cover
Contact Name
Febri Adi Prasetya
Contact Email
garuda@apji.org
Phone
+6289682151476
Journal Mail Official
rafael@apji.org
Editorial Address
Jalan Pantura Semarang- Kendal No 25, Kecamatan Kaliwungu, Kab. Kendal, Provinsi Jawa Tengah, 51372
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter
ISSN : 29880661     EISSN : 29881129     DOI : 10.51903
Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk sub rumpun Ilmu Pendidikan Ilmu Sosial, Bahasa dan Sastra, Olahraga dan Kesehatan, Matematika dan MIPA, Teknologi dan Kejuruaan, Ilmu Pendidikan dan Kesenian
Articles 361 Documents
Studi Kualitatif tentang Persepsi Mahasiswa terhadap Gaya Mengajar Dosen dan Dampaknya terhadap Motivasi Belajar Surma Liza; Sri Nurhayati Selian
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 3 No. 6 (2025): Desember : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v3i6.1571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa terhadap gaya mengajar dosen serta pengaruhnya terhadap motivasi belajar di lingkungan perguruan tinggi. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini berupaya memahami bagaimana mahasiswa memaknai pengalaman belajarnya dan bagaimana perilaku mengajar dosen memengaruhi semangat serta keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa yang dipilih secara purposif berdasarkan pengalaman mereka terhadap berbagai gaya mengajar. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis tematik untuk menemukan pola makna dari narasi para partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya mengajar dosen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa, terutama melalui aspek komunikasi, suasana kelas, dan umpan balik. Dosen yang menggunakan pendekatan interaktif dan empatik cenderung mampu menumbuhkan motivasi belajar yang lebih tinggi. Implikasi penelitian ini menekankan bahwa efektivitas mengajar tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga kemampuan dosen dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan memotivasi mahasiswa untuk aktif belajar.
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN APLIKASI ARKAS BOS UNTUK PENGELOLAAN KEUANGAN DI SD NEGERI DELIK 01 Winedhar, Apriana; Sophia, Sophia Tri satyawati; Stefanus Christian Relmasira, Ph.D.
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 4 No. 1 (2026): Februari : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v4i1.1185

Abstract

Beberapa kegiatan di sekolah memerlukan dukungan anggaran untuk menunjang pelaksanaannya. Di sekolah negeri dan sebagian sekolah swasta, pembiayaan kegiatan operasional didukung oleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang bersumber dari pemerintah. Besaran dana yang diterima setiap sekolah berbeda, bergantung pada jumlah peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan sistem administrasi dan pengelolaan dana BOS yang akuntabel, transparan, dan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah melalui aplikasi ARKAS dalam pengelolaan keuangan sekolah negeri. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian kepala sekolah dan bendahara BOS di Sekolah Dasar Negeri Deli 01, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi penggunaan ARKAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ARKAS membantu sekolah dalam menyusun perencanaan anggaran secara sistematis serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana BOS. Namun, terdapat kendala dalam penggunaannya, seperti keterbatasan jaringan internet dan minimnya keterampilan operator. Penelitian ini merekomendasikan adanya pelatihan berkala dan pendampingan teknis bagi pengelola dana BOS agar pemanfaatan ARKAS dapat berjalan lebih optimal.
Pengaruh Paparan Tayangan Kekerasan dalam Media Digital terhadap Imitasi Perilaku Agresif Remaja serta Peran Pendidikan Karakter sebagai Faktor Protektif Juliana Syahfitri
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 4 No. 1 (2026): Februari : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v4i1.1658

Abstract

Kemajuan media digital telah membuat remaja lebih sering terpapar pada berbagai konten, termasuk program yang memiliki elemen kekerasan. Tayangan itu dapat mempengaruhi perilaku melalui mekanisme peniruan dan proses penurunan sensitivitas yang berlangsung secara terus-menerus. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak paparan konten kekerasan di media digital terhadap kecenderungan imitasi tindakan agresif pada remaja serta mengevaluasi peran pendidikan karakter sebagai faktor pelindung. Metode yang diterapkan adalah Tinjauan Pustaka Sistematik (TPS) dengan menganalisis artikel jurnal baik nasional maupun internasional yang berhubungan. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa terpapar media kekerasan berkaitan erat dengan meningkatnya agresivitas remaja melalui proses pengamatan serta menurunnya sensitivitas emosional. Meski demikian, pendidikan karakter dan literasi media terbukti bisa mengurangi pengaruh buruk tersebut dengan meningkatkan empati, kesadaran etis, dan kemampuan berpikir analitis. Dengan cara ini, pengintegrasian pendidikan karakter dalam sistem pendidikan merupakan strategi krusial untuk menghadapi tantangan di era digital dan mengurangi dampak negatif media terhadap perilaku.
Analisis Integrasi Isu Perubahan Iklim dalam Kurikulum Hijau (Green Education) terhadap Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan  Mahasiswa Perguruan Tinggi Lia Putri Wardani
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 4 No. 1 (2026): Februari : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v4i1.1659

