB/U), 80 cases of underweight (BB/U) and wasting (BB/TB). as many as 37 cases. This study aimed to determine the factors causing stunting in Mranggen Village, Polokarto District, Sukoharjo Regency. Methods: The research design used in this study is analytic descriptive. The implementation of this research was carried out from February to March 2023. The population in this study was 118 mothers with toddlers aged 8-65 months. Data collection technique using total sampling. The data used are primary data and secondary data. Preliminary data were obtained from research instruments, namely questionnaires, while secondary data was obtained from puskesmas data and local health profile data. The analysis carried out in this study was univariate analysis and the USG method. Results: The results of the univariate study obtained that the most dominant factor was the distribution factor of access to clean water with good (62.71%), sufficient (32.2%), and not good (5.08%) values. At the same time, the analysis results of the USG method obtained the main problem caused by unfavorable environmental health. Conclusion: This study concludes that the factor causing stunting in the village of Mranggen, Polokarto sub-district, Sukoharjo Regency is the environmental health factor. Suggestions, it is better for the people of Mranggen village to get used to doing PHBS properly and disposing of trash in its place.
Dangers and Risks of Plastic Screen Printing Work in Bolon Village, Colomadu District, Karanganyar Regency, Central Java Province Wartini; Ani, Nur; Puspito Sari, Dewi
Jurnal Kesehatan Vol 17, No 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v17i2.2145

Abstract

Introduction : The screen printing process is carried out in a sitting working position and uses chemicals in the form of ink and thinner, with working hours starting from 07.00-17.00, depending on the amount of plastic being screen printed. The more plastic screen-printed, the longer the working hours will be used. Screen printers will face danger in every work activity. The risks that arise are poisoning due to the use of chemicals, experiencing musculoskeletal disorders due to ergonomic hazards, and work fatigue.  Method: The type of research used is qualitative with a case study research design. The sampling technique was purposive sampling with three informants: The owner, Workers who took work home, and Workers who worked at the business owner's place. The variables studied include danger and the risk of danger to screen printing. Data collection techniques used interviews, observation, and literature study with triangulation methods. The instruments used were an interview guide, HIRA form, voice recorder, and camera. The collected data is analyzed by reducing, presenting, and concluding/verifying. Result: The research results show that the dangers arising from plastic screen-printing work are chemical hazards and ergonomic hazards. Risk analysis in plastic screen printing showed a high risk, namely central nervous system symptoms, and respiratory problems due to exposure to thinner (chemical) as a solvent. In contrast, the moderate risk was for ergonomic hazards with the risk of musculoskeletal complaints due to non-ergonomic work attitudes and twisting loads during the screen-printing process. Conclusion: Potential dangers in screen printing work are chemical hazards with a high risk and moderate risks for ergonomic hazards. It is hoped that this research can provide input to workers on using respirator personal protective equipment when working. Pendahuluan: Proses sablon dilakukan dengan posisi kerja duduk, serta menggunakan bahan kimia berupa tinta dan thiner dengan jam kerja mulai dari jam 07.00-17.00 bergantung dari jumlah plastik yang disablon. Semakin banyak jumlah plastik yang disablon akan semakin lama jam kerja yang digunakan. Penyablon akan menghadapi bahaya dari setiap aktivitas pekerjaannya. Risiko yang muncul adalah keracunan akibat penggunaan bahan kimia, mengalami gangguan musculoskeletal akibat bahaya ergonomis dan kelelahan kerja. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan teknik pengambilan data menggunakan wawancara, observasi dan studi literatur dengan triangulasi metode. Analisis data dalam penelitian meliputi: reduksi data, penyajian data dan kesimpulan/ verifikasi. Hasil: Hasil penelitian diketahui bahwa hazard yang timbul dari pekerjaan penyablon plastic adalah bahaya kimia dan bahaya ergonomis. Analisis risiko didapatkan resiko tinggi pada proses sablon plastik dengan resiko terjadi gejala susunan syaraf pusat dan gangguan pernafasan akibat paparan thiner sebagai pelarut, sedangkan risiko sedang untuk bahaya ergonomis dengan risiko terjadinya keluhan muskuloskeletal akibat sikap kerja yang tidak ergonomis dan beban puntir saat proses pengerjaan sablon. Simpulan: Bahaya potensial pada pekerjaan sablon adalah bahaya kimia dengan risiko tinggi dan resiko sedang untuk bahaya ergonomi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada para pekerja untuk menggunakan alat pelindung diri respirator saat bekerja.
Active Tuberculosis Case Discovery Using the Adaptation Model in the City of Yogyakarta Dewi, Setyogati Candra; Sunarti; Suryani, Dyah; Rokhmayanti
Jurnal Kesehatan Vol 17, No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v17i1.2394

