cover
Contact Name
Istiqomah Dwi Andari
Contact Email
istyandari44@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journal.siklus@poltektegal.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Politeknik Harapan Bersama, Jl Mataram No 9 Pesurungan Lor Kota Tegal
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
ISSN : 20896778     EISSN : 25495054     DOI : https://doi.org/10.30591/
Core Subject : Health,
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal (JRMP) is a periodical scientific journal with registrated number ISSN 2089-6778 (print), 2549- 5054 (online). Published by Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Harapan Bersama and managed by Program Studi Kebidanan Politeknik Harapan Bersama which is published two times a year (January and June). The SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal accept research articles which includes Health sciences, midwifery, nursing, public health, Social Sciences who related to midwifery.
Articles 361 Documents
PERILAKU KONSUMSI SUMBER ENHANCER DAN INHIBITOR FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA KEHAMILAN Juhrotun Nisa; Adevia Maulidya Chikmah; Evi Zulfiana
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 1 (2019): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v8i1.1192

Abstract

Anemia adalah suatu keadaan adanya penurunan kadar hemoglobin, hematokrit dan jumlah eritrosit di bawah nilai normal. Anemia gizi dipengaruhi oleh jumlah zat besi dalam makanan yang tidak cukup, penyerapan zat besi rendah, kebutuhan meningkat, pola makan tidak baik, dan terdapat zat penghambat penyerapan zat besi dalam makanan. Untuk meningkatkan penyerapan zat gizi terdapat beberapa zat gizi mikro yang dapat dikonsumsi bersama dengan fe yang disebut juga faktor enhancer, tetapi terdapat juga beberapa zat dapat menghambat penyerapan (inhibitor). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku konsumsi sumber enhancer Fe dan inhibitor Fe dengan anemia pada kehamilan.Penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan crosssectional. yang dilakukan selama bulan Agustus 2018 di Kelurahan Margadana Kota Tegal. Seluruh ibu hamil selama bulan April sampai Juli di Kelurahan Margadana dijadikan sebagai sampel. Analisia data menggunakan chi square.Hasil penelitian menujukan bahwa perilaku makan sayur (P=0.58), makan buah selama hamil (P=0.57), frekuensi makan (P= 0.42) dan kebiasaan minum teh selama hamil (P=0.7) tidak berhubungan dengan anemia, tetapi perilaku konsumsi buah sebelum hamil berhubungan dengan anemia (P=0.036). Perlu dilakukan pendampingan maupun pemantauan pola konsumsi pada ibu hamil khususnya yang mengalami anemia.Kata kunci: Anemia, faktor enhancer, faktor inhibitor
ANALISIS PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN MP-ASI SECARA DINI MENURUT FAKTOR PENYEBABNYA PADA BAYI DI PUSKESMAS MARGADANA KOTA TEGAL TAHUN 2015 Usmiyati Usmiyati; Iroma Maulida
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v6i1.468

Abstract

Makanan Pendamping Air Susu Ibu ( MP-ASI ) adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi dan diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI.1 Pertumbuhan bayi yang optimal dapat dicapai salah satunya dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sejak bayi berusia 6 bulan. Di Kota Tegal khususnya Puskesmas Margadana dari laporan bulanan diketahui bahwa pada tahun 2013 terdapat 50 dari 134 bayi yang telah mendapat ASI esklusif sampai 6 bulan. Jadi terdapat sekitar 62,7 % bayi yang mendapatkan MP-ASI terlalu dini/kurang dari 6 bulan. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui faktor-faktor apakah yang mempengaruhi perilaku pemberian makanan MP-ASI pada bayi di Puskesmas Margadana pada tahun 2015. Penelitian ini menggunakan disain cross sectional pada bayi usia 0 – 6 sebanyak 57 bayi di Puskesmas Margadana sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 57 bayi sebagai sampel maka terdapat 86 % (49 bayi) yang telah mendapatkan MP-ASI secara dini/kurang dari 6 bulan. Setelah dilakukan uji bivariat dengan taraf kesalahan 5 % dan uji chi square maka dapat diketahui tidak ada hubungan antara masing-masing faktor penyebab tersebut dengan perilaku pemberian MP-ASI secara dini ( p-value) 0,05. Hal ini kemungkinan disebabkan karena tidak cukup bukti untuk dilakukan uji hubungan atas hipotesis tersebut karena jumlah sampel yang terlalu kecil, khususnya adalah jumlah ibu yang berperilaku baik / memberikan MP-ASI ≥ 6 bulan . Perlu diteliti kembali faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pemberian MP-ASI secara dini dengan mempertimbangkan jumlah sampel yang besar, menggunakan disain yang lebih baik ( kasus control) dan menambah variabel yang diteliti seperti persepsi ibu tentang ketidakcukupan ASI yang dimilikinya.Kata Kunci :MP-ASI, Analisis Perilaku Factor Penyebab
GAMBARAN PERILAKU IBU NIFAS DALAM PERAWATAN TALI PUSAT DI DESA TENGKI KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES TAHUN 2014. Dina Rizqi Amalia, Dedi Sutanto, Juhrotun Nisa
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v3i2.209

