cover
Contact Name
Kamal
Contact Email
kamal.dty@uim-makassar.ac.id
Phone
+6282346349275
Journal Mail Official
kamal.dty@uim-makassar.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan Km.9 No.29
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
TEKNOS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi
ISSN : -     EISSN : 2987257X     DOI : https://doi.org/10.59638/teknos.v1i1
Jurnal Pendidikan dan Teknologi adalah jurnal yang diterbitakn oleh Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar. Jurnal ini bertujuan menerbitkan dan menyebarluaskan hasil penelitian dan studi tentang pendidikan dan teknologi. Artikel yang dimuat dalam jurnal adalah hasil penelitian atau pemikiran bidang pendidikan dan teknologi yang dilakukan oleh peneliti, dosen, guru, mahasiswa dan praktisi pendidikan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 67 Documents
Pengaruh Implementasi Teaching Factory terhadap Peningkatan Kompetensi Produktif Siswa SMK SMTI Makassar Dafrid Cahyadi Arifin; Risal, A.A.N; Sakti, A
TEKNOS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/teknos.v4i1.752

Abstract

Teaching Factory (TEFA) merupakan model pembelajaran berbasis industri yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi produktif siswa pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh implementasi TEFA terhadap peningkatan hard skill dan soft skill siswa di SMK SMTI Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa yang mengikuti pembelajaran TEFA, dan sampel terdiri atas siswa kelas XI dan XII yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi TEFA berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hard skill dan soft skill siswa. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis Teaching Factory efektif dalam meningkatkan kompetensi produktif siswa dan relevan dengan standar kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Analisis Hambatan Pelaksanaan Teaching Factory pada SMK Negeri 5 Makassar Dafrid Cahyadi Arifin; Risal, A.A.N; Sakti A
TEKNOS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/teknos.v4i1.753

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan pelaksanaan Teaching Factory (TEFA) pada SMK Negeri 5 Makassar ditinjau dari aspek pembiayaan, sarana, dan peraturan pelaksanaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru produktif, dan penanggung jawab TEFA. Pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara, dan analisis dokumen sebagaimana digunakan pada penelitian TEFA sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan TEFA di SMK Negeri 5 Makassar berjalan sangat baik dari segi proses dan produk, namun terdapat hambatan pada pembiayaan karena keterbatasan modal, sarana produksi yang membutuhkan peremajaan, serta kurangnya implementasi peraturan teknis terkait TEFA pada level sekolah. Penelitian ini menyimpulkan perlunya dukungan alokasi anggaran, revitalisasi fasilitas, dan sosialisasi kebijakan untuk memaksimalkan pelaksanaan TEFA di sekolah.
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran Sains: Studi Komparatif Inovasi Kurikulum Indonesia dan Jepang Fajar Ari Nugraha
TEKNOS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/teknos.v4i1.757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif integrasi kecerdasan buatan dalam pembelajaran sains pada kerangka kurikulum nasional Jepang dan Indonesia, dengan perhatian khusus pada dukungan terhadap pembelajaran mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif komparatif melalui analisis dokumen terhadap kebijakan kurikulum resmi, laporan pemerintah, dan literatur ilmiah yang berkaitan dengan pendidikan sains dan teknologi pendidikan. Analisis difokuskan pada dasar penyusunan kurikulum, tujuan, struktur, materi pembelajaran, metode pembelajaran, serta praktik asesmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jepang telah mengintegrasikan kecerdasan buatan secara sistemik dalam pembelajaran sains melalui kebijakan nasional yang konsisten dan dukungan infrastruktur digital yang kuat, sehingga memungkinkan pembelajaran berbasis data, simulasi ilmiah, dan asesmen formatif. Sementara itu, Indonesia melalui Kurikulum Merdeka menunjukkan potensi yang kuat untuk integrasi kecerdasan buatan karena desain kurikulumnya yang fleksibel, berpusat pada peserta didik, dan berbasis proyek, meskipun implementasinya masih bersifat implisit dan belum merata di berbagai konteks pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kecerdasan buatan yang efektif dalam pembelajaran sains memerlukan kesiapan teknologi, kerangka kebijakan yang jelas, panduan pedagogis, serta penguatan kapasitas guru agar pembelajaran mendalam dapat terwujud dan kualitas pembelajaran sains meningkat.
ANALISIS PEMANFAATAN FITUR GRATIS DAN PREMIUM CHATGPT SEBAGAI MATERI PRESENTASI MAHASISWA UINSU Ade yuanda; Muhammad Ardian; Fadjril Hanan; Rabby Sallam; Muhammad Syafiq; Said Hambali
TEKNOS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/teknos.v4i1.769

