cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI)
ISSN : 30264707     EISSN : 30264170     DOI : https://doi.org/10.62017/jppi.v1i3
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) adalah jurnal peer-review akses terbuka, yang diterbitkan oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia adalah platform bagi para peneliti, akademisi, profesional, praktisi, dan mahasiswa untuk menyebarkan dan berbagi pengetahuan melalui makalah penelitian dan studi kasus di bidang pendidikan. Terbit setiap bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan penelitian kepada para pendidik di seluruh dunia. Penulis didorong untuk mengirimkan artikel yang lengkap, belum pernah dipublikasikan, orisinil, dan belum pernah ditinjau di jurnal lain. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 61 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2025): April" : 61 Documents clear
Penerapan Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas 3A SDN Kebonsari 3 Tuban Jatu Wulandhari; Wendri Wiratsiwi; Ngunarti
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan menerapkan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Data dikumpulkan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap yaitu, pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Model CRT diterapkan pada materi aku patuh aturan yang membahas mengenai aturan di rumah dan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model CRT meningkatkan hasil belajar siswa dari 36% kategori baik dan 16% kategori sangat baik menjadi 40% kategori baik dan 28% kategori sangat baik. Penerapan pendekatan CRT di kelas 3A SDN Kebonsari 3 Tuban memberikan hasil positif dengan peningkatan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila dan meningkatkan hasil belajar siswa.
PENERAPAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 5 DI UPT SDN KEBONSARI III TUBAN Khidmah Khilyatus Aurelya; Wendri Wiratsiwi; Sri Rahayu Puji Lestari
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4351

Abstract

Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan di SDN Kebonsari III telah menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Analisis ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode pengajaran yang digunakan dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang norma, aturan, hak, dan kewajiban sebagai anggota masyarakat. Dalam penelitian ini, metodologi yang diterapkan mencakup observasi dan analisis data kuantitatif dari hasil asesmen pra dan pasca penerapan metode pengajaran. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam prestasi siswa di setiap tahap implementasi. Temuan utama dari studi ini mengindikasikan bahwa integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan pendidikan secara signifikan meningkatkan kesadaran sosial di kalangan siswa. Dengan pendekatan yang lebih interaktif dan melibatkan siswa secara aktif, diharapkan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai Pancasila dapat terinternalisasi dengan baik. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran guru dalam menyampaikan materi dengan cara yang menarik dan relevan, sehingga siswa tidak hanya belajar secara teoritis tetapi juga dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Melalui penerapan yang konsisten, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi individu yang memiliki karakter kuat dan bertanggung jawab sebagai warga negara.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN MODEL PBL PENDEKATAN CRT DI KELAS V SDN KEBONSARI 3 TUBAN Laela Arisatul Husna; Wendri Wiratsiwi; Ngunarti
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4352

Abstract

Aktivitas pembelajaran yang kurang berpusat pada latar belakang dan proses pemecahan masalah membuat kegiatan pembelajaran menjadi kurang bermakna bagi peserta didik. Hal ini juga mengakibatkan rendahnya pemahaman peserta didik, salah satunya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik melalui penerapkan model Problem Based learning dengan pendekat CRT. Subjek penelitian ini adalah siswa kelasV B SD Negeri Kebonsari 3 Tahun Pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 27 peserta didik. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain penelitian model Kurt Lewin yang dilakukan sebanyak dua siklus. Penelitian ini terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar observasi dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar siswa. Pada siklus I, rata-rata nilai siswa adalah 65, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 85. Persentase ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan dari 60% pada siklus I menjadi 90% pada siklus II. Penerapan model PBL terbukti efektif meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem-Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN Kebonsari 3 Tuban.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAS MATERI SIKLUS PADA MAKHLUK HIDUP DENGAN PENERAPAN MODEL MASTERY LEARNING PESERTA DIDIK KELAS III UPT SDN KEBONSARI 3 TUBAN Moch Hafid Husain; Wendri Wiratsiwi; Ngunarti
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4354

