cover
Contact Name
Kurnia Rahmad Dhani
Contact Email
kurniadhani@isi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
idea.jurnalisiyogyakarta@gmail.com
Editorial Address
Komplek Kampus Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jl. Parangtritis Km. 6,5 Kotak Pos 1210, Glondong, Panggungharjo, Kec. Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55001
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
IDEA: Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : 14116472     EISSN : -     DOI : -
IDEA draws its contributions from academics and practitioner-researchers at the interface of the performing arts. It acts as a forum for critical study, innovative practice, and creative pedagogy, addressing themes that may be domain-specific (e.g., dance, music, theatre, puppets, karawitan, ethnomusicology, culture and arts) or situated at the convergence of two or more disciplines. The journal invites original, significant, and rigorous inquiry into all subjects within or across disciplines related to the performing arts. It encourages debate and cross-disciplinary exchange across a broad range of approaches. The spectrum of topics includes Ethnomusicology, Karawitan, Music, Music Education, Dance, Theatre, Puppet, and Arts education.
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2024)" : 33 Documents clear
Pemanfaatan Barang-Barang Bekas Sebagai Media Pembelajaran Ansambel Musik Untuk Siswa Kelas V-C Di SDK BPK Penabur Cirebon Sihombing, Yoshi Vania Pratamawati; Tyasrinestu, Fortunata; Surtihadi, Surtihadi
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v18i1.10038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil pembelajaran musik dengan media pembelajaran instrumen non-konvensional pada siswa kelas V-C di SD BPK Penabur Cirebon. Pembelajaran musik tidak terlaksanakan dengan baik di SD BPK Penabur Cirebon karena keterbatasan ilmu sumber daya mengajar yang dimiliki oleh sekolah dasar BPK Penabur Cirebon, serta keterbatasan dalam media pembelajaran sehingga peneliti menawarkan sebuah media pembelajaran yaitu instrumen non-konvensional dengan menggunakan lagu daerah untuk pembelajaran musik kreatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V-C di SD BPK Penabur Cirebon. Data pada penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara serta studi dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis data miles dan Huberman, yaitu tahap reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Pembelajaran musik dapat dilaksanakan dengan baik melalui pemanfaatan instrumen non-konvensional sebagai media pembelajaran sehingga Indikator kompetensi dasar pembelajaran Seni Budaya bidang Seni Musik kelas V kurikulum 2013 tercapai. Kata Kunci: Barang Bekas; Instrumen non-konvensional; Media Pembelajaran; Ansambel Musik; SD BPK Penabur CirebonThis research is conducted with the aim of examining the utilization of learning the Arts of Music using unconventional instruments as a media for learning musical ensembles for students of class V-C at SDK BPK Penabur Cirebon. However, in the process of learning Music Arts due to a lack of teaching and opportunities to practice music. Second, the teacher lack of experience in music. Third, the limited facilities and infrastructure available at SDK BPK Penabur Cirebon. To overcome these obstacles, the author suggests using second hand stuff as a medium as a solution for learning unconventional instruments by applying folk songs. For the detailed information the author uses qualitative research(The abstract is written concisely, communicatively, and factually, consisting of: research methods by observing, interviewing V-C class students and documentation studying. The analysis of research data is carried out through the stages of data reduction, data exposure, and conclusions also verification. Learning unconventional instruments by applying folk song is include in the basic competency indicators in learning  Arts and Crafts Class V of the 2013 curiculum, which is learning is expected to be carried out properly and provide positive impact on students’ freedom to be more creative in expressing themselvess through musical activities by making unconventional instruments. 
Peningkatan Pemahaman Membaca Notasi Balok Dengan Menggunakan Origami Oktaviani, Sonia; Suryati, Suryati; Parahita, Oriana Tio
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v18i1.12083