Abstract

Tali pusat atau umbilical cord adalah saluran kehidupan bagi janin selama dalam kandungan (Prawirohardjo, 2006; 265). Tali pusat terdiri dari bagian maternal (desidua basalis) dan bagian janin (vili korionik). Permukaan maternal lebih memerah dan terbagi menjadi beberapa bagian (kotiledon). Permukaan fetal ditutupi dengan membrane amniotik dan merupakan membrane yang halus serta berwarna kelabu dengan tonjolan pembuluh darah sehingga tali pusat tidak hanya sebagai penyalu sumber makanan dan sebagai penyaring bagi janin. (Prawirohardjo, 2006; 265). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambran Perilaku Ibu Nifas Dalam Perawatan Tali Pusat Di Desa Tengki Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes Tahun 2014.Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah deskriftif dengan rancangan cross sectional dan data yang digunakan dalam pengumpulan data adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data diperoleh langsung dari responden yang diperoleh dari membagikan kuesioner. Sedangkan data sekunder adalah data yang digunakan untuk mendukung data primer yang diperoleh dari puskesmas brebes seperti jumlah populasi 25 ibu nifas. Karena populasi pada penelitian ini adalah ibu nifas dan dilakukan di Desa Tengki dengan jumlah populasi kurang dari 100 orang, maka seluruh populasi diambil semua sebagai sampel penelitian (total sampling).Hasil penelitian yang didapat adalah Gambaran perilaku yang banyak dilakukan responden yang benar dalam perawatan yaitu pada perilaku mengganti kassa setiap kali habis mandi sebanyak 25 orang (100%). Sedangkan gambaran perilaku yang banyak dilakukan responden yang salah dalam perawatan tali pusat yaitu memberikan bahan/cairan tertentu yaitu sebanyak 23 orang (92%). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa harus di perbaiki lagi perilaku ibu yang salah dengan cara mencari informasi dengan mengikuti penyuluhan tentang perawatan tali pusat.Kata kunci : perilaku ibu nifas tentang perawatan tali pusat
COMPARISON OF PAPAYA AND GREEN NUTS EXERCISE ON BREAST MILK PRODUCTION IN TELAGASARI PUSKESMAS, KARAWANG REGENCY IN 2022 Farlikhatun, Lili; Pebriana, Monita
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v12i1.4632

Abstract

Background : Mother's milk (ASI) is the most perfect single food for babies in the first 6 months of growth, without any additional drinks or drinks. any food. Lactagogum is a substance that can increase milk production, which laktagogum is found in papaya and green bean juice. The purpose of the study: to determine the effect of giving papaya fruit and green bean juice to the smoothness of breast milk in nursing mothers at the Telagasari Health Center 2022. The type of research used in this study was an experimental study. The research design is quasi-experimental and one group pre-test and post-test design using a comparison group. The sample of this study was post partum mothers at PKM Telagasari, totaling 40 people. The technique uses a sample using purposive sampling. Data analysis was carried out, namely bivariate analysis using paired t test (paired sample t test). The results of the study: The characteristics of the respondents mostly between the ages of the mothers were almost entirely (30.0%) aged 20-25 years, 26-30 years (17.5%), 31-35 years (52.5%), most of the parity there were 12 the first child (30%), the second child as many as 12 people (30%), the third child as many as 16 people (40%). Education (5%) SD, (25%) SMP, (67.5%) SMA, D3 (2.5%). Most (90%) were mothers who had IMD while (10%) were mothers who were not. Most of the unemployed (80%), employees (5%), civil servants (1), farmers (5%), etc (7.5%). For children age (85%) children 1 month, age 1 month (10%), age 2 months (5%). The amount of breast milk before giving papaya fruit in the intervention group was 588.95 on average. While the average green bean juice is 606.88. There is an effect of giving papaya fruit and green bean juice to the smoothness of breast milk in nursing mothers at PKM Telagasari (p value 0.000 0.05). The conclusion of the study: There is an effect of giving papaya fruit to the smoothness of breast milk in breastfeeding mothers in the Independent Midwife Practice.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU BERSALIN TENTANG INISIASI MENYUSU DINI DAN DUKUNGAN BIDAN DENGAN PENERAPAN INISIASI MENYUSU DINI RSUD KARDINAH Desy Fitrianingsih Iroma Maulida
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v2i1.35