Abstract

Penelitian ini dimotivasi oleh rendahnya hasil belajar yang diamati pada peserta didik selama pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil ini melalui penerapan model pembelajaran penguasaan. Dilakukan sebagai penelitian aksi kelas selama dua siklus di UPT SD Negeri Kebonsari 3 Tuban, mata pelajaran melibatkan 26 peserta didik kelas III A. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan tes formatif. Temuan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hasil pembelajaran peserta didik, dengan skor rata-rata meningkat dari 64,04 pada pra-siklus menjadi 65,28 pada siklus pertama, dan mencapai 76,92 pada siklus kedua. Ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran penguasaan secara efektif meningkatkan kinerja peserta didik dalam Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosia, mencapai kriteria keberhasilan lebih dari 75% peserta didik yang memenuhi standar kompetensi minimum (KKM)
PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR IPAS SISWA KELAS V DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UPT SD N KEBONSARI III Lina Dwi Trisnawati; Wendri Wiratsiwi; Sri Rahayu Puji lestari
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4355

Abstract

Dalam penelitian ini, model pembelajaran berbasis masalah diterapkan pada siswa kelas V UPT SD N Kebonsari III . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan siswa pada mata pelajaran IPAS. Menurut hasil penelitian, hasil pembelajaran IPAS belum maksimal. Hasil studi guru menunjukkan hal ini. Hanya 27% siswa  UPT SD N Kebonsari III yang mampu memenuhi KKM, sedangkan 73% lainnya belum mampu memenuhi KKM yang telak ditentukan. Untuk memulai pembelajaran, model pembelajaran berbasis masalah memaksa siswa untuk menyelesaikan masalah yang ada di dunia nyata. Siswa akan diberi masalah untuk menyelesaikan sebelum mereka mempelajari ide atau materi. Oleh karena itu, siswa dapat mengetahui bahwa mereka membutuhkan pengetahuan baru untuk memecahkan masalah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Problem Based Learning masalah dapat meningkatkan kualitas belajar siswa kelas V UPT SD N Kebonsari III. Siklus II menunjukkan peningkatan prosentasi ketuntasan dari 58% menjadi 82%. Hasilnya adalah bahwa guru harus mencari pendekatan yang tepat untuk materi yang diajarkan kepada siswa. Setelah proses pembelajaran, guru harus selalu melakukan refleksi.
Integrasi Nilai-Nilai Asmaul Husna dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam: Studi Literatur Burhanuddin; Roslina; Marzuki Made Ali
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi nilai-nilai Asmaul Husna dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan dampaknya terhadap pembentukan karakter siswa. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, yang melibatkan analisis sumber-sumber ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Asmaul Husna, seperti keadilan (Al-Adl), kasih sayang (Ar-Rahman), dan kebijaksanaan (Al-Hakim), memiliki kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter siswa, khususnya dalam aspek kedisiplinan, tanggung jawab, integritas moral, dan religiusitas. Mekanisme internalisasi nilai berlangsung melalui tahapan transformasi, transaksi, dan transinternalisasi yang melibatkan peran aktif guru, kurikulum, dan budaya sekolah. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, seperti aplikasi mobile dan platform daring, juga terbukti efektif dalam mendukung penyampaian nilai secara kontekstual dan menarik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai Asmaul Husna dalam kurikulum PAI merupakan strategi yang relevan dan transformatif dalam menjawab tantangan pendidikan karakter di era modern.
UPAYA PENINGKATAN MINAT BELAJAR MELALUI GAME BASED LEARNING (GBL) DALAM PEMBELAJARAN DI UPT SD NEGERI SIDOREJO 3 TUBAN Risma Ayu Duwi Safitri; Heny Sulistyaningrum
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar melalui Game Based Learning (GBL) dalam pembelajaran pada kelas VI di UPT SD Negeri Sidorejo 3 Tuban. Metode dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas (PTK) antara lain identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, evaluasi dan refleksi, serta penutupan dan pelaporan. Melalui penelitian tindakan kelas (PTK), diterapkan metode GBL yang melibatkan permainan berbasis teknologi dan tradisional seperti Wordwall, Quizizz, Wheel Spinner, dan permainan kartu. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, pengajuan pertanyaan dan refleksi pembelajaran, serta catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GBL berhasil meningkatkan minat belajar siswa, yang tercermin dari peningkatan partisipasi, antusiasme, dan minat belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan indikator perasaan senang atau suka, keterlibatan siswa, ketertarikan, dan perhatian siswa. Penggunaan game membuat pembelajaran lebih menyenangkan, meningkatkan interaksi sosial siswa, serta membantu mereka lebih memahami materi dengan cara yang menarik. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar GBL diterapkan secara konsisten dalam pembelajaran dan didukung oleh pelatihan bagi guru untuk merancang dan menggunakan permainan edukatif secara efektif.
Pengembangan Model Pembelajaran Islam Integratif Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Karakter Vika Ayunda; Nur Padilah Hasibuan; Gusmaneli
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4361

