cover
Contact Name
Velma Nindita
Contact Email
velmanindita@upgris.ac.id
Phone
+6281802424968
Journal Mail Official
umpakarsitekturupgris@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang Jl. Sidodadi Timur No. 24 - Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Umpak : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan
ISSN : 26226464     EISSN : 26226472     DOI : -
UMPAK - Jurnal Arsitektur dan Lingkugan Binaan It is a journal containing material related to the field of architecture and the environment in which the architectural building is located (the built environment), both on a micro (interior), meso (building) to macro (area/city) scale.
Articles 86 Documents
KARAKTERISTIK MASJID JAMI’ SUNAN ABINAWA DUSUN PRAAN, DESA PEKUNCEN, KEC. PEGNDON, KAB. KENDAL Meilisa Intan Fariha; Ratri Septina Saraswati
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i2.15970

Abstract

AbstrakMasjid Jami’ Sunan Abinawa merupakan salah satu masjid tertua di Kabupaten Kendal yang terletak  di  Dusun  Praan,  Desa  Pekuncen,  Kecamatan  Pegandon,  Kabupaten  Kendal.  Juga merupakan peninggalan Pangeran Benawa atau Sunan Abinawa yang merupakan raja ketiga dari Kerajaan Pajang sebelum lengser. Kerajaan Pajang sendiri didirikan oleh Jaka Tingkir yang sebelumnya berhasil merebut tahta Kerajaan Demak dari Arya Penangsang. Dengan menggunakan metode observatif dan literasi, Masjid Jami’ Sunan Abinawa masih mempertahankan keaslian bagian pilar kayu penyangga atap dan bagian atap. Serta, terdapat gentong peninggalan yang konon air didalamnya tidak pernah kering walau musim kemarau datang. Dari analisis dapat disimpulkan bahwa Masjid Jami’ Sunan Abinawa telah mengalami banyak perubahan dari waktu ke waktu.Kata kunci : Masjid, Jami’ AbstractJami’ Sunan Abinawa Mosque is one of the oledest mosque in Kendal regency which located in Dusun Praan, Desa Pekuncen, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal.   It is also reluc of Prince benawa also known as Sunan Abinawa who was the third king of the Pajang Kindom before stepping down. The Kingdom of Pajang itself was founded by Jaka tingkir who previously succeeded in seizing the throne of the Demak Kingdom from Arya Penangsang. By observatorial and literacy methods, the Jami’ Sunan Abinawa Mosque still maintains the authenticity of the wooden pillars which support the roof and the roof itself. Also, there is a relic barrel which is said to have water in it that never dries up eveb though the dry season comes. From the analysis it can be concluded that the Jami’ Sunan Abinawa Mosque has changes from time to time.Keywords : Mosque, Jami’
ANALISIS KENYAMANAN TERMAL PADA RUANG BACA PERPUSTAKAN UNIVERSITAS PGRI SEMARANG Siti Diahayu Wulandari; Kurnia Widiastuti
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i1.15925

Abstract

AbstrakKenyamanan termal pada Ruang Baca Perpustakaan Universitas PGRI Semarang adalah salah satu faktor terpenting dalam suatu perancangan. Kenyamanan termal pada Ruang Baca Perpustakaan dapat menunjang pengguna perpustakan dan dapat meningkatkan niat baca dikalangan mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kenyamanan termal pada Ruang Baca Perpustakaan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan evaluatif. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian awal untuk menghimpun dan memaparkan data tentang kondisi eksisting. Metode evaluatif digunakan untuk mengevaluasi data penelitian yang diperoleh dari pengukuran dilapangan. Data yang dihasilkan berupa angk-angka hasil pengamatan secara langsung dilapangan. Setelah data terkumpul kemudian data hasil pengukuran yang selanjutnya dibandingkan dengan standar dan kriteria yang ada dan hasil data yang didapat dianalisis untuk mengetahui sejauh mana tingkat kenyamanan termal pada Rung Baca Perpustakaan.Hasil identifikasi temperatur dan kelembaban pada Ruang Baca Perpustakaan, pengukuran pertama dilakukan pada tanggal 18 desember 2019 dengan 2 alat, alat pertama medapatkan suhu rata-rata 29,5ᵒC, alat kedua mendapatkan suhu rata-rata 29,7ᵒC, kelembaban alat pertama 55,7 dan alat kedua 55,5. Untuk pengukuran pada tanggal 19 desember 2019 mendapatkan suhu rata-rata 28,5ᵒC pada alat pertama dan 27,9ᵒC pada alat kedua, kelemaban pada alat pertama 55,5 dan 55,9 untuk alat kedua. Data tersebut menunjukkan Ruangan berada dizona tidak nyaman karena kurangnya pendingin ruangan/AC di dalam Ruang Baca Perpustakaan.Kata Kunci: Kenyamanan termal, Ruang perpustakaan. AbstractThermal comfort in the reading room of the PGRI University Library is one of the most important factors in a design. Supporting thermal in the library reading room can support library users and can increase reading intentions among students. The purpose of this study is thermal research in the library reading room.This research uses quantitative with descriptive and evaluative methods.  Descriptive method was used in the initial research to collect and present data on existing conditions. Evaluative methods are used to evaluative research data obtained from field measurements. The data generated consists of numbers directly observed in the field. After the data is collect then the measurement results are there compared with the existing standarts are criteria and the results of the data obtained are analyzed to obtain information about the level of thermal ease in the library reading room.The results of measurement of temperature and humandity in the library reading room, the fist measurement was carried out on december 8,2019 with 2 tools, the first tool obtained an average temperature of 29.5ᵒC, the first tool received an average temperature of 29.7ᵒC, the humandity of the first tool 55.7 and the second tool 55.5. for measurement on december 19, 2019 get an average temperature of 28.5ᵒC in the first tool and 27.9ᵒC in the first tool, humandity in the first tool 55.5 and 55.9 for the second tool. The data shows the closed room in the room is uncomfort table because it avoids the room inside/AC in the library reading room.Keywords: Thermal comfort,library room
Analisis Ruang Parkir dan Sirkulasi di GOR Bahurekso Kendal M Thohir Muzakki; Baju Arie Wibawa
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 3, No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v3i1.15878

Abstract

GOR Bahurekso Kendal adalah  sebuah pusat Olahraga Indoor di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Indonesia. GOR ini diresmikan pada tanggal 12 November 1991. GOR yang memiliki tanah seluas 3.687m² yang berada dikawasan Alun-Alun Kendal yang merupakan Kawasan yang ramai dikunjungi saat hari biasa, akhir pekan dan saat ada event. Sayangnya dengan banyaknya pengunjung yang berada di Kawasan GOR Bahurekso Kendal ini tidak sebanding dengan kapasitas parkir yang disediakan, untuk menampung mobil maupun motor pengunjung, sebagian tempat parkir yang perlu diperhatikan adalah pada bagian depan untuk mobil dan samping kanan untuk motor, karena sampai saat ini tempat parkir tersebut masih belum tertata rapi sesuai standar yang ditentukan terutama pada saat jam padat, sehingga melebihi jumlah persediaan parkir yang di sediakan. Dengan menata tempat parkir yang ada pada saat ini dengan penambhan gedung parkir bertingkat dan mengubah beberapa tempat yang masih kurang seperti ukuran standar, marka parkir, penerangan, rambu-rambu parkir sesuai pedoman standar parkir yang ditetapkan dan bagi penyandang difabel disediakan tempat khusus untuk parkir agar bisa mendaptkan haknya, dengan memperhatikan pergerakan ruang sirkulasi dari luar area parkir menuju lokasi parkiran hingga keluar dari area parkir tersebut agar pengunjung dapat nyaman menikmati fasilitas parkiran yang disediakan dengan nyaman dan tertib. 
Identifikasi Kerusakan Visual Auditorium Imam Bardjo, SH Sebagai Tahap Awal Pelestarian Bangunan Cagar Budaya Abdul Luri; Ratri Septina Saraswati
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 1, No 1 (2018): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v1i1.15846

Abstract

Bangunan-bangunan lama yang berdiri di perkotaan Indonesia termasuk Semarang mempunyai nilai arsitektural dan mewakili periodisasi arsitektur pada jamannya bukan hanya bangunan peninggalan masa kolonial Belanda, tetapi juga bangunan karya arsitek Indonesia yang memiliki karakteristik dan keistimewaan tersendiri. Gedung Auditorium Imam Bardjo, S.H., adalah karya Prof. Ir. Sidharta di akhri tahun 1960-an memiliki arti penting dalam sejarah panjang Universitas Diponegoro.  Bangunan ini memiliki bentuk yang khas, dengan arsitektur modern bentang lebar yang ditumpu oleh struktur Y yang sangat terlihat dari dalam bangunan. Dengan berpindahnya kampus utama UNDIP ke Tembalang dan didirikan pula sebuah auditorium baru yang megah di sana, auditorium lama ini mengalami penurunan kualitas arsitektur karena kurang mendapat perhatian. Perubahan material seperti kaca, bahan penutup lantai, dan atap yang tidak sesuai dengan keasliannya sehingga mengganggu karakter asli bangunan yang memiliki nilai arsitektur tinggi ini. Oleh karena itu dilakukan penelusuran awal untuk mencari dasar diperlukannya tindakan pelestarian.
ANALISIS BESARAN RUANG DAN SIRKULASI GEDUNG PARKIR RS TELOGOREJO SEMARANG Ajeng Megasaputri; Kurnia Widiastuti
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 4, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v4i1.17291

Abstract

Gedung Parkir RS Telogorejo Semarang adalah gedung yang khusus dibangun untuk tempat parkir kendaraan, dengan demikian pemakaian lahan terutama di kawasan pusat kota dapat dilakukan secara efisien. Sebagai salah satu fasilitas penunjang Rumah Sakit yang banyak dikunjungi terutama masyarakat yang hendak mengunjngi kerabat yang sakit maupun yang bekerja di Rumah Sakit tersebut menyebabkan padatnya aktivitas di dalam gedung yang dilakukan secara bersamaan.Namun Efektifitas dan aksesibilitas pengguna di area Gedung Parkir terutama are lift sangat berbahaya dikarenakan Pada area sekitar lift tidak adanya perbedaan jalur anatara pejalan kaki dengan parkir kendaraan sehingga ketika ada pengunjung yang datang akan sangat membahayakan jika pengunjung yang datang menuju lift bersamaan dengan kendaraan yang hendak naik dan turun ke lantai lain. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian analis dalam mengetahui dan mendalami lebih lanjut aksesibilitas dan efektifitas pengguna yang baik dan tepat. Telogorejo Hospital Semarang Parking Building is a building specifically built for vehicle parking, thus land use, especially in the downtown area, can be carried out efficiently. As one of the supporting facilities for the Hospital which is visited by many people, especially people who want to visit sick relatives or those who work at the Hospital, it causes dense activities in the building which are carried out simultaneously.However, the effectiveness and accessibility of users in the parking building area, especially the elevator area, is very dangerous because in the area around the elevator there is no difference in the path between pedestrians and vehicle parking so that when visitors come it will be very dangerous if visitors come to the elevator together with the vehicle going up. and go down to another floor. Therefore, it is necessary to carry out analytical research to find out and further explore the accessibility and effectiveness of good and appropriate users.
Analisis Aksesbilitas dan Fasilitas Difabel di Masjid At-Taqwa Bandung Lulut Tri Wahyudi; Baju Arie Wibawa
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i2.15945