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, dimana bayi dibiarkan mencari puting  susu ibunya sendiri (tidak disodorkan ke puting susu). Berdasarkan data di Departemen kesehatan, dalam tahun 2006 tercatat 149 Rumah Sakit (RS) di Indonesia yang melaksanakan Program Rumah Sakit Sayang Ibu (RSSIB). Program ini mencangkup pelayanan asuhan antenatal (pra melahirkan), pertolongan persalinan sesuai standar, pelayanan nifas, rawat gabung ibu dan bayi, pemberian ASI eksklusif, pelayanan KB dan imunisasi. Sampai bulan juli 2007 hanya 19 Rumah Sakit yang melaksanakan program Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Depkes juga telah mengirim surat edaran agar seluruh RS melakukan program Inisiasi Menyusu Dini (Berita Indonesia, 2007). Penelitian ini bertujuan hubungan tingkat pengetahuan dan status pekerjaan ibu menyusui dengan pemberian asi eksklusif pada bayidi desa pesantunan kecamatan wanasari kabupaten brebes tahun 2012.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan ibu bersalin tentang IMD dengan kategori cukup (35,8%), Frekuensi dukungan Bidan dalam penerapan IMD, ada 30 Bidan (44,8%) yang tidak mendukung dalam penerapan IMD dan ada 28 Bidan (41,8%) yang mendukung dalam penerapan IMD. Frekuensi penerapan IMD, ada 39 orang (58,2%) yang tidak berhasil saat dilakukan IMD, dan 28 orang (41,8%) yang berhasil melakukan IMDKata Kunci: Tingkat Pengetahuan, IMD, Bidan
COMPARISON OF THE EFFECTIVENESS OF GIVING GINGER AND HONEY WITH GINGER, GREEN BEANS AND HONEY TO OVERCOME NAUSEA AND VOMITING IN FIRST TRIMESTER PREGNANT WOMEN Mulyani, Yanyan; Rofiasari, Linda
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v11i01.3048

Abstract

Nausea and vomiting are common discomforts experienced by 50% of pregnant women. The purpose of this study was to compare the effectiveness of giving ginger and honey with ginger, green beans and honey to treat nausea and vomiting in first trimester pregnant women. The quantitative research design used a quasi-experimental. Subjects in this study were taken by Consecutive sampling as many as 60 respondents. The results showed that most (63.3%) pregnant women in the first trimester experienced mild nausea and vomiting after being given the intervention of ginger, honey, and green beans. While in the honey and ginger intervention group, most (46.7%) experienced moderate nausea and vomiting. The results of the statistical test showed p-value = 0.007 (0.05), meaning that there was a difference in effectiveness between the ginger and honey intervention, with the ginger, honey, and mung bean intervention. The mean rank value in the Mann-Whitney test shows the average rating for giving ginger, honey and green beans, which is 24.90, lower than the average rating for giving honey and ginger with a value of 36.10. This means that ginger, honey, and green beans are more effective in overcoming nausea and vomiting in first trimester pregnant women compared to giving ginger and honey. The conclusion is that giving ginger, green beans, honey is effective compared to giving ginger, honey so that it can be an alternative in overcoming nausea and vomiting for pregnant women in the first trimester.
THE RELATIONSHIP BETWEEN SELECTION OF FIRST COMPLEMENTARY FOODS WITH FOOD PREFERENCES IN INFANTS AND TODDLERS Esty Puji Rahayu; Annif Munjidah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v9i1.1670

Abstract

Giving complementary food at the right time is very beneficial for meeting the nutritional needs and growth and development of infants. However, if the child is difficult to eat or choose to eat, the child's growth will be disrupted It also becomes stressful for his parents. Food picking habits are included in the term food preference. In addition to being picky about food, rejection of certain foods is also included in this term. In this study, we want to know the relationship between First complementary food selection with Food Preference in infants and toddlers. The research design used is correlational analytic with a retrospective approach. The population is mothers who have babies and toddlers under the age of 5 years in the Rw 11 region of Jagir sub-district. The sampling technique uses purposive sampling technique. From data analysis with the Spearman test. in this study the selection of the first complementary food and Food Preference has a significant relationship with p value 0.044. It is expected that the results of this study will make mothers who have toddlers understand even more about choosing the right complemetary foodnamely with a complete menu that we feel we call a 4 star menu Keywords: complementary food, picky eater, food preference
EXAMINING STUNTING INCIDENCE BASED ON MATERNAL FACTORS IN TEGAL CITY Qudriani, Meyliya; Andari, Istiqomah Dwi; Chikmah, Adevia Maulidya; ., Taryuli
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v13i01.5932

Abstract

Stunting, a condition resulting from inadequate nutrition, recurrent infections, and insufficient psychosocial stimulation, affects children's development. It is characterized by stunted growth due to nutritional deficiencies and chronic or recurring infectious diseases, indicated by a height-for-age z-score of less than -2 standard deviations. In Indonesia, the average prevalence of stunting among children under five is 30.8%. In Central Java, the prevalence is 28.5%, and in Semarang, it is 16.89%. The prevalence of stunting in Tegal City is projected to decrease by 6.7% in 2019, 4.76% in 2020, and 7.1% in 2021, reaching 16.8% from the initial value of 23.9%. This descriptive study focuses on identifying the determinants of mothers with stunted children. The study included all mothers with stunted children under five years of age in 7 villages of Tegal City, with a sample size of 27 willing participants. The findings highlight family income and maternal parity as the most dominant characteristics among the respondents. Maternal anemia, CED history, and excellent maternal knowledge level were also noted.
PENGARUH AKSES INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA TERHADAP PRAKTIK KESEHATAN REPRODUKSI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 PANGKAH KABUPATEN TEGAL TAHUN 2013 Mutiarawati Mutiarawati
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v3i1.174

Abstract

Sejalan dengan derasnya arus globalisasi yang melanda berbagai sektor dan sendi kehidupan, berkembang pula masalah kesehatan reproduksi remaja. Hasil Riskesdas Tahun 2010 menunjukkan bahwa gejala perilaku seksual pranikah pada remaja laki-laki dan perempuan usia 10-24 tahun sudah terjadi. Kemungkinan salah satu penyebabnya karena faktor ketidaktahuan, sebagai akibat remaja tidak mendapat informasi (akses) yang jelas, benar dan tepat mengenai kesehatan reproduksi remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh akses informasi kesehatan reproduksi terhadap praktik kesehatan reproduksi remaja di SMA Negeri 1 Pangkah Kabupaten Tegal. Manfaat penelitian ini adalah dengan mengetahui pengaruh akses informasi terhadap praktik kesehatan reproduksi, maka dapat segera mengambil langkah untuk membuka akses informasi kesehatan reproduksi pada remaja.Jenis penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 90 murid SMA Negeri 1 Pangkah, diambil dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Variabel yang diteliti adalah akses informasi dan praktik kesehatan reproduksi remaja. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup, pengolahan data menggunakan SPSS for Windows dan analisa data menggunakan uji korelasi Somers’d ( = 0,05). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden jarang melakukan akses informasi kesehatan reproduksi remaja (90%) dan sebagian besar responden melakukan praktik kesehatan reproduksi remaja dalam kategori baik (55,6%). Hasil uji korelasi Somers’d membuktikan ada pengaruh akses informasi kesehatan reproduksi terhadap praktik kesehatan reproduksi remaja (p = 0,002 dan  = 0,05 ), dengan kekuatan korelasi dalam kategori kuat (r = 0,643). Simpulannya dari penelitian ini adalah ada pengaruh akses informasi kesehatan reproduksi terhadap praktik kesehatan reproduksi remaja. Disarankan agar segera mengambil langkah untuk membuka akses informasi kesehatan reproduksi pada remaja.Kata kunci : Akses Informasi, Praktik, Kesehatan Reprodukasi Remaja
PENGARUH SENAM HAMIL, MODUL DAN CARA TIDUR YANG BAIK TERHADAP NYERI PUNGGUNG PADA KEHAMILAN Wahyunita, Vina Dwi; Fasiha, Fasiha; Latifah, Ulfatul; Kutaromalus, Sitti Sarifah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v12i1.4192

Abstract

Pendahuluan: Perubahan fisik system musculoskeletal pada kehamilan menyebabkan nyeri punggung wanita hamil. Senam hamil merupakan salah satu cara memperoleh tubuh yang sehat, di samping senam hamil, cara tidur yang baik mempunyai manfaat mengurangi rasa nyeri punggung pada kehamilan. Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh senam hamil, modul dan cara tidur yang baik terhadap nyeri punggung pada kehamilan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Quasi-Experimental pretest-posttest control design yang melibatkan dua kelompok, dengan jumlah sampel 60 responden. Uji yang digunakan menggunakan  Mann Whitney. Hasil: Penelitian menunjukkan ibu hamil yang melakukan senam hamil, pemberian modul senam hamil dan posisi tidur yang baik rerata intensitas nyeri punggung lebih rendah yaitu 15,65 dari ibu hamil yang jalan pagi dan tidur biasa yaitu 45,37, serta ada perbedaan intensitas nyeri punggung pada ibu hamil yang diberi modul, melakukan senam hamil dan cara tidur yang baik dengan ibu hamil yang jalan pagi dan tidur biasa dengan selisih mean 4,94. Kesimpulan: Terdapat pengaruh senam hamil, pemberian modul dan cara tidur yang baik terhadap intensitas nyeri punggung pada kehamilan