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT, telah dimanfaatkan secara luas oleh mahasiswa sebagai sumber pendukung dalam penyusunan materi presentasi akademik. ChatGPT tersedia dalam dua skema layanan, yaitu versi gratis dan versi premium, yang memiliki perbedaan fitur, kapasitas, serta kualitas respons. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pemanfaatan fitur gratis dan premium ChatGPT sebagai sumber materi presentasi pada mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi penggunaan, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap hasil materi presentasi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT versi gratis lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan dasar seperti pencarian ide, ringkasan materi, dan penjelasan konsep umum. Sementara itu, versi premium cenderung digunakan untuk penyusunan materi yang lebih kompleks, terstruktur, dan mendalam, termasuk analisis kritis dan pengayaan referensi. Perbedaan ini berimplikasi pada kualitas, kedalaman, serta sistematika materi presentasi yang dihasilkan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran objektif mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam konteks akademik serta menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa dan institusi pendidikan dalam mengoptimalkan penggunaan ChatGPT secara bijak dan etis.
MEMBANGUN GENERASI ISLAM TECH SAVVY: STRATEGI MEWUJUDKAN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DIGITAL Rufaidah Salam
TEKNOS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/teknos.v4i1.814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi membangun generasi islam tech savvy: strategi mewujudkan pendidikan islam di era digital. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari riset kepustakaan (library reseach). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan. Pembahasan mencakup integrasi teknologi dalam pembelajaran, mengembangkan kurikulum yang adaptif, menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif dan mengembangkan kemampuan guru. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan tersebut dapat menghasilkan lulusan yang unggul secara spiritual, intelektual, dan teknologis. Pendidikan Islam diharapkan mampu mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan produktif dalam menghadapi tantangan era digital. membangun generasi islam tech savvy memerlukan integrasi kurikulum, penguatan kompetensi guru, dan pembentukan karakter digital islami. dengan strategi ini, pendidikan islam mampu mencetak lulusan yang cakap teknologi, berakhlak mulia, serta siap berkontribusi positif dalam menghadapi tantangan dan peluang era digital. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk megintegrasikan teknologi dalam kurikulum Islam, tingkatkan literasi digital guru, dan terapkan adab digital Islami. Manfaatkan media pembelajaran digital serta jalin kemitraan dengan lembaga teknologi. Evaluasi dilakukan melalui portofolio digital agar lahir generasi Islam yang cakap teknologi, berakhlak, dan siap berkontribusi di era digital.
Pemanfaatan Teknologi Virtual Reality dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Irma
TEKNOS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/teknos.v4i1.891

Abstract

Pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai inovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Teknologi VR memungkinkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan imersif, sehingga dapat membantu peserta didik memahami materi agama secara lebih mendalam dan menarik. Melalui simulasi praktik ibadah, eksplorasi tempat-tempat bersejarah Islam secara virtual, serta penyajian nilai-nilai dan kisah Islam dalam bentuk narasi interaktif, VR dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan belajar peserta didik secara signifikan. Namun, penerapan VR dalam pembelajaran PAI menghadapi kendala seperti tingginya biaya perangkat, keterbatasan infrastruktur, kurangnya kompetensi guru, dan terbatasnya konten edukatif yang relevan. Oleh karena itu, dukungan dari lembaga pendidikan, pemerintah, serta pengembangan konten dan pelatihan guru sangat diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi ini. Artikel ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai literatur terkait penerapan VR dalam pendidikan agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa VR memiliki potensi besar untuk mentransformasi pembelajaran PAI menjadi lebih menarik, efektif, dan sesuai dengan perkembangan zaman, asalkan diimbangi dengan strategi implementasi yang tepat dan dukungan sumber daya yang memadai.
Analisis komprehensif persiapan pedagogik guru dalam integrasi generatif ai untuk personal pembelajaran disekolah menengah Naila Aisah; Lusiani
TEKNOS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/teknos.v4i1.915

Abstract

Integrasi Generative Artificial Intelligence (GenAI) dalam dunia pendidikan menengah membuka peluang transformatif sekaligus memicu tantangan baru bagi kompetensi guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan pedagogis guru sekolah menengah dalam mengintegrasikan Generative AI guna mendukung personalisasi pembelajaran. Melalui pendekatan deskriptif analitis berbasis kajian literatur ilmiah, penelitian ini mengeksplorasi tiga dimensi utama: (1) tingkat kesiapan kompetensi pedagogis-teknologis (Pedagogical-Technological Readiness) guru dalam hal rekayasa instruksi (prompt engineering), kelenturan adaptasi teknologi, serta penyaringan kritis terhadap fenomena halusinasi AI; (2) implementasi praktis interaksi guru-AI untuk merancang materi pembelajaran berdiferensiasi dan penilaian (asesmen) adaptif; serta (3) tantangan etis, teknis, dan pedagogis yang dihadapi di lapangan, termasuk isu integrasi akademik, dependensi digital, serta risiko dehumanisasi kelas. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesiapan guru masih berada dalam fase transisi struktural, di mana antusiasme adopsi teknologi belum sepenuhnya diimbangi oleh kecakapan kritis dalam menyaring output AI. Oleh karena itu, diperlukan kerangka pelatihan berkelanjutan yang memadukan literasi kecerdasan buatan dengan etika pedagogis humanis untuk mengoptimalkan potensi personalisasi pembelajaran tanpa mengorbankan esensi interaksi manusiawi.