Abstract

Pembelajaran Islam integratif merupakan pendekatan pendidikan yang menyatukan ilmu keislaman dan ilmu umum secara harmonis untuk membentuk karakter peserta didik yang holistik. Integrasi ini tidak hanya mencakup aspek kognitif, tetapi juga spiritual, moral, dan sosial yang berakar pada nilai-nilai ketauhidan. Dalam konteks pendidikan karakter, nilai-nilai Islam seperti kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab diinternalisasikan melalui kurikulum dan aktivitas pembelajaran. Dengan strategi pembelajaran yang kontekstual dan kolaboratif, pendidikan Islam mampu mencetak generasi berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan zaman modern.
KURAS SUMUR GEDE: TRADISI SAKRAL DAN KONSERVASI ALAM DI DESA SOBONTORO KECAMATAN TAMBAKBOYO KABUPATEN TUBAN Arika Nadia Zalfa; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4368

Abstract

Tradisi “Kuras Sumur Gede” di Desa Sobontoro, Tuban, merupakan praktik kearifan lokal yang diwariskan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan konservasi air. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi tradisi ini di tengah modernisasi dan perubahan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Kuras Sumur Gede” tidak hanya berfungsi sebagai ritual pembersihan sumur, tetapi juga mengandung nilai filosofis, sosial, dan spiritual yang mendalam. Tradisi ini efektif dalam menjaga kualitas air dan mempererat solidaritas masyarakat. Kesimpulannya, “Kuras Sumur Gede” adalah model adaptif pelestarian lingkungan yang relevan untuk menjamin ketersediaan air di Desa Sobontoro. Implikasi penelitian ini adalah perlunya integrasi tradisi dengan inovasi modern untuk meningkatkan kesadaran generasi muda dan memperluas dampak konservasi.
Tradisi Petik Laut sebagai Upaya Konservasi dan Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Lamongan Fatiya Nur Rosyidah; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitaini; Enny Susiyawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4369

Abstract

Tradisi Petik Laut merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat pesisir yang mencerminkan penghormatan terhadap laut sebagai sumber kehidupan serta wujud rasa syukur atas hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai ekologis yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi Petik Laut serta kontribusinya terhadap konservasi dan pengelolaan sumber daya pesisir di Desa Banjarwati, Kabupaten Lamongan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan nelayan, serta studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi ini tidak sekadar ritual seremonial, melainkan juga mengandung praktik-praktik konservasi lingkungan, seperti penanaman mangrove, pembersihan pesisir, dan pelestarian terumbu karang. Tradisi ini juga memperkuat solidaritas sosial dan memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut. Namun, keberlanjutan tradisi ini menghadapi tantangan berupa menurunnya partisipasi generasi muda dan kurangnya dukungan kebijakan dari pemerintah daerah. Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara pendekatan budaya dan kebijakan lingkungan sebagai upaya pelestarian tradisi sekaligus pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan.