Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal (JRMP) is a periodical scientific journal with registrated number ISSN 2089-6778 (print), 2549- 5054 (online). Published by Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Harapan Bersama and managed by Program Studi Kebidanan Politeknik Harapan Bersama which is published two times a year (January and June). The SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal accept research articles which includes Health sciences, midwifery, nursing, public health, Social Sciences who related to midwifery.
Articles
346 Documents
PENGARUH DURASI PENGGUNAAN GADGET TERHADAP MASALAH MENTAL EMOSIANAL ANAK PRA SEKOLAH DI TK PEMBINA KOTA TEGAL
Adevia Maulidya Chikmah;
Desy Fitrianingsih
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/siklus.v7i2.896
8,1 % balita mengalami gangguan masalah mental emosional (perkembangan) dan 1,92 % anak usia sekolah menyandang retardasi mental (WHO, 2013). 16% Balita Indonesia mengalami gangguan perkembangan, yang meliputi sosial kemandirian, perkembangan motorik kasar dan halus dan kecerdasan kurang (Depkes RI, 2014). Sedangkan pada Tahun 2014 angka cakupan SDIDTK anak balita dan anak prasekolah tingkat Jawa Tengah sebesar 53,44 %. Pada saat ini kita mempunyai permasalahan yaitu pemberian gadget yang terlalu dini di era globalisasi yang dapat menyebabkan hal negatif terhadap perkembangan balita. Tujuannya adalah Untuk mengetahui Pengaruh Durasi Penggunaan Gadget Terhadap Masalah Mental Emosional Pada Anak Pra Sekolah di TK Pembina Kota Tegal Tahun 2016. Jenis penelitian ini survei analitik, dengan rancangan penelitian observasional dengan pendekatan prospektif . Responden yang diteliti adalah anak usia 3-6 tahun, dengan jumlah 71 responden. Analisis yang digunakan adalah Man Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan “ada pengaruh antara durasi penggunaan gadget dengan Masalah Mental Emosional pada anak pra sekolah di TK Negeri Pembina Kota Tegal”.Kata Kunci: Gadget, Masalah Mental Emosional, Anak Pra Sekolah.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PRAKTIK BIDAN DALAM PEMBERIAN MAGNESIUM SULFAT (MgSO4) PADA KASUS PRE EKLAMPSIA DI KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2014
Fitri Rahmawati;
Ida Baroroh;
Masyunah Masyunah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/siklus.v5i1.300
Preeklampsia merupakan penyebab Angka Kematian Ibu (AKI) yang mendominasi di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk menjadi penyebab terbesar kematian ibu Kabupaten Pekalongan tahun 2012. Tujuan penanganan pada preeklampsia adalah mencegah kejang, perdarahan intrakranial, mencegah gangguan fungsi organ vital, dan melahirkan bayi sehat. Pencegahan kejang dalam preeklampsia dengan pemberikan obat anti kejang yaitu magnesium sulfat (MgSo4). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan praktik bidan dalam pemberian magnesium sulfat (MgSO4) pra rujukan pada preeklampsia di Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh Bidan Praktik Mandiri di Kabupaten Pekalongan tahun 2013 sebanyak 186 bidan. Sampel yang diambil sebanyak 65 responden melalui tehnik porporsional random sample. Instrumen menggunakan kuesioner dengan uji statistik menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan praktik bidan dalam pemberian magnesium sulfat (MgSO4) pra rujukan pada preeklampsia (ρ=0,000, rs 0,426). Bidan diharapkan dapat lebih meningkatkan pengetahuan mengenai pemberian magnesium sulfat (MgSO4) sebelum merujuk pada preeklampsia untuk dapat memberikannya sebelum merujuk sebagai upaya stabilisasi pasien dengan preeklampsia. Kata kunci : Tingkat pengetahuan, Praktik,Magnesium Sulfat, Pre Eklampsia
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PRAKTIK BIDAN DALAM PEMBERIAN MAGNESIUM SULFAT (MgSO4) PADA KASUS PRE EKLAMPSIA DI KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2014
Fitri Rahmawati;
Ida Baroroh;
Masyunah Masyunah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/siklus.v5i1.300