Abstract

Di tengah anomali suhu global yang melampaui ambang 1,5◦C pada awal 2026, perguruan tinggi menghadapi urgensi untuk mentransformasi kurikulum demi mencetak lulusan yang responsif terhadap krisis ekologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi isu perubahan iklim dalam "Kurikulum Hijau" (Green Education) dan dampaknya terhadap pembentukan karakter peduli lingkungan mahasiswa.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terstruktur (Qualitative Content Analysis) terhadap 10 Rencana Pembelajaran Semester (RPS) lintas disiplin dan dokumen strategis universitas, mengacu pada taksonomi kompetensi iklim UNESCO 2025. Temuan menunjukkan bahwa integrasi isu iklim masih bersifat "tambahan" (add-on) daripada "menyatu" (infused), dengan dominasi aspek kognitif sebesar 65%. Namun, terdapat tren positif penggunaan Project Based Learning (PjBL) yang berhasil meningkatkan eco agency mahasiswa untuk memitigasi eco anxiety. Hambatan utama ditemukan pada ketimpangan antara konten kurikulum formal dengan "kurikulum tersembunyi" berupa fasilitas kampus yang belum sepenuhnya berkelanjutan. Integrasi isu iklim yang efektif memerlukan pendekatan holistik yang menyinkronkan kebijakan akademik dengan budaya institusional untuk mengubah literasi menjadi karakter yang menetap.
Efektivitas Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Meningkatkan Karakter Tanggung Jawab Siswa di Era Digital Putri Harummi Banda Wijaya
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 4 No. 1 (2026): Februari : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v4i1.1660

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap perilaku belajar siswa, khususnya dalam aspek tanggung jawab akademik. Kondisi ini menuntut adanya inovasi dalam layanan pendidikan, termasuk bimbingan dan konseling, agar mampu menjawab tantangan era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas layanan bimbingan dan konseling berbasis digital dalam meningkatkan karakter tanggung jawab siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental melalui pretest-posttest control group. Subjek penelitian berjumlah 60 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket karakter tanggung jawab yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta didukung oleh observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen, dengan rata-rata skor dari 65 menjadi 82, sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan dari 66 menjadi 70. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling berbasis digital efektif dalam meningkatkan karakter tanggung jawab siswa. Oleh karena itu, integrasi teknologi dalam layanan konseling dapat menjadi strategi yang relevan dalam penguatan pendidikan karakter di era digital.
Pemanfaatan Teknologi Pendidikan Berbasis Digital dalam Meningkatkan Karakter dan Keterlibatan Belajar Siswa di Era Transformasi Pendidikan Muhammad Yusril Siregar
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 4 No. 1 (2026): Februari : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v4i1.1665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan teknologi pendidikan berbasis digital terhadap karakter dan keterlibatan belajar siswa. Perkembangan teknologi yang pesat menuntut adanya inovasi dalam pembelajaran, namun implementasinya seringkali belum terintegrasi secara optimal dengan pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental yang melibatkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan pembelajaran berbasis teknologi digital, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui angket dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki tingkat karakter dan keterlibatan belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi pendidikan berbasis digital mampu meningkatkan kualitas pembelajaran secara holistik. Oleh karena itu, integrasi teknologi dalam pembelajaran dapat meningkatkan keterlibatan sekaligus mendukung pembentukan karakter siswa di era digital.
Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Perkembangan Moral Anak dengan Religiusitas sebagai Variabel Moderasi: Studi Literatur Yaser Galuh
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v4i2.1687

Abstract

Perkembangan media sosial yang masif telah memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan moral anak, sehingga menjadi perhatian serius bagi pendidik, orang tua, dan pemangku kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan media sosial terhadap perkembangan moral anak serta menganalisis peran religiusitas sebagai variabel moderasi dalam hubungan tersebut. Menggunakan metode systematic literature review (SLR) dengan protokol PRISMA, penelitian ini mensintesis 35 artikel ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan antara tahun 2022 hingga 2026 dari basis data Google Scholar, Scopus, ERIC, dan SINTA. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memberikan pengaruh negatif sekaligus positif terhadap moral anak, dengan kualitas konten terbukti lebih determinatif dibandingkan durasi penggunaan. Religiusitas khususnya dimensi internalisasi keyakinan dan konsekuensi moral berfungsi sebagai moderator signifikan yang melindungi anak melalui mekanisme filtrasi kognitif, regulasi diri berbasis agama, dan jaringan sosial keagamaan. Anak dengan religiusitas tinggi menunjukkan resiliensi moral yang lebih kuat meski terpapar media sosial secara intensif. Temuan ini memperluas teori ekologi Bronfenbrenner dengan menempatkan ruang digital sebagai microsystem baru, serta mendukung teori regulasi diri berbasis agama dalam konteks anak Muslim di Indonesia. Intervensi holistik yang menyasar literasi digital, kualitas pengasuhan, dan pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan sangat direkomendasikan.
Pendekatan Holistik dalam Integrasi Nilai Karakter pada Pembelajaran Lintas Kurikulum Rahma Putra Kusdarmawan
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v4i2.1699