Abstract

  Pendahuluan: Indonesia menjadi salah satu negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia. Menuju elminasi TBC 2030, pemerintah menyusun kerangka akselerasi program TBC diantaranya berupa active case finding (ACF), sebagai upaya aktif mencari orang berisiko dan bergejala TBC dengan kegiatan pelacakan kontak dan skrining. Skrining menggunakan Chest x-ray (CXR) dinilai lebih sensitif daripada dengan pendekatan gejala, mengingat sebagian besar pasien TBC tidak memiliki gejala khas TBC. Pada tahun 2023 kegiatan ACF di Kota Yogyakarta dikembangkan dengan model adaptasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, menggambarkan hasil kegiatan ACF terdiri dari karakteristik peserta, jenis kelompok sasaran, skrining CXR, pemeriksaan TCM serta kontribusi ACF dalam program penanggulangan TBC. Hasil: Pada ACF dengan model adaptasi, peran Puskesmas dan lintas sektor lebih diutamakan. Kegiatan ACF di lakukan 88 kali dengan total peserta 7.423 orang, terduga TBC yang terjaring 1.403 orang (18.90%) dan 83 kasus TBC baru ditemukan. Peserta terbanyak adalah perempuan (54.41%), berusia 55 - ≤ 65 tahun (23.19%), dan berasal dari masyarakat sekitar lokasi ACF diselenggarakan (56.31%). Prosentase penemuan terduga dan kasus TBC terbanyak dari Puskesmas Pakualaman. Simpulan: ACF dengan model adaptasi di Kota Yogyakarta berkontribusi menemukan 22.92% terduga TBC dan 5.28% kasus TBC dari target yang harus ditemukan. Perlu dilakukan upaya kolaboratif antar sektor untuk memobilisasi kelompok sasaran yang tepat ke lokasi ACF seperti ODHIV, kontak serumah, pasien DM, balita dengan masalah gizi, kelompok laki-laki perokok dan pengguna alkohol.   Introduction: Indonesia is one of the countries with the second highest TB burden globally. Towards TB elimination by 2030, the government prepared a framework for accelerating the TB program, including active case finding (ACF), as an active effort to find people at risk and with symptoms of TB through contact tracing and screening activities. Screening using chest X-rays (CXR) is considered more sensitive than the symptom approach, considering that most TB patients do not have typical TB symptoms. In 2023, ACF activities in the City of Yogyakarta will be developed using an adaptation model. Method: Quantitative descriptive research describing the results of ACF activities consists of the characteristics of ACF participants, types of target groups, CXR screening, TCM examination, and ACF's contribution to the TB control program. Results: With the adaptation model, the role of Puskesmas and cross-sectors was prioritized in ACF. ACF was carried out 88 times with 7,423 participants; 1,403 people were suspected of having TB (18.90%), and 83 new TB cases were found. Most participants were women (54.41%), age group 55 - ≤65 years (23.19%), and came from the general public (56.31%). The highest percentage of suspected discoveries and TB cases came from the Pakualaman Health Center. Conclusion: With the adaptation model in Yogyakarta City, ACF contributed to finding 22.92% of suspected TB and 5.28% of TB cases of the target that had to be found. Collaborative efforts between sectors need to be made to mobilize the right target groups for ACF locations, such as PLHIV, household contacts, DM patients, toddlers with nutritional problems, groups of male smokers, and alcohol users.
Determiants of Adherence to Consumption of Blood Supplement Tablets in Female Adolescents Mukharomah, Umi; Budiono, Irwan
Jurnal Kesehatan Vol 17, No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v17i1.2527

Abstract

Pendahuluan: Anemia ialah keadaan dimana tubuh terjadi kekurangan kadar zat besi yang muncul cirinya ketika hemoglobin (Hb) darah kurang dari normal (12 g/dl), dengan kelompok umur yang memiliki risiko terbanyak salah satunya remaja putri. Upaya preventif yang coba digencarkan dengan pemberian tablet tambah darah (TTD), namun upaya tersebut belum berjalan sesuai harapan. Riset ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang berkorelasi dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada remaja putri. Metode: Penelitian bertempat di SMAN 6 Semarang, riset ini menggunakan analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel yang ditetapkan sebesar 221 siswi kelas 11 IPA dan 11 IPS, diambil dengan perhitungan simple random sampling. Data penelitian didapatkan dari hasil skor kuesioner sistematis meliputi pengetahuan, distribusi TTD, sikap, dukungan guru, dukungan orang tua, dan dukungan teman sebaya. Data analisis menggunakan uji univariat, uji bivariat dengan uji statistik chi-square, dan uji multivariat dengan analisis regresi logistik. Hasil: Data pada riset ini menerangkan bahwa variabel yang memiliki korelasi yang berarti dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah adalah pengetahuan, distribusi TTD, dukungan guru, dan dukungan teman sebaya dengan p-value (<0,05). Variabel yang tidak ada korelasi dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah yaitu sikap dan dukungan orang tua dengan p-value (>0,05). Variabel yang memiliki korelasi paling dominan adalah dukungan teman sebaya. Simpulan: Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada remaja putri di SMAN 6 Semarang dominan masih rendah yang dipengaruhi oleh pengetahuan, distribusi TTD, dukungan orang tua, dan dukungan teman sebaya.   Introduction: Anemia is a condition where the body experiences a lack of iron levels which appears when blood hemoglobin (Hb) is less than normal (12 g/dl), with the age group that has the greatest risk, one of which is young women. Tried to intensify preventive efforts by administering blood supplement tablets (TTD), but these efforts have not worked as expected. This research was conducted to determine the factors that correlate with adherence to consuming blood supplement tablets (TTD) in young women. Method: The research took place at SMAN 6 Semarang, this research used observational analytics with a cross sectional design. The sample determined was 221 female students of class 11 science and 11 social studies, taken using simple random sampling calculations. Research data was obtained from the results of systematic questionnaire scores including knowledge, TTD distribution, attitudes, teacher support, parent support and peer support. Data analysis used univariate tests, bivariate tests with chi-square statistical tests, and multivariate tests with logistic regression analysis. Results: The data in this research shows that the variables that have a significant correlation with adherence to consuming blood supplement tablets are knowledge, TTD distribution, teacher support, and peer support with a p-value (<0.05). Variables that have no correlation with compliance with blood supplement tablet consumption are parental attitudes and support with a p-value (>0.05). The most dominant correlated variable is peer support. Conclusion: Compliance with the consumption of blood supplement tablets (TTD) among young women at SMAN 6 Semarang is still predominantly low, which is influenced by knowledge, distribution of TTD, teacher support and peer support.
The Relationship Between Perceived Body Image, Frequency of Fast Food Consumption, and Nutritional Status Puspitasari, Dyah Intan; Wiji Astuti, Rahayu
Jurnal Kesehatan Vol 17, No 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v17i2.2699

Abstract

Introduction: The developmental stage of late adolescence can cause changes in attitudes and feelings that can influence perceptions of body image and food consumption habits (especially fast food). This condition will affect nutritional status. This study aims to determine the relationship between perceived body image and frequency of fast-food consumption and nutritional status. Method: This research uses an observational research design with a cross-sectional approach and applies the Pearson product moment correlation test. The sample consisted of 82 students of Department of Nutrition Science Universitas Muhammadiyah Surakarta who were selected using the simple random sampling method. Data on body image perception and frequency of fast-food consumption were obtained using the Multidementional Body Self Relations Questionnaires-Appereance Scale (MBSRQ-AS) questionnaire and the Food Frequency Questionnaire (FFQ) form in the last 1 month. Nutritional status is obtained by measuring body weight and height. Results: The relationship between perceived body image and nutritional status has a p-value = 0.533 and the relationship between frequency of fast-food consumption and nutritional status has a p-value = 0.042. Conclusion: There is no relationship between perceived body image and nutritional status among UMS nutrition students, but there is a relationship between the frequency of fast-food consumption and nutritional status among UMS nutrition students. Respondents are expected to be able to adopt a healthy and balanced diet so that they can maintain normal nutritional status and create a positive body image perception. Pendahuluan: Mahasiswa merupakan individu yang sedang mengalami masa transisi dari remaja awal menjadi dewasa sehingga dapat menyebabkan terjadinya perubahan sikap dan perasaan. Status gizi dapat dipengaruhi oleh konsumsi fast food dan persepsi body image. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi citra tubuh (body image) dan frekuensi konsumsi fast food dengan status gizi pada Mahasiwa Ilmu Gizi UMS. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional dan menerapkan uji korelasi pearson product moment (PPM). Sampel terdiri dari 82 mahasiswa yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Data persepsi citra tubuh (body image) dan frekuensi konsumsi fast food diperoleh melalui observasi langsung dengan menggunakan kuesioner Multidementional Body Self Relations Quetionare-Appereance Scale (MBSRQ-AS) dan form Food Frequency Questionnaire (FFQ) 1 bulan terakhir. Status gizi didapatkan dengan melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,2% responden memiliki body image negatif, 45,1% frekuensi konsumsi fast food sering, dan 36,6% responden berstatus gizi underweight dan overweight. Hasil penelitian yaitu nilai p-value= 0,533 untuk persepsi citra tubuh (body image) dengan status gizi, kemudian nilai p-value = 0,042 untuk frekuensi konsumsi fast food dengan status gizi. Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara persepsi citra tubuh (body image) dengan status gizi pada mahasiswa ilmu gizi UMS, namun ada hubungan antara frekuensi konsumsi fast food dengan status gizi pada mahasiswa ilmu gizi UMS. Responden diharapkan dapat menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang sehingga dapat mempertahankan status gizi normal dan menciptakan persepsi citra tubuh yang positif.

Page 3 of 10 | Total Record : 94