Abstract

ABSTRAKSarana dan fasilitas difabel berperan penting dalam desain teknis, bahkan menjadi syarat Permen PU dan Perumahan Rakyat nomor 14/PRT/M/2017 tentang kemudahan bangunan  gedung. Penelitian ini akan menganalisis aksesbilitas dan fasilitas difabel pada masjid At-taqwa Bandung. Penelitian ini dilakukan secara berkala yaitu pada waktu sholat  dhuhur,  asar,  dan sholat jum’at, dengan metode wawancara dan observasi lapangan dan dilakukan mulai dari pengamatan langsung di lapangan, dengan menganalisis aksesbilitas difabel, terutama akses  masuk ke dalam masjid, sangat diperlukan ramp untuk difabel agar difabel mudah dalam mengakses masjid. Dari semua penelitian pada sarana dan fasilitas difabel masih ada yang belum memenuhi syarat Permen PU dan Perumahan Rakyat nomor 14/PRT/M/2017 tentang kemudahan bangunan gedung, yaitu tidak ada area parkir khusus difabel, tidak ada ramp untuk akses difabel, tidak ada tempat wudhu khusus difabel, tidak ada toilet khusus difabel serta ukuran tangga yang tidak sesuai persyaratan. Sehingga penyandang disabilitas tidak dapat mengakses masjid At- taqwa.Kata Kunci : Aksesbilitas dan Falitas Difabel ABSTRACT Disability facilities and facilities play an important role in technical design, and even become a requirement for Permen PU and Public Housing  number 14/PRT/M/2017 regarding  the ease of building. This study will analyze the accessibility and disabled facilities at the At- taqwa mosque in Bandung. This research is conducted periodically, namely during the midday prayer, asar, and Friday prayers, with interviews and field observations and starting from direct observation in the field, by analyzing the accessibility of the disabled, especially access to enter the mosque, it is very necessary to ramp diffable so that the diffable can  easily  access the mosque. Of all the studies on disability facilities and facilities, there are still those who do not meet the requirements of the Minister of Public Works and Public Housing number 14/PRT/M/2017 on the ease of building, that is, there is no special parking area for disabled people, there is no ramp for disabled access, there is no place special ablution for the disabled, there is no special toilet with disabilities and the size of the stairs that does not fit the requirements. So people with disabilities cannot access the At-taqwa mosque.Key Words : Accessbility and fasillity disabillity 
Analisis sirkulasi penonton dan atlet di GOR kampus IV UPGRIS Khafidin, Nur; Widiastuti, Kurnia
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 3, No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v3i2.15907

Abstract

Sirkulasi berperan penting dalam standar bangunan layak fungsi, salah satu sarana pendukung dalam sirkulasi adalah lebar jalur akses dan pola yang di gunanakan dalam bangunan, penelitian ini akan menganalisis sirkulasi yang ada pada gor kampus IV universitas pgri semarang, penelitian ini di lakukan secara berkala pada saat gor dalam posisi ramai maupun dalam keadaan sepi, dengan metode pengukuran dan pengamatan visual pada titik kronis guna mnganalisa kondisi di dalam gor, dari semua penelitian pada masing-masing sirkulasi yang ada masih memiliki kendala terutama pada ukuran lebar jalur yang dapat di aksesuntuk memasuki tribun, maslah terbesar yang ada pada jalur sirkulasi gor adalah pada titik kronis dimana banyak pengunjung yang justru berhenti, ini terjadi pada jalur akses memasuki tribun futsal yang hanya memiliki lebar 70 cm dan akses memasuki tribun basket yang memiliki lebar 1 meter dengan lebar yang  ada menyebabkan pengunjung saling bergantian untuk masuk maupun keluar dari tribun
Analisis Kebutuhan Ruang Pedangang di Pasar Bulu Semarang Tsalatsia, Dhurra Ayu; Widiastuti, Kurnia; Nindita, Velma
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 2, No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v2i2.15857

Abstract

Pasar Bulu Semarang menjadi buah bibir masyarakat Kota Semarang. Suasana pasar yang harusnya ramai pembeli, tetapi didapati tidak saat berada di Pasar Bulu. Suasana Sepi sampai banyak Kios dan Los yang kosong membuat peneliti ingin mencari titik permasalahan dari peristiwa tersebut. Banyak Kios dan Los yang tidak disewa oleh pedagang. Hal tersebut menjadi pertanyaan bagi peneliti untuk menganalisis kebutuhan ruang pedagang di Pasar Bulu Semarang. Analisis kebutuhan ruang merupakan salah satu tahap perancangan suatu bangunan. Kebutuhan ruang juga menjadi Indikator kelayakan suatu bangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan ruang pedagang berdasarkan Regulasi Peraturan Menteri Perdagangan.dan menganalisis Kondisi Pasar Bulu Semarang. Dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi atau masukan bagi perkembangan ilmu Arsitektur tentang pentingnya kebutuhan ruang Pasar yang berpengaruh pada aktifitas pedagang dan pembeli. Metode yang dilakukan peneliti yaitu menggunakan metode penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, observasi, dan wawancara. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Berdasarkan Kondisi Pasar Bulu Semarang, Pedagang membutuhkan ukuran kios yang lebih lebar dengan spesifikasi jenis dagangan dan ukuran Kios yang jelas. Selain Ukuran Kios dan Los, Ditinjau dari Ketersediaan Akses masuk bangunan di pasar Bulu, Baik Pedagang maupun Pembeli membutuhkan Kemudahan Akses seperti mmperlebar pintu masuk, memperbanyak pintu alternatif, dan memperlebar lorong masuk bangunan
Analisis Dimensi Lebar Jalur Pedestrian Di Jl. Jolotundo Semarang Muhammad Agung Wahyudi; Danang Galih Prasetya
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 4, No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v4i2.17298

Abstract

Jaringan pejalan kaki seperangkat titik (node) dan garis (line) yang saling berhubungan yang mewakili kemungkinan rute dari satu lokasi lain.Biasa digunakan untuk analisis sumber dasya yang bergerak melalui sekumpulan fitur yang saling berhubungan ini mencakup penentuan jalur optimal menggunakan aturan keputusan yang ditentukan.Analisis ini dapat membantu pemerintah khususnya Kota Semarang dalam memperbaiki fungsi pedestrian. Pada saat ini seringkali pedestrian seringkali dihunakan sebagai tempat berjualan, tempat tambal ban maupun parkir liar sehingga para pejalan kaki merasakan ketidak nyamanan di pedestrian ketika berjalan. Hal tersebut meningkatkan resikonya terjadi kecelakaan baik terserempet kendaraan yang melewati pedestrian maupun para pejalan kaki yang pada akhirnya harus berpindah menggunakan bahu jalan untuk berjalan kaki. Oleh karena itu pedestrian sangat penting dibangun untuk menjamin keamanan dan kenyamanan bagi para pejalan kaki maupun pengendara. Dalam keputusan Direktur Jendral Bina Marga No.76/KPTS/Db/1999 tanggal 20 Desember tahun 1999 telah disepakati bahwa trotoar/pedestrian adalah bagian dari jalan raya yang khusus disediakan untuk pejalan kaki. Pedestrian networks are a set of interconnected nodes and lines representing possible routes from one location to another. Typically used for basic source analysis moving through this set of interconnected features involves determining the optimal path using defined decision rules. This analysis can help the government, especially the city of Semarang, in improving pedestrian functions. At this time, pedestrians are often used as a place to sell, tire patches and illegal parking so that pedestrians feel uncomfortable on the pedestrian when walking. This increases the risk of accidents either being hit by a vehicle passing pedestrians or by pedestrians who eventually have to move using the shoulder of the road to walk. Therefore, it is very important to build pedestrians to ensure safety and comfort for pedestrians and motorists. In the decision of the Director General of Highways No.76 / KPTS / Db / 1999 dated December 20, 1999, it was agreed that sidewalks / pedestrians are part of the road specifically provided for pedestrians
Analisis Dimensi Ruang Rawat Inap RSUD Suradadi Kabupaten Tegal Amelia Restu Prahesti; Bayu Arie Wibawa
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 4, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v4i1.16514

Abstract

RSUD Suradadi adalah Rumah Sakit Umum milik Pemerintah Kabupaten Tegal yang didirikan dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Khususnya masyarakat di sebelah utara Kabupaten Tegal dan sekitarnya. Mengingat lokasi RSUD Suradadi, maka dalam memberikan pelayanan, pangsa pasar yang dituju akan lebih spesifik pada lingkungan di sekitar Kecamatan Warureja Kecamatan Suradadi, dan Kecamatan Kramat yang berada di jalur trans nasional dengan mobilitas penduduk dan transportasi sangat padat dan tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan seperti Kecelakaan alu Lintas (KLL), Penyakit Menular, Infeksi Menular Seksual (IMS), dan penyalahguna Narkoba. RSUD Suradadi Kabupaten Tegal merupakan dokumen perencanaan taktis strategis dan rencana kegiatan dominan yang berdampak luas untuk mencapai visi dan misi dari RSUD Suradadi sekaligus mempersiapkan diri dalam perubahan dari Rumah Sakit tipe D menjadi Rumah Sakit tipe C secara terencana dan bertahap melalui sumber pembiayaan APBD.