Abstract

Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendekatan holistik dalam integrasi nilai karakter pada pembelajaran lintas kurikulum melalui metode studi literatur sistematis (systematic literature review). Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus, ERIC, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2021–2026, menghasilkan 25 artikel final yang dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dan analisis konten dengan protokol PRISMA. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan holistik bertumpu pada tiga dimensi yang saling berkelindan, yaitu dimensi kognitif, afektif, dan behavioral, yang hanya akan menghasilkan dampak bermakna apabila dikembangkan secara simultan. Penelitian ini juga mengidentifikasi empat model integrasi nilai karakter lintas kurikulum, yakni model infus, model fusi, model proyek lintas bidang, dan model komunitas belajar, dengan model komunitas belajar mencapai tingkat keterpaduan tertinggi. Faktor pendukung implementasi meliputi kepemimpinan kepala sekolah, kapasitas profesional guru, dukungan kebijakan, dan keterlibatan komunitas, sementara hambatan utama berupa fragmentasi kurikulum, beban administratif, dan ketiadaan instrumen penilaian karakter yang terstandar. Dalam konteks Indonesia, kerangka Profil Pelajar Pancasila menyediakan fondasi yang kuat bagi implementasi pendekatan ini, namun memerlukan pengembangan profesional guru yang lebih sistematis dan instrumen penilaian karakter yang lebih autentik.
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Karakter Siswa di Sekolah Dasar Een Ety Widya Kyasyatina
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v4i2.1700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun budaya karakter siswa di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SDN Karangayu 02 Semarang. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru kelas, dan orang tua siswa yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi selama delapan minggu. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menjalankan tiga peran utama yakni sebagai teladan moral, motivator guru, dan inovator program karakter. Strategi yang diterapkan meliputi integrasi nilai PPK ke dalam budaya sekolah, sinkronisasi ekosistem sekolah dan keluarga, serta penguatan kapasitas guru sebagai agen karakter. Tingkat keterlaksanaan program berkisar antara 67–100% berdasarkan hasil observasi lapangan. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan sarana prasarana dan inkonsistensi dukungan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah berkontribusi signifikan terhadap terbentuknya budaya karakter yang kuat dan berkelanjutan di lingkungan sekolah dasar.
Efektivitas Gamifikasi dalam Pembelajaran dan Implikasinya terhadap Desain Instruksional di Era Transformasi Digital Muhammad Khoirul Mursalim
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v4i2.1701

Abstract

Gamifikasi telah mendapat perhatian yang signifikan sebagai strategi instruksional dalam pendidikan kontemporer, namun fondasi empirisnya belum dikaji secara memadai. Penelitian ini mengkaji secara kritis efektivitas, tantangan struktural, dan implikasi pedagogis gamifikasi dalam pembelajaran melalui systematic literature review (SLR) terhadap 22 artikel ilmiah yang diterbitkan antara 2019–2024 dari jurnal terindeks SINTA 1–3 dan Scopus Q3–Q4. Seleksi artikel mengikuti protokol PRISMA dan data dianalisis melalui sintesis tematik. Temuan menunjukkan bahwa gamifikasi secara konsisten menghasilkan efek positif jangka pendek terhadap motivasi dan keterlibatan perilaku peserta didik; namun demikian, dampaknya terhadap hasil belajar yang mendalam dan kemampuan berpikir tingkat tinggi tetap tidak konklusif dan sangat bergantung pada kualitas desain instruksional. Dominasi elemen reward ekstrinsik khususnya poin, lencana, dan papan peringkat tanpa landasan pedagogis yang memadai berisiko menghasilkan keterlibatan yang bersifat permukaan alih-alih keterlibatan kognitif yang bermakna. Kendala struktural mencakup ketimpangan akses digital dan kompetensi pendidik yang tidak memadai turut membatasi skalabilitas gamifikasi. Penelitian ini berargumen bahwa gamifikasi perlu diposisikan ulang sebagai strategi instruksional yang berakar secara pedagogis, dan merekomendasikan penelitian longitudinal untuk mengkaji dampak jangka panjangnya di berbagai konteks pendidikan.

Filter by Year

2023 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 4 No. 1 (2026): Februari : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 3 No. 02 (2025): April : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 3 No. 01 (2025): Februari : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 3 No. 6 (2025): Desember : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 3 No. 5 (2025): Oktober : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 3 No. 4 (2025): Agustus : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 3 No. 3 (2025): Juni : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 2 No. 06 (2024): Desember : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 2 No. 5 (2024): Oktober : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 2 No. 4 (2024): Agustus : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 2 No. 3 (2024): Juni : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 2 No 3 (2024): Juni : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 2 No 2 (2024): April : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 2 No. 2 (2024): April : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 2 No 1 (2024): Februari : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 2 No. 1 (2024): Februari : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 1 No. 6 (2023): Desember : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 1 No 6 (2023): Desember : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 1 No 5 (2023): Oktober : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 1 No. 5 (2023): Oktober : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 1 No. 4 (2023): Agustus : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 1 No 4 (2023): Agustus : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 1 No. 3 (2023): Juni : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 1 No 3 (2023): Juni : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 1 No 2 (2023): April: Pendekar :Jurnal Pendidikan Berkarakter More Issue