cover
Contact Name
Muhammad Saleh
Contact Email
journaleduligment@gmail.com
Phone
+6285280526379
Journal Mail Official
journaleduligment@gmail.com
Editorial Address
Jl. Permata Hati 2 No.5, Alue Awe, Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh, Indonesia, 24351
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
ABANNA: Journal Of Contemporary Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 30252946     DOI : https://doi.org/10.21268/ajcie.v1i1
Core Subject : Religion, Education,
ABANNA: Journal Of Contemporary Islamic Education is publishes scholarly research on Contemporary Islamic educational institutions and Islamic education. The articles of this journal are published bi-annually: June and December. ABANNA: Journal Of Contemporary Islamic Education is the leading journal in Islamic educational institutions concerning Islamic education. The journal promotes research and scholarly discussion concerning Islamic Education in Academic disciplines and Institutions, focusing on the advancement of scholarship both formal and non-formal education. Topics might be about Islamic educational studies in madrasah (Islamic schools), pesantren (Islamic boarding school), and Islamic education in university.
Articles 34 Documents
Strategi Guru PAI dalam Mengintegrasikan Media Animasi pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 3 Nisam Fitrahmi Fitrahmi; Nia Wardhani; Syarifah Rahmah
ABANNA: Journal Of Contemporary Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL ABANNA: Journal Of Contemporary Islamic Education
Publisher : Enlightenment Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71036/ajcie.v4i1.442

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengintegrasikan media animasi pada pembelajaran di SDN 3 Nisam, serta mengidentifikasi faktor pendukung, faktor penghambat, dan dampaknya terhadap proses belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru PAI sebagai informan utama, kepala sekolah, dan siswa sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam mengintegrasikan media animasi dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu perencanaan penggunaan media, pemilihan materi yang sesuai, penggunaan perangkat teknologi seperti laptop dan proyektor, pelaksanaan pembelajaran yang terstruktur, interaksi aktif antara guru dan siswa, serta evaluasi pembelajaran. Faktor pendukung meliputi ketersediaan sarana dan prasarana, kemampuan guru dalam menggunakan teknologi, antusiasme siswa, dukungan kepala sekolah, dan lingkungan sekolah yang kondusif. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas, gangguan listrik dan jaringan internet, keterbatasan kemampuan teknologi guru, keterbatasan waktu pembelajaran, serta perbedaan karakteristik siswa. Penggunaan media animasi memberikan dampak positif terhadap pembelajaran, yaitu meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa, mempermudah pemahaman materi, meningkatkan keaktifan dan partisipasi siswa, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, serta meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan demikian, media animasi dapat menjadi salah satu strategi pembelajaran yang efektif dan inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar.
Tajdid dan Transformasi Pendidikan Islam Era Industri 4.0 Dalam Hadis Tarbawi Fauziah Della Iftinah; Salsa Nabila; Dwi Meutia Hasni
ABANNA: Journal Of Contemporary Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL ABANNA: Journal Of Contemporary Islamic Education
Publisher : Enlightenment Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71036/ajcie.v4i1.445

Abstract

This study examines the concept of tajdīd from the perspective of Hadith Tarbawi and its relevance to the transformation of Islamic education in the era of the Fourth Industrial Revolution. Tajdīd is understood as an effort to renew and revitalize Islamic teachings while maintaining the fundamental principles of Islamic law. In the educational context, tajdīd seeks to revive Islamic educational values based on the Qur'an and Sunnah in order to respond to contemporary developments and societal needs. Although previous studies have discussed educational reform in Islam and the challenges posed by the digital era, studies that specifically integrate the concept of tajdīd from the perspective of Hadith Tarbawi with the transformation of Islamic education in the era of the Fourth Industrial Revolution remain limited. This study employs a library research method with a descriptive-analytical approach to examine hadiths related to educational renewal in Islam. The findings reveal that Islamic education in the era of the Fourth Industrial Revolution faces various challenges, including moral crises, the decline of ethical values, the dominance of digital technology, weak spiritual literacy, and the dichotomy between religious and secular sciences. From the perspective of Hadith Tarbawi, the transformation of Islamic education can be achieved through the renewal of learning methods, the development of an integrative curriculum, the strengthening of spirituality and character education, and the revitalization of teachers' roles as mentors and guardians of knowledge. Therefore, the concept of tajdīd serves as an essential foundation for developing an adaptive, innovative, and humanistic Islamic educational system that remains firmly grounded in Islamic values amid rapid technological advancement.
Peran Komunikasi Non-Verbal dan Reward Verbal Guru Bahasa Arab dalam Meningkatkan Partisipasi dan Percaya Diri Siswa di SDIT Bunayya Lhokseumawe Abbas; Oknita
ABANNA: Journal Of Contemporary Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL ABANNA: Journal Of Contemporary Islamic Education
Publisher : Enlightenment Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71036/ajcie.v4i1.457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi nonverbal dan reward verbal guru dalam meningkatkan partisipasi serta percaya diri siswa pada pembelajaran Bahasa Arab di SDIT Bunayya Lhokseumawe. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, memanfaatkan observasi partisipan, wawancara yang semi mendalam, dan studi dokumentasi. Kajian ini dilandasi oleh Teori Interaksi Simbolik dari George Herbert Mead dan Herbert Blumer, serta konsep Definition of the Situation dari William Thomas sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa komunikasi nonverbal dan reward verbal berfungsi sebagai simbol validasi sosial yang mengonstruksi kelas sebagai ruang aman psikologis. Sinergi ini secara efektif mereduksi kecemasan linguistik, membangun efikasi diri, dan memicu generalisasi perilaku hingga ke lingkungan domestik siswa secara lebih berkelanjutan.
Implementasi Model Pembelajaran Berdasarkan Pengalaman dalam Meningkatkan Pemahaman Beragama Santri di Dayah MUDI 2 Samalanga Kabupaten Bireuen Ridho Pahlepi; Maya Safitri
ABANNA: Journal Of Contemporary Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL ABANNA: Journal Of Contemporary Islamic Education
Publisher : Enlightenment Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71036/ajcie.v4i1.460

Abstract

Kesenjangan antara penguasaan teori keagamaan (knowing) dan pengamalannya dalam perilaku nyata (doing) merupakan tantangan mendasar dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pembelajaran berdasarkan pengalaman (experiential learning) dalam pembelajaran PAI di Dayah MUDI 2 Samalanga, Kabupaten Bireuen, serta mengkaji kontribusinya terhadap peningkatan pemahaman beragama santri secara holistik (kognitif, afektif, dan psikomotorik). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, pengumpulan data dilakukan selama empat bulan (Februari–Mei 2026) melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap pimpinan dayah, 3 guru PAI, dan 16 santri, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi experiential learning dilaksanakan secara terstruktur melalui empat tahapan siklus Kolb: (1) pengalaman konkret (concrete experience) melalui praktik ibadah khusyuk, bermain peran masalah sosial, dan pengamatan alam; (2) observasi reflektif (reflective observation) melalui diskusi kelompok kecil dan buku refleksi harian; (3) konseptualisasi abstrak (abstract conceptualization) melalui pendalaman makna dan diskusi interaktif; serta (4) eksperimen aktif (active experimentation) melalui penerapan nilai tahaarah dalam aksi lingkungan, kepemimpinan ibadah, dan kegiatan sosial. Model ini terbukti secara signifikan meningkatkan pemahaman keagamaan santri, menumbuhkan kesadaran moral, serta mendorong internalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan dayah, keluarga, dan masyarakat. Faktor pendukung utama meliputi kompetensi guru, kepemimpinan kepala madrasah yang terbuka, dan etos budaya dayah yang menyatukan ilmu dan amal, sedangkan kendala yang dihadapi berupa alokasi waktu yang relatif lama dan keterbatasan sarana pembelajaran berbasis pengalaman.

Page 4 of 4 | Total Record : 34