Preeklampsia merupakan penyebab Angka Kematian Ibu (AKI) yang mendominasi di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk menjadi penyebab terbesar kematian ibu Kabupaten Pekalongan tahun 2012. Tujuan penanganan pada preeklampsia adalah mencegah kejang, perdarahan intrakranial, mencegah gangguan fungsi organ vital, dan melahirkan bayi sehat. Pencegahan kejang dalam preeklampsia dengan pemberikan obat anti kejang yaitu magnesium sulfat (MgSo4). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan praktik bidan dalam pemberian magnesium sulfat (MgSO4) pra rujukan pada preeklampsia di Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh Bidan Praktik Mandiri di Kabupaten Pekalongan tahun 2013 sebanyak 186 bidan. Sampel yang diambil sebanyak 65 responden melalui tehnik porporsional random sample. Instrumen menggunakan kuesioner dengan uji statistik menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan praktik bidan dalam pemberian magnesium sulfat (MgSO4) pra rujukan pada preeklampsia (ρ=0,000, rs 0,426). Bidan diharapkan dapat lebih meningkatkan pengetahuan mengenai pemberian magnesium sulfat (MgSO4) sebelum merujuk pada preeklampsia untuk dapat memberikannya sebelum merujuk sebagai upaya stabilisasi pasien dengan preeklampsia. Kata kunci : Tingkat pengetahuan, Praktik,Magnesium Sulfat, Pre Eklampsia
THE EFFECTIVENESS OF CONSUMING MORINGA LEAF PUDDING TO PREVENT STUNTING AMONG CHILDREN AT PAUD ADELWEIS IN WEST CIKARANG, BEKASI DISTRICT IN 2023
Sujadalillah, Fitri Aini;
Karo, Marni BR
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/siklus.v13i01.5513
Stunting is a global health problem affecting 165 million children around the world. The prevalence of stunting in Indonesia reached 21.6% in 2021. Four children were identified as stunted (12.1%), and 29 were normal (87.9%) in PAUD Adelwais in March-April 2023. Moringa leaves are one intervention that can be used to prevent stunting. Moringa oleifera (Moringa plant) is a widely and easily cultivated plant in Indonesia with the potential to be an ergonomic, cheap, and nutritious supplemental food. Many communities have widely used Moringa plants. The research aimed to determine the efficacy of Moringa leaf pudding in preventing child stunting. A quasi-experimental one-group pre-test and post-test approach was used as the research design. A total sample of 33 children were selected as respondents to the survey. The research results show that the consumption of Moringa leaf pudding effectively increases the height and weight of the children significantly, with a p-value of 0.000 ( 0.05). However, there was no statistically significant change in the body mass index with a p-value of 0.310 ( 0.05). There is a decrease in the prevalence of stunting in the PAUD Adelwais children, which decreased to 2 children (6.1%). Conclusion: Pudding with Moringa leaves is an effective intervention for preventing stunting in children.
THE EFFECTIVENESS OF CONSUMING MORINGA LEAF PUDDING TO PREVENT STUNTING AMONG CHILDREN AT PAUD ADELWEIS IN WEST CIKARANG, BEKASI DISTRICT IN 2023
Fitri Aini Sujadalillah;
Marni BR Karo
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 13, No 01 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/siklus.v13i01.5513
Stunting is a global health problem affecting 165 million children around the world. The prevalence of stunting in Indonesia reached 21.6% in 2021. Four children were identified as stunted (12.1%), and 29 were normal (87.9%) in PAUD Adelwais in March-April 2023. Moringa leaves are one intervention that can be used to prevent stunting. Moringa oleifera (Moringa plant) is a widely and easily cultivated plant in Indonesia with the potential to be an ergonomic, cheap, and nutritious supplemental food. Many communities have widely used Moringa plants. The research aimed to determine the efficacy of Moringa leaf pudding in preventing child stunting. A quasi-experimental one-group pre-test and post-test approach was used as the research design. A total sample of 33 children were selected as respondents to the survey. The research results show that the consumption of Moringa leaf pudding effectively increases the height and weight of the children significantly, with a p-value of 0.000 ( 0.05). However, there was no statistically significant change in the body mass index with a p-value of 0.310 ( 0.05). There is a decrease in the prevalence of stunting in the PAUD Adelwais children, which decreased to 2 children (6.1%). Conclusion: Pudding with Moringa leaves is an effective intervention for preventing stunting in children.
FACTORS INFLUENCING MENSTRUAL HYGIENE PRACTICE AMONG ADOLESCENT GIRLS
Luvi Dian Afriyani;
Eti Salafas
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/siklus.v9i2.1748
Adolescents were classified as a healthy group and far from risk factors for illness, but most health problems can occur due to their poor behavior. Menstruation is a sign of adulthood. When menstruation came, the vagina becomes moister, and it increases the risk to stimulates fungus and bacteria to grow. That why menstrual hygiene is important to suppress the occurrence of infection.The purpose of this study is to determine the factors that influencemenstrual hygiene practice in adolescents. A survey method conducted on 82 students from seven and eight grade using a purposive sampling technique. Collected data analyzed by using logistic regression.The results showed thatfactors related to menstrual hygiene practice were knowledge (p-value: 0.002) and family (p-value: 0.004), while unrelated factors were friend (p-value: 0.07) and media (p-value; 0.1) Based on the logistic regression test, the knowledge factor is the most influential (p-value; 0.006 and Exp (B): 4.07) It is recommended to do health promotion regarding menstrual hygiene practices through collaboration with health services. Key Words : Practice, Mestrual Hygiene, Adolescent
FACTORS INFLUENCING MENSTRUAL HYGIENE PRACTICE AMONG ADOLESCENT GIRLS
Luvi Dian Afriyani;
Eti Salafas
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/siklus.v9i2.1748
Adolescents were classified as a healthy group and far from risk factors for illness, but most health problems can occur due to their poor behavior. Menstruation is a sign of adulthood. When menstruation came, the vagina becomes moister, and it increases the risk to stimulates fungus and bacteria to grow. That why menstrual hygiene is important to suppress the occurrence of infection.The purpose of this study is to determine the factors that influencemenstrual hygiene practice in adolescents. A survey method conducted on 82 students from seven and eight grade using a purposive sampling technique. Collected data analyzed by using logistic regression.The results showed thatfactors related to menstrual hygiene practice were knowledge (p-value: 0.002) and family (p-value: 0.004), while unrelated factors were friend (p-value: 0.07) and media (p-value; 0.1) Based on the logistic regression test, the knowledge factor is the most influential (p-value; 0.006 and Exp (B): 4.07) It is recommended to do health promotion regarding menstrual hygiene practices through collaboration with health services. Key Words : Practice, Mestrual Hygiene, Adolescent
PERBANDINGAN METODE CERAMAH TANYA JAWAB DAN FOCUS GROUP DISCUSSION DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA
Liana Deta Putri;
Tetti Solehati;
Mira Trisyani
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 1 (2019): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/siklus.v8i1.1072
Sekitar 50% infeksi baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) dunia berasal dari kalangan remaja sebagai akibat kurangnya pemahaman kalangan remaja tentang pendidikan seks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap siswa-siswi tentang HIV/AIDS melalui metode ceramah tanya jawab dan metode focus group discussion di SMK YPK Sumedang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden 190 orang dengan pembagian 95 orang pada kelompok metode ceramah tanya jawab dan 95 orang pada kelompok metode focus group discussion. Setelah diberikan intervensi, maka peneliti akan mengukur tingkat pengetahuan dan sikap siswa menggunakan kuesioner yang berisi 37 pertanyaan. Analisa data menggunakan analisa bivariat. Menunjukkan bahwa pada metode focus group discussion 49 siswa (51.57%) memiliki pengetahuan cukup dengan sikap sebanyak 55 siswa (57.90%) menunjukkan sikap mendukun. Pada metode ceramah tanya jawab sebanyak 60 siswa (63.16%) memiliki pengetahuan cukup dengan sikap sebanyak 55 siswa (57.90%) menunjukkan sikap mendukung. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi menjadi sangat penting sebagai salah satu upaya dalam pencegahan penularan HIV/AIDS di kalangan remaja. Metode pembelajaran ini dapat diterapkan di kalangan remaja sesuai dengan kebutuhan mereka. Kata kunci: Ceramah Tanya Jawab, Focus Group Discussion Pengetahuan, Sikap
PERBANDINGAN METODE CERAMAH TANYA JAWAB DAN FOCUS GROUP DISCUSSION DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA
Liana Deta Putri;
Tetti Solehati;
Mira Trisyani
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 1 (2019): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/siklus.v8i1.1072
Sekitar 50% infeksi baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) dunia berasal dari kalangan remaja sebagai akibat kurangnya pemahaman kalangan remaja tentang pendidikan seks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap siswa-siswi tentang HIV/AIDS melalui metode ceramah tanya jawab dan metode focus group discussion di SMK YPK Sumedang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden 190 orang dengan pembagian 95 orang pada kelompok metode ceramah tanya jawab dan 95 orang pada kelompok metode focus group discussion. Setelah diberikan intervensi, maka peneliti akan mengukur tingkat pengetahuan dan sikap siswa menggunakan kuesioner yang berisi 37 pertanyaan. Analisa data menggunakan analisa bivariat. Menunjukkan bahwa pada metode focus group discussion 49 siswa (51.57%) memiliki pengetahuan cukup dengan sikap sebanyak 55 siswa (57.90%) menunjukkan sikap mendukun. Pada metode ceramah tanya jawab sebanyak 60 siswa (63.16%) memiliki pengetahuan cukup dengan sikap sebanyak 55 siswa (57.90%) menunjukkan sikap mendukung. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi menjadi sangat penting sebagai salah satu upaya dalam pencegahan penularan HIV/AIDS di kalangan remaja. Metode pembelajaran ini dapat diterapkan di kalangan remaja sesuai dengan kebutuhan mereka. Kata kunci: Ceramah Tanya Jawab, Focus Group Discussion Pengetahuan, Sikap
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KEIKUTSERTAAN KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JENGGOT KOTA PEKALONGAN
Ida Baroroh;
Miftachul Jannah;
Miftachul Jannah;
Pedvin Ratna Meikawati;
Pedvin Ratna Meikawati
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/siklus.v6i2.579
AbstrakKehamilan dan persalinan adalah suatu hal yang alami akan tetapi bukan berarti tanpa resiko, masalah kehamilan dan persalinan adalah penyumbang terbesar Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Salah satu terobosan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dengan melalui kelas ibu hamil, namun demikian banyak ibu yang belum berpartisipasi dalam mengikuti kelas ibu hamil. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui pengetahuan ibu hamil; 2) Mengetahui keikutsertaan kelas ibu hamil; 3) Menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan keikutsertaan kelas ibu hamil. Penelitian ini dilakukan dengan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 64 diambil dengan cara sampling jenuh. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan ibu hamil memiliki pengetahuan baik sebesar 43,8% dan ikutserta 68,8% dalam kelas ibu hamil. Ada hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan dengan keikutsertaan dalam kelas ibu hamil (ρ=0,000, rs 0,554). Kelas ibu hamil merupakan sarana belajar bersama yang perlu diikuti oleh ibu hamil agar memperoleh pengetahuan yang cukup sehingga dapat mencegah komplikasi dan meningkatkan cakupan K4. Disarankan meningkatkan pembentukan kelas ibu hamil agar kehamilan dapat terpantau dan ibu dapat segera mengambil keputusan klinis apabila terjadi resiko. Kata kunci : Pengetahuan, Keikutsertaan, Kelas Ibu Hamil