Abstract

Mengajarkan notasi balok pada pemula dibutuhkannya media pembelajaran yang tepat untuk mendukung proses belajar, agar proses pembelajaran notasi balok dapat dipahami oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembelajaran notasi balok pada ekstrakurikuler ansambel musik di SMPN 3 Sleman dengan menggunakan origami. Berdasarkan observasi awal, terdapat suatu permasalahan pada pemahaman peserta didik dalam membaca notasi balok. Penelitian ini mengusulkan origami sebagai media pembelajaran dalam mengatasi permasalahan tersebut. Penggunaan warna dipercaya dapat meningkatkan pemahaman peserta didik dalam membaca notasi balok, sehingga penelitian ini akan mengkaji penggunaan origami untuk peningkatan kemampuan membaca notasi balok. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang didukung data-data melalui observasi, wawancara dan dokmentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa origami mampu mempengaruhi peningkatan pemahaman pada peserta didik dalam membaca notasi balok. Peningkatan pemahaman akan notasi balok yang diperoleh peserta didik melalui tiga tahapan yaitu tahap teori, praktik dan tes. Kata kunci: ekstrakurikuler, ansambel musik, notasi balok, media warna origami Enhanced Understanding of Reading Music Notation through OrigamiTeaching student music notation requires the use of efficient learning resources to support the learning process, so that the learning process of music notation can be understood by students. To improve the understanding of music notation in SMPN 3 Sleman's extracurricular music groups, this study examines the use of origami. Early findings suggest a difficulty with students understanding of reading music notation. The study suggests applying origami to improve learning to solve this problem. It is expected that the use of origami would improve students' understanding of music notation. Using a case study design and a qualitative research methodology, the study collects data through observation, interviews, and documentation. The results shown that students' understanding of block notation is much enhanced when they apply origami. Students gained a greater comprehension of music notation through three stages: theory, practice, and testing.keywords: extracurricular, music ensemble, musical notation, color media origami
Analisis Film Tiga Dara Tahun 1956 Karya Usmar Ismail: Pandangan Politiknya dan Kajian Unsur Male Gaze Marella, Arisanti; Kuardhani, Hirwan; Yudiaryani, Yudiaryani
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v18i1.12067

Abstract

Tiga Dara merupakan sebuah film tahun 1956 yang disutradarai oleh Usmar Ismail, yang menceritakan tentang kisah asmara tiga bersaudara perempuan. Film telah dikenal sebagai media hiburan sejak jaman dahulu, film memiliki sejarah yang berpengaruh dalam kemajuan film di Indonesia. Pengaruh patriarki jaman dahulu sangat kental yang dapat menciptakan pandangan pria dalam industri film baik pengkaryaan di balik layar dan di depan layar. Penelitian ini menggunakan teori film yang di bagi menjadi dua yaitu unsur naratif dan unsur sinematik. Teori male gaze merupakan teori yang dicetuskan oleh Laura Mulvey. Male gaze muncul karena adanya pandangan mengenai sudut pandang pria dalam dunia film, tatapan pria muncul karena pengaruh patriarki yang melihat kekuasaan pria sehingga terlihat penggambaran mengenai perempuan dalam film. Film Tiga Dara menjadi contoh film yang dibuat sebagian besar pengkaryaan di depan maupun di balik layar yang di dominasi oleh pria yang akan berpengaruh dalam pandangan pria terhadap perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pandangan pria dalam film Tiga Dara. Analysis of the 1956 film Tiga Dara by Usmar Ismail: political views and study of male gaze element.Tiga Dara is a 1956 film directed by Usmar Ismail, Tiga Dara tells the story of the romance journey of three sisters, film has been known as an entertainment medium since antiquity, film has an influential history in the progress of film in Indonesia. The influence of patriarchy in the past is very thick which can create a male view in the film industry both behind the scenes and in front of the screen. This research uses film theory which is divided into two, namely narrative elements and cinematic elements The male gaze theory is a theory coined by Laura Mulvey, the male gaze arises because of the view of the male point of view in the world of film, the male gaze arises because of the influence of patriarchy that sees male power so that there are depictions of women in the film. Tiga Dara is an example of a movie that was made mostly in front of and behind the scenes dominated by men, which will affect men's views on women. This study aims to look at men's views in Tiga Dara movie
Musik Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa Kelompok Peminatan MIPA Firman, Salabila Nararya; Bramantyo, Triyono; Warsono, Warsono
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v18i1.12282

Abstract

Teenagers, especially high school students, often face distractions while studying. The unrestricted use of social media also affects their study concentration. Additionally, pressures from various sources and the transition from being a student to a university student add to the burden of responsibilities. As a result, most students experience sustained stress, negatively impacting their academic performance. To address this, students seek media to enhance their study concentration, and one commonly used medium is music. Music is believed to improve study concentration, subsequently positively influencing academic outcomes. Research indicates that the use of music has a particularly positive impact on the STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) study group. Compared to other study groups, students majoring in STEM tend to achieve better results in using music as a tool to enhance study concentration. It is noted that the STEM study group experienced an average increase of 7 points from the pre-test to the post-test, while other study groups had an average increase of 6 points.
Efek Substitusi Akor Dan Tangga Nada Pentatonik Pada Mood Dalam Piano Jazz Andiananta, Ivan; Adriaan, Josias; Setiarini, Agnes Tika
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v18i1.12039

Abstract

Penelitian ini berjudul "Efek Substitusi Akor Dan Tangga Nada Pentatonik Pada Mood Dalam Piano Jazz". Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknik improvisasi piano jazz dengan cara menggunakan substitusi akor dan tangga nada pentatonik sebagai bahan eksplorasi. Penggunaan substitusi akor sangat membantu dalam mengembangkan improvisasi sehingga dapat menambah nuansa baru. Penulis memilih lagu Are You Happy karya Yohan Kim untuk digunakan sebagai sarana eksplorasi yang representatif. Dalam menerapkan improvisasi tangga nada pentatonik, penulis menggunakan akor yang sudah disubstitusi sebagai acuan dan pondasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan tahapan pengumpulan data yang terdiri dari observasi, studi dokumentasi, dan wawancara, kemudian analisis data yang didukung oleh metode eksplorasi dan penarikan kesimpulan. Dari proses penelitian dan penyajian yang sudah dilakukan, penulis menerapkan tangga nada pentatonik serta akor substitusi ke dalam improvisasi lagu Are You Happy karya Yohan Kim. Penulis berhasil menghadirkan ‘mood’ yang berbeda, unik dan baru dengan menerapkan improvisasi tangga nada pentatonik dan mensubstitusi akor improvisasi. Penerapan Tritone substitusi di akor ii dan V7 dalam improvisasi lagu tersebut bisa memberi pilihan tangga nada pentatonik dan bisa mengembangkan mood dalam berimprovisasi. Penerapan substitusi akor ke dalam improvisasi menggunakan tangga nada pentatonik dengan berbagai macam variasinya mampu menghasilkan mood yang berbeda.Kata kunci: Pentatonik, substitusi akor, improvisasi AbstractThis research is titled "The Effects of Chord Substitution and Pentatonic Scale on Mood in Jazz Piano." The aim of this study is to develop jazz piano improvisation techniques by using chord substitutions and the pentatonic scale as exploration materials. The use of chord substitution is highly beneficial in enhancing improvisation, adding new nuances to the music. The author chose the song "Are You Happy" by Yohan Kim as a representative tool for exploration. When applying pentatonic scale improvisation, the author used substituted chords as references and foundations.The research methodology employed in this study is qualitative research, involving data collection stages such as observation, documentary study, and interviews. Data analysis is supported by exploration methods and drawing conclusions. Through the research process and presentation, the author applied the pentatonic scale and chord substitutions to the improvisation of the song "Are You Happy" by Yohan Kim. The author successfully introduced a different, unique, and new mood by applying pentatonic scale improvisation and chord substitutions. The implementation of Tritone substitution in the ii and V7 chords in the improvisation of the song provides options for pentatonic scales and contributes to mood development in improvisation. The application of chord substitution in improvisation using the pentatonic scale, with its various variations, can generate different moodsKeywords: pentatonic, subtitution acord, improvisation
Analisis Komparatif Pengalaman Emosional Anak TK Terhadap Gerak Aktivitas Musikal Nurdjati, Aliandi Kemal Pasha; Bramantyo, Triyono; Oktadus, Henry Yuda
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v18i1.12319

