cover
Contact Name
Istiqomah Dwi Andari
Contact Email
istyandari44@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journal.siklus@poltektegal.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Politeknik Harapan Bersama, Jl Mataram No 9 Pesurungan Lor Kota Tegal
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
ISSN : 20896778     EISSN : 25495054     DOI : https://doi.org/10.30591/
Core Subject : Health,
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal (JRMP) is a periodical scientific journal with registrated number ISSN 2089-6778 (print), 2549- 5054 (online). Published by Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Harapan Bersama and managed by Program Studi Kebidanan Politeknik Harapan Bersama which is published two times a year (January and June). The SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal accept research articles which includes Health sciences, midwifery, nursing, public health, Social Sciences who related to midwifery.
Articles 361 Documents
PENGALAMAN ODHA REMAJA PEREMPUAN MINUM ARV DI KLINIK VCT RSUD CILACAP Dhiah Dwi Kusumawati; Friska Dewi Yunadi; Rochany Septiyaningsih
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 1 (2019): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v8i1.1208

Abstract

Kalangan remaja berusia 15-24 tahun merupakan kelompok yang rentan terinfeksi HIV. Data Kementerian Kesehatan tahun 2015 menunjukkan, remaja yang terinfeksi HIV berjumlah 28.060 orang (15,2 persen). Sebanyak 2089 orang  (3 persen) di antaranya sudah dengan AIDS. Berdasarkan data yang didapatkan tahun 2013-2017 yang menderita HIV/AIDS di Kabupaten Cilacap mencapai 53 kasus. Hambatan yang sering dialami ODHA dalam memperoleh ARV pelayanan kesehatan yang terbatas dan konseling rutin yang membutuhkan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengalaman ODHA remaja dalam minum ARV. Penelitian ini kualitatif dengan pendekatan fenomonologi deskriptif dan dianalisis tematik. Semua informan  dalam penelitian ini melakukan berbagai tahapan penatalaksanaan pengobatan dan tetap patuh minum ARV. Motivasi dari diri sendiri dan dukungan keluarga serta petugas kesehatan dan lingkungan sekitar mendorong untuk tetap minum ARV. Kata kunci: ARV, HIV/AIDS, Remaja 
HUBUNGAN ANTARA POLA NUTRISI PADA IBU NIFAS DENGAN KECUKUPAN ASI PADA BAYI DI DESA MEJASEM TIMUR KECAMATAN KRAMAT KABUPATEN TEGAL TAHUN 2013 Adevia Maulidya Chikmah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v5i2.414

Abstract

Produksi ASI sangat di pengaruhi oleh makanan ibu. Apabila ibu makan secara teratur dan cukup mengandung gizi yang di perlukan maka akan mempengaruhi produksi ASI. Karena kelenjar pembuat ASI tidak dapat bekerja dengan sempurna tanpa makanan yang cukup. Untuk membentuk produksi ASI yang baik, makan ibu harus memenuhi jumlah kalori, protein, lemak, vitamin dan mineral yang cukup. Ibu dianjurkan minum lebih banyak 8 – 12 gelas / hari.Jenis dan Desain penelitian yang digunakan dengan jenis survei analitik dengan rancangan observasional pendekatan cross sectional. Populasi ibu nifas di desa Mejasem Timur Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal pada bulan April sampai Juni 2013, yaitu 30 ibu nifas yang masih hanya memberika ASI saja pada bayinya. Teknik sampling menggunakan teknik sampel jenuh yaitu penentuan sampel bilamana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.Hasil penelitian dengan menggunakan chi square dengan dk: 1 dan nilai kamaknaan 0,05( tingkat kepercayaan 95%) diperoleh X² hitung=14,700, yang berarti lebih besar dari X² tabel (X² tabel = 3,841). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada Hubungan antara Pola Nutrisi pada Ibu nifas dengan Kecukupan ASI pada Bayi di Desa Mejasem Timur Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal Tahun 2013 dengan responden pola nutrisi baik dan sebagian besar kecukupan ASI pada bayinya tercukupi. Disarankan agar responden dapat meneruskan pemberian ASI saja tanpa di beri makanan pendamping apapun kecuali vitamin dan obat sampai bayi berumur 6 Bulan. Kata kunci  : Pola nutrisi, Ibu nifas, kecukupan ASI pada Bayi.
HUBUNGAN ANTARA POLA NUTRISI PADA IBU NIFAS DENGAN KECUKUPAN ASI PADA BAYI DI DESA MEJASEM TIMUR KECAMATAN KRAMAT KABUPATEN TEGAL TAHUN 2013 Adevia Maulidya Chikmah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v5i2.414