Abstract

The conducted research is a qualitative study with a focus on comparative analysis. This research employs a qualitative research method with a descriptive approach. The study involves students from classes Sadewa B and Sadewa C, totaling 31 students with differing age ranges. Sadewa B comprises students aged 5-7 years, while Sadewa C comprises students aged 4-5 years. Additionally, the research includes interviews with students, class teachers, and the school principal. Data collection methods encompass participatory observation, interviews, relevant literature review, and video recordings. The research findings indicate that musical and movement activities generally provide positive emotional experiences for children, despite variations in individual emotional expressions. Influencing factors include differences in cognitive and emotional developmental stages between the two class groups, varying language abilities, diverse social experiences, and individual personality factors. This study aims to analyze how musical activities accompanied by movement can deeply influence the emotional experiences of TK children at Hanacaraka Edukids Montessori School. It seeks to identify differences in the emotional experiences of children in Sadewa B and SadewaC regarding movement activities with music at TK Hanacaraka Edukids Montessori School and understand the factors that potentially contribute to the differences in emotional experiences in classes Sadewa B and Sadewa C at TK Hanacaraka EdukidsMontessori School.
Penerapan Harmoni Extended Dalam Aransemen Piano Jazz Pada Lagu Rungkad Karya Vicky Prasetyo Azmi, Tsabitul; Adriaan, Josias T; Sanjaya, R.M. Singgih
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v18i1.12068

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai penerapan harmoni extended dalam aransemen piano jazz pada lagu Rungkad karya Vicky Prasetyo. Penelitian ini bertujuan untuk membantu musisi terutama pianis agar memiliki wawasan baru dalam hal pemahaman serta kemampuan mengenai teknik harmoni extended dengan menerapkannya ke dalam contoh lagu dengan pola ritme dangdut yang diaransemen menjadi bossanova. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik yang digunakan adalah harmoni extended. Proses untuk meneliti mengenai penerapan harmoni extended dalam aransemen piano jazz pada lagu Rungkad ini dengan mengumpulkan berbagai jurnal, diskografi data yang ingin diteliti dan berbagai buku jazz. Teknik eksplorasi yang ingin diteliti dengan mencoba berbagai nada-nada hingga menemukan nada yang tepat, agar suara yang dihasilkan terdengar selaras. Hasil penelitian mengenai teknik harmoni extended menunjuk pada susunan akor dasar yang berisi 3 nada ditambah nada lain yang diambil dari nada ke 7, 9, 11 atau 13 disesuaikan dengan prinsip keselarasannya menjadi suatu lagu yang berbeda yang disebut extended chord. Konsep harmoni extended ini bisa menjadi gambaran sekaligus acuan bagi para musisi pada saat membuat lagu, agar lagu yang ingin dihasilkan terdengar lebih kaya dan tidak monoton. Berbagai masalah teknis dapat dikuasai melalui pemahaman akan berbagai pengetahuan teoritis musik menyangkut struktur akor, progresi akor, serta latihan secara konsisten.kata kunci: teknik, harmoni extended, Rungkad This research discusses the application of extended harmony in jazz piano arrangement on the song Rungkad by Vicky Prasetyo. This research aims to help musicians, especially pianists, to have new insights in terms of understanding and abilities regarding extended harmony techniques by applying them to song examples with dangdut rhythm patterns arranged into bossanova. This research uses qualitative methods, the technique used is extended harmony, the process of researching the application of extended harmony in the jazz piano arrangement of the song Rungkad is by collecting various journals, discography of the data to be researched, and various jazz books. Exploratory techniques to be researched by trying out various tones until you find the right notes, so that the sound produced sounds is aligned. The results of research on extended harmony techniques point to the arrangement of basic chords containing 3 notes plus other notes taken from the 7th, 9th, 11th, or 13th notes adjusted to the principle of harmony into a different song called an extended chord. This concept can be a picture as well as a reference for musicians when making songs so that the songs they want to produce sound richer and not monotonous. Various technical issues can be mastered through an understanding of various music-theoretical knowledge regarding chord structures, chord progressions, and consistent practice.keywords: technique, extended harmony, Rungkad
Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) Sebagai Ide Penciptaan Skenario Film "-repeat." Abdi, Jeanchristy Humaniora; Wibowo, Philipus Nugroho Hari; Yuliadi, Koes
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v18i1.12293

Abstract

“-repeat.” adalah sebuah skenario film yang tercipta berdasar pada pengalaman nyata pengidap post-traumatic stress disorder (PTSD) tentang bagaimana mereka melihat dunia, bagaimana mereka menjalani hidup, dan apa yang akan mereka lakukan ketika mengalami reka ulang memori traumatis masa lalu. Skenario film ini memiliki 2 (dua) capaian kriteria seperti yang disampaikan oleh Seno Gumira Adjidarma dalam buku Layar Kata (2002), yaitu 1) kriteria fungsional, berarti sebuah skenario dapat dijadikan blueprint dalam sebuah produksi film; 2) kriteria substansial, dapat mengandung esensi atau pembelajaran yang dapat disampaikan pada khalayak ramai. Penciptaan ini disandarkan pada perspektif psikologis menggunakan pendekatan Psikoanalisis oleh Sigmund Freud. Selain itu, digunakan juga pendekatan berupa screenplay dan cinematography, dan intertekstualitas. Dengan metode proses kreatif oleh John Livingston Lowes, penulis membangun konsep awal penciptaan skenario dan menyelesaikannya dalam bentuk skenario film yang utuh. Skenario film ini diberi judul “-repeat.”, apabila diterjemahkan menjadi ‘mengulang’. Hal ini pun seiringan dengan salah satu gejala yang dimiliki oleh para pengidap post-traumatic stress disorder (PTSD) yaitu situasi dimana penderita penyakit merasa terjebak dalam trauma dan mengalami reka ulang memori traumatis. Dengan mengangkat tema psikologi, penulis menuang harapan dengan penciptaan ini dapat dimulai sebuah langkah awal bagi masyarakat luas untuk dapat memahami betapa pentingnya menjaga kesehatan jiwa.
Software Guitar Tab: Alternatif Media Belajar Dalam Ekstrakurikuler Band SMA Negeri 1 Kutowinangun Zaki, Rizki Hafiz Tia; Pamudjo, Triyono Bramantyo; Sakti, Reza Ginandha
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v18i1.12229