Abstract

Produksi ASI sangat di pengaruhi oleh makanan ibu. Apabila ibu makan secara teratur dan cukup mengandung gizi yang di perlukan maka akan mempengaruhi produksi ASI. Karena kelenjar pembuat ASI tidak dapat bekerja dengan sempurna tanpa makanan yang cukup. Untuk membentuk produksi ASI yang baik, makan ibu harus memenuhi jumlah kalori, protein, lemak, vitamin dan mineral yang cukup. Ibu dianjurkan minum lebih banyak 8 – 12 gelas / hari.Jenis dan Desain penelitian yang digunakan dengan jenis survei analitik dengan rancangan observasional pendekatan cross sectional. Populasi ibu nifas di desa Mejasem Timur Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal pada bulan April sampai Juni 2013, yaitu 30 ibu nifas yang masih hanya memberika ASI saja pada bayinya. Teknik sampling menggunakan teknik sampel jenuh yaitu penentuan sampel bilamana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.Hasil penelitian dengan menggunakan chi square dengan dk: 1 dan nilai kamaknaan 0,05( tingkat kepercayaan 95%) diperoleh X² hitung=14,700, yang berarti lebih besar dari X² tabel (X² tabel = 3,841). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada Hubungan antara Pola Nutrisi pada Ibu nifas dengan Kecukupan ASI pada Bayi di Desa Mejasem Timur Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal Tahun 2013 dengan responden pola nutrisi baik dan sebagian besar kecukupan ASI pada bayinya tercukupi. Disarankan agar responden dapat meneruskan pemberian ASI saja tanpa di beri makanan pendamping apapun kecuali vitamin dan obat sampai bayi berumur 6 Bulan. Kata kunci  : Pola nutrisi, Ibu nifas, kecukupan ASI pada Bayi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI KURANG PADA BALITA TERHADAP KEJADIAN GIZI KURANG DI DESA PENUSUPAN TAHUN 2013 Nur Afita Rahmawati, Novi Anding Suciati, Istichomah; Nur Afita Rahmawati, Novi Anding Suciati, Istichomah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v3i2.207

Abstract

Status gizi pada balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh setiap orang tua, di KabupatenTegal terdapat masalah anak Balita yang menderita Kurang Energi Protein (KEP), terdiri dari gizi buruk (3,44%),gizi kurang (6,15%). Sedangkan untuk wilayah Puskesmas Penusupan Kabupaten Tegal pada tahun 2011 balitayang menderita gizi buruk (0.81%) dan gizi kurang (6,01%). Pengetahuan merupakan hal yang sangat pentingterbentuknya tindakan seseorang, karena dari perilaku yang didasari pengetahuan akan lebih mengetahui daripadaperilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Tujuan penelitian mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibutentang gizi anak balita (1-5 tahun) terhadap kejadian gizi kurang pada balita di desa pnusupan tahun 2013. Jenispenelitian adalah survey analitik, desain penelitian yang digunakan observasi dengan pendekatan cross sectional.Populasi semua ibu yang mempunyai balita usia 1-5 tahun pada periode bulan Juni yang berada di Desa PenusupanKecamatan Pangkah Kabupaten Tegal 2013 dengan jumlah populasi 596 orang. Teknik pengambilan sampelsimple random sampling, yaitu berjumlah 119 responden. Data primer didapatkan dari kuesioner. Analisisunivariat dengan analisis distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karaktersitik responden sebagian besar berumur 20-35 tahunsebanyak 99 responden (83,2%), berpendidikan SD sebanyak 54 responden (45,5%) dan paritas multiparasebanyak 73 responden (61,8%), tingkat pengetahuan responden tentang status gizi sebagian besarberpengetahuan cukup sebanyak 56 responden (47,1%). Ada hubungan yang signifikan antara tingkatpengetahuan ibu tentang gizi balita dengan status gizi balita (p 0,007 x2hitung =14,247).Kata kunci : Pengetahuan, Gizi Kurang, Status Gizi
HUBUNGAN ANEMIA DAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BBLR Andriani, Cut Zelita; Masluroh, Masluroh
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v12i1.4631

Abstract

Latar Belakang : Tingginya angka kematian ibu dan angka kematian bayi disebabkan oleh komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Penyebab kematian neonatus terbanyak adalah BBLR sebanyak 35,3% (7,150). Dampak BBLR pada ibu adalah ibu akan merasa takut dan cemas terhadap anaknya (dampak psikologis), sedangkan dampak pada bayi berisiko terkena penyakit degeneratif, dan bayi akan mengalami cacat mental jika bayi kekurangan gizi selama waktu yang lama. Data yang diperoleh dari rekam medis RS Masmitra Bekasi dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2018 sebanyak 7,37%, tahun 2019 (7,45%) dan tahun 2020 (8,02%) dari total jumlah kelahiran.Tujuan : Mengetahui hubungan anemia dan KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di RS Masmitra Bekasi tahun 2021Metode : Analitik dengan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh 184 ibu bersalin di RS Masmitra pada bulan Juli – Desember 2021, teknik pengambilan sampel adalah Systematic Random Sampling.Hasil : Distribusi frekuensi sebagian besar ibu hamil tidak melahirkan BBLR (82,6%), tidak mengalami KEK (89,7%) dan tidak mengalami anemia (89,1%). Ada hubungan yang bermakna antara KEK dan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR (p0,05). KEK (OR = 12,429) berpengaruh lebih besar terhadap kejadian BBLR dibandingkan anemia (OR = 5,016).Kesimpulan dan Saran: Ada hubungan yang signifikan antara KEK dan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR. Diharapkan bidan lebih meningkatkan pelayanan kesehatan, penyuluhan gizi sehingga faktor risiko penyebab BBLR dapat dicegah sejak dini. Kata kunci : BBLR, Anemia, KEK
HUBUNGAN ANEMIA DAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BBLR Cut Zelita Andriani; Masluroh Masluroh
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 12, No 1 (2023): Siklus Vol.12 No.01
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v12i1.4631

Abstract

Latar Belakang : Tingginya angka kematian ibu dan angka kematian bayi disebabkan oleh komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Penyebab kematian neonatus terbanyak adalah BBLR sebanyak 35,3% (7,150). Dampak BBLR pada ibu adalah ibu akan merasa takut dan cemas terhadap anaknya (dampak psikologis), sedangkan dampak pada bayi berisiko terkena penyakit degeneratif, dan bayi akan mengalami cacat mental jika bayi kekurangan gizi selama waktu yang lama. Data yang diperoleh dari rekam medis RS Masmitra Bekasi dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2018 sebanyak 7,37%, tahun 2019 (7,45%) dan tahun 2020 (8,02%) dari total jumlah kelahiran.Tujuan : Mengetahui hubungan anemia dan KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di RS Masmitra Bekasi tahun 2021Metode : Analitik dengan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh 184 ibu bersalin di RS Masmitra pada bulan Juli – Desember 2021, teknik pengambilan sampel adalah Systematic Random Sampling.Hasil : Distribusi frekuensi sebagian besar ibu hamil tidak melahirkan BBLR (82,6%), tidak mengalami KEK (89,7%) dan tidak mengalami anemia (89,1%). Ada hubungan yang bermakna antara KEK dan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR (p0,05). KEK (OR = 12,429) berpengaruh lebih besar terhadap kejadian BBLR dibandingkan anemia (OR = 5,016).Kesimpulan dan Saran: Ada hubungan yang signifikan antara KEK dan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR. Diharapkan bidan lebih meningkatkan pelayanan kesehatan, penyuluhan gizi sehingga faktor risiko penyebab BBLR dapat dicegah sejak dini. Kata kunci : BBLR, Anemia, KEK
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGAUHI TERJADINYA ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS PUNGGELAN I KECAMATAN PUNGGELAN BANJARNEGARA TAHUN 2010 Asteria Fiki Antika kebidanan
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v1i1.33

Abstract

Anemia atau sering disebut kekurangan hemogobin (Hb) adalah keadaan dimana darah merah kurang dari normal, biasanya yang digunakan sebagai dasar adalah kadar hemoglobin (Hb). Anemia kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi. Rumusan masalah dalam hal ini adalah "Adakah faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya anemia pada ibu hamil di puskesmas punggelan I kecamatan pumggelan kabupaten banjarnegara ?". Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya anemia pada ibu hamil di puskesmas punggelan I kecamatan punggelan kabupaten banjarnegara tahun 2010. Penilitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional, dengan penarikan sampel secara purposive sampling yaitu ibu hamil anemia yang memenuhi kriteria inklusi, sampel pada penelitian ini 67 reponden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan pengukuran Hb secara langsung. hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan tingkat pengetahuan dengan anemia ibu hamil mempunyai hubungan yang bermakna dipeoleh nilai p value 0,026taraf signifikansi 0,05. hasil hubungan sosial ekonomi dengan ibu anemia hamil mempunuai hubungan yang bermakna p value 0,027taraf signifikansi 0,056. Begitu juga unyuk hasil hubungan pola makan dengan anemia ibu hamil diperoleh p value 0,039 taraf signifikansi 0,05. Ini artinya bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan, sosial ekonomi dan pola makan dengan anemia pada ibu hamil. Sehinngga disarankan kepada bidan/tenaga kesehatan untuk dapat menekan angka kejadian anemia pada ibu hamil, selau memantau kesehatan ibu hamil dan meminum tablet tambah darah secara teratur. Kata Kunci :    Pengetahuan, Sosisal Ekonomi, Pola Makan Pada Anemia Ibu Hamil
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGAUHI TERJADINYA ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS PUNGGELAN I KECAMATAN PUNGGELAN BANJARNEGARA TAHUN 2010 Asteria Fiki Antika kebidanan
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v1i1.33

Abstract

Anemia atau sering disebut kekurangan hemogobin (Hb) adalah keadaan dimana darah merah kurang dari normal, biasanya yang digunakan sebagai dasar adalah kadar hemoglobin (Hb). Anemia kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi. Rumusan masalah dalam hal ini adalah "Adakah faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya anemia pada ibu hamil di puskesmas punggelan I kecamatan pumggelan kabupaten banjarnegara ?". Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya anemia pada ibu hamil di puskesmas punggelan I kecamatan punggelan kabupaten banjarnegara tahun 2010. Penilitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional, dengan penarikan sampel secara purposive sampling yaitu ibu hamil anemia yang memenuhi kriteria inklusi, sampel pada penelitian ini 67 reponden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan pengukuran Hb secara langsung. hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan tingkat pengetahuan dengan anemia ibu hamil mempunyai hubungan yang bermakna dipeoleh nilai p value 0,026taraf signifikansi 0,05. hasil hubungan sosial ekonomi dengan ibu anemia hamil mempunuai hubungan yang bermakna p value 0,027taraf signifikansi 0,056. Begitu juga unyuk hasil hubungan pola makan dengan anemia ibu hamil diperoleh p value 0,039 taraf signifikansi 0,05. Ini artinya bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan, sosial ekonomi dan pola makan dengan anemia pada ibu hamil. Sehinngga disarankan kepada bidan/tenaga kesehatan untuk dapat menekan angka kejadian anemia pada ibu hamil, selau memantau kesehatan ibu hamil dan meminum tablet tambah darah secara teratur. Kata Kunci :    Pengetahuan, Sosisal Ekonomi, Pola Makan Pada Anemia Ibu Hamil
EVALUASI PROGRAM QUICK WINS DAN IMPLEMENTASI REKRUTMEN PENDONOR SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU (AKI) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAGUYANGAN KABUPATEN BREBES Khoeroh, Himatul
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v11i01.3090

Abstract

Quick Wins blood service program is a program to support nawacita in the health sector in order to reduce maternal mortality (MMR). Among them by increasing access to quality blood services which is carried out through collaboration between the Puskesmas, the Indonesian Red Cross (PMI) and the Hospital. This study aims to evaluate the Quick Wins program with elements of input, process and output with a qualitative design presented descriptively. Initial informants were determined by purposive sampling technique. The method of data collection was through in-depth interviews, observation and documentation of 4 initial informants consisting of coordinating midwives, health promotion workers, village midwives and cadres and 1 triangulation informant namely the head of the family health section of the Brebes district health office. The results of the study show that the input element has been maximized both from Human Resources (HR), funding or infrastructure. In the process element, the program has been implemented well, as evidenced by facilitating the adequacy of potential donors to replace the main donors whose families are pregnant women/Substitute Blood Donors (DDP). In terms of output, 50% of the Quick Wins program at the Paguyangan Health Center has made some village areas as foster villages, namely Taraban, Pagojengan, Ragatunjung, Kretek, Cilibur and Cipetung villages while the other 6 villages are still in the processKeywords : Quick Wins, donor recruitment, effort, AKI
EVALUASI PROGRAM QUICK WINS DAN IMPLEMENTASI REKRUTMEN PENDONOR SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU (AKI) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAGUYANGAN KABUPATEN BREBES Himatul Khoeroh
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 11, No 01 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v11i01.3090

Abstract

Quick Wins blood service program is a program to support nawacita in the health sector in order to reduce maternal mortality (MMR). Among them by increasing access to quality blood services which is carried out through collaboration between the Puskesmas, the Indonesian Red Cross (PMI) and the Hospital. This study aims to evaluate the Quick Wins program with elements of input, process and output with a qualitative design presented descriptively. Initial informants were determined by purposive sampling technique. The method of data collection was through in-depth interviews, observation and documentation of 4 initial informants consisting of coordinating midwives, health promotion workers, village midwives and cadres and 1 triangulation informant namely the head of the family health section of the Brebes district health office. The results of the study show that the input element has been maximized both from Human Resources (HR), funding or infrastructure. In the process element, the program has been implemented well, as evidenced by facilitating the adequacy of potential donors to replace the main donors whose families are pregnant women/Substitute Blood Donors (DDP). In terms of output, 50% of the Quick Wins program at the Paguyangan Health Center has made some village areas as foster villages, namely Taraban, Pagojengan, Ragatunjung, Kretek, Cilibur and Cipetung villages while the other 6 villages are still in the processKeywords : Quick Wins, donor recruitment, effort, AKI