Abstract

Berdasarkan fenomena yang dilihat melalui observasi awal pada kegiatan  ekstrakurikuler band di SMA Negeri 1 Kutowinangun, ditemukan permasalahan bahwa terdapat kesulitan yang dialami oleh siswa dalam mempelajari instrumen gitar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif media pembelajaran dan menganalisis proses melalui pemanfaatan software guitar tab dalam mengatasi permasalahan tersebut. Jenis penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan naratif untuk menarik pendapat berdasarkan prespektif seseorang berlandaskan fenomena yang terjadi dan kemudian diceritakan kembali oleh peneliti dalam bentuk kronologi naratif. Menggunakan triangulasi sebagai teknik pengumpulan data. Proses analisis data yang diperoleh melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini ditemukan bahwa peran guru dalam proses pembelajaran sangat berpengaruh terhadap semangat siswa dan capaian pembelajaran. Dibutuhkan beberapa pendekatan khusus bagi beberapa siswa yang baru saja mengenal musik. Selama proses pemanfaatan software guitar tab ditemukan beberapa kendala siswa saat melakukan penerapan pada gitar, siswa sedikit kesulitan saat memposisikan jari, sehingga terbalik memposisikan jari tangan kiri, serta mengalami kendala jaringan internet saat mengakses software guitar tab. Setelah adanya pemanfaatan software guitar tab sebagai alternatif media belajar dalam mempelajari instrumen gitar pada ekstrakurikuler band berhasil bermanfaat untuk menunjang kemampuan bermain instrumen gitar, terutama bagi siswa yang baru saja mempelajari instrumen gitar.
Analisis Penciptaan dan Penyajian Musik Komposisi Paris (Waltz) pada Instrumen Gitar Karya Steven Dwi Hansen Aji, Prasetya; Akbar, Mohamad Alfiah; Jayantoro, Setyawan
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v18i1.12094

Abstract

ABSTRAKParis (Waltz) merupakan salah satu karya ciptaan Steven Dwi Hansen yang memiliki ciri khas tersendiri dibanding komposisi lainnya. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menganalisis sekaligus mengetahui metode penciptaan dan penyajian musik Steven Dwi Hansen dalam komposisi Paris (Waltz). Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan musikologis. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukannya serangkaian metode penciptaan yang diterapkan dalam komposisi Paris (Waltz), terdapat empat tahapan metode penciptaan, yaitu ide penciptaan, struktur bentuk komposisi, instrumentasi, dan proses penciptaan karya yang meliputi pengaruh karya, penggunaan arpeggio, ornamentasi, ostinato, modulasi, dan teknik kontrapung. Dalam proses penyajiannya, dilakukan dalam tiga model, yaitu penyajian dalam album, penyajian secara live, dan penyajian dalam platform youtube. Ketiga model penyajian ini memiliki persamaan dan perbedaan antara satu sama lain yang membuat esensi dari komposisi tersebut semakin luas. Terdapat dua aspek yang menjadi persamaan dan perbedaan dari penyajian Steven Dwi Hansen, yaitu ditinjau dari segi intramusikal dan ekstramusikal. Intramusikal mencakup interpretasi Steven Dwi Hansen dalam komposisi pada ketiga model penyajian. Sedangkan ekstramusikal mencakup sarana pendukung jalannya pernyajian musik mulai dari pengaturan panggung yang menarik hingga ekspresi visual dari penyaji musik.Kata kunci: Analisis, Penciptaan Musik, Penyajian Musik, Gitar Klasik, Paris (Waltz), Steven Dwi Hansen ABSTRACTParis (Waltz) is one of his compositions that has its own distinctive characteristics compared to other compositions. The purpose of this research is to analyze and understand the methods of creation and presentation of Steven Dwi Hansen's music in the composition Paris (Waltz). This research method employs a qualitative approach with a musicological perspective. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The research results indicate the discovery of a series of creation methods applied in the composition Paris (Waltz). There are four stages of the creation method, namely creative idea, composition structure, instrumentation, and the process of creating the work, which includes the influence of the work, the use of arpeggios, ornamentation, ostinato, modulation, and contrapuntal techniques. In the presentation process, it is carried out in three models: presentation in an album, live performance, and presentation on the YouTube platform. These three presentation models have similarities and differences that broaden the essence of the composition. There are two aspects that are similarities and differences in Steven Dwi Hansen's presentation, considering both intramusical and extramusical aspects. Intramusical aspects encompass Steven Dwi Hansen's interpretation in the composition in all three presentation models. Meanwhile, extramusical aspects include supporting elements for the music presentation, ranging from an attractive stage arrangement to the visual expression of the music performer.Keywords: analysis, music composition,music performance, classical guitar, Paris (Waltz), Steven Dwi Hansen.

Page 2 of 4 | Total Record : 33